Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 09 April 2026

Mantapkan Kebijakan Institusi, MIN 8 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi Pasca-Rapimleng

 


Semanu ----- Jajaran pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul menggelar rapat koordinasi internal pada Kamis (9/4/2026) siang di ruang guru. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sri Hartati, ini dilaksanakan tepat setelah jam pembelajaran usai untuk memastikan seluruh agenda madrasah berjalan selaras dengan kebijakan pusat. Agenda utama rapat ini adalah penyampaian hasil Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) Kantor Kementerian Agama Gunungkidul yang sebelumnya dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) dan dihadiri oleh perwakilan madrasah, Suprapto.

Dalam pemaparannya, Sri Hartati menekankan poin-poin krusial dari kebijakan Kemenag yang menuntut setiap Satuan Kerja (Satker) untuk senantiasa menjaga lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk mulai menerapkan prinsip tersebut secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, ditegaskan pula bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku bagi sektor pendidikan, sehingga kehadiran dan dedikasi guru secara fisik di madrasah tetap menjadi prioritas utama demi kualitas layanan pendidikan yang optimal.

Rapat koordinasi ini juga menghasilkan kesepakatan penting terkait pengaturan seragam kerja guru dari hari Senin hingga Jumat guna memperkuat identitas dan kedisiplinan pegawai. Tak hanya aspek administratif, pembinaan karakter siswa pun menjadi sorotan utama; para guru diminta untuk lebih ketat memantau kegiatan shalat Dhuhur berjamaah secara menyeluruh. Pemantauan ini mencakup pendampingan dari mulai tata cara wudhu yang benar hingga pelaksanaan doa dan dzikir bersama setelah shalat selesai, sebagai upaya madrasah dalam mencetak generasi yang tertib dalam beribadah. (tna)

Literasi di Halaman Madrasah: Keseruan Kelas 1, 4, dan 5 MIN 8 Gunungkidul Memilih Buku

 

Semanu ---- Siswa-siswi MIN 8 Gunungkidul kembali menyambut antusias kedatangan mobil perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (8/4/2026). Layanan literasi jemput bola ini merupakan agenda rutin yang hadir setiap dua minggu sekali untuk memberikan akses bacaan yang lebih luas bagi para siswa. Pada kunjungan minggu ini, giliran siswa dari kelas 1, 4, dan 5 yang mendapatkan kesempatan untuk meminjam serta mengeksplorasi berbagai koleksi buku menarik, mulai dari buku cerita, pengetahuan umum, hingga buku penunjang pelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para siswa tampak tertib mengantre untuk memilih buku favorit mereka di rak-rak mobil perpustakaan. Herni Uswatun Hasanah, selaku guru MIN 8 Gunungkidul yang bertugas sebagai Koordinator Perpustakaan, terjun langsung mendampingi dan membantu mendata setiap buku yang dipinjam oleh siswa. Kehadiran perpustakaan keliling ini dinilai sangat efektif dalam menyegarkan suasana belajar, karena siswa dapat menikmati pengalaman membaca yang berbeda di luar ruang kelas dengan pilihan buku yang selalu diperbarui setiap kunjungannya.

Herni Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa kerja sama rutin ini sangat membantu madrasah dalam membangun budaya literasi sejak dini. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran perpustakaan keliling ini karena anak-anak selalu menanti-nantikan jadwal kunjungannya. Dengan adanya pergantian kelas yang meminjam buku secara bergiliran, kami bisa memantau perkembangan minat baca siswa dengan lebih tertib. Harapannya, akses buku yang mudah ini dapat memotivasi siswa untuk lebih mencintai dunia literasi dan meningkatkan pengetahuan mereka di luar materi madrasah," pungkas Herni di sela-sela kegiatannya mendata peminjaman buku. (tna)

Mantapkan Integritas, Dua Guru CPNS MIN 8 Gunungkidul Ikuti Evaluasi Masa Percobaan

 


Wonosari ---- Dua orang guru CPNS dari MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati dan Hajir Anas Fauzan, mengikuti agenda Evaluasi Masa Percobaan CPNS Formasi Tahun 2024 yang bertempat di Gedung PLHUT Gunungkidul pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh total 90 peserta CPNS se-Kabupaten Gunungkidul dan diawali dengan prosesi khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kasubbag TU, Faqih Shomadi, menekankan bahwa integritas dan keprofesionalitasan para CPNS perlu terus diuji sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah sebagai aparatur sipil negara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip, menjelaskan bahwa tujuan utama evaluasi ini adalah untuk menilai kemampuan serta kinerja ASN, sekaligus memastikan setiap individu memiliki moralitas, kejujuran, dan tanggung jawab yang tinggi. Hal ini selaras dengan upaya pembangunan Zona Integritas (ZI) di wilayah Kankemenag Gunungkidul guna mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Melalui komitmen menolak segala bentuk gratifikasi, para CPNS diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah instansi melalui pelayanan yang bersih dan transparan.

Pada sesi teknis, Katim Kepegawaian Kanwil Kemenag DIY, Husni Thamrin, memaparkan enam poin krusial dalam mekanisme evaluasi dan validasi, meliputi kesesuaian peta jabatan, kinerja, kedisiplinan, kesehatan, kelulusan Latsar, hingga verifikasi dokumen. Setelah pemaparan materi, Dewi Susilowati dan Hajir Anas Fauzan bersama peserta lainnya menjalani verifikasi wawancara langsung dengan tim verifikator dari Kepegawaian Kanwil DIY. Proses evaluasi ini menjadi tahapan penting bagi para guru MIN 8 Gunungkidul tersebut untuk memastikan kesiapan mereka menjadi ASN yang profesional dan berdedikasi penuh bagi dunia pendidikan. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Bedah Strategi Penulisan "Berbobot" di Hari Ketiga Bimtek

 


Wonosari ---- Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan seni menyajikan informasi yang bernilai. Hal itulah yang didalami oleh Dewi Susilowati, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, dalam hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul, Rabu (8/4/2026). Dalam sesi bertajuk "Penyajian Informasi", para peserta diajak memahami bahwa tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang mampu menyesuaikan diri dengan audiensnya. Narasumber Moh. Mursyid menekankan tiga pilar utama dalam berkarya, yakni isi yang akurat, struktur yang rapi melalui metode piramida terbalik, serta pemilihan media publikasi yang tepat.

Selain teknik penulisan konvensional, Bimtek ini juga membekali para peserta dengan kecakapan literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Dewi Susilowati mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti Claude, ChatGPT, dan Perplexity sebagai alat bantu riset serta pengembangan ide kreatif. Meski menggunakan teknologi modern, sesi ini tetap menekankan pentingnya etika penulisan. Para guru diingatkan untuk selalu menghindari plagiarisme dan fabrikasi data guna menjaga kredibilitas dan integritas sebagai seorang pendidik sekaligus penulis.

"Menulis adalah cara mengabadikan cerita hidup dalam sebuah dokumen yang akan tetap ada melampaui usia kita," ujar Moh. Mursyid di hadapan para peserta. Melalui kegiatan intensif ini, Dewi Susilowati diharapkan dapat membawa semangat "Ayo Membaca, Ayo Berkarya" sekembalinya ke lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Bekal ilmu dari hari ketiga ini menjadi langkah penting bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas publikasi informasi sekolah agar tampil lebih profesional, akurat, dan inspiratif bagi masyarakat luas. (tna)

Bukan Sekadar Membaca: Cara Guru MIN 8 Gunungkidul Saring Informasi Akurat

 


Wonosari ---- Memasuki hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul pada Selasa (7/4/2026), Dewi Susilowati, guru dari MIN 8 Gunungkidul, tampak fokus memperdalam teknik pengelolaan data digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi banjir informasi di era digital. Dewi bersama para peserta lainnya dibekali strategi khusus agar mampu menavigasi sumber belajar daring secara lebih profesional dan terarah.

Dalam rangkaian sesi tersebut, tiga pakar hadir memberikan materi kunci untuk mempertajam kemampuan literasi para guru. Dwi Nur Rohman menekankan pentingnya menentukan topik dan kredibilitas sumber agar pencarian bahan ajar lebih efektif, sementara Yudan Hermawan mengingatkan pendidik untuk menjadi filter utama dalam memilah informasi di tengah derasnya arus konten digital. Melengkapi teori tersebut, Albertus Pramukti melatih para peserta melalui praktik model OCIE untuk menyatukan berbagai sumber informasi menjadi sebuah argumen yang kuat dan sistematis.

Bagi Dewi Susilowati, bekal yang didapatkan dari Perpusda ini sangat krusial untuk menyusun konten edukatif yang akurat dan relevan bagi siswa di madrasah. Literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca, melainkan kecakapan dalam memvalidasi kebenaran sebuah data sebelum disebarluaskan. Setelah pendalaman materi ini, Bimtek akan dilanjutkan dengan agenda praktik langsung agar keterampilan literasi informasi tersebut dapat segera diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas. (tna)