Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Rabu, 29 April 2026

Hari Pertama TKA di MIN 8 Gunungkidul: Matematika dan Survei Karakter

 


Semanu ---- Sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mulai mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Rabu (29/4/2026). Pada hari pertama ini, para siswa diuji kemampuannya dalam mata pelajaran Matematika serta pengisian survei karakter untuk mengukur aspek afektif dan kepribadian siswa. Pelaksanaan tes dibagi ke dalam dua sesi untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana serta kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal-soal berbasis digital yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Kelancaran aspek teknis selama ujian berlangsung dikawal langsung oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan jaringan dan sistem aplikasi berjalan tanpa kendala. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, sistem pengawasan dilakukan secara silang antar-madrasah untuk menjaga objektivitas dan integritas hasil ujian. Ruang 1 diawasi oleh Sarifatun dari MIN 9 Gunungkidul, sementara Ruang 2 berada di bawah pengawasan Hanifah Salsabila dari MI Yappi Peyuyon.

Rumiyatun Rohassanah, salah satu panitia ujian di MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari agar siswa siap secara mental maupun teknis. Ia merasa bersyukur karena koordinasi dengan pengawas silang berjalan sangat baik sehingga suasana ujian terasa sangat kondusif. "Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama ini berjalan tertib. Anak-anak terlihat fokus meskipun menghadapi mata pelajaran Matematika. Kehadiran pengawas dari madrasah lain juga memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk tetap disiplin dan percaya diri dengan kemampuan sendiri," tuturnya. (tna)

Tanggung Jawab dan Kebersihan Jadi Sorotan Utama Upacara Senin di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Seluruh siswa dan tenaga pendidik MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (27/4/2026) di halaman madrasah. Upacara kali ini berlangsung dengan tertib dan khidmat berkat kesiapan para petugas upacara yang berasal dari siswa kelas 5. Penampilan para petugas kelas 5 ini mendapat apresiasi karena mampu menjalankan tanggung jawab mereka, mulai dari pengibaran bendera hingga pemimpin upacara, dengan disiplin yang tinggi.

Dalam amanatnya, pembina upacara Agustina Kusumawati menekankan pentingnya bagi setiap siswa untuk memahami tanggung jawab utama mereka. Beliau berpesan agar seluruh siswa senantiasa tekun belajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan guru, serta tidak melupakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan pondasi utama terciptanya kenyamanan dalam menyerap ilmu pengetahuan setiap harinya.

Selain memberikan arahan umum, Agustina juga secara khusus memberikan pesan dukungan bagi siswa kelas 6 yang tengah bersiap menghadapi serangkaian ujian akhir. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk mendoakan agar kakak kelas mereka diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian. "Tetap fokus dan jaga kesehatan untuk anak-anakku kelas 6. Serangkaian ujian di depan mata adalah gerbang menuju kesuksesan kalian selanjutnya," tutur beliau menutup amanat upacara. (tna)

 

Semangat Kolaborasi Guru MIN 8 Gunungkidul: Menyelami KBC Melalui Kerja Kelompok

 


Semanu ---- Jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam dengan metode yang sangat interaktif pada Jumat (24/4/2026). Dalam sesi teknis, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas dan rumpun mata pelajaran yang mereka ampu. Kolaborasi ini melibatkan pertukaran ide antara guru MIN 8 Gunungkidul dengan pendidik dari empat madrasah lain di wilayah Kapanewon Semanu, menciptakan ruang diskusi yang dinamis untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih humanis.

Fokus utama dari kerja kelompok ini adalah praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kasih sayang dan kedalaman materi. Setiap kelompok ditantang untuk merancang skenario kelas yang mampu menyentuh aspek emosional siswa sekaligus memastikan pemahaman konsep secara tuntas. Setelah penyusunan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rancangan RPP mereka di depan peserta lain dan pengawas madrasah, Susiyati, untuk mendapatkan masukan serta evaluasi demi kesempurnaan implementasi di lapangan.

Suratmini, guru kelas 2 MIN 8 Gunungkidul, menyatakan bahwa metode kerja berkelompok sesuai jenjang ini sangat efektif dalam membedah kendala spesifik di kelas rendah. Menurutnya, praktik langsung membuat RPP membantu guru memvisualisasikan bagaimana "cinta" diaplikasikan dalam langkah-langkah pembelajaran yang nyata. "Melalui diskusi antarguru kelas ini, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk membuat suasana kelas 2 menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Dengan RPP yang kami susun bersama, saya yakin materi yang sulit sekalipun akan lebih mudah diterima oleh anak-anak karena disampaikan dengan pendekatan hati," pungkas Suratmini. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Seluruh jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026). Pelatihan ini menghadirkan Susiyati, selaku Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi pengajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui pendekatan yang penuh kasih sayang dan pemahaman materi yang mendalam.

Dalam sesi materi, Susiyati menekankan bahwa kurikulum ini mengajak guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga siswa dapat mengeksplorasi potensi mereka tanpa rasa takut. Pendekatan deep learning yang dipaparkan mengarahkan guru untuk tidak sekadar mengejar ketuntasan kurikulum, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami esensi dari setiap materi yang diajarkan. Para guru MIN 8 Gunungkidul terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi penerapan metode ini untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengimplementasikannya di ruang kelas.

Ana Roisah, salah satu guru di MIN 8 Gunungkidul, memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Ia merasa bahwa pelatihan ini memberikan panduan praktis tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan emosional ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. "Materi dari Ibu Susiyati sangat relevan dengan kebutuhan kami saat ini. Melalui kurikulum berbasis cinta ini, kami diingatkan kembali bahwa hubungan yang harmonis antara guru dan murid adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” tutur Ana Roisah. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Sambut Hangat Peserta Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, secara resmi membuka acara pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, pemateri dari Kantor Kemenag Gunungkidul, serta para guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kapanewon Semanu yang telah hadir. Sri Hartati menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana peningkatan mutu pendidikan di wilayah Semanu.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para peserta di tengah kesibukan jadwal akademik. Sri Hartati memberikan penghargaan tinggi kepada Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu yang telah mempercayakan MIN 8 Gunungkidul sebagai tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, antusiasme kehadiran guru dari lima madrasah yang terlibat menunjukkan komitmen kuat dalam membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan madrasah yang lebih humanis.

Menutup sambutannya, Sri Hartati berharap agar pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal berharga bagi para guru dalam mengelola kelas. Beliau berharap prinsip "Kurikulum Berbasis Cinta" dapat segera diimplementasikan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan penuh kasih sayang. "Semoga acara ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua, serta mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter," pungkasnya. (tna)