Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 02 Februari 2026

Belajar Pendidikan Pancasila, Kelas 1A MIN 8 Gunungkidul Rakit Bendera Sendiri

 


Semanu ---- Suasana ceria menyelimuti ruang kelas 1A MIN 8 Gunungkidul pada Jumat (30/1/2026) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Di bawah bimbingan guru kelas, Ayu Nurhidayati, para siswa diajak untuk mengenal identitas bangsa melalui kegiatan praktik langsung membuat bendera merah putih. Menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas, lidi, dan sedotan, anak-anak tampak antusias merangkai simbol negara tersebut dengan tangan-tangan mungil mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari materi "Mengenal Indonesia" yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Selain melatih keterampilan motorik halus saat menempel dan merakit bendera, siswa juga diberikan pemahaman mengenai makna warna merah yang berarti berani dan putih yang berarti suci. Pembelajaran berbasis proyek ini terbukti efektif membuat para siswa lebih mudah menyerap nilai-nilai kebangsaan dibandingkan metode ceramah konvensional.

Ayu Nurhidayati mengungkapkan bahwa metode praktik ini sengaja dipilih untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa kelas bawah. "Melalui kreasi bendera ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama negaranya, tapi juga memiliki ikatan emosional dengan simbol negaranya. Melihat mereka bangga mengibarkan bendera buatan sendiri adalah kepuasan tersendiri bagi saya," ujarnya. Dengan semangat kebersamaan, seluruh siswa mengakhiri kelas dengan membawa pulang hasil karya mereka sebagai wujud kebanggaan sebagai anak Indonesia. (tna)



Amanat Upacara MIN 8 Gunungkidul: 4 Kunci Sehat Sambut Bulan Suci

 


Semanu ---- Segenap civitas akademika MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (2/2/2026) di halaman madrasah dengan penuh khidmat. Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi kelas 5 yang menjalankan tugasnya dengan disiplin dan tertib. Upacara kali ini dipimpin oleh Triana Erningsih sebagai pembina upacara, yang dalam arahannya memberikan pesan edukatif bagi seluruh siswa.

Dalam amanatnya, Triana Erningsih menyampaikan empat langkah strategis bagi siswa untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan yang akan datang. Poin pertama yang ditekankan adalah menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi agar stamina tetap terjaga. Kedua, beliau mengajak siswa untuk rajin berolahraga secara teratur guna menjaga kebugaran fisik sebelum memasuki masa puasa.

Selain faktor asupan dan aktivitas fisik, pembina upacara juga mengingatkan pentingnya poin ketiga, yakni istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh. Sebagai penutup, poin keempat yang disampaikan adalah komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Melalui persiapan fisik dan lingkungan yang prima, diharapkan seluruh siswa MIN 8 Gunungkidul dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh semangat dan kualitas kesehatan yang optimal. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Mewakili 10 Besar Pengukuhan Penyematan Pin

 


Semanu ---- Prestasi gemilang ditorehkan oleh Husni Darmawati, guru Bahasa Arab MIN 8 Gunungkidul, dalam acara pengukuhan guru profesional di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga pada Sabtu (31/1/2026). Beliau berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 besar yang secara simbolis mewakili ratusan peserta lainnya dalam prosesi penyematan pin profesi. Tidak hanya itu, Husni dan 10 besar lulusan lainnya juga mendapatkan kehormatan untuk memimpin pembacaan Ikrar Guru Profesional di hadapan jajaran rektorat dan tamu undangan, sebuah mandat yang menegaskan kualitas dan dedikasinya selama menempuh studi PPG Daljab.

Momentum istimewa ini disaksikan langsung oleh Wakil Rektor 1 UIN Sunan Kalijaga, Istiningsih, yang memberikan apresiasi atas ketekunan para lulusan dalam melewati perjalanan studi yang penuh liku. Keberhasilan Husni menembus jajaran 10 besar menjadi bukti nyata bahwa guru dari MIN 8 Gunungkidul memiliki kompetensi unggul yang diakui secara akademis. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rekan sejawat dan memberikan energi baru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna serta penuh keteladanan bagi siswa di madrasah. (tna)

Lulus PPG UIN Sunan Kalijaga, Guru MIN 8 Gunungkidul Perkuat Barisan Guru Profesional

 


Yogyakarta ---- Kabar membanggakan datang dari keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Guru Bahasa Arab madrasah setempat, Husni Darmawati, resmi mengikuti acara Pengukuhan Guru Profesional PPG Daljab Batch 2 (PAI) dan Batch 3 (Madrasah) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Sabtu (31/1/2026). Bertempat di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, prosesi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan karier kependidikan beliau.

Dalam sambutan Rektor UIN Sunan Kalijaga yang diwakili oleh Wakil Rektor 1, Istiningsih, disampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta. Beliau menekankan bahwa menyelesaikan studi PPG bukanlah perjalanan yang mudah; dibutuhkan pengorbanan waktu, ketekunan, serta kesabaran luar biasa di tengah perjuangan yang penuh liku. Kini, perjuangan tersebut menemukan maknanya melalui pengukuhan sebagai guru profesional yang diharapkan mampu menjadi fasilitator, pembimbing, sekaligus figur teladan bagi para peserta didik.

Lebih lanjut, Istiningsih berpesan agar gelar profesional ini menjadi penguat semangat untuk terus mengabdi dengan integritas dan ketulusan. Menjadi guru profesional adalah amanah mulia yang menuntut hadirnya pembelajaran bermakna. Seiring dengan peningkatan profesionalisme ini, doa dan harapan juga dipanjatkan agar hak serta kompensasi sebagai guru profesional dapat segera terealisasi tepat waktu sehingga membawa keberkahan bagi keluarga dan institusi. (tna)

Tatap Tahun 2026, Kepala MIN 8 Gunungkidul Pimpin Rapat Penyusunan Kontrak Prestasi

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, memimpin rapat koordinasi strategis yang berlangsung di ruang guru pada Kamis (29/1/2026). Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan dan pembahasan draf Kontrak Prestasi Tahun 2026 sebagai komitmen nyata madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dokumen ini nantinya akan menjadi acuan kerja selama satu tahun ke depan yang dilaporkan secara resmi kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul melalui pengawas madrasah.

Dalam arahannya, Sri Hartati memaparkan bahwa Kontrak Prestasi ini mencakup tiga pilar utama, yaitu prestasi lembaga, prestasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), serta prestasi siswa. Pada sektor lembaga, target difokuskan pada peningkatan tata kelola perpustakaan, adiwiyata, dan publikasi. Sementara untuk PTK ditekankan pada inovasi pembelajaran dan kompetensi professional dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan. Sedangkan untuk prestasi siswa, madrasah memetakan berbagai kompetensi akademik maupun non-akademik yang akan menjadi target medali dan penghargaan di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Rapat yang berlangsung komunikatif ini menjadi ajang bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menyelaraskan visi serta menentukan langkah taktis guna mencapai target yang telah disepakati. Penandatanganan kontrak prestasi ini diharapkan bukan sekadar pemenuhan administrasi kepada Kemenag Gunungkidul, melainkan menjadi pemicu semangat seluruh civitas akademika MIN 8 Gunungkidul untuk memberikan performa terbaik. Dengan target yang terukur, madrasah berharap mampu mempertahankan dan meningkatkan reputasi positif di mata masyarakat. (tna)

Penyegaran Pengajar, MIN 8 Gunungkidul Koordinasi Intensif dengan Tim Tahfidz

 


Semanu ---- Guna memantapkan implementasi program unggulan madrasah, para pengampu kelas khusus Tahfidz mengadakan koordinasi dengan pihak MIN 8 Gunungkidul pada Kamis (29/1/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, serta Koordinator Tahfidz, Ischak Yama Amalia. Selain menjadi ajang sinkronisasi program, pertemuan ini juga memperkenalkan Ustadzah Nana sebagai pengampu baru yang hadir menggantikan Ustadz Muna untuk bergabung bersama Ustadzah Umi dalam mengawal hafalan para siswa.

Fokus utama koordinasi ini adalah pembahasan mendalam mengenai pembagian tugas pengajaran dan penyusunan jadwal agar target hafalan siswa tetap terjaga secara efektif. Dalam skema yang disusun, program ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni dua kelas khusus untuk level kelas bawah (kelas 1 dan 2), serta dua kelas khusus untuk level kelas atas yang mencakup siswa kelas 3, 4, dan 5. Penataan jadwal ini diharapkan dapat memberikan porsi bimbingan yang lebih intensif sesuai dengan kemampuan kognitif dan target capaian di setiap jenjang usia.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menekankan pentingnya sinergi antara pengampu eksternal dan pihak madrasah dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas. Dengan adanya pembaruan struktur pengajar dan pembagian tugas lebih spesifik, madrasah berharap progres hafalan siswa akan semakin terukur dan berkelanjutan. Langkah koordinasi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kualitas pendidikan agama sebagai identitas utama di MIN 8 Gunungkidul. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Giatkan Kembali Ekstrakurikuler Pramuka di Semester Genap

 


Semanu ---- Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di MIN 8 Gunungkidul resmi dimulai kembali untuk semester genap pada Kamis (29/1/2026). Bertempat di lingkungan madrasah, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5. Pertemuan perdana ini berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB dan direncanakan akan rutin dilaksanakan satu minggu sekali sebagai wadah pengembangan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa di luar jam pelajaran formal.

Latihan perdana ini dipandu oleh pembina pramuka, Kak Aza, yang pada kesempatan kali ini dibantu oleh dua siswa dari SMK Maarif Semanu sebagai instruktur pendamping. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan variasi materi latihan serta memberikan pengalaman baru bagi para siswa dalam berorganisasi. Kehadiran instruktur muda dari SMK Maarif Semanu membawa energi positif dan semangat baru bagi para anggota penggalang dan siaga di MIN 8 Gunungkidul dalam mempelajari teknik kepramukaan yang menyenangkan.

Ana Roisah, selaku koordinator ekstrakurikuler pramuka MIN 8 Gunungkidul, menyambut baik dimulainya kembali kegiatan ini dengan penuh optimisme. "Kami sangat bersyukur kegiatan Pramuka dapat kembali berjalan di semester genap ini. Dengan kehadiran Kak Aza dan dukungan dari rekan-rekan SMK Maarif Semanu, kami berharap anak-anak dapat lebih bersemangat dalam mengasah keterampilan kepanduan mereka. Tujuan utama kami bukan sekadar latihan fisik, melainkan pembentukan karakter positif yang kuat pada diri setiap siswa," ungkapnya di sela-sela kegiatan. (tna)

Siswa Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Intensifkan Latihan Upacara Bendera

 


Semanu ---- Siswa-siswi kelas 5 MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan upacara bendera yang intensif pada Jumat (30/1/2026) pagi di halaman madrasah. Latihan ini dilaksanakan sebagai persiapan khusus untuk mengemban tugas sebagai petugas upacara pada hari Senin mendatang. Di bawah bimbingan langsung dari dua guru pendamping, Ischak Yama Amalia dan Dewi Susilowati, para siswa tampak antusias mengikuti setiap instruksi, mulai dari baris-berbaris, tata cara pengibaran bendera, hingga pembacaan teks UUD 1945.

Fokus utama dalam latihan kali ini adalah meningkatkan kedisiplinan dan keselarasan gerakan antarpetugas. Ischak Yama Amalia dan Dewi Susilowati secara detail memberikan arahan teknis agar para siswa tidak hanya sekadar hafal tugasnya, tetapi juga mampu menunjukkan sikap tegap dan penuh khidmat. Melalui latihan ini, pihak madrasah berharap para siswa kelas 5 dapat tampil percaya diri dan meminimalisir kesalahan saat pelaksanaan upacara resmi di hadapan seluruh warga madrasah nantinya.

Ischak Yama Amalia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat yang ditunjukkan oleh para siswa selama sesi latihan berlangsung. "Saya melihat kemauan belajar yang sangat tinggi dari anak-anak kelas 5. Meskipun masih dalam tahap latihan, mereka sudah menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk memberikan yang terbaik. Harapan kami, latihan hari ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin yang akan terbawa hingga pelaksanaan upacara hari Senin besok," ujarnya. (tna)

Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Ramaikan Trofeo Sepak Bola PGRI di Wonosari

 


Wonosari ---- Semangat sportivitas menyelimuti Lapangan Kepek Raya, Wonosari pada Kamis (29/1/2026) dalam gelaran Trofeo Sepak Bola PGRI yang mempertemukan pendidik dari tiga kapanewon, yakni Wonosari, Ponjong, dan Semanu. Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam kompetisi ini adalah Hajir Anas Fauzan, Guru PJOK dari MIN 8 Gunungkidul. Kehadirannya tidak hanya sebagai representasi tenaga pendidik yang bugar, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mempererat tali persaudaraan antaranggota PGRI di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Turnamen berlangsung sengit namun penuh kekeluargaan melalui skema tiga pertandingan. Pada laga pembuka, PGRI Ponjong unggul tipis 1–0 atas PGRI Semanu. Memasuki pertandingan kedua, tensi permainan meningkat saat PGRI Wonosari berhasil menaklukkan PGRI Ponjong dengan skor 1–0. Laga pamungkas ditutup dengan pertahanan solid dari kedua tim antara PGRI Semanu melawan PGRI Wonosari yang berakhir dengan skor kacamata 0–0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Berdasarkan perolehan poin akhir, PGRI Wonosari resmi menyabet gelar Juara 1, disusul PGRI Ponjong sebagai Juara 2, dan PGRI Semanu di posisi ketiga. Bagi Hajir Anas Fauzan dan rekan-rekan sejawatnya, trofeo ini lebih dari sekadar menang atau kalah, melainkan sarana menjaga kesehatan serta memperkuat sinergi antar-kapanewon. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan Gunungkidul. (tna)