Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 18 Mei 2026

Kreatif, Pembelajaran PJOK Kelas 3 MIN 8 Gunungkidul Modifikasi Permainan Tradisional Boy-boyan

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Lapangan MIN 8 Gunungkidul dipenuhi keseruan pada Senin, 18 Mei 2026, saat siswa kelas 3 mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Pada pertemuan kali ini, materi pokok yang diajarkan adalah permainan kelompok melalui olahraga tradisional asal Jawa Barat, yaitu boy-boyan. Menariknya, permainan ini tidak lagi menggunakan alat konvensional, melainkan telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh pihak madrasah agar lebih aman dan sesuai dengan sarana olahraga yang tersedia.

Pembelajaran inovatif ini dipimpin langsung oleh guru PJOK, Bapak Anas. Dalam modifikasi ini, pecahan genteng yang biasa digunakan sebagai target susunan digantikan dengan marker (kerucut penanda lapangan), sementara bola yang digunakan adalah bola voli. Langkah modifikasi ini diambil untuk meminimalkan risiko cedera pada siswa kelas 3, sekaligus memberikan tantangan baru dalam menyusun dan merubuhkan marker menggunakan bola yang berukuran lebih besar namun tetap aman saat mengenai tubuh siswa.

Bapak Anas menyampaikan bahwa modifikasi dalam pembelajaran PJOK sangat penting untuk menjaga antusiasme dan keselamatan anak didik. "Tujuan utama kami adalah melatih motorik kasar, kelincahan, dan kerja sama tim anak-anak. Dengan memodifikasi pecahan genteng menjadi marker dan memakai bola voli, permainan boy-boyan ini menjadi jauh lebih aman tanpa mengurangi esensi kelincahan dan kegembiraannya. Anak-anak kelas 3 tampak sangat kompak menyusun strategi, dan melalui modifikasi ini mereka bisa berolahraga dengan ceria sekaligus tetap mengenal kekayaan permainan tradisional kita," jelas beliau setelah kegiatan selesai. (ans)


Penyegaran Organisasi, Sub Bagian Keuangan Kemenag Gunungkidul Koordinasikan Pergantian Bendahara MIN 8 Gunungkidul


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Jajaran Sub Bagian Keuangan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul melakukan kunjungan kedinasan ke MIN 8 Gunungkidul pada Senin, 18 Mei 2026. Agenda utama dari kunjungan ini adalah pelaporan diri sekaligus koordinasi terkait pergantian posisi Bendahara MIN 8 Gunungkidul. Jabatan bendahara yang semula diemban oleh Bapak Prapto kini resmi dialihkan karena beliau telah memasuki masa purna tugas (pensiun), dan digantikan oleh Bapak Rubito yang berasal dari Sub Bagian Keuangan Kemenag Gunungkidul.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Rubito hadir bersama Bapak Rifai Amin Sholeh guna memastikan proses transisi manajerial keuangan ini berjalan tertib dan sesuai regulasi. Kedatangan tim dari kabupaten ini disambut hangat di ruang pimpinan oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I., dengan didampingi oleh salah satu guru senior, Ibu Rumiyatun, S.Pd.I Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi administrasi keuangan madrasah agar seluruh program yang sedang berjalan tetap akuntabel tanpa hambatan teknis.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Ibu Sri Hartati, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas pergantian personel di lini keuangan ini. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prapto atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Rubito di MIN 8 Gunungkidul. Kehadiran beliau bersama Bapak Rifai hari ini sangat penting agar proses estafet pengelolaan anggaran madrasah dapat berjalan mulus. Kami optimis, dengan pengalaman Bapak Rubito, tata kelola keuangan di madrasah kami akan tetap terjaga dengan transparan, tertib, dan akurat," pungkasnya. (ans)

 

Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Unjuk Kreativitas dalam Ujian Praktik IPA

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Rangkaian ujian praktik bagi siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul berlanjut pada Senin, 18 Mei 2026, dengan fokus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas dan laboratorium sederhana madrasah ini bertujuan untuk menguji pemahaman teoretis siswa melalui penerapan langsung di lapangan. Antusiasme terlihat jelas saat para siswa mempersiapkan berbagai peralatan praktikum untuk membuktikan fenomena-fenomena alam yang telah mereka pelajari selama ini.

Terdapat dua materi utama yang menjadi inti dari ujian praktik kali ini. Pertama, siswa melakukan serangkaian percobaan untuk membuktikan sifat-sifat cahaya, seperti cahaya yang merambat lurus dan dapat dibiaskan. Kedua, para siswa ditantang untuk membuat diorama sistem tata surya guna menunjukkan pemahaman mereka mengenai urutan planet dan struktur galaksi kita. Jalannya ujian dipantau dan dinilai langsung oleh tim penguji yang terdiri dari Ibu Dewi dan Ibu Suratmini, yang memperhatikan ketepatan prosedur serta estetika hasil karya siswa.

Ibu Dewi, selaku salah satu guru penguji, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil kerja keras para siswa, terutama pada pembuatan diorama. "Saya sangat terkesan dengan kreativitas anak-anak dalam menyusun diorama tata surya ini. Mereka mampu memanfaatkan bahan-bahan di sekitar menjadi model edukatif yang menarik. Selain itu, dalam percobaan sifat cahaya, mereka mulai menunjukkan kemampuan berpikir kritis saat mengamati hasil pembiasan. Semoga pengalaman praktik ini membuat pemahaman sains mereka menjadi lebih mendalam dan membekas hingga jenjang pendidikan berikutnya," tutur beliau. (ans)


Uji Kemampuan Hafalan, Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Ikuti Ujian Praktik Al-Qur'an Hadits

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Setelah menyelesaikan rangkaian asesmen tertulis, siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul kini memasuki tahapan ujian praktik yang dimulai pada hari Senin, 18 Mei 2026. Bertempat di lingkungan madrasah, kegiatan hari pertama ini difokuskan pada ujian praktik mata pelajaran Al-Qur'an Hadits. Ujian ini dirancang untuk mengukur capaian kompetensi psikomotorik serta kelancaran hafalan para siswa terhadap materi-materi esensial yang telah mereka pelajari selama duduk di bangku madrasah ibtidaiyah.

Dalam pelaksanaan ujian praktik ini, setiap siswa diuji secara individual untuk melafalkan hafalan Surah Ad-Dhuha, Surah Al-Qadr, serta hadits tentang keutamaan memberi. Bertindak selaku guru penguji adalah Ibu Ischak dan Bapak Gunawan. Keduanya secara bergantian menyimak, menilai kelancaran, serta mengevaluasi ketepatan hukum tajwid dan makharijul huruf dari setiap ayat dan matan hadits yang dilantunkan oleh para peserta ujian dengan penuh ketelitian.

Bapak Gunawan, selaku salah satu guru penguji, memberikan tanggapan positif mengenai kesiapan dan mentalitas anak didiknya selama ujian berlangsung. "Secara keseluruhan, anak-anak kelas 6 menunjukkan progres hafalan yang sangat baik. Mereka tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga mampu menerapkannya dengan tartil yang cukup bagus. Khusus untuk hadits tentang keutamaan memberi, kami berharap nilai moral di dalamnya tidak hanya dihafalkan untuk ujian, tetapi benar-benar tertanam menjadi karakter gemar berbagi dalam kehidupan sehari-hari mereka," ungkap beliau setelah sesi ujian berakhir. (ans)


Kamis, 14 Mei 2026

Persiapan Pentas Perpisahan, Siswa Ekstrakurikuler Tari MIN 8 Gunungkidul Intensifkan Latihan

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Semangat seni terpancar di ruang kelas MIN 8 Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Sejumlah siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari nampak antusias mengikuti sesi latihan rutin sebagai bentuk persiapan menuju panggung purnawiyata siswa kelas 6 tahun 2026. Latihan ini menjadi sangat krusial mengingat waktu pelaksanaan acara pelepasan yang semakin dekat, sehingga setiap gerakan dan kekompakan formasi mulai dipertajam agar dapat menyuguhkan penampilan yang memukau bagi para tamu undangan.

Kegiatan latihan ini dibimbing langsung oleh Ibu Reysita Widiastuti, selaku pelatih sekaligus pembimbing ekstrakurikuler tari di madrasah tersebut. Dalam sesi kali ini, fokus bimbingan diarahkan pada penghayatan koreografi dan keselarasan gerak dengan iringan musik. Para siswa yang terlibat nampak tekun mengulang setiap detail gerakan, mulai dari kelenturan tangan hingga ekspresi wajah, demi memberikan persembahan terbaik sebagai kado perpisahan bagi kakak kelas mereka yang akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Ibu Reysita Widiastuti menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan kerja keras para siswa selama proses latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat perkembangan anak-anak. Mereka tidak hanya sekadar menghafal gerakan, tapi juga mulai bisa menjiwai tarian yang dibawakan. Persiapan untuk pentas pelepasan kelas 6 ini memang kami buat lebih matang agar hasilnya maksimal. Harapan saya, melalui penampilan ini nanti, anak-anak dapat tampil percaya diri dan turut melestarikan budaya seni tari di lingkungan madrasah," ujar beliau di sela-sela memandu latihan. (ans)

Persiapan Matang, MIN 8 Gunungkidul Gelar Koordinasi Pelepasan Siswa di Rumah Ndeso Munggi

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menjelang purnawiyata siswa kelas 6, perwakilan orang tua siswa bersama tim guru MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan rapat koordinasi pada Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dilaksanakan di Rumah Ndeso Munggi, Semanu. Hadir dalam kegiatan tersebut wali kelas 6, Ibu Rumiyatun, S.Pd. dan Bapak Hamid, S.Pd.I., serta Bapak Anas yang mewakili panitia dari unsur guru. Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pihak madrasah dan orang tua agar acara perpisahan nantinya dapat berjalan dengan khidmat dan berkesan.

Agenda utama pertemuan ini membahas secara mendetail mengenai teknis pelaksanaan acara di lokasi. Pembahasan mencakup penentuan layout tempat duduk tamu undangan, penataan panggung utama yang akan digunakan untuk prosesi wisuda, hingga kesiapan sarana prasarana pendukung seperti sistem suara (sound system) dan konsumsi. Selain itu, tim juga menyusun draf rundown acara agar setiap prosesi, mulai dari pembukaan hingga penampilan kreativitas siswa, dapat tertata dengan durasi yang tepat dan alur yang lancar.

Wali kelas 6, Ibu Rumiyatun, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dan kerja sama yang solid dari para orang tua siswa. "Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak dan Ibu perwakilan orang tua yang telah meluangkan waktu untuk mematangkan konsep acara ini. Fokus kami bukan pada kemewahannya, melainkan pada makna pelepasan itu sendiri sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan anak-anak selama enam tahun di madrasah. Dengan koordinasi yang detail mengenai panggung dan alur acara di Rumah Ndeso Munggi ini, kami optimis acara pelepasan nanti akan menjadi kenangan indah bagi para siswa," pungkasnya. (ans)

Penutupan Asesmen Madrasah di MIN 8 Gunungkidul Berjalan Lancar dan Tertib

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Pelaksanaan Asesmen Madrasah (AM) di MIN 8 Gunungkidul resmi berakhir pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Memasuki hari terakhir ini, para siswa kelas 6 menghadapi ujian untuk dua mata pelajaran, yaitu Fiqih dan Bahasa Inggris. Seluruh rangkaian ujian yang dimulai sejak pagi hari berlangsung dengan suasana yang tenang dan khidmat, menandai puncak dari perjuangan para siswa dalam menempuh asesmen akhir di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Sama seperti hari-hari sebelumnya, pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua ruangan dengan pengawasan yang dilakukan secara profesional. Bertindak sebagai pengawas pada hari penutupan ini adalah Bapak Hamid, Bapak Sugeng, Ibu Mustautim, Ibu Suwari, Ibu Husni, Ibu Dewi, dan Ibu Herni. Para pengawas memastikan seluruh prosedur ujian, mulai dari distribusi soal hingga pengumpulan lembar jawab, berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku guna menjamin integritas hasil ujian para siswa.

Bapak Sugeng, salah satu pengawas yang bertugas, memberikan apresiasi atas keteguhan para siswa hingga hari terakhir. "Alhamdulillah, hari terakhir ini berjalan sangat kondusif. Meskipun mata pelajaran Fiqih dan Bahasa Inggris memerlukan ketelitian tinggi, para siswa terlihat sangat fokus dan tenang. Kami melihat kemandirian yang luar biasa dari anak-anak kelas 6 tahun ini. Semoga kerja keras mereka selama beberapa hari terakhir membuahkan hasil yang memuaskan dan menjadi berkah untuk jenjang pendidikan mereka selanjutnya," ungkap beliau. (ans)

Sinergi Mutu Madrasah: Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat K2MI DIY di Patuk

 

GUNUNGKIDUL – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat koordinasi (rakor) penting pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di MIN 7 Gunungkidul, Ngrancahan, Pengkok, Kapanewon Patuk ini, dihadiri oleh kepala madrasah ibtidaiyah dari wilayah di Gunungkidul, termasuk Ibu Sri Hartati, M.S.I., selaku Kepala MIN 8 Gunungkidul. Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan persepsi dan langkah dalam meningkatkan kualitas manajerial di tingkat madrasah.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua K2MI DIY, Bapak Kasmad Rifangi, M.Pd.I. Agenda utama yang dibahas adalah peningkatan kompetensi kepala madrasah melalui penguatan hasil Rapat Kerja (Raker) Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Dalam arahannya, ditegaskan bahwa setiap kepala madrasah harus mampu mengimplementasikan kebijakan strategis hasil raker wilayah guna memastikan program-program pendidikan di madrasah berjalan selaras dengan visi besar Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ibu Sri Hartati menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya rakor yang penuh dengan muatan peningkatan mutu ini. "Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk terus meningkatkan standar layanan pendidikan di MIN 8 Gunungkidul. Materi penguatan hasil raker yang disampaikan oleh Bapak Kasmad sangat krusial agar kami di tingkat madrasah memiliki panduan yang jelas dalam mengelola pembelajaran dan tata kelola SDM yang lebih profesional. Kami siap membawa hasil rakor ini untuk segera diterapkan demi kemajuan madrasah," ujar beliau dengan optimis. (ans)

Rabu, 13 Mei 2026

Persiapan Idul Adha, MIN 8 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi Panitia Qurban

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 H, keluarga besar MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan ibadah qurban pada Selasa, 12 Mei 2026. Bertempat di lingkungan madrasah yang berlokasi di Semanu, pertemuan ini difokuskan pada pembentukan struktur panitia penyembelihan serta teknis operasional di lapangan. Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah dengan tujuan agar pelaksanaan ibadah qurban tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai syariat.

Pembahasan dalam rapat mencakup pembagian tugas yang mendetail, mulai dari proses pengadaan hewan, teknis penyembelihan, hingga mekanisme pendistribusian daging kepada masyarakat sekitar dan keluarga besar madrasah. Fokus utama panitia tahun ini adalah meningkatkan aspek higienitas serta efisiensi waktu pelaksanaan. Koordinasi ini sangat penting dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan segala sarana pendukung, seperti area penyembelihan dan peralatan, sudah siap dan memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Ibu Sri Hartati, S.Pd.I., M.S.I., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana edukasi bagi siswa. "Kami berharap kepanitiaan yang terbentuk dapat bekerja secara solid dan ikhlas. Qurban ini adalah bentuk ketakwaan sekaligus momen pengajaran karakter bagi siswa tentang arti berbagi," tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Bapak Sugeng selaku guru agama memberikan catatan dari sisi syar'i. "Inti dari persiapan ini adalah memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pemilihan hewan hingga tata cara penyembelihan, benar-benar memenuhi rukun dan syarat sah kurban agar keberkahan menyertai kita semua," pungkasnya. (ans)

Tingkatkan Kemampuan Baca Al-Qur'an, Siswa Kelas 4 MIN 8 Gunungkidul Intensifkan Bimbingan Iqra’

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Siswa kelas 4 MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan tahfidz dengan fokus utama pada pemantapan baca tulis Al-Qur'an melalui metode Iqra’ pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini menjadi agenda rutin untuk memastikan setiap siswa memiliki dasar tajwid dan kefasihan membaca yang baik sebelum melangkah ke tahapan hafalan yang lebih tinggi. Suasana kelas tampak kondusif saat para siswa secara bergantian menyetorkan bacaan mereka.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh wali kelas 4, Ibu Herni, yang dengan sabar menuntun setiap pelafalan huruf dan panjang pendek ketukan dalam setiap baris Iqra’. Selain membaca, para siswa juga diberikan latihan menulis huruf hijaiyah untuk memperkuat ingatan visual mereka terhadap teks Al-Qur'an. Pendekatan personal yang dilakukan wali kelas bertujuan agar siswa yang masih berada di jilid awal tetap termotivasi, sementara mereka yang sudah lancar dapat segera bersiap naik ke tingkat Al-Qur'an.

Ibu Herni menyampaikan bahwa bimbingan intensif ini sangat krusial sebagai fondasi spiritual anak didik. "Kegiatan baca tulis Iqra’ ini adalah kunci utama. Jika dasarnya sudah benar dan lancar, maka proses tahfidz atau menghafal ke depannya akan jauh lebih mudah bagi anak-anak. Saya sangat bangga melihat semangat mereka yang tidak pantang menyerah meski harus mengulang beberapa makhraj yang sulit. Harapan kami, literasi Al-Qur'an ini menjadi bekal karakter mereka selamanya," ujar Ibu Herni di sela-sela kegiatannya. (ans)

Inovasi Literasi Digital, MIN 8 Gunungkidul Garap Video Konten "Lentera Handayani"

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul)– MIN 8 Gunungkidul mulai mengambil langkah kreatif dalam memperkuat budaya literasi digital dengan memproduksi video konten bertajuk "Lentera Handayani: Dari Pojok Kelas untuk Dunia" pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan keikutsertaan madrasah dalam ajang lomba video konten literasi tahun 2026. Proses syuting yang berlangsung di lingkungan madrasah ini melibatkan enam siswa terpilih dari kelas 5 yang tampak antusias memerankan pesan-pesan positif tentang pentingnya membaca dan berkarya sejak dini.

Proses produksi video ini didampingi langsung oleh tim publikasi MIN 8 Gunungkidul yang terdiri dari Bapak Anas, Ibu Triana, Ibu Husni, dan Ibu Tina. Kolaborasi antara guru dan siswa ini bertujuan untuk mengemas kegiatan literasi yang biasanya bersifat konvensional menjadi tontonan yang menarik dan inspiratif bagi khalayak luas. Dengan memanfaatkan sudut-sudut kelas yang nyaman (pojok baca), tim kreatif berusaha menunjukkan bahwa inspirasi besar bisa lahir dari ruang kelas yang sederhana namun dikelola dengan penuh cinta.

Ibu Triana, salah satu anggota tim publikasi, menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa yang terlibat dalam proyek ini. "Melalui video 'Lentera Handayani' ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersinar. Anak-anak kelas 5 ini memiliki potensi luar biasa dalam menyampaikan pesan literasi melalui media audiovisual. Kami berharap video ini tidak hanya sekadar memenangkan lomba, tetapi benar-benar menjadi lentera yang menginspirasi siswa lain untuk lebih mencintai dunia literasi," ujarnya optimis di sela-sela proses pengambilan gambar. (ans)

Kasi Penmad Koordinasi Pengelolaan Kelas dan SDM di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., MSI., melaksanakan kunjungan kerja ke MIN 8 Gunungkidul pada Selasa, 12 Mei 2026. Agenda utama kunjungan ini adalah koordinasi strategis mengenai persiapan pengelolaan kelas dan pola pembelajaran untuk tahun ajaran baru 2026/2027. Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kepala Madrasah, Ibu Sri Hartati, S.Pd.I., M.S.I., didampingi oleh Ibu Rumiyatun, S.Pd., di ruang pimpinan madrasah.

Pertemuan tersebut membahas secara mendalam mengenai pemetaan sumber daya manusia (SDM) serta inovasi metode pembelajaran yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang. H. Supriyanto menekankan pentingnya sinkronisasi antara kualitas tenaga pendidik dengan kebutuhan kurikulum yang terus berkembang. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan bahwa MIN 8 Gunungkidul memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi manajerial kelas maupun kompetensi guru, guna memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswa.

Dalam arahannya, H. Supriyanto, S.Ag., MSI. memberikan pesan terkait penguatan kapasitas guru. "Pengelolaan SDM yang unggul adalah kunci keberhasilan madrasah. Saya berharap seluruh guru di sini terus beradaptasi dengan teknologi dan metode pembelajaran terkini agar persiapan menyambut tahun ajaran 2026/2027 berjalan optimal," tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Ibu Sri Hartati menyampaikan kesiapannya dalam menindaklanjuti arahan tersebut. "Kami sangat mengapresiasi bimbingan dari Bapak Kasi. Arahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk segera melakukan evaluasi dan penataan SDM agar proses belajar mengajar di tahun depan semakin berkualitas dan berprestasi," ungkapnya. (ans)

Kasi Penmad Tinjau Hasil Renovasi Bangunan di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul)– Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., MSI., melaksanakan kunjungan kerja ke MIN 8 Gunungkidul pada Selasa, 12 Mei 2026. Kunjungan ini difokuskan untuk melakukan survei langsung terhadap kondisi beberapa bangunan madrasah yang baru saja selesai menjalani tahap renovasi. Kehadiran Bapak Kasi disambut secara langsung oleh perwakilan pihak madrasah, yakni Ibu Tina dan Ibu Suratmini, yang kemudian mendampingi beliau berkeliling meninjau sarana dan prasarana yang telah diperbarui tersebut.

Dalam tinjauannya, H. Supriyanto memeriksa kualitas pengerjaan fisik bangunan guna memastikan bahwa fasilitas tersebut sudah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi kegiatan belajar mengajar. Renovasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu infrastruktur pendidikan di lingkungan madrasah agar para siswa memiliki lingkungan sekolah yang lebih representatif dan memotivasi. Pihak madrasah pun menunjukkan beberapa titik perubahan signifikan yang diharapkan dapat menunjang operasional sekolah ke depannya.

Terkait hasil survei tersebut, H. Supriyanto, S.Ag., MSI. memberikan komentar positif mengenai perubahan wajah madrasah ini. "Kondisi bangunan setelah renovasi ini tampak jauh lebih baik dan jauh lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang sudah bagus ini dapat dipelihara dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh warga madrasah," ujar beliau. Senada dengan hal tersebut, Ibu Suratmini turut menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. "Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Bapak Kasi. Dengan wajah baru bangunan ini, kami di madrasah menjadi lebih bersemangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak," tuturnya. (ans)

Kasi Penmad Pantau Langsung Pelaksanaan Asesmen Madrasah di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., MSI., melakukan kunjungan monitoring di MIN 8 Gunungkidul pada Selasa, 12 Mei 2026. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung jalannya Asesmen Madrasah (AM) yang sedang berlangsung. Kehadiran beliau disambut hangat oleh pihak madrasah yang tengah melaksanakan agenda ujian bagi para siswa kelas akhir.

Selama kegiatan survei tersebut, H. Supriyanto meninjau kesiapan sarana prasarana serta memastikan proses pengawasan di dalam ruang ujian berjalan sesuai dengan protokol yang ditetapkan. Beliau mengamati ketertiban siswa saat mengerjakan soal serta kelengkapan administrasi ujian yang dikelola oleh panitia setempat. Survey ini merupakan bagian dari upaya standarisasi mutu pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama guna memastikan asesmen berjalan dengan jujur, transparan, dan akuntabel.

Di akhir kunjungannya, H. Supriyanto, S.Ag., MSI. menyampaikan tanggapan positif terkait manajemen pelaksanaan ujian di madrasah tersebut. "Kami sangat mengapresiasi kesiapan panitia dan kedisiplinan pengawas di MIN 8 Gunungkidul. Jalannya asesmen terlihat sangat kondusif, didukung dengan fasilitas yang memadai sehingga para siswa dapat mengerjakan ujian dengan tenang. Kami berharap semangat ini terus terjaga hingga hari terakhir pelaksanaan agar seluruh siswa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai kompetensi mereka," tuturnya. (ans)

Pelaksanaan Asesmen Madrasah di MIN 8 Gunungkidul Berjalan Khidmat

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Asesmen Madrasah (AM) pada hari Selasa, 12 Mei 2026. Fokus ujian pada hari ini meliputi mata pelajaran Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Seluruh rangkaian kegiatan ujian dipusatkan di lingkungan madrasah dengan suasana yang tenang dan tertib guna mendukung konsentrasi para siswa dalam menjawab soal-soal yang diujikan.

Pelaksanaan asesmen dibagi ke dalam dua ruangan ujian dengan pengawasan ketat dari para pendidik. Bertindak sebagai pengawas ruang adalah Bapak Hajir Anas, Ibu Ayu, Bapak Gunawan, Ibu Triana, Ibu Ischak, dan Ibu Ana. Kehadiran para pengawas bertujuan untuk memastikan integritas dan kejujuran selama proses ujian berlangsung, serta membantu mengoordinasikan teknis pelaksanaan agar tetap sesuai dengan prosedur operasional standar yang telah ditetapkan.

Menanggapi jalannya ujian hari ini, Bapak Hajir Anas selaku salah satu pengawas memberikan apresiasinya terhadap kesiapan para siswa. "Alhamdulillah, pelaksanaan asesmen untuk mapel Bahasa Arab dan SKI hari ini berjalan sangat lancar. Anak-anak terlihat tenang dan memiliki kesiapan mental yang baik dalam menghadapi soal-soal yang ada. Kami berharap hasil yang mereka peroleh nantinya dapat mencerminkan kesungguhan mereka dalam belajar selama ini," ungkap beliau di sela-sela kegiatannya. (ans)


Kamis, 30 April 2026

MIN 8 Gunungkidul Tuntaskan TKA Hari Kedua: Fokus Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar

 


Semanu ---- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MIN 8 Gunungkidul memasuki hari kedua pada Kamis (30/4/2026) dengan fokus materi Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar. Sebanyak 42 siswa kelas 6 mengikuti ujian ini yang terbagi dalam dua sesi pelaksanaan guna memastikan efektivitas penggunaan perangkat dan jaringan. Setiap sesi kemudian dipecah kembali dalam dua ruang ujian berbeda untuk menjaga jarak dan kondusivitas suasana pengerjaan soal bagi seluruh peserta didik.

Guna menjaga integritas dan objektivitas ujian, MIN 8 Gunungkidul menerapkan sistem pengawasan silang antar-madrasah. Ruang 1 dipimpin oleh pengawas Sarifatun yang berasal dari MIN 9 Gunungkidul, sementara Ruang 2 diawasi oleh Hanifah Salsabila dari MI YAPPI Peyuyon. Seluruh jalannya ujian secara teknis dikelola oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan sinkronisasi sistem dan kelancaran akses soal bagi para siswa berjalan tanpa hambatan berarti sejak awal sesi dimulai.

Hamid Fitrianto memberikan komentar positif terkait jalannya pelaksanaan di hari terakhir ini. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi antara panitia internal dan pengawas eksternal menjadi faktor kunci keberhasilan TKA tahun ini. "Alhamdulillah, koordinasi dengan pengawas silang berjalan sangat baik dan anak-anak dapat mengerjakan soal dengan tenang tanpa kendala teknis yang signifikan pada sistem maupun jaringan," ungkap Hamid mengakhiri rangkaian kegiatan evaluasi tersebut. (tna)

Panitia MIN 8 Gunungkidul Lakukan Persiapan Intensif Sejak Dini Hari Jelang TKA 2026

 


Semanu --- Panitia Tes Kemampuan Akademik (TKA) MIN 8 Gunungkidul menunjukkan dedikasi tinggi dengan hadir lebih awal di madrasah pada Rabu (29/4/2026) dini hari. Sejak pukul 05.30 WIB, seluruh personel panitia telah bersiaga untuk memastikan segala aspek teknis dan non-teknis terpenuhi sebelum ujian dimulai. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin kelancaran pelaksanaan evaluasi akademik siswa yang menuntut kesiapan infrastruktur digital yang mumpuni di lingkungan madrasah.

Fokus utama persiapan dini hari tersebut meliputi pengecekan perangkat laptop, stabilitas jaringan internet, serta konfigurasi Safe Exam Browser (SEB) agar tidak terjadi kendala sistem saat siswa mengerjakan soal. Selain aspek perangkat keras dan perangkat lunak, panitia juga menyelesaikan kelengkapan administrasi seperti daftar hadir dan berita acara ujian. Rangkaian TKA ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis (30/4/2026), dengan pengawasan ketat untuk menjaga integritas hasil ujian.

Ketua Panitia TKA MIN 8 Gunungkidul, Rumiyatun Rohassanah, memberikan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan panitia yang telah bersiap sejak fajar. Beliau menyampaikan bahwa persiapan yang matang di awal waktu adalah kunci utama kenyamanan siswa dalam menghadapi ujian akademik. "Kami berupaya semaksimal mungkin agar kendala teknis dapat diminimalisir melalui persiapan dini ini, sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya pada pengerjaan soal tanpa rasa khawatir terhadap gangguan jaringan atau perangkat," pungkasnya. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Siap Berlaga dalam Kejurkab Drumband PDBI Gunungkidul 2026

 


Wonosari ---- Koordinator Ekstrakurikuler Drumband MIN 8 Gunungkidul, Ischak Yama Amalia, menghadiri Technical Meeting (TM) persiapan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Drumband Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (29/4/2026) di Sewoko Projo. Dalam sambutannya, Ketua PDBI Gunungkidul, Bahron Rosyid, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas partisipasi mereka yang secara konsisten mampu meningkatkan kualitas drumband di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa TM merupakan "kitab suci" dalam sebuah perlombaan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Selain Kejurkab, diumumkan pula rencana penyelenggaraan Gunungkidul Open Championship yang akan dibuka untuk kategori umum di masa mendatang.

Pelaksanaan lomba sendiri dijadwalkan pada Jumat (22/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026), di mana kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri anak-anak saat tampil di hadapan publik sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi pendidikan karakter. Dalam sesi teknis yang dipandu oleh Aldi, dijelaskan sejumlah aturan ketat, mulai dari sistem pendaftaran online hingga penentuan nomor urut peserta yang dilakukan secara otomatis oleh sistem berdasarkan urutan pendaftaran. Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum jadwal tampil untuk melakukan daftar ulang. Selain itu, aspek keamanan dan alur masuk kendaraan melalui Tugu Tobong serta pengaturan penonton juga menjadi poin penting demi kelancaran acara di GOR nanti.

MIN 8 Gunungkidul sendiri dijadwalkan akan tampil pada hari Sabtu, (23/5/2026), pukul 16.24 WIB untuk kategori lomba Display. Terkait manajemen pendukung, panitia menetapkan bahwa tiket suporter berlaku untuk satu sesi dan dapat dikoordinasikan secara kolektif melalui pelatih masing-masing dengan skema diskon 5% yang dikembalikan ke sekolah. Menariknya, pembelian tiket terbanyak juga berkesempatan mendapatkan trofi kategori favorit. Dengan persiapan yang matang melalui TM ini, MIN 8 Gunungkidul optimis dapat memberikan penampilan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas serta tata tertib yang telah ditetapkan oleh panitia. (tna)

Rabu, 29 April 2026

Hari Pertama TKA di MIN 8 Gunungkidul: Matematika dan Survei Karakter

 


Semanu ---- Sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mulai mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Rabu (29/4/2026). Pada hari pertama ini, para siswa diuji kemampuannya dalam mata pelajaran Matematika serta pengisian survei karakter untuk mengukur aspek afektif dan kepribadian siswa. Pelaksanaan tes dibagi ke dalam dua sesi untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana serta kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal-soal berbasis digital yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Kelancaran aspek teknis selama ujian berlangsung dikawal langsung oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan jaringan dan sistem aplikasi berjalan tanpa kendala. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, sistem pengawasan dilakukan secara silang antar-madrasah untuk menjaga objektivitas dan integritas hasil ujian. Ruang 1 diawasi oleh Sarifatun dari MIN 9 Gunungkidul, sementara Ruang 2 berada di bawah pengawasan Hanifah Salsabila dari MI Yappi Peyuyon.

Rumiyatun Rohassanah, salah satu panitia ujian di MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari agar siswa siap secara mental maupun teknis. Ia merasa bersyukur karena koordinasi dengan pengawas silang berjalan sangat baik sehingga suasana ujian terasa sangat kondusif. "Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama ini berjalan tertib. Anak-anak terlihat fokus meskipun menghadapi mata pelajaran Matematika. Kehadiran pengawas dari madrasah lain juga memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk tetap disiplin dan percaya diri dengan kemampuan sendiri," tuturnya. (tna)

Tanggung Jawab dan Kebersihan Jadi Sorotan Utama Upacara Senin di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Seluruh siswa dan tenaga pendidik MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (27/4/2026) di halaman madrasah. Upacara kali ini berlangsung dengan tertib dan khidmat berkat kesiapan para petugas upacara yang berasal dari siswa kelas 5. Penampilan para petugas kelas 5 ini mendapat apresiasi karena mampu menjalankan tanggung jawab mereka, mulai dari pengibaran bendera hingga pemimpin upacara, dengan disiplin yang tinggi.

Dalam amanatnya, pembina upacara Agustina Kusumawati menekankan pentingnya bagi setiap siswa untuk memahami tanggung jawab utama mereka. Beliau berpesan agar seluruh siswa senantiasa tekun belajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan guru, serta tidak melupakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan pondasi utama terciptanya kenyamanan dalam menyerap ilmu pengetahuan setiap harinya.

Selain memberikan arahan umum, Agustina juga secara khusus memberikan pesan dukungan bagi siswa kelas 6 yang tengah bersiap menghadapi serangkaian ujian akhir. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk mendoakan agar kakak kelas mereka diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian. "Tetap fokus dan jaga kesehatan untuk anak-anakku kelas 6. Serangkaian ujian di depan mata adalah gerbang menuju kesuksesan kalian selanjutnya," tutur beliau menutup amanat upacara. (tna)

 

Semangat Kolaborasi Guru MIN 8 Gunungkidul: Menyelami KBC Melalui Kerja Kelompok

 


Semanu ---- Jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam dengan metode yang sangat interaktif pada Jumat (24/4/2026). Dalam sesi teknis, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas dan rumpun mata pelajaran yang mereka ampu. Kolaborasi ini melibatkan pertukaran ide antara guru MIN 8 Gunungkidul dengan pendidik dari empat madrasah lain di wilayah Kapanewon Semanu, menciptakan ruang diskusi yang dinamis untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih humanis.

Fokus utama dari kerja kelompok ini adalah praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kasih sayang dan kedalaman materi. Setiap kelompok ditantang untuk merancang skenario kelas yang mampu menyentuh aspek emosional siswa sekaligus memastikan pemahaman konsep secara tuntas. Setelah penyusunan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rancangan RPP mereka di depan peserta lain dan pengawas madrasah, Susiyati, untuk mendapatkan masukan serta evaluasi demi kesempurnaan implementasi di lapangan.

Suratmini, guru kelas 2 MIN 8 Gunungkidul, menyatakan bahwa metode kerja berkelompok sesuai jenjang ini sangat efektif dalam membedah kendala spesifik di kelas rendah. Menurutnya, praktik langsung membuat RPP membantu guru memvisualisasikan bagaimana "cinta" diaplikasikan dalam langkah-langkah pembelajaran yang nyata. "Melalui diskusi antarguru kelas ini, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk membuat suasana kelas 2 menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Dengan RPP yang kami susun bersama, saya yakin materi yang sulit sekalipun akan lebih mudah diterima oleh anak-anak karena disampaikan dengan pendekatan hati," pungkas Suratmini. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Seluruh jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026). Pelatihan ini menghadirkan Susiyati, selaku Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi pengajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui pendekatan yang penuh kasih sayang dan pemahaman materi yang mendalam.

Dalam sesi materi, Susiyati menekankan bahwa kurikulum ini mengajak guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga siswa dapat mengeksplorasi potensi mereka tanpa rasa takut. Pendekatan deep learning yang dipaparkan mengarahkan guru untuk tidak sekadar mengejar ketuntasan kurikulum, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami esensi dari setiap materi yang diajarkan. Para guru MIN 8 Gunungkidul terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi penerapan metode ini untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengimplementasikannya di ruang kelas.

Ana Roisah, salah satu guru di MIN 8 Gunungkidul, memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Ia merasa bahwa pelatihan ini memberikan panduan praktis tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan emosional ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. "Materi dari Ibu Susiyati sangat relevan dengan kebutuhan kami saat ini. Melalui kurikulum berbasis cinta ini, kami diingatkan kembali bahwa hubungan yang harmonis antara guru dan murid adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” tutur Ana Roisah. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Sambut Hangat Peserta Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, secara resmi membuka acara pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, pemateri dari Kantor Kemenag Gunungkidul, serta para guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kapanewon Semanu yang telah hadir. Sri Hartati menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana peningkatan mutu pendidikan di wilayah Semanu.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para peserta di tengah kesibukan jadwal akademik. Sri Hartati memberikan penghargaan tinggi kepada Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu yang telah mempercayakan MIN 8 Gunungkidul sebagai tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, antusiasme kehadiran guru dari lima madrasah yang terlibat menunjukkan komitmen kuat dalam membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan madrasah yang lebih humanis.

Menutup sambutannya, Sri Hartati berharap agar pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal berharga bagi para guru dalam mengelola kelas. Beliau berharap prinsip "Kurikulum Berbasis Cinta" dapat segera diimplementasikan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan penuh kasih sayang. "Semoga acara ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua, serta mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter," pungkasnya. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran pada Jumat (24/4/2026). Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu ini menghadirkan Pengawas Madrasah dari Kantor Kemenag Gunungkidul, Susiyati, sebagai pemateri utama. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan pendekatan pedagogis yang mengedepankan empati serta kedalaman pemahaman materi agar tercipta suasana belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah yang ada di wilayah Kapanewon Semanu. Sebanyak lima madrasah turut berpartisipasi aktif dalam forum ini, yaitu MIN 8 Gunungkidul, MI Muhammadiyah Semanu, MI YAPPI Peyuyon, MI YAPPI Sendang, dan MI Muhammadiyah Munggur. Kehadiran para guru dari berbagai institusi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah dalam mengadopsi inovasi kurikulum terbaru yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas karakter dan literasi peserta didik.

Suwari, salah satu guru dari MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini di madrasahnya. Menurutnya, konsep kurikulum berbasis cinta memberikan perspektif baru dalam membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa di kelas. "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami bahwa mengajar bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati siswa. Dengan pendekatan deep learning, kami berharap anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar menghayati setiap pelajaran yang diberikan," ungkap Suwari di sela-sela kegiatan. (tna)

Jumat, 24 April 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Workshop Penulisan Festival Literasi

 


Semanu ---- Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, Dewi Susilowati, seorang guru di MIN 8 Gunungkidul, turut serta dalam acara "Workshop Penulisan Festival Literasi" yang diselenggarakan pada hari Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kulon Progo ini mengusung tema "Merawat Damai, Menjaga Negeri". Festival literasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan bulan literasi dan menumbuhkan semangat menulis di lingkungan madrasah. Workshop ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi dalam mengembangkan kemampuan menulis mereka.

Rangkaian acara workshop ini diawali dengan pembukaan oleh Vitriyamardiyati dari Komunitas Yuk Menulis, yang memberikan kata sambutan dan motivasi bagi para peserta. Selanjutnya, sesi materi pertama, "Workshop Menulis Puisi", dipaparkan oleh Nur Hidayati, guru dari MAN 1 Kulon Progo. Nur Hidayati menjelaskan teknik-teknik dalam menulis puisi yang menyentuh hati dan sesuai dengan tema. Tak hanya puisi, workshop ini juga menghadirkan sesi "Workshop Menulis Kultum" yang dibawakan oleh Sutanto, seorang pegiat literasi dari MTs N 3 Bantul. Dalam sesi ini, Sutanto menjelaskan tentang pengantar kultum, makna damai, struktur kultum, teknik menulis kultum yang efektif, tema damai, dan ketentuan penulisan kultum. Kedua sesi ini memberikan wawasan yang mendalam dan inspirasi bagi Dewi Susilowati dan para peserta lainnya dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis mereka.

Sejalan dengan tema workshop, yaitu "Merawat Damai, Menjaga Negeri", panitia juga mengumumkan adanya Lomba Cipta Puisi tingkat provinsi. Lomba ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para peserta, termasuk Dewi Susilowati. Setelah sesi materi, workshop ini dilanjutkan dengan informasi mengenai pengumpulan naskah dan kriteria penilaian. Ketepatan waktu, diksi, dan kesesuaian tema menjadi poin-poin penting yang harus diperhatikan oleh para peserta yang ingin berpartisipasi dalam lomba. Festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan semangat literasi di kalangan guru dan siswa, serta dapat menjadi wadah untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka dalam bentuk karya tulis yang bermakna. Selain itu, festival literasi ini juga bertujuan untuk mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam mengajar dan memberikan inspirasi bagi siswa-siswanya.

Dewi Susilowati, guru MIN 8 Gunungkidul, merasa sangat terbantu dan terinspirasi setelah mengikuti workshop ini. Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah, mengikuti workshop literasi ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru. Saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru tentang teknik menulis puisi dan kultum, serta tips-tips untuk membuat karya tulis yang menarik dan bermakna. Materi-materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis siswa. Saya berharap dapat menerapkan ilmu yang telah saya peroleh untuk membimbing dan menginspirasi siswa-siswa di MIN 8 Gunungkidul agar lebih gemar menulis dan membaca. Workshop ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri demi kemajuan literasi di madrasah." (tna)

Kamis, 23 April 2026

MIN 8 Gunungkidul Bersiap Jadi Tuan Rumah Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul tengah bersiap menyambut momentum istimewa sebagai tuan rumah acara Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang akan diikuti oleh seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kapanewon Semanu. Acara yang bertujuan untuk memperkuat pendekatan humanis dalam pendidikan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (24/4/2026).

Guna memastikan kenyamanan para tamu, seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul terlihat kompak melakukan persiapan intensif pada Kamis siang (23/4/2026). Segera setelah para siswa pulang sekolah, area madrasah disulap menjadi ruang pertemuan yang representatif. Para guru bahu-membahu menata meja dan kursi, menyapu, hingga mengepel lantai setiap sudut ruangan untuk memastikan kebersihan terjaga. Suasana gotong royong tampak sangat kental demi memberikan pelayanan terbaik bagi rekan-rekan sejawat mereka besok.

Tidak hanya fokus pada kebersihan, detail estetika juga menjadi perhatian serius dalam persiapan tersebut. Para guru tampak telaten memasang taplak meja yang rapi dan menambahkan berbagai ornamen pendukung lainnya untuk menciptakan atmosfer ruang yang nyaman dan hangat. Persiapan yang matang ini diharapkan dapat mendukung kelancaran diskusi selama workshop berlangsung, sehingga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat tersampaikan dengan maksimal dan segera diimplementasikan di madrasah masing-masing. (tna)

Persiapan IHT, Kepala MIN 8 Gunungkidul Koordinasi dengan KKMI

 


Ponjong ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri rapat koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan pada Selasa (21/04/2026). Pertemuan yang bertempat di MIN 11 Gunungkidul ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) serta perwakilan Kepala Madrasah Swasta se-Kabupaten Gunungkidul. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menyelaraskan persepsi dan memantapkan koordinasi antar-pimpinan madrasah demi kemajuan mutu pendidikan.

Agenda utama rapat tersebut membahas secara mendalam persiapan pelaksanaan In House Training (IHT) di lingkungan Kementerian Agama. IHT merupakan program pelatihan internal yang dirancang khusus bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kompetensi profesional, kualitas pembelajaran, serta pemantapan implementasi Kurikulum Merdeka. Sebagai agenda rutin menjelang tahun ajaran baru, IHT kali ini dipandang sangat krusial sebagai sarana penguatan teknis agar para pendidik mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, kegiatan IHT tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (04/05/2026) mendatang dengan mengambil lokasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO). Dengan adanya persiapan yang matang melalui rapat KKMI ini, diharapkan seluruh madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Gunungkidul memiliki kesiapan yang seragam dalam menyongsong tahun ajaran baru. Sri Hartati berharap melalui IHT nanti, para guru di MIN 8 Gunungkidul khususnya dapat semakin siap dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. (tna)

Siswa MIN 8 Gunungkidul Intensif Latihan Drumband Jelang Kejurkab Mei Mendatang

 


Semanu ---- Siswa-siswi MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan rutin ekstrakurikuler drumband pada Rabu (22/04/2026). Di bawah arahan pelatih Rinto Ari Wibowo, para peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 tampak antusias mengasah ketangkasan dalam memainkan alat musik serta menjaga kekompakan baris-berbaris. Latihan intensif ini dilakukan sebagai langkah persiapan serius guna menghadapi ajang bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Drumband Gunungkidul yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei mendatang.

Dewi Susilowati, selaku wali kelas 5, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap semangat para siswa. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan juga wadah untuk membentuk karakter disiplin dan kerja sama tim. "Kami melihat perkembangan yang signifikan dari anak-anak. Melalui drumband, mereka belajar bahwa harmoni hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kekompakan. Kami berharap mereka bisa memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik madrasah di tingkat kabupaten nanti," ujar Dewi di sela-sela memantau latihan.

Mengingat jadwal latihan yang semakin padat dan cuaca yang tidak menentu, pihak madrasah juga menekankan pentingnya menjaga stamina. Para siswa diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan fisik agar tetap prima hingga hari perlombaan tiba. Selain instruksi teknis, guru dan pelatih secara tegas melarang siswa untuk jajan sembarangan demi menghindari gangguan kesehatan seperti batuk atau radang tenggorokan yang dapat menghambat performa mereka saat bertanding. (tna)

BPP MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat Koordinasi Aset BMN Rusak Berat


Semanu ---- Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) MIN 8 Gunungkidul, Suprapto, menghadiri rapat koordinasi terkait tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai aset Barang Milik Negara (BMN) dalam kondisi rusak berat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (21/4/2026), bertempat di RM "Bocae DW" Ngepos, Semanu. Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi setiap satuan kerja untuk menyelaraskan data dan penanganan aset negara sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, termasuk Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Dikmad), Supriyanto. Dalam kesempatan tersebut, dibahas mekanisme pengumpulan serta penyerahan BMN yang sudah tidak layak pakai agar proses administrasi penghapusan aset dapat berjalan tertib. Kehadiran para pejabat struktural ini menegaskan urgensi penyelesaian temuan BPK demi menjaga akuntabilitas laporan keuangan kementerian.

Selain diikuti oleh BPP dari berbagai madrasah, acara ini dihadiri oleh total 40 peserta yang terdiri dari unsur keuangan, pengelola BMN, hingga humas. Setiap satuan kerja diminta untuk menyiapkan data dukung yang akurat mengenai aset rusak berat di instansi masing-masing. Melalui koordinasi ini, diharapkan pengelolaan aset di lingkungan Kemenag Gunungkidul, khususnya di MIN 8 Gunungkidul, menjadi lebih transparan dan sesuai dengan standar tata kelola yang ditetapkan (tna)


Rabu, 22 April 2026

Hujan Bukan Halangan, Karateka Muda MIN 8 Gunungkidul Tetap Tangguh Berlatih

 


Semanu ---- Cuaca hujan yang menyelimuti wilayah Gunungkidul pada Rabu (22/4/2026) siang menjelang sore tidak menyurutkan semangat para siswa MIN 8 Gunungkidul untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate. Mengingat kondisi cuaca yang tidak mendukung untuk latihan di lapangan terbuka, sesi latihan dialihkan ke area hall madrasah agar para peserta tetap dapat berlatih dengan aman dan nyaman. Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh siswa dari kelas 3, 4, dan 5 yang memiliki minat besar dalam olahraga bela diri asal Jepang tersebut.

Di bawah arahan pelatih Wibowo, para siswa tampak serius mengikuti setiap instruksi, mulai dari teknik dasar pukulan, tangkisan, hingga gerakan kata. Pelatih Wibowo menekankan bahwa kedisiplinan dan konsistensi adalah kunci utama dalam karate, sehingga latihan harus tetap berjalan dalam kondisi cuaca apa pun. Ruang hall madrasah pun dipenuhi dengan suara teriakan "kiai" yang lantang, mencerminkan energi positif dan daya juang tinggi dari para karateka muda MIN 8 Gunungkidul.

Ekstrakurikuler karate ini merupakan salah satu program unggulan madrasah untuk membentuk karakter, fisik, dan mental siswa. Dengan jadwal rutin satu minggu sekali, diharapkan bakat-bakat non-akademik siswa dapat terwadahi dengan baik hingga mampu mencetak prestasi di tingkat daerah maupun nasional. Meski berlangsung di dalam ruangan karena hujan, sesi latihan kali ini tetap berjalan efektif dan ditutup dengan semangat kebersamaan yang kuat antar siswa. (tna)



Bedah Minat Belajar Matematika, Siswa Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Jadi Subjek Riset STAIYO

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul kembali menjadi mitra penelitian bagi akademisi dengan menyambut kehadiran mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Yogyakarta (STAIYO), Angelica Putri Arianto, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Kunjungan ini difokuskan di kelas 5 dengan agenda utama melakukan analisis mendalam mengenai minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika. Kehadiran ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengumpulkan data autentik untuk memenuhi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Publikasi Artikel Ilmiah.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi langsung di dalam kelas serta menyebarkan angket kepada seluruh siswa kelas 5. Instrumen penelitian tersebut dirancang untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi ketertarikan siswa terhadap angka dan logika matematika. Data yang diperoleh dari angket ini nantinya akan diolah dan disusun menjadi sebuah artikel ilmiah yang akan dipublikasikan, memberikan gambaran objektif mengenai dinamika pembelajaran matematika di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Hamid Fitrianto, selaku guru mata pelajaran matematika yang mendampingi jalannya penelitian, menyambut positif inisiatif tersebut. "Kami sangat mendukung kegiatan penelitian ini karena hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan mengetahui tingkat minat belajar siswa secara terukur melalui angket, kami bisa merumuskan strategi pembelajaran yang lebih menyenangkan dan tepat sasaran bagi anak-anak kelas 5 ke depannya," ujar Hamid. Sinergi antara praktisi pendidikan dan mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan metode pembelajaran matematika yang lebih efektif. (tna)

Kreatif! Siswa Kelas 4 Belajar Olah Limbah Anorganik dalam Kunjungan Mahasiswa STAIYO

 


Semanu --- MIN 8 Gunungkidul menerima kunjungan edukatif dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Yogyakarta (STAIYO), Indra Wahyu Septiyani, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Kehadiran mahasiswa tersebut difokuskan pada kelas 4 untuk mengisi mata pelajaran Seni Budaya dengan materi kreatif berupa pemanfaatan limbah anorganik dari tutup botol bekas. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengambilan data penelitian sekaligus penyebaran angket guna memenuhi komponen penilaian Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Publikasi Artikel Ilmiah.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, para siswa tampak antusias mengubah limbah tutup botol yang tidak terpakai menjadi berbagai kreasi seni yang bernilai estetis. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kreativitas siswa dalam mengelola sampah anorganik serta efektivitas metode pembelajaran praktik dalam menghasilkan karya ilmiah yang valid. Melalui pengisian angket, mahasiswa bersangkutan mengumpulkan data primer yang nantinya akan disusun menjadi sebuah artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan mata kuliah tersebut.

Wali kelas 4, Herni Uswatun Hasanah, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, memberikan apresiasi atas kolaborasi akademis ini. "Kami sangat terbuka dengan kehadiran mahasiswa penelitian seperti ini, karena selain membantu tugas akademik mereka, siswa kami juga mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan segar. Materi pemanfaatan limbah sangat relevan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak sejak dini melalui karya seni nyata," ujar Herni. (tna)

Literasi Tanpa Batas: Saat Perpustakaan Daerah "Jemput Bola" ke MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Halaman MIN 8 Gunungkidul tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu pagi dengan hadirnya layanan Mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran armada buku ini merupakan bagian dari program rutin dua mingguan yang bertujuan untuk mendekatkan akses bacaan berkualitas kepada para siswa. Pada kunjungan kali ini, jadwal peminjaman dikhususkan bagi siswa kelas 2 dan 3, yang terlihat sangat antusias menyerbu rak-rak buku di dalam mobil untuk mencari bacaan favorit mereka.

Koordinator Perpustakaan MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menyambut baik konsistensi layanan ini dalam mendukung budaya literasi di lingkungan madrasah. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mobil perpustakaan keliling yang hadir secara rutin setiap dua minggu. Dengan adanya variasi koleksi buku yang selalu diperbarui, minat baca siswa, khususnya kelas 2 dan 3, menjadi semakin meningkat karena mereka bisa mendapatkan referensi bacaan yang lebih luas di luar madrasah," ungkap Dewi di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang peminjaman buku semata, tetapi juga menjadi stimulus bagi siswa untuk lebih mencintai dunia literasi sejak dini. Dengan jadwal yang teratur, pihak madrasah dapat mengintegrasikan kunjungan ini ke dalam jadwal literasi kelas sehingga proses edukasi berjalan lebih efektif. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Gunungkidul, MIN 8 Gunungkidul berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang cerdas dan berwawasan luas melalui kebiasaan membaca. (tna)