Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan tertib
administrasi di era digital, guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan,
S.Pd., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Penmad DIY pada
Selasa, 9 Juni 2026 di Rumah Makan Layah Kembar. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja
Guru (KKG) PJOK Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh
21 anggota KKG dari berbagai wilayah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I., yang memberikan sambutan kunci
mengenai pentingnya penguatan kompetensi guru serta pemenuhan kewajiban sebagai
pendidik yang profesional dan akuntabel.
Kegiatan inti dalam bimtek ini berfokus pada pengenalan
dan pendalaman sistem digital terbaru Penmad DIY, yaitu aplikasi Sipanjatpadi.
Sajian materi dibagi ke dalam dua sesi krusial guna menunjang performa
administratif guru olahraga. Sesi pertama diisi oleh Kasi Penmad, H.
Supriyanto, yang mengupas tuntas mengenai Regulasi Penggunaan Aplikasi
Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari sudut pandang hukum dan aturan yang berlaku.
Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh Irwan Triyanto, S.Pd.I., yang
memaparkan materi teknis terkait Pemanfaatan Aplikasi TPG untuk Peningkatan
Kinerja Guru, di mana aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah sistem
pelaporan kinerja secara transparan dan berkala.
Seusai mengikuti seluruh rangkaian materi, Guru PJOK MIN
8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., memberikan komentar positif dan
kesiapannya dalam mengimplementasikan sistem baru tersebut.
"Alhamdulillah, bimbingan teknis mengenai aplikasi Sipanjatpadi ini sangat
bermanfaat dan membuka wawasan kami, khususnya para guru olahraga. Penjelasan
dari Kasi Penmad dan Irwan sangat aplikatif, sehingga kami 21 anggota KKG PJOK
yang hadir bisa langsung memahami cara kerja sistem pelaporan yang baru ini.
Bagi saya pribadi, integrasi teknologi ini bukan sekadar kewajiban
administratif untuk TPG, melainkan motivasi nyata untuk terus meningkatkan
kinerja mengajar di MIN 8 Gunungkidul agar semakin rapi, disiplin, dan profesional,"
tutur Hajir Anas Fauzan penuh semangat. (ans)












