Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Selasa, 21 April 2026

Tunjukkan Emansipasi, Siswi MIN 8 Gunungkidul Sukses Jadi Petugas Upacara Berbalut Busana Nusantara

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh warna menyelimuti halaman MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (21/4/2026) pagi. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Kartini dengan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Seluruh peserta upacara tampak anggun dan gagah mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara yang menyimbolkan persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Momentum peringatan tahun ini menjadi sangat istimewa karena seluruh petugas upacara merupakan siswa perempuan dari kelas 5. Penampilan mereka sangat memukau, terutama Aqila Sava yang bertindak sebagai pemimpin upacara dengan suara lantang dan sikap yang tegas. Keterlibatan penuh siswa perempuan sebagai petugas ini bertujuan untuk meneladani semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan keberanian yang setara dalam memimpin serta mengemban tanggung jawab.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, hadir langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan dan karakter bagi generasi muda masa kini. Beliau menekankan bahwa semangat Kartini harus terus hidup di hati para siswi agar berani bermimpi tinggi dan terus berprestasi. Upacara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto keluarga besar madrasah yang memperlihatkan keindahan ragam busana adat sebagai wujud cinta tanah air. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Sampaikan Pesan "Meneladani Kartini di Era Digital" dalam Upacara Hari Kartini

 

Semanu ---- Dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menekankan bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di masa kini adalah tentang emansipasi dan kesetaraan akses pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa jika dahulu Kartini berjuang melawan keterbatasan pingitan, maka saat ini para siswi memiliki hak yang sama untuk belajar dan menentukan masa depan. Sri Hartati menegaskan bahwa tujuan perempuan menjadi cerdas bukan untuk mengalahkan laki-laki, melainkan demi mendidik generasi penerus bangsa dengan lebih baik.

Lebih lanjut, Sri Hartati memberikan tiga poin utama bagi para siswi dalam menghadapi tantangan di era digital. Pertama adalah memanfaatkan kebebasan belajar dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan sekolah. Kedua, beliau menekankan pentingnya literasi digital, di mana teknologi harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan dan ilmu pengetahuan, bukan hal yang tidak produktif. Ketiga adalah kemandirian, di mana setiap siswi didorong untuk berani bermimpi setinggi langit, baik menjadi dokter, atlet, maupun pemimpin masa depan, yang semuanya dapat dicapai dengan semangat belajar yang tekun.

Menutup amanatnya, Sri Hartati juga memberikan pesan khusus bagi para siswa laki-laki untuk belajar menghormati sesama dan mendukung rekan perempuan mereka tanpa memandang perbedaan gender. Dengan mengutip kalimat legendaris "Habis Gelap Terbitlah Terang", beliau mengajak seluruh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul untuk menjadikan momentum Hari Kartini sebagai pemacu dalam meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta tetap menjunjung tinggi etika dan budi pekerti yang luhur. Semangat Kartini diharapkan terus hidup dalam sanubari seluruh siswa sebagai modal menghadapi tantangan masa depan. (tna)

Jumat, 17 April 2026

Harmoni Latihan Upacara Hari Kartini di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Menjelang peringatan Hari Kartini yang akan jatuh pada Selasa, (21/4/2026), MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan upacara bendera secara intensif pada Jumat (17/4/2026). Ada pemandangan menarik dalam latihan kali ini, di mana seluruh petugas upacara terdiri dari siswi perempuan kelas 5 untuk merepresentasikan semangat perjuangan R.A. Kartini. Di bawah komando Aqila Sava sebagai pemimpin upacara, para siswi nampak serius berlatih baris-berbaris dan tata cara protokoler di halaman madrasah agar pelaksanaan pada hari puncak nanti berjalan dengan khidmat dan lancar.

Peran siswa laki-laki pun tetap vital dalam formasi ini, di mana mereka bertugas sebagai tim paduan suara yang mengiringi jalannya upacara dengan lagu-lagu nasional. Latihan ini dibimbing langsung oleh Dewi Susilowati selaku wali kelas 5 yang bertindak sebagai pelatih. Dewi memastikan setiap detail gerakan dan vokal terpantau dengan baik agar terdapat harmonisasi antara petugas upacara dan tim pengiring. Keterlibatan aktif seluruh siswa kelas 5 ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta pemahaman yang lebih dalam mengenai makna emansipasi dan patriotisme sejak dini.

Wali kelas 5, Dewi Susilowati, menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama proses latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak, terutama para siswi yang mengambil peran penuh sebagai petugas. Ini adalah momentum bagi mereka untuk belajar kepemimpinan dan kemandirian sebagaimana teladan Ibu Kartini," ujar Dewi. Beliau juga menambahkan bahwa pembagian peran ini dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus menunjukkan bahwa setiap siswa, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan besar di madrasah. (tna)

Persiapan Menuju TKA 2026: MIN 8 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi dan Verifikasi Kesiapan Madrasah

 


 Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, menghadiri undangan kegiatan Sosialisasi TKA/TKAD dan Verifikasi Kesiapan Sekolah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kapanewon Semanu pada Jumat, (17/4/2026). Bertempat di Aula KPRI Meter, pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis menjelang ujian akademik mendatang. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya kesiapan administrasi madrasah, mulai dari penyusunan denah tempat duduk yang sesuai standar hingga penyiapan dokumen tata tertib bagi seluruh peserta ujian.

Pembahasan utama dalam sosialisasi ini menitikberatkan pada regulasi ketat bagi pengawas dan teknisi guna menjamin kelancaran ujian. Para pengawas diwajibkan hadir 45 menit sebelum pelaksanaan dan mengikuti koordinasi via Zoom mulai pukul 06.30 WIB melalui tautan yang dikirim ke email masing-masing. Selain bertugas mengondisikan peserta didik dan menyampaikan token ujian, pengawas dilarang ikut campur dalam menangani kendala teknis atau eror perangkat agar tetap fokus pada pengawasan. Sementara itu, teknisi madrasah bertanggung jawab penuh dalam menyiapkan seluruh perangkat ujian dan memastikan distribusi kartu login dilakukan secara tepat kepada peserta yang telah memiliki kartu peserta resmi.

Pelaksanaan TKA di MIN 8 Gunungkidul sendiri telah dijadwalkan masuk ke dalam gelombang 4, yakni pada hari Rabu (29/4/2026) dan Kamis (30/4/2026). Dengan adanya sosialisasi ini, madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh prosedur dengan presisi, termasuk penempelan kartu panitia di meja siswa dan pengelolaan administrasi ujian oleh pengawas. Persiapan matang ini menjadi langkah krusial bagi MIN 8 Gunungkidul untuk menyukseskan agenda TKA dan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dalam kondisi yang kondusif serta terstandarisasi. (tna)

Kamis, 16 April 2026

Transformasi Digital: Guru MIN 8 Gunungkidul Gali Potensi AI dalam Layanan Perpustakaan

 


Semanu ---- Guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, Dewi Susilowati, salah satu tenaga pendidik dari MIN 8 Gunungkidul, mengikuti seminar daring bertajuk "Pemanfaatan AI untuk Layanan Perpustakaan" pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini dibuka secara resmi oleh Siti Indarwati selaku Ketua IPI. Seminar ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah, baik anggota IPI, pustakawan, maupun guru melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Dispussip GK.

Dalam seminar tersebut, Endah Choiriyah selaku pustakawan FKH UGM hadir sebagai narasumber utama dengan dipandu oleh moderator Wisnu Giri Antoro. Materi yang disampaikan menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) hadir bukan untuk mengganti peran manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan. Ibu Dewi dan peserta lainnya dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan Chat GPT dan OpenAI untuk pembuatan flyer informasi serta penataan ruang perpustakaan. Selain itu, diperkenalkan pula aplikasi Gamma AI dan Canva AI untuk pembuatan presentasi pembelajaran, serta Perplexity untuk riset khusus dan pengolahan dokumen secara efektif.

Tidak hanya sekadar teori, Dewi Susilowati juga terlibat aktif dalam sesi praktik langsung mengenai penggunaan prompt AI yang tepat. Para peserta diajarkan teknik mengubah gambar menjadi suara, mengonversi gambar menjadi video, hingga merangkum isi buku menjadi tulisan abstrak yang padat. Keikutsertaan guru MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pengelolaan perpustakaan sekolah maupun metode pengajaran di kelas, sehingga mampu menciptakan ekosistem madrasah yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. (tna)