Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 11 Juni 2026

Tingkatkan Mutu Karakter Siswa, Guru Akidah Akhlak dan SKI MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

 

Wonosari – Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter mulia terus digencarkan oleh pendidik MIN 8 Gunungkidul. Pada Rabu, 10 Juni 2026, guru pengampu mata pelajaran (mapel) Akidah Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Sugeng, S.Pd.I., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan strategis yang mempertemukan para pendidik madrasah ini diselenggarakan secara khidmat di Aula BMT Amal Rizki, Wonosari.

Kegiatan inti dalam bimtek tersebut berfokus pada pembekalan teknis mengenai penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan kelestarian alam lingkungan (ekoteologi). Materi pelatihan dikupas secara mendalam oleh narasumber ahli, Wagiran, S.Ag., M.S.I. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, guru diharapkan tidak hanya mentransfer pengetahuan sejarah dan teori moral, melainkan mampu menumbuhkan rasa cinta yang tulus dalam diri siswa terhadap sang Pencipta, sesama manusia, serta lingkungan sekitar sebagai wujud implementasi keimanan.

Seusai menyerap seluruh rangkaian materi, Sugeng, S.Pd.I. memberikan komentar positif dan menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan model pembelajaran baru ini di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, bimbingan teknis bersama Bapak Wagiran di Aula BMT Amal Rizki ini memberikan inspirasi dan suntikan ilmu yang luar biasa. Bagi saya yang mengampu Akidah Akhlak dan SKI, perpaduan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning ini sangat relevan. Kami diajarkan cara menyentuh hati siswa agar keteladanan kisah Islam masa lalu dan materi akhlak bisa mewujud nyata dalam tindakan sehari-hari, termasuk bagaimana mereka mencintai dan menjaga alam ini. Saya berkomitmen untuk segera menerapkan metode ini di kelas agar pembelajaran terasa lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan bagi anak-anak," tutur Sugeng dengan penuh optimisme. (ans)

Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan dan Berkarakter, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

Wonosari – Perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul yang mengampu mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 ini bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Novan Haryansyah, yang menekankan pentingnya transformasi metodologi pembelajaran di madrasah agar lebih kontekstual, menyentuh kalbu, serta tanggap terhadap isu kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan inti dalam bimtek ini diikuti secara intensif oleh empat guru mapel Al-Qur'an Hadits dan Fikih dari MIN 8 Gunungkidul, yaitu Triana Erningsih, S.Pd., Ischak Yama Amalia, S.Pd.I., Hamid Fitrianto, S.Pd.I., dan Ninik Nuryanti, S.Pd.I. Selama jalannya workshop, materi dikupas tuntas oleh narasumber ahli, Karmanto, S.Ag., M.Pd. Beliau memaparkan bagaimana mengintegrasikan panca cinta dan dimensi kurikulum berbasis cinta ke dalam modul ajar, serta menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam agar siswa tidak sekadar menghafal materi keagamaan, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai ketuhanan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar (ekoteologi).

Seusai mengikuti pelatihan, Ischak Yama Amalia, selaku perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul, memberikan komentar positif mengenai kesan dan rencana implementasi hasil bimtek tersebut. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh Karmanto sangat mencerahkan dan membuka paradigma baru bagi kami pengampu mapel PAI. Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta ini membuat pembelajaran Fikih dan Al-Qur'an Hadits menjadi jauh lebih bermakna. Kami belajar bagaimana menyusun modul ajar yang menumbuhkan rasa cinta anak kepada sesama makhluk dan alam sekitar sebagai wujud implementasi iman. Kami sudah tidak sabar untuk segera menerapkan metode ini di kelas-kelas MIN 8 Gunungkidul agar suasana belajar menjadi lebih asyik dan menyentuh hati anak-anak," tutur Ischak penuh semangat. (ans)

Rabu, 10 Juni 2026

Tingkatkan Kompetensi Digital, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Aplikasi Sipanjatpadi DIY

 

Wonosari – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan tertib administrasi di era digital, guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Penmad DIY pada Selasa, 9 Juni 2026 di Rumah Makan Layah Kembar. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh 21 anggota KKG dari berbagai wilayah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I., yang memberikan sambutan kunci mengenai pentingnya penguatan kompetensi guru serta pemenuhan kewajiban sebagai pendidik yang profesional dan akuntabel.

Kegiatan inti dalam bimtek ini berfokus pada pengenalan dan pendalaman sistem digital terbaru Penmad DIY, yaitu aplikasi Sipanjatpadi. Sajian materi dibagi ke dalam dua sesi krusial guna menunjang performa administratif guru olahraga. Sesi pertama diisi oleh Kasi Penmad, H. Supriyanto, yang mengupas tuntas mengenai Regulasi Penggunaan Aplikasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari sudut pandang hukum dan aturan yang berlaku. Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh Irwan Triyanto, S.Pd.I., yang memaparkan materi teknis terkait Pemanfaatan Aplikasi TPG untuk Peningkatan Kinerja Guru, di mana aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah sistem pelaporan kinerja secara transparan dan berkala.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian materi, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., memberikan komentar positif dan kesiapannya dalam mengimplementasikan sistem baru tersebut. "Alhamdulillah, bimbingan teknis mengenai aplikasi Sipanjatpadi ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami, khususnya para guru olahraga. Penjelasan dari Kasi Penmad dan Irwan sangat aplikatif, sehingga kami 21 anggota KKG PJOK yang hadir bisa langsung memahami cara kerja sistem pelaporan yang baru ini. Bagi saya pribadi, integrasi teknologi ini bukan sekadar kewajiban administratif untuk TPG, melainkan motivasi nyata untuk terus meningkatkan kinerja mengajar di MIN 8 Gunungkidul agar semakin rapi, disiplin, dan profesional," tutur Hajir Anas Fauzan penuh semangat. (ans)

 

Senin, 08 Juni 2026

Kawal Validitas Data Kelulusan, Perwakilan Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Penerbitan Ijazah TA 2025/2026 via Zoom

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menindaklanjuti selesainya rangkaian proses kelulusan siswa tingkat akhir, perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul, Rumiyatun Rohhasanah, S.Pd., menghadiri agenda penting berupa Sosialisasi Penerbitan Ijazah Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin, 8 Juni 2026. Mengingat pentingnya koordinasi yang cepat dan efisien, kegiatan berskala regional ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Pertemuan ini diikuti oleh para pengelola data dan perwakilan guru madrasah guna menyamakan persepsi serta meminimalkan potensi kesalahan dalam dokumen negara yang sangat krusial tersebut.

Kegiatan inti dalam sosialisasi virtual ini berfokus pada pemaparan regulasi terbaru, teknis penulisan, hingga mekanisme pencetakan blanko ijazah agar sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku resmi. Hadir sebagai narasumber utama dalam kesempatan ini adalah Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., yang mengupas tuntas setiap detail krusial penulisan dokumen kelulusan. Mulai dari kevalidan penulisan nama siswa yang harus selaras dengan akta kelahiran, nomor induk siswa nasional (NISN), tata cara penulisan nilai, hingga prosedur penanganan jika terjadi kesalahan dalam pengisian blanko ijazah.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian materi, Rumiyatun Rohhasanah, S.Pd. memberikan komentarnya mengenai pentingnya ketelitian dalam proses penulisan ijazah ini kelak. "Alhamdulillah, sosialisasi bersama Hj. Anita Isdarmini hari ini memberikan panduan yang sangat detail dan mencerahkan bagi kami di madrasah. Ijazah merupakan dokumen resmi seumur hidup bagi siswa, sehingga proses penerbitannya memerlukan tingkat ketelitian dan kehati-hatian yang sangat tinggi, tanpa boleh ada kesalahan satu huruf atau angka pun. Berbekal materi dan juknis yang disampaikan hari ini, kami di MIN 8 Gunungkidul siap mengawal dan memastikan proses pengisian hingga penerbitan ijazah untuk anak-anak kelas 6 berjalan dengan valid, lancar, dan tepat waktu," tutur Rumiyatun dengan penuh tanggung jawab. (ans)

Fokus Optimasi Kinerja, Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapimleng Penyerapan Anggaran di PLHUT

 


GUNUNGKIDULKepala MIN 8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I., menghadiri agenda penting Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin, 8 Juni 2026. Bertempat di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Gunungkidul, pertemuan strategis ini menjadi wadah koordinasi berkala untuk mengevaluasi sekaligus mengawal jalannya roda instansi. Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I., serta dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural, mulai dari para Kepala Seksi/Penyelenggara, Ketua Pokjawas Pendidikan Madrasah dan Pendidikan Agama, Kepala MAN, MTsN, MIN, Kepala KUA se-Kabupaten Gunungkidul, hingga perwakilan Subbagian Tata Usaha urusan Umum, Kepegawaian, dan Keuangan.

Kegiatan inti dalam Rapimleng kali ini secara khusus berfokus dan membedah tuntas mengenai capaian penyerapan anggaran tahun berjalan di masing-masing satuan kerja (satker). Dalam arahannya, Dr. H. Mukotip menekankan pentingnya akuntabilitas, ketepatan waktu, dan efisiensi program kerja agar realisasi anggaran dapat berjalan secara optimal sesuai dengan target triwulan yang telah ditetapkan. Diskusi interaktif antar-pimpinan satker juga terjadi guna memetakan berbagai kendala teknis di lapangan serta merumuskan solusi taktis bersama demi mendorong percepatan penyerapan anggaran yang akuntabel.

Seusai mengikuti jalannya rapat, Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, memberikan pandangan positif dan komitmennya terhadap hasil keputusan Rapimleng tersebut. "Rapimleng di PLHUT hari ini memberikan arah kebijakan yang sangat jelas bagi kami di tingkat satuan kerja madrasah ibtidaiyah. Pembahasan penyerapan anggaran ini sangat krusial agar alokasi dana yang ada benar-benar berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas belajar siswa. Kami di MIN 8 Gunungkidul berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti arahan Kepala Kantor dengan mengoptimalkan sisa program kerja secara transparan, efektif, dan sesuai regulasi demi kemajuan madrasah," ujar Sri Hartati dengan tegas dan optimis. (ans)