Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Minggu, 26 Juli 2026

Perkuat Perlindungan Anak, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Seminar Madrasah Siaga di STPI Bina Insan Mulia

 


Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan madrasah, MIN 8 Gunungkidul yang diwakili oleh  Dewi Susilowati, S.Pd. menghadiri Seminar Madrasah Siaga bertajuk "Lindungi Siswa dari Bahaya Pergaulan Bebas" pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan di kampus STPI Bina Insan Mulia sebagai wujud kolaborasi strategis dengan Program KKN STPI Bina Insan Mulia dan Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta. Keikutsertaan perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, kondusif, serta ramah anak.

Seminar nasional ini menghadirkan pakar pendidikan anak, Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd. (Bunda Umi), sebagai narasumber utama dengan mengusung tema "Mewujudkan Ekosistem Aman untuk Mencegah Murid dari Pergaulan Bebas." Dalam pemaparannya, Bunda Umi menegaskan bahwa perlindungan anak di tingkat Madrasah Ibtidaiyah harus dimulai melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain penguatan karakter dan nilai keagamaan, peningkatan literasi digital untuk memfilter konten negatif, pengajaran batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini, penguatan sinergi antara guru dan orang tua, serta penerapan sistem deteksi dini melalui prinsip "Amati, Dekati, dan Hubungkan."

Seusai mengikuti seluruh rangkaian seminar,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar penuh antusiasme mengenai langkah konkret yang akan diimplementasikan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, pemaparan dari Bunda Umi Faizah sangat membuka wawasan dan memberikan panduan praktis bagi kami para pendidik. Poin-poin seperti mengajarkan batasan tubuh sejak dini dan prinsip 'Amati, Dekati, dan Hubungkan' sangat krusial untuk segera kita terapkan di madrasah. Sepulang dari kegiatan ini, saya berharap sinergi antara guru dan para orang tua murid di MIN 8 Gunungkidul dapat terjalin semakin erat, sehingga kita bisa bersama-sama membentengi anak-anak dari dampak negatif pergaulan bebas dan wujud lingkungan belajar yang benar-benar aman serta mendukung tumbuh kembang mereka," tutur  Dewi Susilowati. (ans)

 

Tingkatkan Keterampilan Digital, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pelatihan Media Kreatif dan AI di STPI Bina Insan Mulia

 

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kreativitas pendidik di era digital, guru MIN 8 Gunungkidul,  Dewi Susilowati, S.Pd., mengikuti kegiatan Pelatihan, Seminar & Workshop bertajuk "Guru RA & MI Cerdas Digital, Kreatif & Peduli" pada Rabu, 22 Juli 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB di kampus STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta ini dihadiri oleh 60 pendidik terpilih, terdiri dari 30 guru RA dan 30 guru MI. Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan pembukaan, pembacaan tilawah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan sambutan pembuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah,  Sidik Pramono, yang mengapresiasi semangat para guru dalam mewujudkan pembelajaran inovatif dan bermakna.

Fokus utama workshop ini diisi oleh Ketua LPPM STPI Bina Insan Mulia,  Hozaimi Yusuf, M.Pd., yang mengupas tuntas strategi penyusunan RPP dan media pembelajaran kreatif masa kini menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya perubahan mindset pendidik: seorang guru harus terlebih dahulu suka belajar sebelum suka mengajar. Di tengah besarnya beban administrasi guru, hadirnya teknologi AI diposisikan sebagai alat bantu yang efisien untuk meringankan pekerjaan, bukan untuk menggantikan peran pendidik. Pemateri menegaskan bahwa Original Intelligence (OI) atau kecerdasan asli manusia tetaplah yang utama dan jauh lebih mulia dalam proses mendidik anak bangsa.

Seusai mengikuti seluruh sesi workshop,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai wawasan baru yang diperolehnya untuk diterapkan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh  Hozaimi Yusuf sangat relevan dengan tantangan guru saat ini. Pelatihan ini benar-benar membuka pikiran kami bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menyaingi guru, melainkan menjadi asisten cerdas yang membantu menyederhanakan penyusunan RPP dan pembuatan media pembelajaran kreatif. Dengan beban administrasi yang lebih terurai, kami bisa lebih fokus mengasah Original Intelligence serta memberikan perhatian dan kasih sayang yang utuh kepada para murid di kelas," ujar  Dewi Susilowati dengan penuh antusias. (ans)

 

Kamis, 23 Juli 2026

Tingkatkan Kompetensi Pembina, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Hari Pertama KMD di Kwarcab Gunungkidul

 

Kwarcab Gunungkidul – Dua guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan, S.Pd., resmi mengikuti hari pertama Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan pelatihan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul ini bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul. Pelaksanaan KMD ini terasa semakin istimewa bagi keluarga besar MIN 8 Gunungkidul karena Kepala Madrasah, Kak Dra. Sri Hartati, M.S.I., turut hadir dan berperan aktif mengambil bagian sebagai jajaran panitia penyelenggara acara.

Pada hari pertama pelatihan, para peserta disuguhi materi-materi mendasar yang sangat krusial sebagai fondasi awal seorang Pembina Pramuka. Agenda diawali dengan penyusunan dan kesepakatan Kontrak Prestasi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Fundamental Gerakan Pramuka. Sesi pembekalan materi ini disampaikan langsung oleh jajaran pelatih senior dari Pusdiklatcab Kwarcab Gunungkidul, di antaranya Kak Winarto, S.Pd. dan Kak Endang. Lewat penyampaian yang interaktif, para narasumber menekankan pentingnya pemahaman Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), nilai-nilai Dasa Darma, serta orientasi kursus agar para peserta siap menjadi pembina yang adaptif dan berkarakter.

Seusai menjalani seluruh rangkaian kegiatan pada hari pertama KMD ini, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar positif dan mengutarakan kesannya selama mengikuti pelatihan. "Alhamdulillah, hari pertama KMD ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan membuka wawasan baru bagi kami. Pemaparan materi Fundamental Pramuka dari Kak Winarto dan Kak Endang disampaikan dengan sangat jelas, menarik, serta sarat akan nilai-nilai kepemimpinan. Kontrak prestasi yang telah disepakati bersama juga memotivasi saya dan Kak Anas untuk terus disiplin serta menyerap seluruh ilmu kepramukaan secara maksimal. Kami berkomitmen untuk mengikuti KMD ini hingga selesai agar nantinya dapat memajukan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan bagi para siswa," tutur Kak Ana dengan penuh semangat. (ans)

 

Wujudkan Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter, MIN 8 Gunungkidul Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka menyongsong dan memantapkan arah pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu, 22 Juli 2026. Bertempat di ruang aula madrasah, kegiatan strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul. Melalui workshop ini, madrasah berkomitmen untuk menyusun dan menyelaraskan dokumen kurikulum operasional yang tidak hanya menekankan pada capaian akademik semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan kasih sayang, penguatan karakter, serta pengasuhan yang humanis dalam setiap proses pembelajaran.

Kegiatan workshop kurikulum ini terasa semakin komprehensif dengan hadirnya para pemangku kepentingan kunci di lingkungan madrasah. Hadir memberikan arahan dan pendampingan yaitu   H. Purwata, S.Ag., M.S.I. selaku Pengawas Madrasah,  Nur Kholidin, S.Pd.I selaku Ketua Komite Madrasah, serta  Umi Hajar sebagai perwakilan dari orang tua murid. Kehadiran lintas unsur ini menjadi wadah diskusi yang hangat untuk membedah muatan kurikulum MIN 8 Gunungkidul, memadukan sinergi antara pihak madrasah dan orang tua, serta memastikan bahwa nilai-nilai pengasuhan berbasis cinta dapat terintegrasi dengan baik di dalam kelas maupun di lingkungan keluarga.

Seusai mendampingi seluruh jalannya diskusi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh harapan mengenai filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang tengah diusung. "Alhamdulillah, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk Tahun Ajaran 2026/2027 hari ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan ide-ide yang sangat luar biasa berkat masukan dari   H. Purwata, S.Ag., M.S.I.,  Nur Cholidin, serta  Umi Hajar. Kami percaya bahwa pendidikan yang berhasil selalu berawal dari hati yang penuh kasih sayang. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami ingin memastikan bahwa MIN 8 Gunungkidul menjadi tempat belajar yang ramah, aman, dan mendidik anak-anak dengan pendekatan empati, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bahagia selama menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh ketulusan. (ans)


Selasa, 21 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Pembina Pramuka, Kepala dan Perwakilan Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri TM KMD di Kwarcab

GUNUNGKIDUL – Dalam rangka mempersiapkan pembina Pramuka yang profesional dan berdedikasi di lingkungan madrasah, perwakilan guru beserta Kepala MIN 8 Gunungkidul menghadiri kegiatan Technical Meeting (TM) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan persiapan strategis yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul ini bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul. Kehadiran tim MIN 8 Gunungkidul dalam TM ini menjadi bentuk komitmen nyata madrasah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter siswa melalui ekstrakurikuler kepramukaan yang terstruktur dan berkualitas.

Kegiatan TM KMD tersebut menghadirkan jajaran pelatih kepramukaan senior dari Pusdiklatcab Kwarcab Gunungkidul sebagai narasumber, di antaranya Kak Winarto, S.Pd., Kak Dra. Hj. Iryan Swasini, serta jajaran pelatih berpengalaman lainnya. Dalam pertemuan ini, para narasumber memaparkan secara detail mengenai teknis pelaksanaan, materi silabus pelatihan, tata tertib, hingga kesiapan fisik dan mental yang harus dipenuhi oleh para calon peserta KMD. Dari MIN 8 Gunungkidul sendiri, kegiatan TM ini diikuti secara intensif oleh Kak Sri Hartati, M.S.I. selaku Kepala Madrasah, serta dua perwakilan guru pembina yaitu Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan, S.Pd.

Seusai menghadiri rangkaian pertemuan teknis tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul, Kak Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh semangat mengenai pentingnya keikutsertaan madrasah dalam ajang KMD mendatang. "Alhamdulillah, melalui pengarahan dari Kak Winarto, Kak Iryan Swasini, dan tim pelatih Kwarcab hari ini, kami mendapatkan gambaran yang sangat jelas mengenai persiapan KMD yang diselenggarakan oleh KKMI Gunungkidul. Pramuka adalah pilar utama pembentukan kedisiplinan dan kemandirian siswa. Oleh karena itu, keikutsertaan kami dari MIN 8 Gunungkidul dalam KMD ini bertujuan untuk memperdalam ilmu kepramukaan agar nantinya dapat diterapkan secara inovatif, ceria, dan berkarakter saat membina anak-anak di madrasah," tutur Kak Sri Hartati dengan penuh optimisme. (ans)