Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 09 Februari 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Uji Coba CAT Kecakapan IT PPPK

 


Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Husni Darmawati, mengikuti kegiatan Uji Coba CAT Kecakapan Teknologi Informasi (TI) bagi ASN PPPK yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin (9/2/2026). Bertempat di Laboratorium Komputer MAN 1 Gunungkidul, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program peningkatan kecakapan IT bagi PPPK di lingkungan Kanwil Kemenag DIY Tahun Anggaran 2026. Husni Darmawati hadir sebagai bagian dari peserta tahap 1 yang dijadwalkan mengikuti simulasi sistem Computer Assisted Test (CAT).

Kegiatan uji coba ini dilaksanakan dalam tiga gelombang (batch) untuk memastikan kesiapan teknis sebelum ujian utama berlangsung. Seluruh peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan guna mengikuti prosedur persiapan yang telah diatur oleh panitia. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk membiasakan diri dengan perangkat laboratorium komputer MAN 1 Gunungkidul serta alur pengerjaan soal berbasis CAT, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis pada hari pelaksanaan ujian sesungguhnya.

Ujian Kecakapan TI ini menjadi sangat krusial karena menetapkan standar kelulusan minimal atau KKM sebesar 70, dengan skor minimal 315. Setelah mengikuti uji coba hari ini, Husni Darmawati dijadwalkan akan mengikuti ujian utama pada Kamis, (12/2/2026) mendatang. Sebagai bagian dari persyaratan administrasi, para peserta juga diwajibkan membuat video kesediaan mengikuti CAT sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak kementerian. (tna)

Rapat Koordinasi MIN 8 Gunungkidul: Fokus Disiplin dan Sosialisasi PMBM

 


Semanu ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, memimpin rapat koordinasi intensif yang dihadiri oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada Senin (9/2/2026). Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kedisiplinan pegawai sebagai fondasi utama pelayanan pendidikan. Selain fokus pada kinerja GTK, rapat ini juga menyepakati pembagian jadwal pendampingan shalat Dhuhur berjamaah bagi siswa. Langkah ini diambil untuk memastikan pembiasaan karakter religius siswa tetap terkawal dengan baik di bawah pengawasan langsung para guru.

Agenda utama rapat kemudian berlanjut pada persiapan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran mendatang. Sri Hartati secara resmi membentuk panitia PMBM MIN 8 Gunungkidul yang bertugas mengelola seluruh tahapan seleksi. Pada tahun ini, madrasah membuka beberapa jalur masuk, dimulai dari Jalur Pendaftaran Tahfidz Terpadu (JPTT) bagi siswa berprestasi di bidang hafalan Al-Qur'an, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran Gelombang 1 dan Gelombang 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebagai langkah awal promosi, tim panitia yang telah dibentuk akan segera melakukan sosialisasi masif ke berbagai TK dan RA di lingkungan sekitar MIN 8 Gunungkidul. Strategi jemput bola ini bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan program madrasah kepada calon orang tua murid secara langsung. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, MIN 8 Gunungkidul optimistis dapat menjaring bibit-bibit unggul melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel. (tna)

Tingkatkan Mutu, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimbingan Akreditasi Perpustakaan

 


Wonosari ----- Guru MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan SD/MI yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul pada Senin (9/2/2026). Bertempat di aula perpustakaan daerah, acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dispussip, Oneng Windu Wardana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya meningkatkan kualitas perpustakaan agar lebih diminati siswa serta relevan dengan perkembangan zaman demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 25 sekolah dasar dan madrasah di wilayah Gunungkidul, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua orang utusan. Selama acara berlangsung, para peserta mendapatkan materi intensif dari para pustakawan ahli dan asesor. Fokus utama pertemuan ini adalah pengenalan instrumen akreditasi terbaru tahun 2026 serta penggunaan aplikasi Sipapi untuk teknis pengajuan akreditasi secara digital.

Melalui sosialisasi ini, Dewi Susilowati dan peserta lainnya dibekali pemahaman mengenai transformasi paradigma perpustakaan dari sekadar "gedung buku" menjadi pusat pengetahuan yang inklusif. Dengan standar nasional perpustakaan (SNP) yang baru berdasarkan Perpusnas No. 4 Tahun 2024, diharapkan MIN 8 Gunungkidul dapat segera melengkapi bukti fisik yang diperlukan. Hal ini bertujuan agar perpustakaan madrasah mampu memberikan layanan modern dan menjadi tempat belajar mandiri yang nyaman bagi seluruh siswa. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pembukaan KSE KKG MI Kabupaten Gunungkidul 7

 


Wonosari ----- Sebanyak enam orang guru MIN 8 Gunungkidul menghadiri pembukaan kegiatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang diselenggarakan oleh KKGMI Kabupaten Gunungkidul 7 di Lembah Desa, Pulutan pada Jumat (6/2/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Kasi Dikmad Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, yang memberikan pembinaan khusus mengenai struktur baru organisasi guru. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 ini, KKGMI Kabupaten Gunungkidul resmi dibagi menjadi 12 kelompok KKG untuk mengoptimalkan koordinasi dan pengembangan kualitas pendidik di seluruh wilayah.

Dalam pembinaan tersebut, Supriyanto juga menekankan bahwa setiap guru wajib bergabung dalam kelompok KKG guna menunjang profesionalitas mereka. Terkait kurikulum kegiatan, beliau menjelaskan skema proporsional di mana 70% materi kegiatan KKG akan seragam di seluruh kelompok, sementara 30% sisanya diberikan kebebasan untuk disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing KKG. Kebijakan ini diambil agar terdapat standar kompetensi yang merata namun tetap memberi ruang bagi inovasi di setiap wilayah.

Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti sesi sambutan dari Ketua KKGMI 7, Rujati. Selain menyambut para peserta, beliau menyampaikan pesan perpisahan sehubungan dengan adanya reorganisasi kepengurusan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada minggu depan. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa tugas kepengurusan lama sekaligus harapan baru bagi struktur KKGMI yang lebih segar dalam mendukung pengembangan kompetensi guru, termasuk melalui kegiatan outbound KSE yang dipandu oleh Zulfa Outbound pada hari tersebut. (tna)

Outbound KKGMI 7: Guru MIN 8 Gunungkidul Sambut KSE, Lepas Kapanewon Ponjong

 


Wonosari ---- Sebanyak enam orang guru dari MIN 8 Gunungkidul berpartisipasi dalam kegiatan penguatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Gunungkidul 7. Acara yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) ini bertempat di kawasan wisata Lembah Desa, Pulutan. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru kelas MI dari berbagai wilayah, meliputi Kapanewon Semanu, Tepus, Rongkop, Girisubo, dan Tanjungsari, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial serta kesejahteraan emosional para pendidik.

Pelaksanaan KSE kali ini dikemas secara menarik dalam bentuk kegiatan outbound yang dipandu langsung oleh tim Zulfa Outbound. Melalui berbagai permainan dan tantangan kerja sama tim, para guru diajak untuk melepaskan penat sekaligus mengasah empati, manajemen diri, dan keterampilan berelasi. Suasana ceria namun khidmat menyelimuti setiap sesi, memberikan ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kekompakan antarinstansi madrasah di wilayah Gunungkidul bagian timur dan selatan.

Momentum ini juga menjadi momen emosional karena sekaligus menjadi acara perpisahan bagi guru-guru dari Kapanewon Ponjong. Terhitung mulai tahun 2026, wilayah Ponjong secara resmi terlepas dari KKGMI Kabupaten Gunungkidul 7 dan akan bergabung dengan KKGMI Kabupaten Gunungkidul 6 bersama Kapanewon Karangmojo. Meski terjadi reorganisasi wilayah kerja, diharapkan jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama ini tetap terjaga demi kemajuan pendidikan madrasah yang lebih baik di masa depan. (tna)