Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Rabu, 15 Juli 2026

Pupuk Sikap Toleransi Sejak Dini, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Belajar Moderasi Beragama lewat Video Animasi di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Melanjutkan rangkaian hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) pada Selasa, 14 Juli 2026, MIN 8 Gunungkidul menggelar sesi edukasi yang sangat fundamental mengenai Moderasi Beragama bagi siswa baru kelas 1. Bertempat di ruang kelas, kegiatan ini dikemas secara menarik dengan mengusung tema "Pengenalan Indahnya Perbedaan dan Kerukunan Berbangsa melalui Video Animasi". Pengenalan nilai-nilai moderasi sejak usia dini ini dipandang sangat penting oleh pihak madrasah sebagai langkah awal membentuk generasi yang inklusif, menghargai keberagaman, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Jalannya kegiatan pemutaran video animasi yang edukatif ini berjalan dengan penuh kehangatan dan keceriaan dengan didampingi langsung oleh Ninik Nuryanti, S.Pd.I. dan Triana Erningsih, S.Pd. Melalui tayangan visual yang penuh warna dan karakter-karakter yang ramah anak, para murid baru diajak memahami konsep toleransi, indahnya saling menghormati pemeluk agama yang berbeda, serta pentingnya menjaga kerukunan antarsesama teman. Setelah pemutaran video selesai, kedua guru pendamping tersebut mengajak anak-anak melakukan tanya jawab interaktif dan bernyanyi bersama tentang persatuan, guna memperkuat pemahaman nilai-nilai kebersamaan yang baru saja mereka saksikan.

Seusai mendampingi jalannya aktivitas tersebut, Ninik Nuryati, S.Pd. memberikan komentar mendalam mengenai pentingnya penanaman nilai toleransi ini bagi anak didik di tingkat dasar. "Alhamdulillah, melalui media video animasi, anak-anak kelas 1 bisa dengan mudah menangkap pesan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus diperdebatkan, melainkan sebuah keindahan yang patut disyukuri. Memperkenalkan moderasi beragama dan kerukunan berbangsa di usia transisi ini adalah investasi karakter yang luar biasa. Kami berharap, pembelajaran sederhana hari ini dapat membekali anak-anak di MIN 8 Gunungkidul agar tumbuh menjadi pribadi yang santun, menghargai setiap perbedaan di sekeliling mereka, dan selalu mengedepankan perdamaian dalam berteman," tutur Ninik Nuryati dengan penuh ketulusan. (ans)

 

Tanamkan Empati Sejak Dini, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Nonton Video Animasi Anti-Bullying di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Mengisi rangkaian hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan kegiatan edukatif, MIN 8 Gunungkidul mengajak para peserta didik baru kelas 1 untuk menonton video animasi pendek pada Selasa, 14 Juli 2026. Bertempat di ruang kelas, kegiatan pemutaran video bertema "Indahnya Berteman, Stop Bullying, dan Saling Menolong" ini diselenggarakan untuk menanamkan karakter positif kepada siswa sejak hari-hari pertama sekolah. Pihak madrasah memandang pentingnya pengenalan nilai-nilai kepedulian sosial ini agar lingkungan belajar baru bagi anak-anak dapat tumbuh menjadi tempat yang ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Jalannya kegiatan nonton bareng yang edukatif ini didampingi secara langsung oleh Suratmini, S.Pd.I dan Mustautim, S.Pd.I. Dengan mata yang berbinar dan penuh antusias, para murid kelas 1 menyaksikan karakter-karakter kartun lucu yang memperagakan pentingnya menghargai perbedaan, berbagi dengan sesama, serta menghindari perilaku saling mengejek. Setelah pemutaran video selesai, kedua guru pendamping tersebut mengajak anak-anak berdialog interaktif dan memberikan contoh-contoh sederhana mengenai tindakan menolong teman di lingkungan kelas, yang langsung disambut dengan riuh jawaban penuh semangat dari para siswa baru.

Seusai mendampingi anak-anak,  Suratmini memberikan komentar positif mengenai efektivitas media visual ini dalam membentuk karakter siswa baru. "Alhamdulillah, melalui media video animasi pendek ini, pesan-pesan moral tentang indahnya berteman dan pencegahan bullying dapat tersampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak kelas 1. Di usia transisi dari TK ke MI ini, sangat krusial bagi kita untuk membangun empati serta membiasakan mereka saling menolong alih-alih mengejek atau mengucilkan teman. Kami berharap, nilai-nilai kebaikan yang mereka tonton hari ini dapat langsung dipraktikkan dalam interaksi sehari-hari di MIN 8 Gunungkidul agar madrasah kita menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang bagi mereka," tutur  Suratmini dengan penuh kehangatan. (ans)

 

Hari Kedua Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul Gelar Pembiasaan Pagi Perdana Sholat Dhuha hingga Nadhom Alala


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki hari kedua tahun ajaran baru 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul mulai mengintensifkan kegiatan keagamaan dengan melaksanakan pembiasaan pagi perdana pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan spiritual yang dipusatkan di mushola dan halaman madrasah ini diikuti dengan sangat khidmat oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6, serta segenap guru dan tenaga kependidikan. Meskipun baru memasuki hari kedua sekolah, program pembiasaan ini sengaja langsung digulirkan guna meletakkan fondasi spiritual yang kokoh serta membangun kedisiplinan siswa sejak awal tahun ajaran.

Rangkaian kegiatan pembiasaan pagi perdana ini diawali dengan pelaksanaan ibadah Sholat Dhuha berjamaah secara khusyuk yang diimami langsung oleh Sugeng, S.Pd.I. Setelah zikir dan doa bersama selesai dipanjatkan, gema syahdu pelafalan Asma'ul Husna mengangkasa dibawakan bersama oleh seluruh siswa dengan bimbingan para guru. Kegiatan religius ini kemudian ditutup dengan lantunan bersama senandung Nadhom Kitab Alala, sebuah bait-bait syair klasik yang sarat akan pesan moral mengenai adab menuntut ilmu, keutamaan menghormati guru, serta pentingnya memilih teman yang baik.

Seusai memimpin jalannya ibadah pembuka pada hari kedua tahun ajaran baru ini,  Sugeng memberikan tanggapan positif mengenai kesiapan mental spiritual anak didik. "Alhamdulillah, pembiasaan pagi pertama di hari kedua tahun ajaran baru 2026/2027 ini berjalan dengan sangat tertib dan lancar. Kami sangat bangga melihat anak-anak, terutama murid baru kelas 1, yang sudah bisa langsung beradaptasi dan berbaur mengikuti Sholat Dhuha serta melantunkan Asma'ul Husna bersama kakak kelasnya. Melalui pembiasaan rutin ini, kami berharap nilai-nilai luhur dalam Nadhom Alala dapat tertanam kuat sebagai bekal karakter mereka selama menuntut ilmu di MIN 8 Gunungkidul," tutur  Sugeng dengan penuh ketulusan. (ans)

 

Asah Kreativitas dan Keakraban, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Bikin Kartu Nama Kotak di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Di sela-sela kegembiraan hari pertama MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) pada Senin, 13 Juli 2026, MIN 8 Gunungkidul menggelar aktivitas kreatif yang memadukan keterampilan motorik dan interaksi sosial. Bertempat di ruang kelas satu, para murid baru diajak untuk membuat kartu nama berbentuk kotak secara mandiri sekaligus melakukan sesi perkenalan dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk melatih koordinasi fisik anak sekaligus mencairkan suasana agar mereka dapat membaur, saling mengenal, dan menghilangkan rasa canggung di lingkungan sekolah yang baru.

Jalannya kegiatan kreatif ini berlangsung sangat meriah dengan didampingi langsung oleh Ayu Nurhidayati, M.S.I   dan  Ana Roisah, S.Pd.I. Berbekal kertas warna-warni, gunting, dan alat tulis, para siswa baru dengan antusias melipat, menggunting pola kotak, dan menuliskan nama panggilan mereka dengan hiasan gambar yang lucu. Setelah kartu nama kotak tersebut selesai dat dan disematkan di dada, kedua guru pendamping memandu anak-anak dalam permainan interaktif untuk saling bertukar sapa dan mengenalkan diri, sehingga suasana kelas seketika dipenuhi oleh tawa ceria dan keakraban khas anak-anak.

Seusai mendampingi jalannya aktivitas tersebut, Ana Roisah memberikan komentar penuh syukur atas keberhasilan metode pendekatan yang menyenangkan ini. "Alhamdulillah, melalui kegiatan membuat kartu nama kotak dan saling mengenalkan diri ini, anak-anak terlihat sangat gembira dan tidak malu-malu lagi. Aktivitas sederhana ini memiliki manfaat ganda; selain merangsang kreativitas dan fokus anak dalam melipat serta menulis, ini juga menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif bagi mereka untuk mendapatkan teman baru. Kami berharap kehangatan yang terbangun hari ini bisa membuat anak-anak merasa nyaman dan selalu bersemangat untuk datang belajar ke MIN 8 Gunungkidul setiap harinya," tutur  Ana Roisah dengan senyum ramah. (ans)

 

Kenali Rumah Kedua, Murid Baru MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Orientasi Lingkungan Madrasah dan Program Tahfidz

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki hari pertama sekolah dengan penuh kegembiraan, para peserta didik baru MIN 8 Gunungkidul diajak untuk mengenali lingkungan belajar mereka melalui agenda Pengenalan Lingkungan Madrasah pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) yang dirancang agar para siswa kelas 1 tidak merasa asing di tempat belajarnya yang baru. Dengan mengenali tata letak fasilitas sekolah sejak dini, diharapkan tumbuh rasa nyaman, aman, dan rasa kepemilikan dalam diri siswa terhadap madrasah mereka.

Kegiatan inti dari agenda ini adalah jelajah madrasah secara berkelompok dengan rute edukatif yang menyenangkan. Didampingi secara intensif oleh Sugeng, S.Pd. dan  Husni Darmawati, S.Pd., para murid baru diajak berkeliling menyusuri setiap sudut madrasah. Mereka diperkenalkan secara langsung dengan ruang-ruang kelas yang akan menjadi tempat belajar harian, perpustakaan sebagai pusat literasi, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tidak hanya itu, dalam jelajah ini para siswa juga diperkenalkan dengan Program Tahfidz MIN 8 Gunungkidul guna memantik motivasi dan kecintaan mereka dalam menghafal Al-Qur'an sejak dini.

Seusai mendampingi anak-anak berkeliling,  Husni Darmawati, S.Pd. memberikan komentar hangat mengenai keceriaan para siswa baru selama mengikuti kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, melihat binar mata dan tawa ceria anak-anak saat berkeliling madrasah hari ini sungguh luar biasa. Kegiatan pengenalan lingkungan ini sangat penting agar mereka merasa at home dan tahu ke mana harus pergi ketika ingin membaca di perpustakaan atau butuh bantuan di UKS. Kami juga menyelipkan pengenalan Program Tahfidz agar sejak hari pertama mereka sudah memiliki gambaran dan semangat untuk menjadi hafiz-hafizah cilik di MIN 8 Gunungkidul. Semoga awal yang menyenangkan ini membuat mereka semakin tidak sabar untuk belajar setiap harinya," tutur  Husni dengan senyum ramah. (ans)