Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan madrasah, MIN 8 Gunungkidul yang diwakili oleh Dewi Susilowati, S.Pd. menghadiri Seminar Madrasah Siaga bertajuk "Lindungi Siswa dari Bahaya Pergaulan Bebas" pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan di kampus STPI Bina Insan Mulia sebagai wujud kolaborasi strategis dengan Program KKN STPI Bina Insan Mulia dan Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta. Keikutsertaan perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, kondusif, serta ramah anak.
Seminar nasional ini menghadirkan pakar pendidikan anak,
Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd. (Bunda Umi), sebagai narasumber utama dengan
mengusung tema "Mewujudkan Ekosistem Aman untuk Mencegah Murid dari
Pergaulan Bebas." Dalam pemaparannya, Bunda Umi menegaskan bahwa
perlindungan anak di tingkat Madrasah Ibtidaiyah harus dimulai melalui
langkah-langkah pencegahan sejak dini. Beberapa poin krusial yang ditekankan
antara lain penguatan karakter dan nilai keagamaan, peningkatan literasi
digital untuk memfilter konten negatif, pengajaran batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini, penguatan
sinergi antara guru dan orang tua, serta penerapan sistem deteksi dini melalui
prinsip "Amati, Dekati, dan Hubungkan."
Seusai mengikuti seluruh rangkaian seminar, Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar
penuh antusiasme mengenai langkah konkret yang akan diimplementasikan di MIN 8
Gunungkidul. "Alhamdulillah, pemaparan dari Bunda Umi Faizah sangat
membuka wawasan dan memberikan panduan praktis bagi kami para pendidik.
Poin-poin seperti mengajarkan batasan tubuh sejak dini dan prinsip 'Amati,
Dekati, dan Hubungkan' sangat krusial untuk segera kita terapkan di madrasah.
Sepulang dari kegiatan ini, saya berharap sinergi antara guru dan para orang
tua murid di MIN 8 Gunungkidul dapat terjalin semakin erat, sehingga kita bisa
bersama-sama membentengi anak-anak dari dampak negatif pergaulan bebas dan
wujud lingkungan belajar yang benar-benar aman serta mendukung tumbuh kembang
mereka," tutur Dewi Susilowati. (ans)













.jpeg)
