GUNUNGKIDUL – Rangkaian
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kelompok Kerja Madrasah
Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu,
2 Agustus 2026. Acara penutupan yang diselenggarakan di Gedung Kwartir Cabang
(Kwarcab) Gunungkidul ini attended langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I., serta dua guru
perwakilan madrasah, yakni Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan,
S.Pd. Kehadiran pimpinan dan jajaran guru ini menandai tuntasnya perjuangan
serta dedikasi para pendidik MIN 8 Gunungkidul dalam menimba ilmu kepramukaan
demi memajukan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah.
Kegiatan pelatihan intensif yang telah berlangsung selama
tujuh hari berturut-turut ini ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pendidikan
dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Cabang (Pusdiklatcab) Kwarcab Gerakan Pramuka
Gunungkidul, Kak Dra. Hj. Iryan Swasini. Dalam amanat penutupnya, beliau
mengapresiasi semangat, ketahanan, serta komitmen seluruh peserta—termasuk Kak
Ana dan Kak Anas yang telah melampaui berbagai tahapan materi, ujian praktik,
hingga dinamika perkemahan dengan hasil yang sangat memuaskan. Kelulusan kedua
guru tersebut diharapkan mampu menjadi suntikan energi baru bagi penguatan
karakter dan kedisiplinan peserta didik di MIN 8 Gunungkidul.
Seusai menghadiri prosesi penutupan tersebut, Kepala MIN
8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I.,
memberikan komentar penuh rasa syukur dan rasa bangga atas pencapaian para
gurunya. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas kelulusan
Kak Ana Roisah dan Kak Hajir Anas Fauzan dalam KMD KKMI 2026 setelah melampaui
pelatihan intensif selama tujuh hari penuh. Perjuangan dan kesungguhan yang
mereka tunjukkan merupakan bukti nyata komitmen MIN 8 Gunungkidul dalam meningkatkan
kualitas SDM pendidik. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan
kepada Kak Iryan Swasini beserta seluruh jajaran pelatih Pusdiklatcab Kwarcab
Gunungkidul. Kami berharap ilmu, keterampilan, dan jiwa kepramukaan yang
didapatkan selama seminggu ini dapat segera diimplementasikan untuk membina
anak-anak di madrasah agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter,
dan berakhlak mulia," tutur Sri
Hartati dengan penuh senyum bangga. (ans)













