Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Sabtu, 18 Juli 2026

Sinkronisasi Layanan Kesehatan Sekolah, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rakor UKS di Pawon Jonge Semanu

 

SEMANU – Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) demi kenyamanan dan kesehatan anak didik, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) UKS tingkat kecamatan pada Kamis, 16 Juli 2026. Pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Puskesmas Semanu 1 ini bertempat di RM Pawon Jonge, Semanu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Semanu 1,  Jumantoro, S.Si.T., Ners., M.M., serta Panewu Kapanewon Semanu,  Anik Suprihatin, S.IP., MAP. Kehadiran perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menegaskan komitmen madrasah untuk bersinergi dengan lintas sektor demi menyukseskan program-program pemeliharaan kesehatan usia sekolah.

Fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut berpusat pada dua agenda utama, yakni implementasi CKG (Cek Kesehatan Guru) dan Sosialisasi Stratifikasi UKS. Dalam pemaparannya, pihak puskesmas menekankan pentingnya standarisasi mutu UKS melalui instrumen stratifikasi agar kualitas pelayanan kesehatan di sekolah terukur secara jelas, mulai dari strata minimal hingga paripurna. Dari pihak MIN 8 Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara intensif oleh  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. Selaku penanggung jawab teknis kesehatan dan olahraga di madrasah, beliau menyerap berbagai pengarahan terkait pengisian aplikasi, pelaporan kesehatan, serta pemenuhan indikator fisik ruang UKS yang sesuai standar nasional.

Seusai mengikuti jalannya rakor tersebut,  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai langkah tindak lanjut yang akan diambil untuk madrasah tempatnya mengabdi. "Alhamdulillah, rakor UKS di Pawon Jonge ini memberikan panduan yang sangat jelas bagi kami dalam menaikkan level atau stratifikasi UKS di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas. Arahan dari  Jumantoro dan  Anik Suprihatin sangat memotivasi kami untuk segera memetakan kelayakan fasilitas serta penguatan program UKS, termasuk kesehatan para guru melalui CKG. Sepulang dari rakor ini, kami akan langsung berkoordinasi dengan Kepala Madrasah dan tim untuk membenahi indikator yang masih kurang, agar UKS MIN 8 mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang prima dan representatif bagi seluruh siswa," ujar  Anas dengan penuh optimisme. (ans)

 

Wujudkan Madrasah Sehat dan Adiwiyata, Murid MIN 8 Gunungkidul Edukasi Cuci Tangan dan Jajanan Sehat Bersama Puskesmas Semanu 1

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, MIN 8 Gunungkidul menggelar kegiatan sosialisasi Madrasah Sehat dan Adiwiyata pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman dan ruang kelas madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Pihak madrasah memandang edukasi ini sangat penting sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan fisik para siswa, sekaligus menyelaraskan program madrasah menuju sekolah Adiwiyata yang berkomitmen pada kelestarian lingkungan dan pembiasaan hidup bersih sejak dini.

Sesi sosialisasi dan edukasi kali ini menghadirkan tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Semanu 1 sebagai narasumber. Dengan metode penyampaian yang interaktif, menyenangkan, dan ramah anak, tim medis memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan konsumsi pangan yang aman. Para murid diajak mempraktikkan langsung gerakan 6 langkah mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, petugas Puskesmas Semanu 1 juga memberikan panduan taktis kepada siswa tentang cara memilih jajanan sehat di kantin atau luar sekolah, serta mengenali ciri-ciri makanan yang berbahaya atau bebas dari zat pengawet dan pewarna buatan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar positif dan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin dengan pihak kesehatan. "Alhamdulillah, sosialisasi bersama Puskesmas Semanu 1 ini berjalan dengan sangat sukses dan anak-anak sangat antusias mempraktikkan cara cuci tangan yang benar. Sebagai madrasah yang menuju Adiwiyata, kesehatan siswa dan kebersihan lingkungan adalah modal utama. Kami berharap setelah edukasi ini, anak-anak kelas 1 sampai 6 tidak hanya sekadar tahu teorinya, tetapi benar-benar menerapkan kebiasaan cuci tangan sebelum makan dan lebih selektif memilih jajanan yang sehat demi menjaga kondisi tubuh mereka agar selalu prima dalam menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh senyum. (ans)

 

Kamis, 16 Juli 2026

Deteksi Dini Kesehatan Anak, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Zoom Survey Kusta bersama Peneliti Leiden University

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka mendukung program deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan anak sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul, dua guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti pertemuan daring (Zoom) sosialisasi survei kusta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kedua guru tersebut adalah  Ayu Nurhidayati, M.S.I. dan  Ana Roisah, S.Pd.I. Partisipasi aktif jajaran pendidik MIN 8 Gunungkidul dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian madrasah terhadap kesehatan fisik para siswa, mengingat deteksi dini penyakit menular sangat krusial untuk menjamin kelangsungan proses belajar-mengajar yang aman dan kondusif.

Sesi sosialisasi daring ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu  Hana Krismawati yang merupakan peneliti dari Leiden University Center of Infectious Diseases (LUCID), Belanda. Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan secara detail mengenai gejala awal penyakit kusta pada anak-anak, langkah screening atau survei yang ramah anak, serta pentingnya menghilangkan stigmata negatif di lingkungan sekolah. Kehadiran pakar global ini memberikan wawasan baru yang komprehensif bagi para guru di Gunungkidul mengenai metode pencegahan penyakit infeksi kulit secara ilmiah dan aplikatif untuk diterapkan di lingkungan kelas masing-masing.

Seusai mengikuti jalannya seminar daring tersebut,  Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar positif mengenai urgensi materi yang telah dipaparkan. "Alhamdulillah, sosialisasi melalui Zoom hari ini membuka mata kami mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit kusta pada usia sekolah. Pemaparan dari  Hana Krismawati dari LUCID sangat jelas dan ilmiah, namun tetap praktis untuk kami pahami sebagai pendidik. Melalui bekal pengetahuan baru ini, saya bersama  Ayu berkomitmen untuk membantu melakukan skrining awal yang bijak, memberikan pemahaman kesehatan kepada para siswa tanpa memicu rasa takut, serta terus mengedukasi warga MIN 8 Gunungkidul mengenai pentingnya menjaga kebersihan kulit dan lingkungan guna mencegah penyakit menular," ujar  Ana Roisah dengan penuh tanggung jawab. (ans)



Perkuat Peran Pendidik dalam Mitigasi, Seluruh GTK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana bersama Tagana

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menyadari peran krusial pendidik sebagai garda terdepan keselamatan siswa saat darurat, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul mengikuti sesi sosialisasi khusus kesiapsiagaan bencana pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan madrasah ini berjalan beriringan dengan simulasi gempa bumi yang diikuti oleh para siswa. Melalui pembekalan ini, pihak madrasah berkomitmen untuk menyamakan persepsi, mematangkan jalur komando evakuasi, serta memastikan setiap guru dan staf memiliki kesiapan mental serta pemahaman teknis yang matang dalam melindungi anak didik jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Sesi sosialisasi yang berlangsung secara intensif ini disampaikan langsung oleh koordinator tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul,  Suharta. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas mengenai manajemen kebencanaan di lingkungan sekolah, pemetaan titik rawan di area madrasah, serta prosedur standar operasional (SOP) penyelamatan siswa. Suasana sosialisasi tampak sangat hidup dan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dan diskusi dinamis dari  dan  guru. Mereka sangat antusias berkonsultasi mengenai taktik mengatasi kepanikan massal anak-anak di dalam kelas, penanganan siswa berkebutuhan khusus saat evakuasi, hingga pembagian tugas penyelamatan dokumen penting madrasah.

Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi luar biasa terhadap keaktifan jajaran GTK dalam sesi tanya jawab bersama narasumber tersebut. "Alhamdulillah, sosialisasi penunjang kesiapsiagaan bencana untuk guru dan tenaga kependidikan hari ini berjalan sangat interaktif dan produktif. Saya sangat bangga melihat keaktifan - guru yang mengajukan banyak pertanyaan kritis kepada  Suharta. Sebagai orang tua siswa selama di madrasah, GTK harus memiliki refleks cepat dan pengetahuan mitigasi yang mumpuni. Pertanyaan-pertanyaan tadi membuktikan bahwa kami semua sangat peduli dan berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan belajar di MIN 8 yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga aman, tangguh, dan siaga terhadap bencana," tegas  Sri Hartati. (ans)

 

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Seluruh Murid MIN 8 Gunungkidul Ikuti Simulasi Penyelamatan Diri dari Gempa Bumi

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Sebagai upaya nyata dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah, MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan Simulasi Penyelamatan Diri Saat Gempa Bumi pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan edukatif dan aplikatif yang berlangsung di lingkungan madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, beserta segenap guru dan tenaga kependidikan. Mengingat wilayah Gunungkidul termasuk daerah rawan aktivitas seismik, pelatihan ini dinilai sangat krusial guna membekali seluruh warga madrasah dengan pengetahuan mitigasi yang tepat sejak dini agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi dan simulasi ini, pihak madrasah bekerja sama dengan tim ahli dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gunungkidul. Tim Tagana yang hadir di lokasi dikoordinasi langsung oleh  Suharta. Di bawah bimbingan para relawan profesional, para murid mula-mula diberikan pemahaman teoritis mengenai tanda-tanda gempa bumi, dilanjutkan dengan praktik taktis penyelamatan diri, seperti metode melindungi kepala di bawah meja, menghindari kaca, hingga teknik evakuasi mandiri secara tertib menuju titik kumpul di lapangan terbuka saat sirine tanda bahaya dnyikan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian simulasi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi tinggi dan komentar positif atas terselenggaranya kegiatan mitigasi bencana ini. "Alhamdulillah, simulasi penyelamatan diri hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib, dari anak-anak kelas 1 yang baru masuk hingga kelas 6 semuanya sangat responsif mengikuti instruksi. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Suharta dan seluruh tim Tagana Gunungkidul yang telah melatih anak-anak kami dengan metode yang mudah dipahami. Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh murid dan warga MIN 8 Gunungkidul tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental serta keterampilan refleks yang benar untuk menyelamatkan diri demi keselamatan bersama," tutur  Sri Hartati dengan penuh mantap. (ans)