Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Selasa, 04 Agustus 2026

Resmi Lulus 7 Hari Pelatihan, Kepala dan Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Penutupan KMD KKMI 2026

 


GUNUNGKIDUL – Rangkaian Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu, 2 Agustus 2026. Acara penutupan yang diselenggarakan di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul ini attended langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., serta dua guru perwakilan madrasah, yakni Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan, S.Pd. Kehadiran pimpinan dan jajaran guru ini menandai tuntasnya perjuangan serta dedikasi para pendidik MIN 8 Gunungkidul dalam menimba ilmu kepramukaan demi memajukan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah.

Kegiatan pelatihan intensif yang telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut ini ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Cabang (Pusdiklatcab) Kwarcab Gerakan Pramuka Gunungkidul, Kak Dra. Hj. Iryan Swasini. Dalam amanat penutupnya, beliau mengapresiasi semangat, ketahanan, serta komitmen seluruh peserta—termasuk Kak Ana dan Kak Anas yang telah melampaui berbagai tahapan materi, ujian praktik, hingga dinamika perkemahan dengan hasil yang sangat memuaskan. Kelulusan kedua guru tersebut diharapkan mampu menjadi suntikan energi baru bagi penguatan karakter dan kedisiplinan peserta didik di MIN 8 Gunungkidul.

Seusai menghadiri prosesi penutupan tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh rasa syukur dan rasa bangga atas pencapaian para gurunya. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas kelulusan Kak Ana Roisah dan Kak Hajir Anas Fauzan dalam KMD KKMI 2026 setelah melampaui pelatihan intensif selama tujuh hari penuh. Perjuangan dan kesungguhan yang mereka tunjukkan merupakan bukti nyata komitmen MIN 8 Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas SDM pendidik. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada Kak Iryan Swasini beserta seluruh jajaran pelatih Pusdiklatcab Kwarcab Gunungkidul. Kami berharap ilmu, keterampilan, dan jiwa kepramukaan yang didapatkan selama seminggu ini dapat segera diimplementasikan untuk membina anak-anak di madrasah agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan berakhlak mulia," tutur  Sri Hartati dengan penuh senyum bangga. (ans)

 

Senin, 27 Juli 2026

Tampil Memukau di Hari Kedua KMD, Guru MIN 8 Gunungkidul Presentasikan Postur Pramuka Siaga di Kwarcab

 

Wonosari (Kwarcab Gunungkidul) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), dinamika pelatihan bagi para calon pembina semakin intensif dan interaktif pada Jumat, 24 Juli 2026. Bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, Kak Ana Roisah, S.Pd.I., dipercaya untuk maju ke depan kelas dan mempresentasikan materi mengenai "Postur Pramuka Siaga" di hadapan puluhan peserta KMD dari berbagai madrasah. Sesi ini menjadi ajang penting untuk mendalami karakteristik, jiwa perkembangan, serta pendekatan pendampingan yang tepat bagi peserta didik usia Siaga (7–10 tahun).

Dalam pemaparannya yang lugas dan komunikatif, Kak Ana Roisah berhasil menarik perhatian seluruh peserta dan tim pelatih Pusdiklatcab. Beliau mengupas tuntas profil serta postur ideal seorang Pramuka Siaga yang harus dibentuk melalui kegiatan kepramukaan yang ceria, penuh kiasan dasar, dan sarat nilai karakter. Kak Ana juga menekankan pentingnya peran Pembina Siaga yang bersikap sebagai "Ayahanda" (Yanda) atau "Ibunda" (Bunda) yang penuh kasih sayang, kesabaran, serta mampu menciptakan suasana belajar sambil bermain yang aman dan menyenangkan sesuai dengan pola pikir anak usia sekolah dasar kelas rendah.

Seusai menyampaikan presentasi dan menerima masukan positif dari para peserta pelatihan lainnya, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar mengenai pengalaman dan kesannya di hari kedua KMD ini. "Alhamdulillah, berkesempatan berdiri di depan para calon pembina hebat untuk mempresentasikan materi Postur Pramuka Siaga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui sesi diskusi ini, pemahaman kami tentang cara mendampingi anak-anak usia Siaga menjadi jauh lebih mendalam. Pramuka Siaga memerlukan pendekatan yang unik—harus penuh kasih sayang, kreatif, dan tidak boleh disamakan dengan jenjang Penggalang. Insya Allah, ilmu dan masukan yang didapat hari ini akan langsung kami terapkan untuk memajukan kegiatan perindukan Siaga di MIN 8 Gunungkidul agar semakin gembira dan berkarakter," tutur Kak Ana dengan penuh rasa syukur. (ans)

 

Siapkan Petugas Upacara Bendera, Murid Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Latihan Keterampilan Upacara


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Guna mematangkan kedisiplinan dan kesiapan bertugas pada upacara bendera hari Senin mendatang, para murid kelas 5 MIN 8 Gunungkidul melaksanakan latihan upacara intensif pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 yang mendapat giliran tugas. Pelatihan ini diselenggarakan untuk melatih ketangkasan, kekompakan, serta mental para siswa agar dapat menjalankan peran masing-masing dengan penuh percaya diri dan rasa tanggung jawab di hadapan seluruh warga madrasah.

Jalannya latihan keterampilan upacara ini didampingi dan dilatih secara langsung oleh guru kelas, Ibu Dewi Susilowati, S.Pd. Dalam sesi tersebut, anak-anak diberikan pembekalan teknis mengenai tata cara pengibaran bendera Merah Putih, kerapian baris-berbaris, artikulasi pembacaan teks UUD 1945 dan Janji Siswa, hingga keselarasan nada bagi regu paduan suara. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Ibu Dewi mengarahkan serta mengoreksi setiap posisi dan langkah para murid agar sesuai dengan tata upacara bendera resmi yang berlaku di sekolah.

Seusai memimpin jalannya latihan, Ibu Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar hangat dan apresiasi atas kerja keras serta semangat para anak didiknya. "Alhamdulillah, semangat anak-anak kelas 5 hari ini sangat luar biasa. Meskipun harus mengulang beberapa gerakan agar presisi, mereka sama sekali tidak mengeluh dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Menjadi petugas upacara adalah sarana yang sangat baik untuk melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air sejak dini. Saya optimis, dengan kesungguhan latihan hari ini, anak-anak siap menjalankan tugasnya dengan lancar dan khidmat pada upacara hari Senin nanti," tutur Ibu Dewi dengan senyum bangga. (ans)

 

Minggu, 26 Juli 2026

Perkuat Perlindungan Anak, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Seminar Madrasah Siaga di STPI Bina Insan Mulia

 


Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan madrasah, MIN 8 Gunungkidul yang diwakili oleh  Dewi Susilowati, S.Pd. menghadiri Seminar Madrasah Siaga bertajuk "Lindungi Siswa dari Bahaya Pergaulan Bebas" pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan di kampus STPI Bina Insan Mulia sebagai wujud kolaborasi strategis dengan Program KKN STPI Bina Insan Mulia dan Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta. Keikutsertaan perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, kondusif, serta ramah anak.

Seminar nasional ini menghadirkan pakar pendidikan anak, Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd. (Bunda Umi), sebagai narasumber utama dengan mengusung tema "Mewujudkan Ekosistem Aman untuk Mencegah Murid dari Pergaulan Bebas." Dalam pemaparannya, Bunda Umi menegaskan bahwa perlindungan anak di tingkat Madrasah Ibtidaiyah harus dimulai melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain penguatan karakter dan nilai keagamaan, peningkatan literasi digital untuk memfilter konten negatif, pengajaran batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini, penguatan sinergi antara guru dan orang tua, serta penerapan sistem deteksi dini melalui prinsip "Amati, Dekati, dan Hubungkan."

Seusai mengikuti seluruh rangkaian seminar,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar penuh antusiasme mengenai langkah konkret yang akan diimplementasikan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, pemaparan dari Bunda Umi Faizah sangat membuka wawasan dan memberikan panduan praktis bagi kami para pendidik. Poin-poin seperti mengajarkan batasan tubuh sejak dini dan prinsip 'Amati, Dekati, dan Hubungkan' sangat krusial untuk segera kita terapkan di madrasah. Sepulang dari kegiatan ini, saya berharap sinergi antara guru dan para orang tua murid di MIN 8 Gunungkidul dapat terjalin semakin erat, sehingga kita bisa bersama-sama membentengi anak-anak dari dampak negatif pergaulan bebas dan wujud lingkungan belajar yang benar-benar aman serta mendukung tumbuh kembang mereka," tutur  Dewi Susilowati. (ans)

 

Tingkatkan Keterampilan Digital, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pelatihan Media Kreatif dan AI di STPI Bina Insan Mulia

 

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kreativitas pendidik di era digital, guru MIN 8 Gunungkidul,  Dewi Susilowati, S.Pd., mengikuti kegiatan Pelatihan, Seminar & Workshop bertajuk "Guru RA & MI Cerdas Digital, Kreatif & Peduli" pada Rabu, 22 Juli 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB di kampus STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta ini dihadiri oleh 60 pendidik terpilih, terdiri dari 30 guru RA dan 30 guru MI. Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan pembukaan, pembacaan tilawah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan sambutan pembuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah,  Sidik Pramono, yang mengapresiasi semangat para guru dalam mewujudkan pembelajaran inovatif dan bermakna.

Fokus utama workshop ini diisi oleh Ketua LPPM STPI Bina Insan Mulia,  Hozaimi Yusuf, M.Pd., yang mengupas tuntas strategi penyusunan RPP dan media pembelajaran kreatif masa kini menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya perubahan mindset pendidik: seorang guru harus terlebih dahulu suka belajar sebelum suka mengajar. Di tengah besarnya beban administrasi guru, hadirnya teknologi AI diposisikan sebagai alat bantu yang efisien untuk meringankan pekerjaan, bukan untuk menggantikan peran pendidik. Pemateri menegaskan bahwa Original Intelligence (OI) atau kecerdasan asli manusia tetaplah yang utama dan jauh lebih mulia dalam proses mendidik anak bangsa.

Seusai mengikuti seluruh sesi workshop,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai wawasan baru yang diperolehnya untuk diterapkan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh  Hozaimi Yusuf sangat relevan dengan tantangan guru saat ini. Pelatihan ini benar-benar membuka pikiran kami bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menyaingi guru, melainkan menjadi asisten cerdas yang membantu menyederhanakan penyusunan RPP dan pembuatan media pembelajaran kreatif. Dengan beban administrasi yang lebih terurai, kami bisa lebih fokus mengasah Original Intelligence serta memberikan perhatian dan kasih sayang yang utuh kepada para murid di kelas," ujar  Dewi Susilowati dengan penuh antusias. (ans)