SEMANU
– Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) demi
kenyamanan dan kesehatan anak didik, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul menghadiri
Rapat Koordinasi (Rakor) UKS tingkat kecamatan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Puskesmas Semanu 1 ini bertempat
di RM Pawon Jonge, Semanu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala
Puskesmas Semanu 1, Jumantoro, S.Si.T.,
Ners., M.M., serta Panewu Kapanewon Semanu, Anik Suprihatin, S.IP., MAP. Kehadiran
perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menegaskan komitmen madrasah untuk
bersinergi dengan lintas sektor demi menyukseskan program-program pemeliharaan
kesehatan usia sekolah.
Fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut berpusat
pada dua agenda utama, yakni implementasi CKG (Cek Kesehatan Guru) dan
Sosialisasi Stratifikasi UKS. Dalam pemaparannya, pihak puskesmas menekankan
pentingnya standarisasi mutu UKS melalui instrumen stratifikasi agar kualitas
pelayanan kesehatan di sekolah terukur secara jelas, mulai dari strata minimal
hingga paripurna. Dari pihak MIN 8 Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri dan
diikuti secara intensif oleh Hajir Anas
Fauzan, S.Pd. Selaku penanggung jawab teknis kesehatan dan olahraga di
madrasah, beliau menyerap berbagai pengarahan terkait pengisian aplikasi,
pelaporan kesehatan, serta pemenuhan indikator fisik ruang UKS yang sesuai
standar nasional.
Seusai mengikuti jalannya rakor tersebut, Hajir Anas Fauzan, S.Pd. memberikan komentar
positif mengenai langkah tindak lanjut yang akan diambil untuk madrasah
tempatnya mengabdi. "Alhamdulillah, rakor UKS di Pawon Jonge ini
memberikan panduan yang sangat jelas bagi kami dalam menaikkan level atau
stratifikasi UKS di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas. Arahan dari Jumantoro dan Anik Suprihatin sangat memotivasi kami untuk
segera memetakan kelayakan fasilitas serta penguatan program UKS, termasuk
kesehatan para guru melalui CKG. Sepulang dari rakor ini, kami akan langsung
berkoordinasi dengan Kepala Madrasah dan tim untuk membenahi indikator yang
masih kurang, agar UKS MIN 8 mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang
prima dan representatif bagi seluruh siswa," ujar Anas dengan penuh optimisme. (ans)














.jpeg)
