Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 05 Februari 2026

Kuku Bersih Belajar Nyaman: Potret Kedisiplinan Siswa Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Kebersihan diri menjadi salah satu fokus utama dalam pembentukan karakter siswa di MIN 8 Gunungkidul. Pada Kamis (5/2/2026), wali kelas 2B, Suratmini, menyelenggarakan pemeriksaan kuku rutin bagi seluruh siswanya. Kegiatan yang dilakukan di depan kelas ini menyasar setiap jemari siswa guna memastikan tidak ada kuman yang bersarang pada kuku yang panjang atau kotor. Pemeriksaan ini merupakan agenda mingguan yang konsisten dilaksanakan untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para peserta didik.

Dalam aksi tersebut, Suratmini menunjukkan kepeduliannya dengan tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga memberikan bantuan langsung. Bagi siswa yang kedapatan memiliki kuku panjang, wali kelas dengan telaten membantu memotongnya menggunakan alat pemotong kuku yang telah disiapkan. Pendekatan persuasif ini diambil agar siswa merasa diperhatikan sekaligus mendapatkan edukasi langsung mengenai standar kebersihan yang harus dijaga setiap pekannya.

Suratmini menekankan bahwa pembiasaan ini sangat penting untuk mendukung kesehatan siswa selama di madrasah. "Pemeriksaan kuku seminggu sekali ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya kami untuk mencegah penyakit dan mengajarkan disiplin kebersihan diri. Saya sengaja membantu memotong kuku mereka yang panjang agar mereka paham bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Saya harap anak-anak bisa lebih mandiri dan peduli terhadap kesehatan tubuhnya sendiri di masa depan," pungkas Suratmini setelah kegiatan berakhir. (tna)

Toples Zat Makanan: Cara Unik Siswa MIN 8 Gunungkidul Bedah Rahasia Gizi Sehat

 


Semanu ---- Suasana kelas 5 MIN 8 Gunungkidul tampak berbeda pada Kamis (5/2/2026). Di bawah bimbingan guru kelas, Dewi Susilowati, para siswa belajar mengenai materi makanan sehat melalui metode visual yang interaktif. Alih-alih hanya mencatat teori, siswa diajak untuk memotong berbagai gambar sumber makanan dan mengelompokkannya ke dalam ilustrasi "Toples Zat Makanan" pada buku tugas mereka. Aktivitas ini dirancang agar siswa mampu membedakan kandungan karbohidrat, protein, hingga vitamin dengan cara yang lebih menyenangkan.

Dalam praktik tersebut, setiap siswa tampak teliti menempelkan potongan gambar kentang dan nasi ke dalam toples karbohidrat, serta gambar tempe, daging, dan ikan ke dalam toples protein. Tak hanya itu, mereka juga melengkapi data dengan membuat tabel jenis-jenis vitamin beserta fungsi dan sumbernya. Metode pembelajaran berbasis proyek sederhana ini terbukti efektif meningkatkan fokus siswa, karena mereka terlibat langsung dalam memetakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Dewi Susilowati menyatakan bahwa inovasi dalam penyampaian materi IPAS sangat penting agar siswa tidak merasa jenuh. "Melalui kegiatan memotong dan menempel ini, anak-anak lebih mudah mengingat jenis gizi karena mereka melakukan klasifikasi secara mandiri. Saya melihat antusiasme mereka meningkat tajam saat menyusun 'toples' masing-masing. Harapan saya, pemahaman ini tidak hanya berhenti di buku tugas, tetapi juga membuat mereka lebih selektif dan bijak dalam memilih jajanan atau makanan sehat setiap harinya," tutur Dewi dengan bangga. (tna)

Begini Keseruan Siswa MIN 8 Gunungkidul Saat Belajar Tata Cara Wudhu

 


Semanu ---- Siswa kelas 1 MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan praktik wudhu sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran Fiqih pada Kamis (5/2/2026). Bertempat di area tempat wudhu madrasah, para siswa tampak antusias mengamati dan mempraktikkan langsung tata cara bersuci yang benar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam secara praktis sejak dini, melampaui sekadar teori yang dipelajari di dalam kelas.

Pembelajaran praktik ini dibimbing langsung oleh guru Fiqih, Triana Erningsih. Dalam sesi tersebut, satu per satu siswa diajak untuk mempraktikkan urutan wudhu, mulai dari membasuh telapak tangan hingga membasuh kaki. Triana dengan sabar mengoreksi gerakan siswa yang belum sempurna serta menekankan pentingnya penggunaan air secara hemat namun tetap memenuhi syarat sahnya wudhu.

Triana Erningsih memberikan apresiasi tinggi atas semangat para siswanya dalam mengikuti praktik ini. "Praktik wudhu ini sangat krusial karena merupakan fondasi utama sebelum melaksanakan salat. Saya sangat bangga melihat anak-anak kelas satu begitu bersemangat. Mereka tidak hanya sekadar bermain air, tetapi benar-benar berusaha mengikuti urutan dengan tertib. Harapan saya, kebiasaan berwudhu yang benar ini terbawa hingga ke rumah dan menjadi disiplin harian mereka," ungkap Triana di sela-sela kegiatan. (tna)

 

Rabu, 04 Februari 2026

Siswa Kelas 3B MIN 8 Gunungkidul Sulap Sedotan Jadi Karya Seni

 


Semanu ---- Siswa kelas 3B MIN 8 Gunungkidul mengisi kegiatan pembelajaran Seni Budaya pada Selasa (3/2/2026) dengan praktik membuat karya keterampilan tangan yang unik. Di bawah bimbingan guru kelas, Mustautim, para siswa diajak untuk memanfaatkan sedotan plastik warna-warni sebagai bahan utama pembuatan berbagai bentuk kerajinan. Aktivitas ini terpantau berlangsung meriah dan penuh antusias di ruang kelas, di mana setiap siswa berusaha menunjukkan kreativitas terbaiknya dalam merangkai bahan sederhana menjadi barang yang memiliki nilai estetika.

Hasil karya yang diciptakan para siswa pun sangat beragam, mulai dari miniatur rumah, hiasan dinding, hingga pajangan edukatif seperti urutan Rukun Islam dan Budayakan 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun). Penggunaan sedotan sebagai media belajar ini bertujuan untuk melatih motorik halus siswa serta menanamkan kesadaran akan pentingnya mendaur ulang benda-benda di sekitar menjadi karya yang bermanfaat. Dengan ketelatenan, siswa berhasil mengubah sedotan biasa menjadi struktur bangunan dan bingkai kata-kata mutiara yang menarik perhatian.

Mustautim, selaku guru kelas 3B, memberikan apresiasi tinggi atas hasil kerja keras anak didiknya tersebut. Dalam komentarnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi imajinasi mereka secara bebas. "Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak. Melalui pembuatan karya dari sedotan ini, mereka belajar bahwa kreativitas tidak harus mahal, dan yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa berinovasi serta teliti dalam menyelesaikan sebuah proyek dari awal hingga akhir," pungkasnya. (tna)

Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Reorganisasi KKGMI Gunungkidul 2

 


Playen ---- Dua guru MIN 8 Gunungkidul, Ayu Nurhidayati dan Suwari, turut hadir dalam kegiatan Reorganisasi Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Gunungkidul 2 yang diselenggarakan pada Rabu (4/2/2026). Acara yang berlangsung di Uthy Bakery and Resto, Bogor 2, Playen ini menjadi momentum penting untuk penyegaran kepengurusan sekaligus penguatan program kerja periode 2026-2028. Kehadiran dua guru ini menunjukkan komitmen MIN 8 Gunungkidul dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah di wilayah Gunungkidul.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diawali dengan registrasi peserta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Dalam sambutannya, Ketua KKGMI Gunungkidul 2, Muh. Widodo, menekankan bahwa reorganisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan program kerja ke depan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembinaan dari Pengawas Pembina, Purwata, yang menyoroti pentingnya profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan era transformasi digital dan kebijakan terbaru Kementerian Agama.

Ayu Nurhidayati dan Suwari bersama anggota KKGMI 2 lainnya mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias, mulai dari sesi inti reorganisasi hingga penyampaian usulan program kerja. Sekretaris KKGMI Gunungkidul 2, Sri Oryza, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat membawa semangat sinergi yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MIN 8 Gunungkidul dapat membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diimplementasikan dalam pengembangan profesi di lingkungan madrasah mereka. (tna)