Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 27 Juli 2026

Tampil Memukau di Hari Kedua KMD, Guru MIN 8 Gunungkidul Presentasikan Postur Pramuka Siaga di Kwarcab

 

Wonosari (Kwarcab Gunungkidul) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), dinamika pelatihan bagi para calon pembina semakin intensif dan interaktif pada Jumat, 24 Juli 2026. Bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, Kak Ana Roisah, S.Pd.I., dipercaya untuk maju ke depan kelas dan mempresentasikan materi mengenai "Postur Pramuka Siaga" di hadapan puluhan peserta KMD dari berbagai madrasah. Sesi ini menjadi ajang penting untuk mendalami karakteristik, jiwa perkembangan, serta pendekatan pendampingan yang tepat bagi peserta didik usia Siaga (7–10 tahun).

Dalam pemaparannya yang lugas dan komunikatif, Kak Ana Roisah berhasil menarik perhatian seluruh peserta dan tim pelatih Pusdiklatcab. Beliau mengupas tuntas profil serta postur ideal seorang Pramuka Siaga yang harus dibentuk melalui kegiatan kepramukaan yang ceria, penuh kiasan dasar, dan sarat nilai karakter. Kak Ana juga menekankan pentingnya peran Pembina Siaga yang bersikap sebagai "Ayahanda" (Yanda) atau "Ibunda" (Bunda) yang penuh kasih sayang, kesabaran, serta mampu menciptakan suasana belajar sambil bermain yang aman dan menyenangkan sesuai dengan pola pikir anak usia sekolah dasar kelas rendah.

Seusai menyampaikan presentasi dan menerima masukan positif dari para peserta pelatihan lainnya, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar mengenai pengalaman dan kesannya di hari kedua KMD ini. "Alhamdulillah, berkesempatan berdiri di depan para calon pembina hebat untuk mempresentasikan materi Postur Pramuka Siaga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui sesi diskusi ini, pemahaman kami tentang cara mendampingi anak-anak usia Siaga menjadi jauh lebih mendalam. Pramuka Siaga memerlukan pendekatan yang unik—harus penuh kasih sayang, kreatif, dan tidak boleh disamakan dengan jenjang Penggalang. Insya Allah, ilmu dan masukan yang didapat hari ini akan langsung kami terapkan untuk memajukan kegiatan perindukan Siaga di MIN 8 Gunungkidul agar semakin gembira dan berkarakter," tutur Kak Ana dengan penuh rasa syukur. (ans)

 

Siapkan Petugas Upacara Bendera, Murid Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Latihan Keterampilan Upacara


Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Guna mematangkan kedisiplinan dan kesiapan bertugas pada upacara bendera hari Senin mendatang, para murid kelas 5 MIN 8 Gunungkidul melaksanakan latihan upacara intensif pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 yang mendapat giliran tugas. Pelatihan ini diselenggarakan untuk melatih ketangkasan, kekompakan, serta mental para siswa agar dapat menjalankan peran masing-masing dengan penuh percaya diri dan rasa tanggung jawab di hadapan seluruh warga madrasah.

Jalannya latihan keterampilan upacara ini didampingi dan dilatih secara langsung oleh guru kelas, Ibu Dewi Susilowati, S.Pd. Dalam sesi tersebut, anak-anak diberikan pembekalan teknis mengenai tata cara pengibaran bendera Merah Putih, kerapian baris-berbaris, artikulasi pembacaan teks UUD 1945 dan Janji Siswa, hingga keselarasan nada bagi regu paduan suara. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Ibu Dewi mengarahkan serta mengoreksi setiap posisi dan langkah para murid agar sesuai dengan tata upacara bendera resmi yang berlaku di sekolah.

Seusai memimpin jalannya latihan, Ibu Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar hangat dan apresiasi atas kerja keras serta semangat para anak didiknya. "Alhamdulillah, semangat anak-anak kelas 5 hari ini sangat luar biasa. Meskipun harus mengulang beberapa gerakan agar presisi, mereka sama sekali tidak mengeluh dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Menjadi petugas upacara adalah sarana yang sangat baik untuk melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air sejak dini. Saya optimis, dengan kesungguhan latihan hari ini, anak-anak siap menjalankan tugasnya dengan lancar dan khidmat pada upacara hari Senin nanti," tutur Ibu Dewi dengan senyum bangga. (ans)

 

Minggu, 26 Juli 2026

Perkuat Perlindungan Anak, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Seminar Madrasah Siaga di STPI Bina Insan Mulia

 


Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan madrasah, MIN 8 Gunungkidul yang diwakili oleh  Dewi Susilowati, S.Pd. menghadiri Seminar Madrasah Siaga bertajuk "Lindungi Siswa dari Bahaya Pergaulan Bebas" pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan di kampus STPI Bina Insan Mulia sebagai wujud kolaborasi strategis dengan Program KKN STPI Bina Insan Mulia dan Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta. Keikutsertaan perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, kondusif, serta ramah anak.

Seminar nasional ini menghadirkan pakar pendidikan anak, Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd. (Bunda Umi), sebagai narasumber utama dengan mengusung tema "Mewujudkan Ekosistem Aman untuk Mencegah Murid dari Pergaulan Bebas." Dalam pemaparannya, Bunda Umi menegaskan bahwa perlindungan anak di tingkat Madrasah Ibtidaiyah harus dimulai melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain penguatan karakter dan nilai keagamaan, peningkatan literasi digital untuk memfilter konten negatif, pengajaran batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini, penguatan sinergi antara guru dan orang tua, serta penerapan sistem deteksi dini melalui prinsip "Amati, Dekati, dan Hubungkan."

Seusai mengikuti seluruh rangkaian seminar,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar penuh antusiasme mengenai langkah konkret yang akan diimplementasikan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, pemaparan dari Bunda Umi Faizah sangat membuka wawasan dan memberikan panduan praktis bagi kami para pendidik. Poin-poin seperti mengajarkan batasan tubuh sejak dini dan prinsip 'Amati, Dekati, dan Hubungkan' sangat krusial untuk segera kita terapkan di madrasah. Sepulang dari kegiatan ini, saya berharap sinergi antara guru dan para orang tua murid di MIN 8 Gunungkidul dapat terjalin semakin erat, sehingga kita bisa bersama-sama membentengi anak-anak dari dampak negatif pergaulan bebas dan wujud lingkungan belajar yang benar-benar aman serta mendukung tumbuh kembang mereka," tutur  Dewi Susilowati. (ans)

 

Tingkatkan Keterampilan Digital, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pelatihan Media Kreatif dan AI di STPI Bina Insan Mulia

 

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kreativitas pendidik di era digital, guru MIN 8 Gunungkidul,  Dewi Susilowati, S.Pd., mengikuti kegiatan Pelatihan, Seminar & Workshop bertajuk "Guru RA & MI Cerdas Digital, Kreatif & Peduli" pada Rabu, 22 Juli 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB di kampus STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta ini dihadiri oleh 60 pendidik terpilih, terdiri dari 30 guru RA dan 30 guru MI. Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan pembukaan, pembacaan tilawah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan sambutan pembuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah,  Sidik Pramono, yang mengapresiasi semangat para guru dalam mewujudkan pembelajaran inovatif dan bermakna.

Fokus utama workshop ini diisi oleh Ketua LPPM STPI Bina Insan Mulia,  Hozaimi Yusuf, M.Pd., yang mengupas tuntas strategi penyusunan RPP dan media pembelajaran kreatif masa kini menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya perubahan mindset pendidik: seorang guru harus terlebih dahulu suka belajar sebelum suka mengajar. Di tengah besarnya beban administrasi guru, hadirnya teknologi AI diposisikan sebagai alat bantu yang efisien untuk meringankan pekerjaan, bukan untuk menggantikan peran pendidik. Pemateri menegaskan bahwa Original Intelligence (OI) atau kecerdasan asli manusia tetaplah yang utama dan jauh lebih mulia dalam proses mendidik anak bangsa.

Seusai mengikuti seluruh sesi workshop,  Dewi Susilowati, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai wawasan baru yang diperolehnya untuk diterapkan di MIN 8 Gunungkidul. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh  Hozaimi Yusuf sangat relevan dengan tantangan guru saat ini. Pelatihan ini benar-benar membuka pikiran kami bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menyaingi guru, melainkan menjadi asisten cerdas yang membantu menyederhanakan penyusunan RPP dan pembuatan media pembelajaran kreatif. Dengan beban administrasi yang lebih terurai, kami bisa lebih fokus mengasah Original Intelligence serta memberikan perhatian dan kasih sayang yang utuh kepada para murid di kelas," ujar  Dewi Susilowati dengan penuh antusias. (ans)

 

Kamis, 23 Juli 2026

Tingkatkan Kompetensi Pembina, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Hari Pertama KMD di Kwarcab Gunungkidul

 

Kwarcab Gunungkidul – Dua guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan, S.Pd., resmi mengikuti hari pertama Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan pelatihan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul ini bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul. Pelaksanaan KMD ini terasa semakin istimewa bagi keluarga besar MIN 8 Gunungkidul karena Kepala Madrasah, Kak Dra. Sri Hartati, M.S.I., turut hadir dan berperan aktif mengambil bagian sebagai jajaran panitia penyelenggara acara.

Pada hari pertama pelatihan, para peserta disuguhi materi-materi mendasar yang sangat krusial sebagai fondasi awal seorang Pembina Pramuka. Agenda diawali dengan penyusunan dan kesepakatan Kontrak Prestasi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Fundamental Gerakan Pramuka. Sesi pembekalan materi ini disampaikan langsung oleh jajaran pelatih senior dari Pusdiklatcab Kwarcab Gunungkidul, di antaranya Kak Winarto, S.Pd. dan Kak Endang. Lewat penyampaian yang interaktif, para narasumber menekankan pentingnya pemahaman Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), nilai-nilai Dasa Darma, serta orientasi kursus agar para peserta siap menjadi pembina yang adaptif dan berkarakter.

Seusai menjalani seluruh rangkaian kegiatan pada hari pertama KMD ini, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar positif dan mengutarakan kesannya selama mengikuti pelatihan. "Alhamdulillah, hari pertama KMD ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan membuka wawasan baru bagi kami. Pemaparan materi Fundamental Pramuka dari Kak Winarto dan Kak Endang disampaikan dengan sangat jelas, menarik, serta sarat akan nilai-nilai kepemimpinan. Kontrak prestasi yang telah disepakati bersama juga memotivasi saya dan Kak Anas untuk terus disiplin serta menyerap seluruh ilmu kepramukaan secara maksimal. Kami berkomitmen untuk mengikuti KMD ini hingga selesai agar nantinya dapat memajukan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan bagi para siswa," tutur Kak Ana dengan penuh semangat. (ans)

 

Wujudkan Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter, MIN 8 Gunungkidul Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka menyongsong dan memantapkan arah pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu, 22 Juli 2026. Bertempat di ruang aula madrasah, kegiatan strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul. Melalui workshop ini, madrasah berkomitmen untuk menyusun dan menyelaraskan dokumen kurikulum operasional yang tidak hanya menekankan pada capaian akademik semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan kasih sayang, penguatan karakter, serta pengasuhan yang humanis dalam setiap proses pembelajaran.

Kegiatan workshop kurikulum ini terasa semakin komprehensif dengan hadirnya para pemangku kepentingan kunci di lingkungan madrasah. Hadir memberikan arahan dan pendampingan yaitu   H. Purwata, S.Ag., M.S.I. selaku Pengawas Madrasah,  Nur Kholidin, S.Pd.I selaku Ketua Komite Madrasah, serta  Umi Hajar sebagai perwakilan dari orang tua murid. Kehadiran lintas unsur ini menjadi wadah diskusi yang hangat untuk membedah muatan kurikulum MIN 8 Gunungkidul, memadukan sinergi antara pihak madrasah dan orang tua, serta memastikan bahwa nilai-nilai pengasuhan berbasis cinta dapat terintegrasi dengan baik di dalam kelas maupun di lingkungan keluarga.

Seusai mendampingi seluruh jalannya diskusi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh harapan mengenai filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang tengah diusung. "Alhamdulillah, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk Tahun Ajaran 2026/2027 hari ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan ide-ide yang sangat luar biasa berkat masukan dari   H. Purwata, S.Ag., M.S.I.,  Nur Cholidin, serta  Umi Hajar. Kami percaya bahwa pendidikan yang berhasil selalu berawal dari hati yang penuh kasih sayang. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami ingin memastikan bahwa MIN 8 Gunungkidul menjadi tempat belajar yang ramah, aman, dan mendidik anak-anak dengan pendekatan empati, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bahagia selama menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh ketulusan. (ans)


Selasa, 21 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Pembina Pramuka, Kepala dan Perwakilan Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri TM KMD di Kwarcab

GUNUNGKIDUL – Dalam rangka mempersiapkan pembina Pramuka yang profesional dan berdedikasi di lingkungan madrasah, perwakilan guru beserta Kepala MIN 8 Gunungkidul menghadiri kegiatan Technical Meeting (TM) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan persiapan strategis yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul ini bertempat di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul. Kehadiran tim MIN 8 Gunungkidul dalam TM ini menjadi bentuk komitmen nyata madrasah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter siswa melalui ekstrakurikuler kepramukaan yang terstruktur dan berkualitas.

Kegiatan TM KMD tersebut menghadirkan jajaran pelatih kepramukaan senior dari Pusdiklatcab Kwarcab Gunungkidul sebagai narasumber, di antaranya Kak Winarto, S.Pd., Kak Dra. Hj. Iryan Swasini, serta jajaran pelatih berpengalaman lainnya. Dalam pertemuan ini, para narasumber memaparkan secara detail mengenai teknis pelaksanaan, materi silabus pelatihan, tata tertib, hingga kesiapan fisik dan mental yang harus dipenuhi oleh para calon peserta KMD. Dari MIN 8 Gunungkidul sendiri, kegiatan TM ini diikuti secara intensif oleh Kak Sri Hartati, M.S.I. selaku Kepala Madrasah, serta dua perwakilan guru pembina yaitu Kak Ana Roisah, S.Pd.I. dan Kak Hajir Anas Fauzan, S.Pd.

Seusai menghadiri rangkaian pertemuan teknis tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul, Kak Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh semangat mengenai pentingnya keikutsertaan madrasah dalam ajang KMD mendatang. "Alhamdulillah, melalui pengarahan dari Kak Winarto, Kak Iryan Swasini, dan tim pelatih Kwarcab hari ini, kami mendapatkan gambaran yang sangat jelas mengenai persiapan KMD yang diselenggarakan oleh KKMI Gunungkidul. Pramuka adalah pilar utama pembentukan kedisiplinan dan kemandirian siswa. Oleh karena itu, keikutsertaan kami dari MIN 8 Gunungkidul dalam KMD ini bertujuan untuk memperdalam ilmu kepramukaan agar nantinya dapat diterapkan secara inovatif, ceria, dan berkarakter saat membina anak-anak di madrasah," tutur Kak Sri Hartati dengan penuh optimisme. (ans)

  

Resmi Menjadi Bagian Madrasah, Kepala MIN 8 Gunungkidul Tutup MATAMUDA dan Lepas Tanda Pengenal Murid Baru

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIN 8 Gunungkidul secara resmi ditutup pada Jumat, 17 Juli 2026. Acara penutupan yang dipusatkan di halaman madrasah ini dihadiri oleh seluruh peserta didik, jajaran guru, dan tenaga kependidikan. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa orientasi dan penyambutan bagi para murid baru kelas 1 yang telah mengikuti berbagai kegiatan edukatif, adaptif, dan menyenangkan selama sepekan penuh di lingkungan madrasah.

Puncak acara penutupan ditandai dengan prosesi simbolis pelepasan tanda peserta MATAMUDA oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., kepada perwakilan murid baru kelas 1. Pelepasan tanda pengenal tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta, menandakan bahwa seluruh siswa baru kini telah resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Suasana haru dan haru penuh sukacita menyelimuti area madrasah saat para siswa baru bersiap melangkah ke tahap pembelajaran reguler.

Seusai memimpin prosesi penutupan tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh kehangatan dan harapan bagi para anak didik barunya. "Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan MATAMUDA tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kegembiraan. Pelepasan tanda pengenal ini merupakan simbol bahwa anak-anak kelas 1 kini telah resmi menjadi murid MIN 8 Gunungkidul dan siap berlayar menuntut ilmu bersama kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, bapak  guru, serta orang tua yang telah mendukung kesuksesan acara ini. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, berprestasi, dan senantiasa merasa gembira belajar di madrasah tercinta ini," tutur  Sri Hartati dengan penuh rasa syukur. (ans)

 

Tutup Rangkaian MATAMUDA dengan Ceria, Seluruh Warga MIN 8 Gunungkidul Gelar Senam Bersama dan Jalan Sehat

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul)– Merayakan penutupan seluruh rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) tahun ajaran 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul menggelar kegiatan olahraga bersama pada Jumat, 17 Juli 2026. Dipusatkan di halaman utama madrasah, agenda hari terakhir ini diisi dengan senam ceria dan jalan sehat yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta didik, mulai dari murid baru kelas 1 hingga kelas 6, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan kebugaran ini sengaja dihadirkan sebagai penutup yang menyenangkan untuk menyegarkan fisik dan pikiran, sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh warga madrasah setelah sepekan penuh mengikuti berbagai sesi orientasi.

Suasana pagi yang cerah terasa semakin riuh dan penuh energi saat sesi senam bersama dimulai di bawah komando Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul,  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. Dengan gerakan yang energik dan ramah anak, beliau memandu seluruh barisan siswa dan guru bergerak mengikuti irama musik. Setelah kebugaran fisik terpacu lewat senam, rangkaian acara dilanjutkan dengan jalan sehat menyusuri rute ramah lingkungan di sekitar area madrasah. Selama perjalanan, para murid tampak gembira bersenda gurau, menikmati udara segar pagi hari, sembari dikenalkan pada kondisi lingkungan sekitar sekolah secara langsung.

Seusai memimpin jalannya seluruh rangkaian olahraga penutup MATAMUDA tersebut,  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. memberikan komentar penuh semangat mengenai keberhasilan acara hari ini. "Alhamdulillah, penutupan MATAMUDA hari ini berjalan sangat meriah dan penuh sukacita. Melalui senam bersama dan jalan sehat ini, kita ingin menanamkan budaya hidup sehat dan gemar berolahraga sejak hari pertama mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Melihat tawa ceria anak-anak kelas 1 berbaur dengan kakak kelas dan  ibu guru tanpa rasa canggung membuat kami optimistis bahwa mereka siap menyongsong tahun ajaran baru ini dengan semangat, stamina yang prima, dan rasa percaya diri yang tinggi," tutur  Anas dengan senyum bahagia. (ans)

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Sinkronisasi Layanan Kesehatan Sekolah, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rakor UKS di Pawon Jonge Semanu

 

SEMANU – Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) demi kenyamanan dan kesehatan anak didik, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) UKS tingkat kecamatan pada Kamis, 16 Juli 2026. Pertemuan strategis yang diselenggarakan oleh Puskesmas Semanu 1 ini bertempat di RM Pawon Jonge, Semanu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Semanu 1,  Jumantoro, S.Si.T., Ners., M.M., serta Panewu Kapanewon Semanu,  Anik Suprihatin, S.IP., MAP. Kehadiran perwakilan MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menegaskan komitmen madrasah untuk bersinergi dengan lintas sektor demi menyukseskan program-program pemeliharaan kesehatan usia sekolah.

Fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut berpusat pada dua agenda utama, yakni implementasi CKG (Cek Kesehatan Guru) dan Sosialisasi Stratifikasi UKS. Dalam pemaparannya, pihak puskesmas menekankan pentingnya standarisasi mutu UKS melalui instrumen stratifikasi agar kualitas pelayanan kesehatan di sekolah terukur secara jelas, mulai dari strata minimal hingga paripurna. Dari pihak MIN 8 Gunungkidul, kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara intensif oleh  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. Selaku penanggung jawab teknis kesehatan dan olahraga di madrasah, beliau menyerap berbagai pengarahan terkait pengisian aplikasi, pelaporan kesehatan, serta pemenuhan indikator fisik ruang UKS yang sesuai standar nasional.

Seusai mengikuti jalannya rakor tersebut,  Hajir Anas Fauzan, S.Pd. memberikan komentar positif mengenai langkah tindak lanjut yang akan diambil untuk madrasah tempatnya mengabdi. "Alhamdulillah, rakor UKS di Pawon Jonge ini memberikan panduan yang sangat jelas bagi kami dalam menaikkan level atau stratifikasi UKS di MIN 8 Gunungkidul menjadi lebih berkualitas. Arahan dari  Jumantoro dan  Anik Suprihatin sangat memotivasi kami untuk segera memetakan kelayakan fasilitas serta penguatan program UKS, termasuk kesehatan para guru melalui CKG. Sepulang dari rakor ini, kami akan langsung berkoordinasi dengan Kepala Madrasah dan tim untuk membenahi indikator yang masih kurang, agar UKS MIN 8 mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang prima dan representatif bagi seluruh siswa," ujar  Anas dengan penuh optimisme. (ans)

 

Wujudkan Madrasah Sehat dan Adiwiyata, Murid MIN 8 Gunungkidul Edukasi Cuci Tangan dan Jajanan Sehat Bersama Puskesmas Semanu 1

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, MIN 8 Gunungkidul menggelar kegiatan sosialisasi Madrasah Sehat dan Adiwiyata pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman dan ruang kelas madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Pihak madrasah memandang edukasi ini sangat penting sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan fisik para siswa, sekaligus menyelaraskan program madrasah menuju sekolah Adiwiyata yang berkomitmen pada kelestarian lingkungan dan pembiasaan hidup bersih sejak dini.

Sesi sosialisasi dan edukasi kali ini menghadirkan tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Semanu 1 sebagai narasumber. Dengan metode penyampaian yang interaktif, menyenangkan, dan ramah anak, tim medis memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan konsumsi pangan yang aman. Para murid diajak mempraktikkan langsung gerakan 6 langkah mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, petugas Puskesmas Semanu 1 juga memberikan panduan taktis kepada siswa tentang cara memilih jajanan sehat di kantin atau luar sekolah, serta mengenali ciri-ciri makanan yang berbahaya atau bebas dari zat pengawet dan pewarna buatan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar positif dan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin dengan pihak kesehatan. "Alhamdulillah, sosialisasi bersama Puskesmas Semanu 1 ini berjalan dengan sangat sukses dan anak-anak sangat antusias mempraktikkan cara cuci tangan yang benar. Sebagai madrasah yang menuju Adiwiyata, kesehatan siswa dan kebersihan lingkungan adalah modal utama. Kami berharap setelah edukasi ini, anak-anak kelas 1 sampai 6 tidak hanya sekadar tahu teorinya, tetapi benar-benar menerapkan kebiasaan cuci tangan sebelum makan dan lebih selektif memilih jajanan yang sehat demi menjaga kondisi tubuh mereka agar selalu prima dalam menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh senyum. (ans)

 

Kamis, 16 Juli 2026

Deteksi Dini Kesehatan Anak, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Zoom Survey Kusta bersama Peneliti Leiden University

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka mendukung program deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan anak sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul, dua guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti pertemuan daring (Zoom) sosialisasi survei kusta pada Rabu, 15 Juli 2026. Kedua guru tersebut adalah  Ayu Nurhidayati, M.S.I. dan  Ana Roisah, S.Pd.I. Partisipasi aktif jajaran pendidik MIN 8 Gunungkidul dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian madrasah terhadap kesehatan fisik para siswa, mengingat deteksi dini penyakit menular sangat krusial untuk menjamin kelangsungan proses belajar-mengajar yang aman dan kondusif.

Sesi sosialisasi daring ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu  Hana Krismawati yang merupakan peneliti dari Leiden University Center of Infectious Diseases (LUCID), Belanda. Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan secara detail mengenai gejala awal penyakit kusta pada anak-anak, langkah screening atau survei yang ramah anak, serta pentingnya menghilangkan stigmata negatif di lingkungan sekolah. Kehadiran pakar global ini memberikan wawasan baru yang komprehensif bagi para guru di Gunungkidul mengenai metode pencegahan penyakit infeksi kulit secara ilmiah dan aplikatif untuk diterapkan di lingkungan kelas masing-masing.

Seusai mengikuti jalannya seminar daring tersebut,  Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan komentar positif mengenai urgensi materi yang telah dipaparkan. "Alhamdulillah, sosialisasi melalui Zoom hari ini membuka mata kami mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit kusta pada usia sekolah. Pemaparan dari  Hana Krismawati dari LUCID sangat jelas dan ilmiah, namun tetap praktis untuk kami pahami sebagai pendidik. Melalui bekal pengetahuan baru ini, saya bersama  Ayu berkomitmen untuk membantu melakukan skrining awal yang bijak, memberikan pemahaman kesehatan kepada para siswa tanpa memicu rasa takut, serta terus mengedukasi warga MIN 8 Gunungkidul mengenai pentingnya menjaga kebersihan kulit dan lingkungan guna mencegah penyakit menular," ujar  Ana Roisah dengan penuh tanggung jawab. (ans)



Perkuat Peran Pendidik dalam Mitigasi, Seluruh GTK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana bersama Tagana

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menyadari peran krusial pendidik sebagai garda terdepan keselamatan siswa saat darurat, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul mengikuti sesi sosialisasi khusus kesiapsiagaan bencana pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan madrasah ini berjalan beriringan dengan simulasi gempa bumi yang diikuti oleh para siswa. Melalui pembekalan ini, pihak madrasah berkomitmen untuk menyamakan persepsi, mematangkan jalur komando evakuasi, serta memastikan setiap guru dan staf memiliki kesiapan mental serta pemahaman teknis yang matang dalam melindungi anak didik jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Sesi sosialisasi yang berlangsung secara intensif ini disampaikan langsung oleh koordinator tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul,  Suharta. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas mengenai manajemen kebencanaan di lingkungan sekolah, pemetaan titik rawan di area madrasah, serta prosedur standar operasional (SOP) penyelamatan siswa. Suasana sosialisasi tampak sangat hidup dan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dan diskusi dinamis dari  dan  guru. Mereka sangat antusias berkonsultasi mengenai taktik mengatasi kepanikan massal anak-anak di dalam kelas, penanganan siswa berkebutuhan khusus saat evakuasi, hingga pembagian tugas penyelamatan dokumen penting madrasah.

Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi luar biasa terhadap keaktifan jajaran GTK dalam sesi tanya jawab bersama narasumber tersebut. "Alhamdulillah, sosialisasi penunjang kesiapsiagaan bencana untuk guru dan tenaga kependidikan hari ini berjalan sangat interaktif dan produktif. Saya sangat bangga melihat keaktifan - guru yang mengajukan banyak pertanyaan kritis kepada  Suharta. Sebagai orang tua siswa selama di madrasah, GTK harus memiliki refleks cepat dan pengetahuan mitigasi yang mumpuni. Pertanyaan-pertanyaan tadi membuktikan bahwa kami semua sangat peduli dan berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan belajar di MIN 8 yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga aman, tangguh, dan siaga terhadap bencana," tegas  Sri Hartati. (ans)

 

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Seluruh Murid MIN 8 Gunungkidul Ikuti Simulasi Penyelamatan Diri dari Gempa Bumi

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Sebagai upaya nyata dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah, MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan Simulasi Penyelamatan Diri Saat Gempa Bumi pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan edukatif dan aplikatif yang berlangsung di lingkungan madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, beserta segenap guru dan tenaga kependidikan. Mengingat wilayah Gunungkidul termasuk daerah rawan aktivitas seismik, pelatihan ini dinilai sangat krusial guna membekali seluruh warga madrasah dengan pengetahuan mitigasi yang tepat sejak dini agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi dan simulasi ini, pihak madrasah bekerja sama dengan tim ahli dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gunungkidul. Tim Tagana yang hadir di lokasi dikoordinasi langsung oleh  Suharta. Di bawah bimbingan para relawan profesional, para murid mula-mula diberikan pemahaman teoritis mengenai tanda-tanda gempa bumi, dilanjutkan dengan praktik taktis penyelamatan diri, seperti metode melindungi kepala di bawah meja, menghindari kaca, hingga teknik evakuasi mandiri secara tertib menuju titik kumpul di lapangan terbuka saat sirine tanda bahaya dnyikan.

Seusai mendampingi seluruh rangkaian simulasi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan apresiasi tinggi dan komentar positif atas terselenggaranya kegiatan mitigasi bencana ini. "Alhamdulillah, simulasi penyelamatan diri hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib, dari anak-anak kelas 1 yang baru masuk hingga kelas 6 semuanya sangat responsif mengikuti instruksi. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Suharta dan seluruh tim Tagana Gunungkidul yang telah melatih anak-anak kami dengan metode yang mudah dipahami. Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh murid dan warga MIN 8 Gunungkidul tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental serta keterampilan refleks yang benar untuk menyelamatkan diri demi keselamatan bersama," tutur  Sri Hartati dengan penuh mantap. (ans)