Semanu ---- Suasana ceria menyelimuti ruang kelas 1A MIN
8 Gunungkidul pada Jumat (30/1/2026) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Di bawah bimbingan guru kelas, Ayu Nurhidayati, para siswa diajak untuk
mengenal identitas bangsa melalui kegiatan praktik langsung membuat bendera merah
putih. Menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas, lidi, dan sedotan,
anak-anak tampak antusias merangkai simbol negara tersebut dengan tangan-tangan
mungil mereka.
Kegiatan ini merupakan
bagian dari materi "Mengenal Indonesia" yang bertujuan untuk
menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Selain melatih keterampilan motorik
halus saat menempel dan merakit bendera, siswa juga diberikan pemahaman
mengenai makna warna merah yang berarti berani dan putih yang berarti suci.
Pembelajaran berbasis proyek ini terbukti efektif membuat para siswa lebih
mudah menyerap nilai-nilai kebangsaan dibandingkan metode ceramah konvensional.
Ayu Nurhidayati
mengungkapkan bahwa metode praktik ini sengaja dipilih untuk menciptakan
pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa kelas bawah. "Melalui kreasi
bendera ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama negaranya, tapi juga
memiliki ikatan emosional dengan simbol negaranya. Melihat mereka bangga
mengibarkan bendera buatan sendiri adalah kepuasan tersendiri bagi saya,"
ujarnya. Dengan semangat kebersamaan, seluruh siswa mengakhiri kelas dengan
membawa pulang hasil karya mereka sebagai wujud kebanggaan sebagai anak
Indonesia. (tna)










.jpeg)







