Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Selasa, 16 Juni 2026

Wujud Pengabdian, Bendahara MIN 8 Gunungkidul Terjun Langsung Distribusikan Koper Jemaah Haji Kloter 10

 

GUNUNGKIDUL – Sinergi dan kepedulian antar-satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul kembali ditunjukkan dalam pelayanan ibadah haji. Pada Senin, 15 Juni 2026, Bendahara MIN 8 Gunungkidul, Rubito, turut serta mengambil peran penting dalam menyukseskan operasional haji daerah. Bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul selaku instansi yang memfasilitasi urusan haji, beliau bergabung bersama tim satgas untuk membantu kelancaran proses penerimaan dan pengaturan logistik bagi para tamu Allah.

Kegiatan inti dalam agenda hari itu adalah mendistribusikan koper-koper milik jemaah haji Kabupaten Gunungkidul yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10. Proses distribusi ini menuntut ketelitian, kecepatan, dan fisik yang prima agar seluruh barang bawaan jemaah dapat terdata serta dikelompokkan dengan aman sebelum keberangkatan. Rubito bersama petugas lainnya dengan cekatan menyortir, mengangkut, dan memastikan setiap koper berada di barisan yang tepat sesuai dengan manifes dan identitas resmi masing-masing jemaah.

Seusai menuntaskan penataan dan distribusi logistik tersebut, Bendahara MIN 8 Gunungkidul,  Rubito, memberikan komentarnya mengenai pengalaman dan rasa syukurnya bisa terlibat dalam kepanitiaan ini. "Alhamdulillah, proses distribusi koper untuk jemaah haji Kloter 10 hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Meskipun tugas ini cukup menguras tenaga karena jumlah koper yang sangat banyak, namun rasa lelah itu hilang karena kami niatkan ini sebagai bagian dari ibadah dan khidmat pelayanan kepada para jemaah. Keamanan barang bawaan adalah salah satu kunci ketenangan jemaah dalam beribadah di tanah suci nanti. Kami semua berdoa semoga seluruh jemaah haji dari Gunungkidul diberikan kesehatan, kelancaran dalam menunaikan rukun haji, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," tutur Rubito dengan penuh ketulusan. (ans)

 

Minggu, 14 Juni 2026

Antusias dan Penuh Haru, Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Terima SKL, Sertifikat TKAD, dan Rapor Akhir

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Suasana penuh debar sekaligus kebahagiaan menyelimuti lingkungan MIN 8 Gunungkidul pada Jumat, 12 Juni 2026. Madrasah ini menggelar agenda penting yang dinantikan oleh seluruh siswa tingkat akhir, yaitu pembagian Surat Keterangan Kelulusan (SKL), sertifikat Tes Konten Asesmen Daerah (TKAD), serta rapor semester 2. Pembagian dokumen-dokumen penting ini menandai berakhirnya secara resmi seluruh rangkaian administrasi akademik dan perjuangan belajar para siswa kelas 6 selama enam tahun menempuh pendidikan dasar di madrasah tersebut.

Kegiatan inti dari momentum ini dilaksanakan di ruang tamu dengan suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan. Prosesi penyerahan berkas berharga tersebut dilakukan secara langsung oleh Rumiyatun Rohhasanah, S.Pd. dan Agustina Kusumawati, S.Pd. selaku wali kelas 6 MIN 8 Gunungkidul. Selain rapor yang mencerminkan capaian nilai semester akhir, lembar SKL dan sertifikat TKAD yang dibagikan menjadi modal utama bagi para siswa untuk melanjutkan langkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Seusai membagikan dokumen kelulusan tersebut, Rumiyatun Rohhasanah, S.Pd. memberikan komentar emosional dan pesan mendalam bagi anak-anak didiknya. "Alhamdulillah, proses pembagian SKL, sertifikat TKAD, dan rapor hari ini berjalan lancar tanpa kendala. Melihat raut wajah bahagia sekaligus haru dari anak-anak dan para wali murid menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami selaku wali kelas. Lembaran-lembaran yang mereka terima hari ini adalah bukti nyata dari tetesan keringat, ketekunan, dan doa mereka selama ini. Pesan saya untuk anak-anak kelas 6, jagalah selalu nama baik almamater MIN 8 Gunungkidul di mana pun kalian melanjutkan sekolah. Tetaplah rajin beribadah, teruslah berprestasi, dan jadikan ilmu yang didapat di sini sebagai fondasi berakhlak mulia," tutur Rumiyatun dengan penuh rasa syukur. (ans)

 

Kamis, 11 Juni 2026

Tingkatkan Mutu Karakter Siswa, Guru Akidah Akhlak dan SKI MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

 

Wonosari – Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter mulia terus digencarkan oleh pendidik MIN 8 Gunungkidul. Pada Rabu, 10 Juni 2026, guru pengampu mata pelajaran (mapel) Akidah Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Sugeng, S.Pd.I., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan strategis yang mempertemukan para pendidik madrasah ini diselenggarakan secara khidmat di Aula BMT Amal Rizki, Wonosari.

Kegiatan inti dalam bimtek tersebut berfokus pada pembekalan teknis mengenai penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan kelestarian alam lingkungan (ekoteologi). Materi pelatihan dikupas secara mendalam oleh narasumber ahli, Wagiran, S.Ag., M.S.I. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, guru diharapkan tidak hanya mentransfer pengetahuan sejarah dan teori moral, melainkan mampu menumbuhkan rasa cinta yang tulus dalam diri siswa terhadap sang Pencipta, sesama manusia, serta lingkungan sekitar sebagai wujud implementasi keimanan.

Seusai menyerap seluruh rangkaian materi, Sugeng, S.Pd.I. memberikan komentar positif dan menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan model pembelajaran baru ini di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, bimbingan teknis bersama Bapak Wagiran di Aula BMT Amal Rizki ini memberikan inspirasi dan suntikan ilmu yang luar biasa. Bagi saya yang mengampu Akidah Akhlak dan SKI, perpaduan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning ini sangat relevan. Kami diajarkan cara menyentuh hati siswa agar keteladanan kisah Islam masa lalu dan materi akhlak bisa mewujud nyata dalam tindakan sehari-hari, termasuk bagaimana mereka mencintai dan menjaga alam ini. Saya berkomitmen untuk segera menerapkan metode ini di kelas agar pembelajaran terasa lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan bagi anak-anak," tutur Sugeng dengan penuh optimisme. (ans)

Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan dan Berkarakter, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

Wonosari – Perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul yang mengampu mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 ini bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Novan Haryansyah, yang menekankan pentingnya transformasi metodologi pembelajaran di madrasah agar lebih kontekstual, menyentuh kalbu, serta tanggap terhadap isu kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan inti dalam bimtek ini diikuti secara intensif oleh empat guru mapel Al-Qur'an Hadits dan Fikih dari MIN 8 Gunungkidul, yaitu Triana Erningsih, S.Pd., Ischak Yama Amalia, S.Pd.I., Hamid Fitrianto, S.Pd.I., dan Ninik Nuryanti, S.Pd.I. Selama jalannya workshop, materi dikupas tuntas oleh narasumber ahli, Karmanto, S.Ag., M.Pd. Beliau memaparkan bagaimana mengintegrasikan panca cinta dan dimensi kurikulum berbasis cinta ke dalam modul ajar, serta menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam agar siswa tidak sekadar menghafal materi keagamaan, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai ketuhanan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar (ekoteologi).

Seusai mengikuti pelatihan, Ischak Yama Amalia, selaku perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul, memberikan komentar positif mengenai kesan dan rencana implementasi hasil bimtek tersebut. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh Karmanto sangat mencerahkan dan membuka paradigma baru bagi kami pengampu mapel PAI. Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta ini membuat pembelajaran Fikih dan Al-Qur'an Hadits menjadi jauh lebih bermakna. Kami belajar bagaimana menyusun modul ajar yang menumbuhkan rasa cinta anak kepada sesama makhluk dan alam sekitar sebagai wujud implementasi iman. Kami sudah tidak sabar untuk segera menerapkan metode ini di kelas-kelas MIN 8 Gunungkidul agar suasana belajar menjadi lebih asyik dan menyentuh hati anak-anak," tutur Ischak penuh semangat. (ans)

Rabu, 10 Juni 2026

Tingkatkan Kompetensi Digital, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Aplikasi Sipanjatpadi DIY

 

Wonosari – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan tertib administrasi di era digital, guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Penmad DIY pada Selasa, 9 Juni 2026 di Rumah Makan Layah Kembar. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh 21 anggota KKG dari berbagai wilayah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I., yang memberikan sambutan kunci mengenai pentingnya penguatan kompetensi guru serta pemenuhan kewajiban sebagai pendidik yang profesional dan akuntabel.

Kegiatan inti dalam bimtek ini berfokus pada pengenalan dan pendalaman sistem digital terbaru Penmad DIY, yaitu aplikasi Sipanjatpadi. Sajian materi dibagi ke dalam dua sesi krusial guna menunjang performa administratif guru olahraga. Sesi pertama diisi oleh Kasi Penmad, H. Supriyanto, yang mengupas tuntas mengenai Regulasi Penggunaan Aplikasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari sudut pandang hukum dan aturan yang berlaku. Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh Irwan Triyanto, S.Pd.I., yang memaparkan materi teknis terkait Pemanfaatan Aplikasi TPG untuk Peningkatan Kinerja Guru, di mana aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah sistem pelaporan kinerja secara transparan dan berkala.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian materi, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., memberikan komentar positif dan kesiapannya dalam mengimplementasikan sistem baru tersebut. "Alhamdulillah, bimbingan teknis mengenai aplikasi Sipanjatpadi ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami, khususnya para guru olahraga. Penjelasan dari Kasi Penmad dan Irwan sangat aplikatif, sehingga kami 21 anggota KKG PJOK yang hadir bisa langsung memahami cara kerja sistem pelaporan yang baru ini. Bagi saya pribadi, integrasi teknologi ini bukan sekadar kewajiban administratif untuk TPG, melainkan motivasi nyata untuk terus meningkatkan kinerja mengajar di MIN 8 Gunungkidul agar semakin rapi, disiplin, dan profesional," tutur Hajir Anas Fauzan penuh semangat. (ans)