Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Sabtu, 18 Juli 2026

Sinkronisasi Layanan Kesehatan Sekolah, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rakor UKS di Pawon Jonge Semanu

 

SEMANU – Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) demi kenyamanan dan kesehatan anak didik, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) UKS tingkat kecamatan pada Kamis, 16 Juli 2026. Pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Puskesmas Semanu 1 ini bertempat di RM Pawon Jonge, Semanu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Semanu 1,  Jumantoro, S.Si.T., Ners., M.M., serta Panewu Kapanewon Semanu,  Anik Suprihatin, S.IP., MAP. Kehadiran perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menegaskan komitmen madrasah untuk bersinergi dengan lintas sektor demi menyukseskan program-program pemeliharaan kesehatan usia sekolah.

Fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut berpusat pada dua agenda utama, yakni implementasi CKG (Cek Kesehatan Guru) dan Sosialisasi Stratifikasi UKS. Dalam pemaparannya, pihak puskesmas menekankan pentingnya standarisasi mutu UKS melalui instrumen stratifikasi agar kualitas pelayanan kesehatan di sekolah terukur secara jelas, mulai dari strata minimal hingga paripurna. Dari pihak MIN 8 Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara intensif oleh  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. Selaku penanggung jawab teknis kesehatan dan olahraga di madrasah, beliau menyerap berbagai pengarahan terkait pengisian aplikasi, pelaporan kesehatan, serta pemenuhan indikator fisik ruang UKS yang sesuai standar nasional.

Seusai mengikuti jalannya rakor tersebut,  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai langkah tindak lanjut yang akan diambil untuk madrasah tempatnya mengabdi. "Alhamdulillah, rakor UKS di Pawon Jonge ini memberikan panduan yang sangat jelas bagi kami dalam menaikkan level atau stratifikasi UKS di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas. Arahan dari  Jumantoro dan  Anik Suprihatin sangat memotivasi kami untuk segera memetakan kelayakan fasilitas serta penguatan program UKS, termasuk kesehatan para guru melalui CKG. Sepulang dari rakor ini, kami akan langsung berkoordinasi dengan Kepala Madrasah dan tim untuk membenahi indikator yang masih kurang, agar UKS MIN 8 mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang prima dan representatif bagi seluruh siswa," ujar  Anas dengan penuh optimisme. (ans)

 

Wujudkan Madrasah Sehat dan Adiwiyata, Murid MIN 8 Gunungkidul Edukasi Cuci Tangan dan Jajanan Sehat Bersama Puskesmas Semanu 1

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, MIN 8 Gunungkidul menggelar kegiatan sosialisasi Madrasah Sehat dan Adiwiyata pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman dan ruang kelas madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Pihak madrasah memandang edukasi ini sangat penting sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan fisik para siswa, sekaligus menyelaraskan program madrasah menuju sekolah Adiwiyata yang berkomitmen pada kelestarian lingkungan dan pembiasaan hidup bersih sejak dini.

Sesi sosialisasi dan edukasi kali ini menghadirkan tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Semanu 1 sebagai narasumber. Dengan metode penyampaian yang interaktif, menyenangkan, dan ramah anak, tim medis memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan konsumsi pangan yang aman. Para murid diajak mempraktikkan langsung gerakan 6 langkah mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, petugas Puskesmas Semanu 1 juga memberikan panduan taktis kepada siswa tentang cara memilih jajanan sehat di kantin atau luar sekolah, serta mengenali ciri-ciri makanan yang berbahaya atau bebas dari zat pengawet dan pewarna buatan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar positif dan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin dengan pihak kesehatan. "Alhamdulillah, sosialisasi bersama Puskesmas Semanu 1 ini berjalan dengan sangat sukses dan anak-anak sangat antusias mempraktikkan cara cuci tangan yang benar. Sebagai madrasah yang menuju Adiwiyata, kesehatan siswa dan kebersihan lingkungan adalah modal utama. Kami berharap setelah edukasi ini, anak-anak kelas 1 sampai 6 tidak hanya sekadar tahu teorinya, tetapi benar-benar menerapkan kebiasaan cuci tangan sebelum makan dan lebih selektif memilih jajanan yang sehat demi menjaga kondisi tubuh mereka agar selalu prima dalam menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh senyum. (ans)

 

Kamis, 16 Juli 2026

Deteksi Dini Kesehatan Anak, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Zoom Survey Kusta bersama Peneliti Leiden University

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka mendukung program deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan anak sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul, dua guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti pertemuan daring (Zoom) sosialisasi survei kusta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kedua guru tersebut adalah  Ayu Nurhidayati, M.S.I. dan  Ana Roisah, S.Pd.I. Partisipasi aktif jajaran pendidik MIN 8 Gunungkidul dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian madrasah terhadap kesehatan fisik para siswa, mengingat deteksi dini penyakit menular sangat krusial untuk menjamin kelangsungan proses belajar-mengajar yang aman dan kondusif.

Sesi sosialisasi daring ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu  Hana Krismawati yang merupakan peneliti dari Leiden University Center of Infectious Diseases (LUCID), Belanda. Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan secara detail mengenai gejala awal penyakit kusta pada anak-anak, langkah screening atau survei yang ramah anak, serta pentingnya menghilangkan stigmata negatif di lingkungan sekolah. Kehadiran pakar global ini memberikan wawasan baru yang komprehensif bagi para guru di Gunungkidul mengenai metode pencegahan penyakit infeksi kulit secara ilmiah dan aplikatif untuk diterapkan di lingkungan kelas masing-masing.

Seusai mengikuti jalannya seminar daring tersebut,  Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar positif mengenai urgensi materi yang telah dipaparkan. "Alhamdulillah, sosialisasi melalui Zoom hari ini membuka mata kami mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit kusta pada usia sekolah. Pemaparan dari  Hana Krismawati dari LUCID sangat jelas dan ilmiah, namun tetap praktis untuk kami pahami sebagai pendidik. Melalui bekal pengetahuan baru ini, saya bersama  Ayu berkomitmen untuk membantu melakukan skrining awal yang bijak, memberikan pemahaman kesehatan kepada para siswa tanpa memicu rasa takut, serta terus mengedukasi warga MIN 8 Gunungkidul mengenai pentingnya menjaga kebersihan kulit dan lingkungan guna mencegah penyakit menular," ujar  Ana Roisah dengan penuh tanggung jawab. (ans)



Perkuat Peran Pendidik dalam Mitigasi, Seluruh GTK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana bersama Tagana

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menyadari peran krusial pendidik sebagai garda terdepan keselamatan siswa saat darurat, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul mengikuti sesi sosialisasi khusus kesiapsiagaan bencana pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan madrasah ini berjalan beriringan dengan simulasi gempa bumi yang diikuti oleh para siswa. Melalui pembekalan ini, pihak madrasah berkomitmen untuk menyamakan persepsi, mematangkan jalur komando evakuasi, serta memastikan setiap guru dan staf memiliki kesiapan mental serta pemahaman teknis yang matang dalam melindungi anak didik jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Sesi sosialisasi yang berlangsung secara intensif ini disampaikan langsung oleh koordinator tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul,  Suharta. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas mengenai manajemen kebencanaan di lingkungan sekolah, pemetaan titik rawan di area madrasah, serta prosedur standar operasional (SOP) penyelamatan siswa. Suasana sosialisasi tampak sangat hidup dan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dan diskusi dinamis dari  dan  guru. Mereka sangat antusias berkonsultasi mengenai taktik mengatasi kepanikan massal anak-anak di dalam kelas, penanganan siswa berkebutuhan khusus saat evakuasi, hingga pembagian tugas penyelamatan dokumen penting madrasah.

Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi luar biasa terhadap keaktifan jajaran GTK dalam sesi tanya jawab bersama narasumber tersebut. "Alhamdulillah, sosialisasi penunjang kesiapsiagaan bencana untuk guru dan tenaga kependidikan hari ini berjalan sangat interaktif dan produktif. Saya sangat bangga melihat keaktifan - guru yang mengajukan banyak pertanyaan kritis kepada  Suharta. Sebagai orang tua siswa selama di madrasah, GTK harus memiliki refleks cepat dan pengetahuan mitigasi yang mumpuni. Pertanyaan-pertanyaan tadi membuktikan bahwa kami semua sangat peduli dan berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan belajar di MIN 8 yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga aman, tangguh, dan siaga terhadap bencana," tegas  Sri Hartati. (ans)

 

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Seluruh Murid MIN 8 Gunungkidul Ikuti Simulasi Penyelamatan Diri dari Gempa Bumi

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Sebagai upaya nyata dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah, MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan Simulasi Penyelamatan Diri Saat Gempa Bumi pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan edukatif dan aplikatif yang berlangsung di lingkungan madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, beserta segenap guru dan tenaga kependidikan. Mengingat wilayah Gunungkidul termasuk daerah rawan aktivitas seismik, pelatihan ini dinilai sangat krusial guna membekali seluruh warga madrasah dengan pengetahuan mitigasi yang tepat sejak dini agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi dan simulasi ini, pihak madrasah bekerja sama dengan tim ahli dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gunungkidul. Tim Tagana yang hadir di lokasi dikoordinasi langsung oleh  Suharta. Di bawah bimbingan para relawan profesional, para murid mula-mula diberikan pemahaman teoritis mengenai tanda-tanda gempa bumi, dilanjutkan dengan praktik taktis penyelamatan diri, seperti metode melindungi kepala di bawah meja, menghindari kaca, hingga teknik evakuasi mandiri secara tertib menuju titik kumpul di lapangan terbuka saat sirine tanda bahaya dnyikan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian simulasi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi tinggi dan komentar positif atas terselenggaranya kegiatan mitigasi bencana ini. "Alhamdulillah, simulasi penyelamatan diri hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib, dari anak-anak kelas 1 yang baru masuk hingga kelas 6 semuanya sangat responsif mengikuti instruksi. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Suharta dan seluruh tim Tagana Gunungkidul yang telah melatih anak-anak kami dengan metode yang mudah dipahami. Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh murid dan warga MIN 8 Gunungkidul tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental serta keterampilan refleks yang benar untuk menyelamatkan diri demi keselamatan bersama," tutur  Sri Hartati dengan penuh mantap. (ans)

 


Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan, Murid Kelas 1 MIN 8 Gunungkidul Belajar Menanam Bibit Sayur di MATAMUDA


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki hari ketiga Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) pada Rabu, 15 Juli 2026, MIN 8 Gunungkidul mengajak para peserta didik baru kelas 1 untuk berinteraksi langsung dengan alam. Bertempat di area taman madrasah, para siswa mengikuti kegiatan edukatif bertajuk "Aksi Menanam Bibit Sayuran di Polybag Pribadi". Kegiatan luar ruangan (outdoor) ini dirancang secara khusus untuk memperkenalkan konsep cinta makhluk hidup sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman motorik yang menyenangkan bagi anak-anak melalui aktivitas bercocok tanam yang sederhana dan aplikatif.

Jalannya kegiatan menanam yang seru ini didampingi penuh oleh dua guru kelas, yaitu  Dewi Susilowati, S.Pd. dan  Herni Uswatun Hasanah, S.Pd. Dengan penuh antusias, jemari mungil para murid baru ini mulai belajar memasukkan media tanah ke dalam polybag masing-masing, melubanginya perlahan, lalu menaruh bibit tanaman sayur dengan hati-hati. Kedua guru pendamping dengan sabar memberikan arahan tentang cara menanam yang benar, menjelaskan pentingnya menyiram tanaman secara teratur, serta bagaimana sinar matahari membantu tanaman-tanaman tersebut tumbuh subur dan membawa manfaat bagi manusia.

Seusai mendampingi anak-anak berkebun,  Dewi Susilowati. memberikan komentar hangat mengenai antusiasme dan nilai karakter yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. "Alhamdulillah, anak-anak kelas 1 sangat gembira hari ini, mereka sama sekali tidak takut kotor saat menyentuh tanah dan bibit tanaman. Melalui aksi menanam di polybag pribadi ini, kami ingin menanamkan rasa syukur dan tanggung jawab dalam diri mereka untuk merawat sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Setiap anak membawa pulang polybag-nya masing-masing untuk dirawat di rumah, dengan harapan proses memantau pertumbuhan sayuran ini dapat melatih kesabaran serta rasa cinta mereka terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini," tutur  Dewi Susilowati dengan senyum bangga. (ans)

 

Asah Kreativitas dan Ekspresi Diri, Murid Baru MIN 8 Gunungkidul Warnai Gambar "Madrasahku Rumah Keduaku" di Hari Kedua MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Kemeriahan hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MIN 8 Gunungkidul berlanjut dengan kegiatan seni yang menyenangkan pada Selasa, 14 Juli 2026. Guna memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, pihak madrasah menggelar aktivitas mewarnai kertas gambar bertema "Madrasahku Rumah Keduaku" khusus untuk seluruh murid baru kelas 1. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan motorik halus anak, tetapi juga untuk menanamkan rasa memiliki dan rasa nyaman dalam diri para siswa bahwa madrasah adalah lingkungan yang aman dan menyenangkan layaknya rumah mereka sendiri.

Aktivitas kreatif yang berlangsung di ruang kelas satu ini berjalan sangat santai namun produktif dengan didampingi langsung oleh Ayu Nurhidayati, M.S.I dan Ana Roisah, S.Pd.I. Untuk membangun suasana belajar yang ceria dan merangsang konsentrasi anak, proses mewarnai diiringi oleh alunan musik anak-anak yang riang dan mendidik. Sambil bersenandung kecil, para murid baru tampak sangat antusias menggoreskan krayon warna-warni di atas kertas gambar mereka. Sesekali kedua guru pendamping berkeliling memberikan motivasi, membantu mengarahkan teknik mewarnai yang rapi, serta mengapresiasi keunikan kombinasi warna yang dipilih oleh masing-masing siswa.

Seusai mendampingi anak-anak menumpahkan kreativitasnya,  Ayu memberikan komentar hangat mengenai jalannya kegiatan ekspresi diri ini. "Alhamdulillah, suasana kelas hari ini sangat hidup dan dipenuhi energi positif. Lewat tema 'Madrasahku Rumah Keduaku' yang dipadukan dengan iringan musik ceria, kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar di MIN 8 Gunungkidul itu seru, tidak menegangkan, dan penuh warna. Mewarnai adalah media ekspresi yang sangat jujur bagi anak usia dini. Kami sangat bangga melihat kepercayaan diri mereka yang mulai tumbuh, dan semoga perasaan senang hari ini membuat mereka selalu rindu untuk kembali belajar dan bermain di madrasah tercinta ini," tutur  Ayu dengan senyum ramah. (ans)



 

Rabu, 15 Juli 2026

Pupuk Sikap Toleransi Sejak Dini, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Belajar Moderasi Beragama lewat Video Animasi di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Melanjutkan rangkaian hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) pada Selasa, 14 Juli 2026, MIN 8 Gunungkidul menggelar sesi edukasi yang sangat fundamental mengenai Moderasi Beragama bagi siswa baru kelas 1. Bertempat di ruang kelas, kegiatan ini dikemas secara menarik dengan mengusung tema "Pengenalan Indahnya Perbedaan dan Kerukunan Berbangsa melalui Video Animasi". Pengenalan nilai-nilai moderasi sejak usia dini ini dipandang sangat penting oleh pihak madrasah sebagai langkah awal membentuk generasi yang inklusif, menghargai keberagaman, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Jalannya kegiatan pemutaran video animasi yang edukatif ini berjalan dengan penuh kehangatan dan keceriaan dengan didampingi langsung oleh Ninik Nuryanti, S.Pd.I. dan Triana Erningsih, S.Pd. Melalui tayangan visual yang penuh warna dan karakter-karakter yang ramah anak, para murid baru diajak memahami konsep toleransi, indahnya saling menghormati pemeluk agama yang berbeda, serta pentingnya menjaga kerukunan antarsesama teman. Setelah pemutaran video selesai, kedua guru pendamping tersebut mengajak anak-anak melakukan tanya jawab interaktif dan bernyanyi bersama tentang persatuan, guna memperkuat pemahaman nilai-nilai kebersamaan yang baru saja mereka saksikan.

Seusai mendampingi jalannya aktivitas tersebut, Ninik Nuryati, S.Pd. memberikan komentar mendalam mengenai pentingnya penanaman nilai toleransi ini bagi anak didik di tingkat dasar. "Alhamdulillah, melalui media video animasi, anak-anak kelas 1 bisa dengan mudah menangkap pesan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus diperdebatkan, melainkan sebuah keindahan yang patut disyukuri. Memperkenalkan moderasi beragama dan kerukunan berbangsa di usia transisi ini adalah investasi karakter yang luar biasa. Kami berharap, pembelajaran sederhana hari ini dapat membekali anak-anak di MIN 8 Gunungkidul agar tumbuh menjadi pribadi yang santun, menghargai setiap perbedaan di sekeliling mereka, dan selalu mengedepankan perdamaian dalam berteman," tutur Ninik Nuryati dengan penuh ketulusan. (ans)

 

Tanamkan Empati Sejak Dini, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Nonton Video Animasi Anti-Bullying di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Mengisi rangkaian hari kedua Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan kegiatan edukatif, MIN 8 Gunungkidul mengajak para peserta didik baru kelas 1 untuk menonton video animasi pendek pada Selasa, 14 Juli 2026. Bertempat di ruang kelas, kegiatan pemutaran video bertema "Indahnya Berteman, Stop Bullying, dan Saling Menolong" ini diselenggarakan untuk menanamkan karakter positif kepada siswa sejak hari-hari pertama sekolah. Pihak madrasah memandang pentingnya pengenalan nilai-nilai kepedulian sosial ini agar lingkungan belajar baru bagi anak-anak dapat tumbuh menjadi tempat yang ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Jalannya kegiatan nonton bareng yang edukatif ini didampingi secara langsung oleh Suratmini, S.Pd.I dan Mustautim, S.Pd.I. Dengan mata yang berbinar dan penuh antusias, para murid kelas 1 menyaksikan karakter-karakter kartun lucu yang memperagakan pentingnya menghargai perbedaan, berbagi dengan sesama, serta menghindari perilaku saling mengejek. Setelah pemutaran video selesai, kedua guru pendamping tersebut mengajak anak-anak berdialog interaktif dan memberikan contoh-contoh sederhana mengenai tindakan menolong teman di lingkungan kelas, yang langsung disambut dengan riuh jawaban penuh semangat dari para siswa baru.

Seusai mendampingi anak-anak,  Suratmini memberikan komentar positif mengenai efektivitas media visual ini dalam membentuk karakter siswa baru. "Alhamdulillah, melalui media video animasi pendek ini, pesan-pesan moral tentang indahnya berteman dan pencegahan bullying dapat tersampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak kelas 1. Di usia transisi dari TK ke MI ini, sangat krusial bagi kita untuk membangun empati serta membiasakan mereka saling menolong alih-alih mengejek atau mengucilkan teman. Kami berharap, nilai-nilai kebaikan yang mereka tonton hari ini dapat langsung dipraktikkan dalam interaksi sehari-hari di MIN 8 Gunungkidul agar madrasah kita menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang bagi mereka," tutur  Suratmini dengan penuh kehangatan. (ans)

 

Hari Kedua Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul Gelar Pembiasaan Pagi Perdana Sholat Dhuha hingga Nadhom Alala


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki hari kedua tahun ajaran baru 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul mulai mengintensifkan kegiatan keagamaan dengan melaksanakan pembiasaan pagi perdana pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan spiritual yang dipusatkan di mushola dan halaman madrasah ini diikuti dengan sangat khidmat oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6, serta segenap guru dan tenaga kependidikan. Meskipun baru memasuki hari kedua sekolah, program pembiasaan ini sengaja langsung digulirkan guna meletakkan fondasi spiritual yang kokoh serta membangun kedisiplinan siswa sejak awal tahun ajaran.

Rangkaian kegiatan pembiasaan pagi perdana ini diawali dengan pelaksanaan ibadah Sholat Dhuha berjamaah secara khusyuk yang diimami langsung oleh Sugeng, S.Pd.I. Setelah zikir dan doa bersama selesai dipanjatkan, gema syahdu pelafalan Asma'ul Husna mengangkasa dibawakan bersama oleh seluruh siswa dengan bimbingan para guru. Kegiatan religius ini kemudian ditutup dengan lantunan bersama senandung Nadhom Kitab Alala, sebuah bait-bait syair klasik yang sarat akan pesan moral mengenai adab menuntut ilmu, keutamaan menghormati guru, serta pentingnya memilih teman yang baik.

Seusai memimpin jalannya ibadah pembuka pada hari kedua tahun ajaran baru ini,  Sugeng memberikan tanggapan positif mengenai kesiapan mental spiritual anak didik. "Alhamdulillah, pembiasaan pagi pertama di hari kedua tahun ajaran baru 2026/2027 ini berjalan dengan sangat tertib dan lancar. Kami sangat bangga melihat anak-anak, terutama murid baru kelas 1, yang sudah bisa langsung beradaptasi dan berbaur mengikuti Sholat Dhuha serta melantunkan Asma'ul Husna bersama kakak kelasnya. Melalui pembiasaan rutin ini, kami berharap nilai-nilai luhur dalam Nadhom Alala dapat tertanam kuat sebagai bekal karakter mereka selama menuntut ilmu di MIN 8 Gunungkidul," tutur  Sugeng dengan penuh ketulusan. (ans)

 

Asah Kreativitas dan Keakraban, Siswa Baru MIN 8 Gunungkidul Bikin Kartu Nama Kotak di MATAMUDA

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Di sela-sela kegembiraan hari pertama MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) pada Senin, 13 Juli 2026, MIN 8 Gunungkidul menggelar aktivitas kreatif yang memadukan keterampilan motorik dan interaksi sosial. Bertempat di ruang kelas satu, para murid baru diajak untuk membuat kartu nama berbentuk kotak secara mandiri sekaligus melakukan sesi perkenalan dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk melatih koordinasi fisik anak sekaligus mencairkan suasana agar mereka dapat membaur, saling mengenal, dan menghilangkan rasa canggung di lingkungan sekolah yang baru.

Jalannya kegiatan kreatif ini berlangsung sangat meriah dengan didampingi langsung oleh Ayu Nurhidayati, M.S.I   dan  Ana Roisah, S.Pd.I. Berbekal kertas warna-warni, gunting, dan alat tulis, para siswa baru dengan antusias melipat, menggunting pola kotak, dan menuliskan nama panggilan mereka dengan hiasan gambar yang lucu. Setelah kartu nama kotak tersebut selesai dat dan disematkan di dada, kedua guru pendamping memandu anak-anak dalam permainan interaktif untuk saling bertukar sapa dan mengenalkan diri, sehingga suasana kelas seketika dipenuhi oleh tawa ceria dan keakraban khas anak-anak.

Seusai mendampingi jalannya aktivitas tersebut, Ana Roisah memberikan komentar penuh syukur atas keberhasilan metode pendekatan yang menyenangkan ini. "Alhamdulillah, melalui kegiatan membuat kartu nama kotak dan saling mengenalkan diri ini, anak-anak terlihat sangat gembira dan tidak malu-malu lagi. Aktivitas sederhana ini memiliki manfaat ganda; selain merangsang kreativitas dan fokus anak dalam melipat serta menulis, ini juga menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif bagi mereka untuk mendapatkan teman baru. Kami berharap kehangatan yang terbangun hari ini bisa membuat anak-anak merasa nyaman dan selalu bersemangat untuk datang belajar ke MIN 8 Gunungkidul setiap harinya," tutur  Ana Roisah dengan senyum ramah. (ans)

 

Kenali Rumah Kedua, Murid Baru MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Orientasi Lingkungan Madrasah dan Program Tahfidz

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki hari pertama sekolah dengan penuh kegembiraan, para peserta didik baru MIN 8 Gunungkidul diajak untuk mengenali lingkungan belajar mereka melalui agenda Pengenalan Lingkungan Madrasah pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) yang dirancang agar para siswa kelas 1 tidak merasa asing di tempat belajarnya yang baru. Dengan mengenali tata letak fasilitas sekolah sejak dini, diharapkan tumbuh rasa nyaman, aman, dan rasa kepemilikan dalam diri siswa terhadap madrasah mereka.

Kegiatan inti dari agenda ini adalah jelajah madrasah secara berkelompok dengan rute edukatif yang menyenangkan. Didampingi secara intensif oleh Sugeng, S.Pd. dan  Husni Darmawati, S.Pd., para murid baru diajak berkeliling menyusuri setiap sudut madrasah. Mereka diperkenalkan secara langsung dengan ruang-ruang kelas yang akan menjadi tempat belajar harian, perpustakaan sebagai pusat literasi, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tidak hanya itu, dalam jelajah ini para siswa juga diperkenalkan dengan Program Tahfidz MIN 8 Gunungkidul guna memantik motivasi dan kecintaan mereka dalam menghafal Al-Qur'an sejak dini.

Seusai mendampingi anak-anak berkeliling,  Husni Darmawati, S.Pd. memberikan komentar hangat mengenai keceriaan para siswa baru selama mengikuti kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, melihat binar mata dan tawa ceria anak-anak saat berkeliling madrasah hari ini sungguh luar biasa. Kegiatan pengenalan lingkungan ini sangat penting agar mereka merasa at home dan tahu ke mana harus pergi ketika ingin membaca di perpustakaan atau butuh bantuan di UKS. Kami juga menyelipkan pengenalan Program Tahfidz agar sejak hari pertama mereka sudah memiliki gambaran dan semangat untuk menjadi hafiz-hafizah cilik di MIN 8 Gunungkidul. Semoga awal yang menyenangkan ini membuat mereka semakin tidak sabar untuk belajar setiap harinya," tutur  Husni dengan senyum ramah. (ans)

 

Tanamkan Karakter Disiplin Sejak Dini, MIN 8 Gunungkidul Sosialisasikan Tata Tertib Madrasah dalam Kegiatan MATAMUDA


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Melanjutkan rangkaian orientasi bagi peserta didik baru, MIN 8 Gunungkidul menggelar sesi Sosialisasi Tata Tertib Madrasah pada hari pertama kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah), Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang bertempat di ruang aula MIN 8 Gunungkidul ini wajib diikuti oleh seluruh murid baru kelas 1 guna memberikan pemahaman awal mengenai regulasi sekolah. Pihak madrasah memandang sosialisasi ini sangat krusial agar para siswa dapat segera beradaptasi dengan budaya disiplin dan norma yang berlaku di lingkungan madrasah sejak hari pertama mereka masuk sekolah.

Kegiatan inti dalam sesi ini berfokus pada pemaparan secara mendetail mengenai hak, kewajiban, dan aturan perilaku siswa sehari-hari yang disampaikan langsung oleh Hamid Fitrianto, S.Pd.I. Dalam penyampaian materi yang dikemas secara interaktif dan komunikatif khas anak-anak, beliau menjelaskan secara gamblang poin-poin penting tata tertib madrasah. Penjelasan tersebut meliputi ketentuan jam masuk dan kepulangan pembelajaran, aturan
penggunaan seragam sekolah yang rapi sesuai harinya, serta aspek kedisiplinan lainnya seperti etika kesopanan dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

Seusai memberikan materi sosialisasi tersebut,  Hamid memberikan komentar positif mengenai antusiasme para murid baru serta harapan besarnya terhadap penanaman karakter ini. "Alhamdulillah, anak-anak kelas 1 sangat luar biasa dan memperhatikan materi tata tertib ini dengan penuh semangat. Sosialisasi ini bukan bertujuan untuk mengekang, melainkan untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab mereka sejak dini. Dengan memahami jam masuk sekolah dan aturan berseragam yang benar, kita sedang meletakkan fondasi karakter disiplin dalam diri mereka. Kami berharap orang tua juga dapat bersinergi dengan MIN 8 Gunungkidul agar pembiasaan positif ini dapat tertanam kuat demi kelancaran proses belajar anak-anak ke depan," tutur  Hamid dengan penuh ramah. (ans)

 

Senin, 13 Juli 2026

Sambut Generasi Rabbani, MIN 8 Gunungkidul Gelar Hari Pertama MATAMUDA dengan Penuh Hangat dan Ceria

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memasuki tahun ajaran baru dengan semangat yang membubung tinggi, MIN 8 Gunungkidul resmi menggelar hari pertama kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan orientasi ini dilaksanakan di lingkungan madrasah setempat dan diikuti oleh seluruh peserta didik baru kelas 1 yang tampak antusias didampingi oleh orang tua mereka masing-masing. Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk membantu para murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, mengenali kultur madrasah, serta menumbuhkan rasa nyaman sebelum memulai proses belajar-mengajar yang efektif.

Rangkaian kegiatan inti pada hari pertama ini diawali dengan upacara pembukaan MATAMUDA yang berlangsung secara khidmat di halaman madrasah, dilanjutkan dengan sesi perkenalan jajaran guru dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul agar terjalin kedekatan emosional antara siswa dan pendidik. Momen puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan tanda pengenal murid baru secara simbolis kepada perwakilan siswa kelas 1 yang dilakukan langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I. Penyematan tanda pengenal tersebut menjadi simbol resmi bahwa anak-anak telah diterima menjadi bagian dari keluarga besar madrasah yang siap ditempa menjadi generasi cerdas dan berakhlakul karimah.

Seusai memimpin jalannya pembukaan orientasi tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh rasa syukur sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat. "Alhamdulillah, hari pertama MATAMUDA di MIN 8 Gunungkidul berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan diwarnai senyum ceria anak-anak kita. Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh murid baru kelas 1 di madrasah ini. Melalui tanda pengenal yang disematkan hari ini, kami berkomitmen untuk mengemban amanah dari para orang tua dalam mendidik, membimbing, dan menyayangi anak-anak ini sepenuh hati. Semoga masa ta'aruf ini menjadi awal yang berkesan bagi mereka untuk menuntut ilmu dengan gembira, mandiri, dan kelak menjadi kebanggaan bagi agama serta orang tua," tutur  Sri Hartati dengan pancaran wajah penuh ketulusan. (ans)

Jaga Kebugaran dan Soliditas, Guru dan Tenaga Kependidikan MIN 8 Gunungkidul Ikuti Senam Pagi Bersama ASN Kemenag di KUA Rongkop

 

Rongkop Gunungkidul – Dalam rangka menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-aparatur, seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan senam pagi bersama pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan sehat ini dilaksanakan di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Rongkop, Gunungkidul. Agenda ini dihadiri secara massal oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul yang berasal dari tiga wilayah, yakni Kapanewon Semanu, Rongkop, dan Tepus, menciptakan suasana yang penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan sejak pagi hari.

Kegiatan inti diawali dengan sesi pengarahan dan sambutan hangat dari Kepala KUA Rongkop,  H. Faqih Shomadi, S.Ag., M.Pd.I., selaku tuan rumah, yang dilanjutkan dengan pengarahan utama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul,  Dr. H. Mukhotib, S.Ag., M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan produktivitas kerja dalam melayani masyarakat. Setelah sesi sambutan, acara langsung diteruskan dengan senam pagi bersama yang dipandu oleh instruktur profesional. Seluruh peserta, termasuk rombongan dari MIN 8 Gunungkidul, tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang energik di bawah udara pagi yang segar.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan olahraga tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar positif mengenai manfaat besar dari agenda senam lintas kapanewon ini. "Alhamdulillah, kegiatan senam pagi bersama di KUA Rongkop hari ini berjalan dengan sangat meriah dan penuh keceriaan. Kehadiran seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 8 dalam acara ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima dalam bertugas, tetapi juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk memupuk kekompakan dengan rekan-rekan ASN Kemenag dari Semanu, Tepus, dan Rongkop. Arahan dari  Kepala Kantor, Dr. H. Mukhotib, menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus bersemangat, sehat lahir batin, dan selalu kompak dalam memajukan institusi," tutur  Sri Hartati dengan senyum penuh semangat. (ans)