Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Rabu, 15 April 2026

Tembus Peringkat 2, Siswi MIN 8 Gunungkidul Raih Beasiswa 1 Juta Rupiah

 


Semanu ---- Faiza Mufidaturrahmah, siswi kelas 6, berhasil meraih peringkat kedua dalam kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh MTsN 3 Gunungkidul pada Sabtu (11/4/2026). Kompetisi yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, menjadikannya salah satu tolak ukur kemampuan akademik siswa yang cukup kompetitif di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di gedung MTsN 3 Gunungkidul tersebut menguji mata pelajaran TKA untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi TKA utama berikutnya. Berkat ketekunan dan persiapan yang matang, Faiza mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan hasil yang sangat memuaskan hingga berhasil menembus jajaran juara. Atas pencapaian luar biasa ini, Faiza berhak mendapatkan beasiswa pendidikan senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) sebagai bentuk apresiasi atas kecerdasannya.

Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi motivasi bagi Faiza untuk terus berprestasi di masa depan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di MIN 8 Gunungkidul agar lebih giat belajar. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa kualitas pendidikan di madrasah mampu bersaing dan unggul dalam berbagai ajang kompetisi akademik. (tna)

 

Tangis Haru Warnai Muhasabah dan Doa Bersama Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026) saat digelarnya kegiatan motivasi dan doa bersama bagi siswa kelas 6. Sebanyak 42 siswa hadir didampingi orang tua masing-masing, duduk berdampingan untuk mengikuti rangkaian acara yang dirancang guna menguatkan mental spiritual menjelang ujian. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pondok Pesantren Thariqul Mukminin, Budi Santosa, sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan bagi para siswa dan wali murid.

Acara tersebut terbagi dalam tiga sesi utama, yaitu sesi motivasi, muhasabah, dan doa bersama. Pada sesi motivasi, Budi Santosa membakar semangat para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dengan kerja keras. Namun, suasana berubah menjadi sangat emosional saat memasuki sesi muhasabah. Di bawah bimbingan narasumber, para siswa diajak merenungkan kembali pengorbanan orang tua dan guru mereka, yang seketika memecah keheningan dengan isak tangis haru baik dari siswa maupun orang tua yang hadir.

Puncak kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mendalam, memohon kelancaran serta keberkahan bagi masa depan para siswa. Momen paling menyentuh terjadi di akhir sesi, di mana para siswa bersimpuh dan berpelukan erat dengan wali mereka sebagai bentuk bakti dan permohonan restu. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi bersalam-salaman antara siswa dengan para guru, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin kuat di lingkungan MIN 8 Gunungkidul. (tna)





Amanat Upacara di MIN 8 Gunungkidul: Ilmu dan Adab Sebagai Pilar Utama Pelajar

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (13/4/2026) pagi dengan suasana yang khidmat di halaman madrasah. Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi kelas 5, yang sukses menjalankan tugas mereka dengan disiplin, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks pembukaan UUD 1945. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan nilai nasionalisme di lingkungan madrasah.

Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat yang menyentuh hati para peserta didik. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa ilmu dan adab adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan seorang pelajar. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang tinggi tidak akan memiliki makna jika tidak disertai dengan adab dan akhlak yang mulia, baik kepada guru, orang tua, maupun sesama teman.

Lebih lanjut, Hamid Fitrianto berpesan agar para siswa terus bersemangat dalam menuntut ilmu demi masa depan, namun tetap menjaga kerendahan hati. Pembentukan karakter melalui adab yang baik diharapkan menjadi ciri khas siswa madrasah yang unggul dalam prestasi dan santun dalam perilaku. Upacara ditutup dengan doa bersama, memberikan energi positif bagi seluruh warga madrasah untuk memulai kegiatan belajar mengajar di pekan tersebut. (tna)

Pasca Syawalan, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data KKGMI Gunungkidul 7

 


Semanu ---- Sebanyak tujuh guru kelas dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Gunungkidul 7 pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan ini dilaksanakan di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo, Semanu, tepat setelah selesainya rangkaian acara Syawalan. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ibnu Sahari selaku Ketua 2 KKGMI Gunungkidul 7 bersama Wasilah sebagai Bendahara 1, guna menyelaraskan langkah organisasi pasca pergantian pengurus.

Agenda utama dalam rapat tersebut difokuskan pada pemutakhiran pendataan anggota KKGMI di wilayah Gunungkidul 7. Wasilah menekankan pentingnya akurasi data yang mencakup guru ASN, Guru Tidak Tetap (GTT), serta kategori guru yang sudah bersertifikasi maupun non-sertifikasi. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan distribusi informasi dan program pengembangan profesi ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi seluruh tenaga pendidik di wilayah tersebut.

Selain urusan administratif keanggotaan, pertemuan ini juga membahas mengenai laporan keuangan organisasi dan perancangan program kerja untuk periode mendatang. Partisipasi aktif guru-guru MIN 8 Gunungkidul dalam koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. (tna)

 

Syawalan KKGMI Gunungkidul 1: Guru PAI MIN 8 Gunungkidul Perkuat Profesionalisme dan Silaturahmi

 


Wonosari ---- Lima guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari MIN 8 Gunungkidul turut menghadiri acara Syawalan 1447 H yang diselenggarakan oleh KKGMI Gunungkidul 1 pada Selasa (14/4/2026). Bertempat di Aula Lt.3 BMT Dana Insani, Wonosari, kegiatan ini mengusung tema "Refleksi Fitri: Menjalin Silaturahmi, Memperkokoh Profesionalisme Guru PAI Madrasah Ibtidaiyah." Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKGMI, Harsyahzuhari, serta arahan dari Pengawas Madrasah, Salabi, yang menekankan pentingnya sinergi kolektif antar-pendidik agama di wilayah Gunungkidul.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Kasubag TU Kantor Kemenag Gunungkidul, Faqih Shomadi. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan refleksi pasca-Ramadan mengenai pentingnya menjaga konsistensi atau istiqomah dalam beribadah sebagai hasil nyata dari didikan bulan suci. Beliau juga mengartikan silaturahmi bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana memperkuat kolaborasi dan koordinasi demi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis di setiap Madrasah Ibtidaiyah.

Lebih lanjut, Faqih Shomadi menekankan penguatan profesionalisme dengan menuntut guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi sebagai tanggung jawab profesi yang strategis. Beliau menutup materinya dengan ajakan menjaga integritas moral melalui kebersihan hati, saling memaafkan, dan menjauhi perilaku buruk demi keselamatan dunia serta akhirat. Kehadiran lima guru PAI dari MIN 8 Gunungkidul ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan akhlak bagi para siswa di madrasah. (tna)