Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 30 April 2026

MIN 8 Gunungkidul Tuntaskan TKA Hari Kedua: Fokus Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar

 


Semanu ---- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MIN 8 Gunungkidul memasuki hari kedua pada Kamis (30/4/2026) dengan fokus materi Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar. Sebanyak 42 siswa kelas 6 mengikuti ujian ini yang terbagi dalam dua sesi pelaksanaan guna memastikan efektivitas penggunaan perangkat dan jaringan. Setiap sesi kemudian dipecah kembali dalam dua ruang ujian berbeda untuk menjaga jarak dan kondusivitas suasana pengerjaan soal bagi seluruh peserta didik.

Guna menjaga integritas dan objektivitas ujian, MIN 8 Gunungkidul menerapkan sistem pengawasan silang antar-madrasah. Ruang 1 dipimpin oleh pengawas Sarifatun yang berasal dari MIN 9 Gunungkidul, sementara Ruang 2 diawasi oleh Hanifah Salsabila dari MI YAPPI Peyuyon. Seluruh jalannya ujian secara teknis dikelola oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan sinkronisasi sistem dan kelancaran akses soal bagi para siswa berjalan tanpa hambatan berarti sejak awal sesi dimulai.

Hamid Fitrianto memberikan komentar positif terkait jalannya pelaksanaan di hari terakhir ini. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi antara panitia internal dan pengawas eksternal menjadi faktor kunci keberhasilan TKA tahun ini. "Alhamdulillah, koordinasi dengan pengawas silang berjalan sangat baik dan anak-anak dapat mengerjakan soal dengan tenang tanpa kendala teknis yang signifikan pada sistem maupun jaringan," ungkap Hamid mengakhiri rangkaian kegiatan evaluasi tersebut. (tna)

Panitia MIN 8 Gunungkidul Lakukan Persiapan Intensif Sejak Dini Hari Jelang TKA 2026

 


Semanu --- Panitia Tes Kemampuan Akademik (TKA) MIN 8 Gunungkidul menunjukkan dedikasi tinggi dengan hadir lebih awal di madrasah pada Rabu (29/4/2026) dini hari. Sejak pukul 05.30 WIB, seluruh personel panitia telah bersiaga untuk memastikan segala aspek teknis dan non-teknis terpenuhi sebelum ujian dimulai. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin kelancaran pelaksanaan evaluasi akademik siswa yang menuntut kesiapan infrastruktur digital yang mumpuni di lingkungan madrasah.

Fokus utama persiapan dini hari tersebut meliputi pengecekan perangkat laptop, stabilitas jaringan internet, serta konfigurasi Safe Exam Browser (SEB) agar tidak terjadi kendala sistem saat siswa mengerjakan soal. Selain aspek perangkat keras dan perangkat lunak, panitia juga menyelesaikan kelengkapan administrasi seperti daftar hadir dan berita acara ujian. Rangkaian TKA ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis (30/4/2026), dengan pengawasan ketat untuk menjaga integritas hasil ujian.

Ketua Panitia TKA MIN 8 Gunungkidul, Rumiyatun Rohassanah, memberikan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan panitia yang telah bersiap sejak fajar. Beliau menyampaikan bahwa persiapan yang matang di awal waktu adalah kunci utama kenyamanan siswa dalam menghadapi ujian akademik. "Kami berupaya semaksimal mungkin agar kendala teknis dapat diminimalisir melalui persiapan dini ini, sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya pada pengerjaan soal tanpa rasa khawatir terhadap gangguan jaringan atau perangkat," pungkasnya. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Siap Berlaga dalam Kejurkab Drumband PDBI Gunungkidul 2026

 


Wonosari ---- Koordinator Ekstrakurikuler Drumband MIN 8 Gunungkidul, Ischak Yama Amalia, menghadiri Technical Meeting (TM) persiapan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Drumband Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (29/4/2026) di Sewoko Projo. Dalam sambutannya, Ketua PDBI Gunungkidul, Bahron Rosyid, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas partisipasi mereka yang secara konsisten mampu meningkatkan kualitas drumband di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa TM merupakan "kitab suci" dalam sebuah perlombaan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Selain Kejurkab, diumumkan pula rencana penyelenggaraan Gunungkidul Open Championship yang akan dibuka untuk kategori umum di masa mendatang.

Pelaksanaan lomba sendiri dijadwalkan pada Jumat (22/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026), di mana kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri anak-anak saat tampil di hadapan publik sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi pendidikan karakter. Dalam sesi teknis yang dipandu oleh Aldi, dijelaskan sejumlah aturan ketat, mulai dari sistem pendaftaran online hingga penentuan nomor urut peserta yang dilakukan secara otomatis oleh sistem berdasarkan urutan pendaftaran. Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum jadwal tampil untuk melakukan daftar ulang. Selain itu, aspek keamanan dan alur masuk kendaraan melalui Tugu Tobong serta pengaturan penonton juga menjadi poin penting demi kelancaran acara di GOR nanti.

MIN 8 Gunungkidul sendiri dijadwalkan akan tampil pada hari Sabtu, (23/5/2026), pukul 16.24 WIB untuk kategori lomba Display. Terkait manajemen pendukung, panitia menetapkan bahwa tiket suporter berlaku untuk satu sesi dan dapat dikoordinasikan secara kolektif melalui pelatih masing-masing dengan skema diskon 5% yang dikembalikan ke sekolah. Menariknya, pembelian tiket terbanyak juga berkesempatan mendapatkan trofi kategori favorit. Dengan persiapan yang matang melalui TM ini, MIN 8 Gunungkidul optimis dapat memberikan penampilan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas serta tata tertib yang telah ditetapkan oleh panitia. (tna)

Rabu, 29 April 2026

Hari Pertama TKA di MIN 8 Gunungkidul: Matematika dan Survei Karakter

 


Semanu ---- Sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mulai mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Rabu (29/4/2026). Pada hari pertama ini, para siswa diuji kemampuannya dalam mata pelajaran Matematika serta pengisian survei karakter untuk mengukur aspek afektif dan kepribadian siswa. Pelaksanaan tes dibagi ke dalam dua sesi untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana serta kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal-soal berbasis digital yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Kelancaran aspek teknis selama ujian berlangsung dikawal langsung oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan jaringan dan sistem aplikasi berjalan tanpa kendala. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, sistem pengawasan dilakukan secara silang antar-madrasah untuk menjaga objektivitas dan integritas hasil ujian. Ruang 1 diawasi oleh Sarifatun dari MIN 9 Gunungkidul, sementara Ruang 2 berada di bawah pengawasan Hanifah Salsabila dari MI Yappi Peyuyon.

Rumiyatun Rohassanah, salah satu panitia ujian di MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari agar siswa siap secara mental maupun teknis. Ia merasa bersyukur karena koordinasi dengan pengawas silang berjalan sangat baik sehingga suasana ujian terasa sangat kondusif. "Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama ini berjalan tertib. Anak-anak terlihat fokus meskipun menghadapi mata pelajaran Matematika. Kehadiran pengawas dari madrasah lain juga memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk tetap disiplin dan percaya diri dengan kemampuan sendiri," tuturnya. (tna)

Tanggung Jawab dan Kebersihan Jadi Sorotan Utama Upacara Senin di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Seluruh siswa dan tenaga pendidik MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (27/4/2026) di halaman madrasah. Upacara kali ini berlangsung dengan tertib dan khidmat berkat kesiapan para petugas upacara yang berasal dari siswa kelas 5. Penampilan para petugas kelas 5 ini mendapat apresiasi karena mampu menjalankan tanggung jawab mereka, mulai dari pengibaran bendera hingga pemimpin upacara, dengan disiplin yang tinggi.

Dalam amanatnya, pembina upacara Agustina Kusumawati menekankan pentingnya bagi setiap siswa untuk memahami tanggung jawab utama mereka. Beliau berpesan agar seluruh siswa senantiasa tekun belajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan guru, serta tidak melupakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan pondasi utama terciptanya kenyamanan dalam menyerap ilmu pengetahuan setiap harinya.

Selain memberikan arahan umum, Agustina juga secara khusus memberikan pesan dukungan bagi siswa kelas 6 yang tengah bersiap menghadapi serangkaian ujian akhir. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk mendoakan agar kakak kelas mereka diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian. "Tetap fokus dan jaga kesehatan untuk anak-anakku kelas 6. Serangkaian ujian di depan mata adalah gerbang menuju kesuksesan kalian selanjutnya," tutur beliau menutup amanat upacara. (tna)

 

Semangat Kolaborasi Guru MIN 8 Gunungkidul: Menyelami KBC Melalui Kerja Kelompok

 


Semanu ---- Jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam dengan metode yang sangat interaktif pada Jumat (24/4/2026). Dalam sesi teknis, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas dan rumpun mata pelajaran yang mereka ampu. Kolaborasi ini melibatkan pertukaran ide antara guru MIN 8 Gunungkidul dengan pendidik dari empat madrasah lain di wilayah Kapanewon Semanu, menciptakan ruang diskusi yang dinamis untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih humanis.

Fokus utama dari kerja kelompok ini adalah praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kasih sayang dan kedalaman materi. Setiap kelompok ditantang untuk merancang skenario kelas yang mampu menyentuh aspek emosional siswa sekaligus memastikan pemahaman konsep secara tuntas. Setelah penyusunan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rancangan RPP mereka di depan peserta lain dan pengawas madrasah, Susiyati, untuk mendapatkan masukan serta evaluasi demi kesempurnaan implementasi di lapangan.

Suratmini, guru kelas 2 MIN 8 Gunungkidul, menyatakan bahwa metode kerja berkelompok sesuai jenjang ini sangat efektif dalam membedah kendala spesifik di kelas rendah. Menurutnya, praktik langsung membuat RPP membantu guru memvisualisasikan bagaimana "cinta" diaplikasikan dalam langkah-langkah pembelajaran yang nyata. "Melalui diskusi antarguru kelas ini, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk membuat suasana kelas 2 menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Dengan RPP yang kami susun bersama, saya yakin materi yang sulit sekalipun akan lebih mudah diterima oleh anak-anak karena disampaikan dengan pendekatan hati," pungkas Suratmini. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Antusias Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Seluruh jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026). Pelatihan ini menghadirkan Susiyati, selaku Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi pengajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui pendekatan yang penuh kasih sayang dan pemahaman materi yang mendalam.

Dalam sesi materi, Susiyati menekankan bahwa kurikulum ini mengajak guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sehingga siswa dapat mengeksplorasi potensi mereka tanpa rasa takut. Pendekatan deep learning yang dipaparkan mengarahkan guru untuk tidak sekadar mengejar ketuntasan kurikulum, melainkan memastikan siswa benar-benar memahami esensi dari setiap materi yang diajarkan. Para guru MIN 8 Gunungkidul terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi penerapan metode ini untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengimplementasikannya di ruang kelas.

Ana Roisah, salah satu guru di MIN 8 Gunungkidul, memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Ia merasa bahwa pelatihan ini memberikan panduan praktis tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan emosional ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. "Materi dari Ibu Susiyati sangat relevan dengan kebutuhan kami saat ini. Melalui kurikulum berbasis cinta ini, kami diingatkan kembali bahwa hubungan yang harmonis antara guru dan murid adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” tutur Ana Roisah. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Sambut Hangat Peserta Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, secara resmi membuka acara pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, pemateri dari Kantor Kemenag Gunungkidul, serta para guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kapanewon Semanu yang telah hadir. Sri Hartati menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana peningkatan mutu pendidikan di wilayah Semanu.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para peserta di tengah kesibukan jadwal akademik. Sri Hartati memberikan penghargaan tinggi kepada Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu yang telah mempercayakan MIN 8 Gunungkidul sebagai tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, antusiasme kehadiran guru dari lima madrasah yang terlibat menunjukkan komitmen kuat dalam membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan madrasah yang lebih humanis.

Menutup sambutannya, Sri Hartati berharap agar pelatihan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal berharga bagi para guru dalam mengelola kelas. Beliau berharap prinsip "Kurikulum Berbasis Cinta" dapat segera diimplementasikan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan penuh kasih sayang. "Semoga acara ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua, serta mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter," pungkasnya. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran pada Jumat (24/4/2026). Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu ini menghadirkan Pengawas Madrasah dari Kantor Kemenag Gunungkidul, Susiyati, sebagai pemateri utama. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan pendekatan pedagogis yang mengedepankan empati serta kedalaman pemahaman materi agar tercipta suasana belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah yang ada di wilayah Kapanewon Semanu. Sebanyak lima madrasah turut berpartisipasi aktif dalam forum ini, yaitu MIN 8 Gunungkidul, MI Muhammadiyah Semanu, MI YAPPI Peyuyon, MI YAPPI Sendang, dan MI Muhammadiyah Munggur. Kehadiran para guru dari berbagai institusi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah dalam mengadopsi inovasi kurikulum terbaru yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas karakter dan literasi peserta didik.

Suwari, salah satu guru dari MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini di madrasahnya. Menurutnya, konsep kurikulum berbasis cinta memberikan perspektif baru dalam membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa di kelas. "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami bahwa mengajar bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati siswa. Dengan pendekatan deep learning, kami berharap anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar menghayati setiap pelajaran yang diberikan," ungkap Suwari di sela-sela kegiatan. (tna)

Jumat, 24 April 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Workshop Penulisan Festival Literasi

 


Semanu ---- Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, Dewi Susilowati, seorang guru di MIN 8 Gunungkidul, turut serta dalam acara "Workshop Penulisan Festival Literasi" yang diselenggarakan pada hari Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kulon Progo ini mengusung tema "Merawat Damai, Menjaga Negeri". Festival literasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan bulan literasi dan menumbuhkan semangat menulis di lingkungan madrasah. Workshop ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi dalam mengembangkan kemampuan menulis mereka.

Rangkaian acara workshop ini diawali dengan pembukaan oleh Vitriyamardiyati dari Komunitas Yuk Menulis, yang memberikan kata sambutan dan motivasi bagi para peserta. Selanjutnya, sesi materi pertama, "Workshop Menulis Puisi", dipaparkan oleh Nur Hidayati, guru dari MAN 1 Kulon Progo. Nur Hidayati menjelaskan teknik-teknik dalam menulis puisi yang menyentuh hati dan sesuai dengan tema. Tak hanya puisi, workshop ini juga menghadirkan sesi "Workshop Menulis Kultum" yang dibawakan oleh Sutanto, seorang pegiat literasi dari MTs N 3 Bantul. Dalam sesi ini, Sutanto menjelaskan tentang pengantar kultum, makna damai, struktur kultum, teknik menulis kultum yang efektif, tema damai, dan ketentuan penulisan kultum. Kedua sesi ini memberikan wawasan yang mendalam dan inspirasi bagi Dewi Susilowati dan para peserta lainnya dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis mereka.

Sejalan dengan tema workshop, yaitu "Merawat Damai, Menjaga Negeri", panitia juga mengumumkan adanya Lomba Cipta Puisi tingkat provinsi. Lomba ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para peserta, termasuk Dewi Susilowati. Setelah sesi materi, workshop ini dilanjutkan dengan informasi mengenai pengumpulan naskah dan kriteria penilaian. Ketepatan waktu, diksi, dan kesesuaian tema menjadi poin-poin penting yang harus diperhatikan oleh para peserta yang ingin berpartisipasi dalam lomba. Festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan semangat literasi di kalangan guru dan siswa, serta dapat menjadi wadah untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka dalam bentuk karya tulis yang bermakna. Selain itu, festival literasi ini juga bertujuan untuk mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam mengajar dan memberikan inspirasi bagi siswa-siswanya.

Dewi Susilowati, guru MIN 8 Gunungkidul, merasa sangat terbantu dan terinspirasi setelah mengikuti workshop ini. Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah, mengikuti workshop literasi ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai seorang guru. Saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru tentang teknik menulis puisi dan kultum, serta tips-tips untuk membuat karya tulis yang menarik dan bermakna. Materi-materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis siswa. Saya berharap dapat menerapkan ilmu yang telah saya peroleh untuk membimbing dan menginspirasi siswa-siswa di MIN 8 Gunungkidul agar lebih gemar menulis dan membaca. Workshop ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri demi kemajuan literasi di madrasah." (tna)

Kamis, 23 April 2026

MIN 8 Gunungkidul Bersiap Jadi Tuan Rumah Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul tengah bersiap menyambut momentum istimewa sebagai tuan rumah acara Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang akan diikuti oleh seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kapanewon Semanu. Acara yang bertujuan untuk memperkuat pendekatan humanis dalam pendidikan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (24/4/2026).

Guna memastikan kenyamanan para tamu, seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul terlihat kompak melakukan persiapan intensif pada Kamis siang (23/4/2026). Segera setelah para siswa pulang sekolah, area madrasah disulap menjadi ruang pertemuan yang representatif. Para guru bahu-membahu menata meja dan kursi, menyapu, hingga mengepel lantai setiap sudut ruangan untuk memastikan kebersihan terjaga. Suasana gotong royong tampak sangat kental demi memberikan pelayanan terbaik bagi rekan-rekan sejawat mereka besok.

Tidak hanya fokus pada kebersihan, detail estetika juga menjadi perhatian serius dalam persiapan tersebut. Para guru tampak telaten memasang taplak meja yang rapi dan menambahkan berbagai ornamen pendukung lainnya untuk menciptakan atmosfer ruang yang nyaman dan hangat. Persiapan yang matang ini diharapkan dapat mendukung kelancaran diskusi selama workshop berlangsung, sehingga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat tersampaikan dengan maksimal dan segera diimplementasikan di madrasah masing-masing. (tna)

Persiapan IHT, Kepala MIN 8 Gunungkidul Koordinasi dengan KKMI

 


Ponjong ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri rapat koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan pada Selasa (21/04/2026). Pertemuan yang bertempat di MIN 11 Gunungkidul ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) serta perwakilan Kepala Madrasah Swasta se-Kabupaten Gunungkidul. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menyelaraskan persepsi dan memantapkan koordinasi antar-pimpinan madrasah demi kemajuan mutu pendidikan.

Agenda utama rapat tersebut membahas secara mendalam persiapan pelaksanaan In House Training (IHT) di lingkungan Kementerian Agama. IHT merupakan program pelatihan internal yang dirancang khusus bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kompetensi profesional, kualitas pembelajaran, serta pemantapan implementasi Kurikulum Merdeka. Sebagai agenda rutin menjelang tahun ajaran baru, IHT kali ini dipandang sangat krusial sebagai sarana penguatan teknis agar para pendidik mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, kegiatan IHT tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (04/05/2026) mendatang dengan mengambil lokasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO). Dengan adanya persiapan yang matang melalui rapat KKMI ini, diharapkan seluruh madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Gunungkidul memiliki kesiapan yang seragam dalam menyongsong tahun ajaran baru. Sri Hartati berharap melalui IHT nanti, para guru di MIN 8 Gunungkidul khususnya dapat semakin siap dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang adaptif dan berkualitas. (tna)

Siswa MIN 8 Gunungkidul Intensif Latihan Drumband Jelang Kejurkab Mei Mendatang

 


Semanu ---- Siswa-siswi MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan rutin ekstrakurikuler drumband pada Rabu (22/04/2026). Di bawah arahan pelatih Rinto Ari Wibowo, para peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 tampak antusias mengasah ketangkasan dalam memainkan alat musik serta menjaga kekompakan baris-berbaris. Latihan intensif ini dilakukan sebagai langkah persiapan serius guna menghadapi ajang bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Drumband Gunungkidul yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei mendatang.

Dewi Susilowati, selaku wali kelas 5, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap semangat para siswa. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan juga wadah untuk membentuk karakter disiplin dan kerja sama tim. "Kami melihat perkembangan yang signifikan dari anak-anak. Melalui drumband, mereka belajar bahwa harmoni hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kekompakan. Kami berharap mereka bisa memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik madrasah di tingkat kabupaten nanti," ujar Dewi di sela-sela memantau latihan.

Mengingat jadwal latihan yang semakin padat dan cuaca yang tidak menentu, pihak madrasah juga menekankan pentingnya menjaga stamina. Para siswa diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan fisik agar tetap prima hingga hari perlombaan tiba. Selain instruksi teknis, guru dan pelatih secara tegas melarang siswa untuk jajan sembarangan demi menghindari gangguan kesehatan seperti batuk atau radang tenggorokan yang dapat menghambat performa mereka saat bertanding. (tna)

BPP MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat Koordinasi Aset BMN Rusak Berat


Semanu ---- Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) MIN 8 Gunungkidul, Suprapto, menghadiri rapat koordinasi terkait tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai aset Barang Milik Negara (BMN) dalam kondisi rusak berat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (21/4/2026), bertempat di RM "Bocae DW" Ngepos, Semanu. Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi setiap satuan kerja untuk menyelaraskan data dan penanganan aset negara sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, termasuk Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Dikmad), Supriyanto. Dalam kesempatan tersebut, dibahas mekanisme pengumpulan serta penyerahan BMN yang sudah tidak layak pakai agar proses administrasi penghapusan aset dapat berjalan tertib. Kehadiran para pejabat struktural ini menegaskan urgensi penyelesaian temuan BPK demi menjaga akuntabilitas laporan keuangan kementerian.

Selain diikuti oleh BPP dari berbagai madrasah, acara ini dihadiri oleh total 40 peserta yang terdiri dari unsur keuangan, pengelola BMN, hingga humas. Setiap satuan kerja diminta untuk menyiapkan data dukung yang akurat mengenai aset rusak berat di instansi masing-masing. Melalui koordinasi ini, diharapkan pengelolaan aset di lingkungan Kemenag Gunungkidul, khususnya di MIN 8 Gunungkidul, menjadi lebih transparan dan sesuai dengan standar tata kelola yang ditetapkan (tna)


Rabu, 22 April 2026

Hujan Bukan Halangan, Karateka Muda MIN 8 Gunungkidul Tetap Tangguh Berlatih

 


Semanu ---- Cuaca hujan yang menyelimuti wilayah Gunungkidul pada Rabu (22/4/2026) siang menjelang sore tidak menyurutkan semangat para siswa MIN 8 Gunungkidul untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate. Mengingat kondisi cuaca yang tidak mendukung untuk latihan di lapangan terbuka, sesi latihan dialihkan ke area hall madrasah agar para peserta tetap dapat berlatih dengan aman dan nyaman. Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh siswa dari kelas 3, 4, dan 5 yang memiliki minat besar dalam olahraga bela diri asal Jepang tersebut.

Di bawah arahan pelatih Wibowo, para siswa tampak serius mengikuti setiap instruksi, mulai dari teknik dasar pukulan, tangkisan, hingga gerakan kata. Pelatih Wibowo menekankan bahwa kedisiplinan dan konsistensi adalah kunci utama dalam karate, sehingga latihan harus tetap berjalan dalam kondisi cuaca apa pun. Ruang hall madrasah pun dipenuhi dengan suara teriakan "kiai" yang lantang, mencerminkan energi positif dan daya juang tinggi dari para karateka muda MIN 8 Gunungkidul.

Ekstrakurikuler karate ini merupakan salah satu program unggulan madrasah untuk membentuk karakter, fisik, dan mental siswa. Dengan jadwal rutin satu minggu sekali, diharapkan bakat-bakat non-akademik siswa dapat terwadahi dengan baik hingga mampu mencetak prestasi di tingkat daerah maupun nasional. Meski berlangsung di dalam ruangan karena hujan, sesi latihan kali ini tetap berjalan efektif dan ditutup dengan semangat kebersamaan yang kuat antar siswa. (tna)



Bedah Minat Belajar Matematika, Siswa Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Jadi Subjek Riset STAIYO

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul kembali menjadi mitra penelitian bagi akademisi dengan menyambut kehadiran mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Yogyakarta (STAIYO), Angelica Putri Arianto, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Kunjungan ini difokuskan di kelas 5 dengan agenda utama melakukan analisis mendalam mengenai minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika. Kehadiran ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengumpulkan data autentik untuk memenuhi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Publikasi Artikel Ilmiah.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi langsung di dalam kelas serta menyebarkan angket kepada seluruh siswa kelas 5. Instrumen penelitian tersebut dirancang untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi ketertarikan siswa terhadap angka dan logika matematika. Data yang diperoleh dari angket ini nantinya akan diolah dan disusun menjadi sebuah artikel ilmiah yang akan dipublikasikan, memberikan gambaran objektif mengenai dinamika pembelajaran matematika di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Hamid Fitrianto, selaku guru mata pelajaran matematika yang mendampingi jalannya penelitian, menyambut positif inisiatif tersebut. "Kami sangat mendukung kegiatan penelitian ini karena hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan mengetahui tingkat minat belajar siswa secara terukur melalui angket, kami bisa merumuskan strategi pembelajaran yang lebih menyenangkan dan tepat sasaran bagi anak-anak kelas 5 ke depannya," ujar Hamid. Sinergi antara praktisi pendidikan dan mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan metode pembelajaran matematika yang lebih efektif. (tna)

Kreatif! Siswa Kelas 4 Belajar Olah Limbah Anorganik dalam Kunjungan Mahasiswa STAIYO

 


Semanu --- MIN 8 Gunungkidul menerima kunjungan edukatif dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Yogyakarta (STAIYO), Indra Wahyu Septiyani, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Kehadiran mahasiswa tersebut difokuskan pada kelas 4 untuk mengisi mata pelajaran Seni Budaya dengan materi kreatif berupa pemanfaatan limbah anorganik dari tutup botol bekas. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengambilan data penelitian sekaligus penyebaran angket guna memenuhi komponen penilaian Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Publikasi Artikel Ilmiah.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, para siswa tampak antusias mengubah limbah tutup botol yang tidak terpakai menjadi berbagai kreasi seni yang bernilai estetis. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kreativitas siswa dalam mengelola sampah anorganik serta efektivitas metode pembelajaran praktik dalam menghasilkan karya ilmiah yang valid. Melalui pengisian angket, mahasiswa bersangkutan mengumpulkan data primer yang nantinya akan disusun menjadi sebuah artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan mata kuliah tersebut.

Wali kelas 4, Herni Uswatun Hasanah, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, memberikan apresiasi atas kolaborasi akademis ini. "Kami sangat terbuka dengan kehadiran mahasiswa penelitian seperti ini, karena selain membantu tugas akademik mereka, siswa kami juga mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan segar. Materi pemanfaatan limbah sangat relevan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak sejak dini melalui karya seni nyata," ujar Herni. (tna)

Literasi Tanpa Batas: Saat Perpustakaan Daerah "Jemput Bola" ke MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Halaman MIN 8 Gunungkidul tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu pagi dengan hadirnya layanan Mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran armada buku ini merupakan bagian dari program rutin dua mingguan yang bertujuan untuk mendekatkan akses bacaan berkualitas kepada para siswa. Pada kunjungan kali ini, jadwal peminjaman dikhususkan bagi siswa kelas 2 dan 3, yang terlihat sangat antusias menyerbu rak-rak buku di dalam mobil untuk mencari bacaan favorit mereka.

Koordinator Perpustakaan MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menyambut baik konsistensi layanan ini dalam mendukung budaya literasi di lingkungan madrasah. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mobil perpustakaan keliling yang hadir secara rutin setiap dua minggu. Dengan adanya variasi koleksi buku yang selalu diperbarui, minat baca siswa, khususnya kelas 2 dan 3, menjadi semakin meningkat karena mereka bisa mendapatkan referensi bacaan yang lebih luas di luar madrasah," ungkap Dewi di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang peminjaman buku semata, tetapi juga menjadi stimulus bagi siswa untuk lebih mencintai dunia literasi sejak dini. Dengan jadwal yang teratur, pihak madrasah dapat mengintegrasikan kunjungan ini ke dalam jadwal literasi kelas sehingga proses edukasi berjalan lebih efektif. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Gunungkidul, MIN 8 Gunungkidul berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang cerdas dan berwawasan luas melalui kebiasaan membaca. (tna)



Selasa, 21 April 2026

Tunjukkan Emansipasi, Siswi MIN 8 Gunungkidul Sukses Jadi Petugas Upacara Berbalut Busana Nusantara

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh warna menyelimuti halaman MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (21/4/2026) pagi. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Kartini dengan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Seluruh peserta upacara tampak anggun dan gagah mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara yang menyimbolkan persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Momentum peringatan tahun ini menjadi sangat istimewa karena seluruh petugas upacara merupakan siswa perempuan dari kelas 5. Penampilan mereka sangat memukau, terutama Aqila Sava yang bertindak sebagai pemimpin upacara dengan suara lantang dan sikap yang tegas. Keterlibatan penuh siswa perempuan sebagai petugas ini bertujuan untuk meneladani semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan keberanian yang setara dalam memimpin serta mengemban tanggung jawab.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, hadir langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan dan karakter bagi generasi muda masa kini. Beliau menekankan bahwa semangat Kartini harus terus hidup di hati para siswi agar berani bermimpi tinggi dan terus berprestasi. Upacara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto keluarga besar madrasah yang memperlihatkan keindahan ragam busana adat sebagai wujud cinta tanah air. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Sampaikan Pesan "Meneladani Kartini di Era Digital" dalam Upacara Hari Kartini

 

Semanu ---- Dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menekankan bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di masa kini adalah tentang emansipasi dan kesetaraan akses pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa jika dahulu Kartini berjuang melawan keterbatasan pingitan, maka saat ini para siswi memiliki hak yang sama untuk belajar dan menentukan masa depan. Sri Hartati menegaskan bahwa tujuan perempuan menjadi cerdas bukan untuk mengalahkan laki-laki, melainkan demi mendidik generasi penerus bangsa dengan lebih baik.

Lebih lanjut, Sri Hartati memberikan tiga poin utama bagi para siswi dalam menghadapi tantangan di era digital. Pertama adalah memanfaatkan kebebasan belajar dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan sekolah. Kedua, beliau menekankan pentingnya literasi digital, di mana teknologi harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan dan ilmu pengetahuan, bukan hal yang tidak produktif. Ketiga adalah kemandirian, di mana setiap siswi didorong untuk berani bermimpi setinggi langit, baik menjadi dokter, atlet, maupun pemimpin masa depan, yang semuanya dapat dicapai dengan semangat belajar yang tekun.

Menutup amanatnya, Sri Hartati juga memberikan pesan khusus bagi para siswa laki-laki untuk belajar menghormati sesama dan mendukung rekan perempuan mereka tanpa memandang perbedaan gender. Dengan mengutip kalimat legendaris "Habis Gelap Terbitlah Terang", beliau mengajak seluruh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul untuk menjadikan momentum Hari Kartini sebagai pemacu dalam meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta tetap menjunjung tinggi etika dan budi pekerti yang luhur. Semangat Kartini diharapkan terus hidup dalam sanubari seluruh siswa sebagai modal menghadapi tantangan masa depan. (tna)

Jumat, 17 April 2026

Harmoni Latihan Upacara Hari Kartini di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Menjelang peringatan Hari Kartini yang akan jatuh pada Selasa, (21/4/2026), MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan upacara bendera secara intensif pada Jumat (17/4/2026). Ada pemandangan menarik dalam latihan kali ini, di mana seluruh petugas upacara terdiri dari siswi perempuan kelas 5 untuk merepresentasikan semangat perjuangan R.A. Kartini. Di bawah komando Aqila Sava sebagai pemimpin upacara, para siswi nampak serius berlatih baris-berbaris dan tata cara protokoler di halaman madrasah agar pelaksanaan pada hari puncak nanti berjalan dengan khidmat dan lancar.

Peran siswa laki-laki pun tetap vital dalam formasi ini, di mana mereka bertugas sebagai tim paduan suara yang mengiringi jalannya upacara dengan lagu-lagu nasional. Latihan ini dibimbing langsung oleh Dewi Susilowati selaku wali kelas 5 yang bertindak sebagai pelatih. Dewi memastikan setiap detail gerakan dan vokal terpantau dengan baik agar terdapat harmonisasi antara petugas upacara dan tim pengiring. Keterlibatan aktif seluruh siswa kelas 5 ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta pemahaman yang lebih dalam mengenai makna emansipasi dan patriotisme sejak dini.

Wali kelas 5, Dewi Susilowati, menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama proses latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak, terutama para siswi yang mengambil peran penuh sebagai petugas. Ini adalah momentum bagi mereka untuk belajar kepemimpinan dan kemandirian sebagaimana teladan Ibu Kartini," ujar Dewi. Beliau juga menambahkan bahwa pembagian peran ini dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus menunjukkan bahwa setiap siswa, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan besar di madrasah. (tna)

Persiapan Menuju TKA 2026: MIN 8 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi dan Verifikasi Kesiapan Madrasah

 


 Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, menghadiri undangan kegiatan Sosialisasi TKA/TKAD dan Verifikasi Kesiapan Sekolah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kapanewon Semanu pada Jumat, (17/4/2026). Bertempat di Aula KPRI Meter, pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis menjelang ujian akademik mendatang. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya kesiapan administrasi madrasah, mulai dari penyusunan denah tempat duduk yang sesuai standar hingga penyiapan dokumen tata tertib bagi seluruh peserta ujian.

Pembahasan utama dalam sosialisasi ini menitikberatkan pada regulasi ketat bagi pengawas dan teknisi guna menjamin kelancaran ujian. Para pengawas diwajibkan hadir 45 menit sebelum pelaksanaan dan mengikuti koordinasi via Zoom mulai pukul 06.30 WIB melalui tautan yang dikirim ke email masing-masing. Selain bertugas mengondisikan peserta didik dan menyampaikan token ujian, pengawas dilarang ikut campur dalam menangani kendala teknis atau eror perangkat agar tetap fokus pada pengawasan. Sementara itu, teknisi madrasah bertanggung jawab penuh dalam menyiapkan seluruh perangkat ujian dan memastikan distribusi kartu login dilakukan secara tepat kepada peserta yang telah memiliki kartu peserta resmi.

Pelaksanaan TKA di MIN 8 Gunungkidul sendiri telah dijadwalkan masuk ke dalam gelombang 4, yakni pada hari Rabu (29/4/2026) dan Kamis (30/4/2026). Dengan adanya sosialisasi ini, madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh prosedur dengan presisi, termasuk penempelan kartu panitia di meja siswa dan pengelolaan administrasi ujian oleh pengawas. Persiapan matang ini menjadi langkah krusial bagi MIN 8 Gunungkidul untuk menyukseskan agenda TKA dan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dalam kondisi yang kondusif serta terstandarisasi. (tna)

Kamis, 16 April 2026

Transformasi Digital: Guru MIN 8 Gunungkidul Gali Potensi AI dalam Layanan Perpustakaan

 


Semanu ---- Guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, Dewi Susilowati, salah satu tenaga pendidik dari MIN 8 Gunungkidul, mengikuti seminar daring bertajuk "Pemanfaatan AI untuk Layanan Perpustakaan" pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini dibuka secara resmi oleh Siti Indarwati selaku Ketua IPI. Seminar ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah, baik anggota IPI, pustakawan, maupun guru melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Dispussip GK.

Dalam seminar tersebut, Endah Choiriyah selaku pustakawan FKH UGM hadir sebagai narasumber utama dengan dipandu oleh moderator Wisnu Giri Antoro. Materi yang disampaikan menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) hadir bukan untuk mengganti peran manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan. Ibu Dewi dan peserta lainnya dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan Chat GPT dan OpenAI untuk pembuatan flyer informasi serta penataan ruang perpustakaan. Selain itu, diperkenalkan pula aplikasi Gamma AI dan Canva AI untuk pembuatan presentasi pembelajaran, serta Perplexity untuk riset khusus dan pengolahan dokumen secara efektif.

Tidak hanya sekadar teori, Dewi Susilowati juga terlibat aktif dalam sesi praktik langsung mengenai penggunaan prompt AI yang tepat. Para peserta diajarkan teknik mengubah gambar menjadi suara, mengonversi gambar menjadi video, hingga merangkum isi buku menjadi tulisan abstrak yang padat. Keikutsertaan guru MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pengelolaan perpustakaan sekolah maupun metode pengajaran di kelas, sehingga mampu menciptakan ekosistem madrasah yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. (tna)

Demi Upacara yang Khidmat, Siswa MIN 8 Gunungkidul Giat Berlatih di Bawah Terik Matahari

 


Semanu ---- Guna memastikan pelaksanaan upacara bendera hari Senin berjalan dengan khidmat dan tertib, para siswa kelas 5 MIN 8 Gunungkidul melaksanakan latihan intensif pada Jumat (10/4/2026). Bertempat di halaman madrasah, latihan ini difokuskan pada penguasaan tata upacara serta kekompakan gerakan antarpetugas. Luthfian Abbad Fallah, yang terpilih sebagai pemimpin upacara, tampak serius mengomandoi barisan dan memantapkan intonasi suara agar siap menjalankan tugas utama di hadapan seluruh peserta upacara nantinya.

Proses latihan ini didampingi langsung oleh dua guru pembimbing, yaitu Dewi Susilowati dan Ischak Yama Amalia. Keduanya secara teliti memberikan instruksi mulai dari tata cara langkah tegap pasukan pengibar bendera, pembacaan teks pembukaan UUD 1945, hingga kesiapan protokol. Arahan teknis diberikan secara berulang agar setiap petugas memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing, sehingga meminimalisir kesalahan saat hari pelaksanaan.

Ischak Yama Amalia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa meski cuaca cukup terik saat latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak kelas 5. Meskipun ini menjadi tanggung jawab yang cukup besar bagi mereka, Luthfian dan kawan-kawan menunjukkan progres yang signifikan dalam kedisiplinan dan kerapihan. Kami berharap latihan ini dapat melatih rasa percaya diri dan jiwa nasionalisme mereka sejak dini," pungkasnya. (tna)

Momen Haru di MIN 8 Gunungkidul: Siswa Kelas 6 Ikrarkan Janji Bakti di Hadapan Orang Tua

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti serangkaian acara muhasabah dan doa bersama di MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026). Di bawah bimbingan narasumber Bapak Budi Santosa dari Pondok Pesantren Thoriqul Mukminin, seluruh siswa kelas 6 mengikuti prosesi pengambilan janji sebagai bentuk penguatan karakter menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA). Prosesi ini menjadi puncak refleksi diri bagi para siswa untuk menyelaraskan kesiapan mental dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.

Secara teknis, prosesi janji ini berlangsung sangat menyentuh hati. Para siswa diminta berdiri tegak di sebelah kanan orang tua masing-masing, kemudian dengan sikap sempurna meletakkan tangan kanan di dada kiri sebagai simbol kesungguhan. Secara serentak dan lantang, mereka mengucapkan janji untuk senantiasa mematuhi perintah Allah SWT, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, berbakti kepada orang tua, serta menghormati guru. Suara lantang para siswa yang menggema di ruangan membuat banyak orang tua tak kuasa menahan air mata haru menyaksikan tekad putra-putri mereka.

Ikrar janji ini diharapkan menjadi bekal moral yang kuat bagi siswa dalam menghadapi rangkaian ujian yang akan dimulai pada Rabu (29/4/2026) mendatang. Dengan menekankan bakti kepada orang tua dan hormat kepada guru, madrasah ingin menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan akademik harus dibarengi dengan rida dari orang-orang terdekat. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa diberikan kemudahan, kejujuran, dan hasil terbaik dalam menempuh TKA serta jenjang pendidikan selanjutnya. (tna)

 

Matangkan Persiapan Akhir, MIN 8 Gunungkidul Gelar Sosialisasi Agenda Kelas 6

 


Semanu --- Usai mengikuti sesi motivasi yang menyentuh hati, sebanyak 42 wali siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mengikuti sosialisasi intensif terkait rangkaian agenda akhir tahun pelajaran pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memaparkan jadwal krusial yang akan dihadapi siswa dalam waktu dekat, dimulai dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu (29/4/2026) dan Kamis (30/4/2026), disusul Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) pada Selasa (5/5/2026). Selain itu, pihak madrasah juga menginformasikan pelaksanaan Asesmen Madrasah yang akan dimulai pada Rabu (6/5/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian ujian praktik sebagai syarat penentu kompetensi dan kelulusan siswa.

Dalam sesi teknis, kedua wali kelas 6, Agustina Kusumawati dan Rumiyatun Rohassanah, memimpin rapat koordinasi untuk menyelaraskan persepsi antara pihak madrasah dan orang tua. Selain membahas detail pelaksanaan ujian, dipaparkan pula jadwal penting mengenai pengumuman hasil TKA serta prosedur pengumuman kelulusan siswa. Kolaborasi ini dinilai sangat penting agar para wali siswa dapat memberikan pendampingan yang maksimal di rumah, mengingat padatnya jadwal akademik yang harus ditempuh anak-anak dalam satu bulan ke depan.

Sebagai penutup rangkaian sosialisasi, madrasah bersama wali siswa mulai mendiskusikan rencana acara pelepasan siswa kelas 6. Pembahasan awal ini mencakup konsep acara dan teknis pelaksanaan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan belajar siswa selama enam tahun di MIN 8 Gunungkidul. Dengan adanya komunikasi yang transparan ini, diharapkan seluruh agenda, mulai dari ujian hingga prosesi perpisahan nanti, dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar madrasah. (tna)

Satu Jabat Tangan Seribu Doa: Bekal Non-Teknis Siswa MIN 8 Gunungkidul Hadapi TKA

 


Semanu ---- Suasana khidmat menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026) saat seluruh siswa kelas 6 berkumpul untuk mengikuti acara motivasi dan doa bersama. Kegiatan ini menghadirkan Budi Santosa dari Pondok Pesantren Thoriqul Mukminin sebagai pemandu utama. Dalam sesi tersebut, para siswa diberikan bekal spiritual dan penguatan mental agar lebih percaya diri serta tenang dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Rabu (29/4/2026) mendatang.

Setelah rangkaian motivasi berakhir, acara dilanjutkan dengan momen emosional saat seluruh siswa berbaris untuk bersalaman dengan para guru dan tenaga kependidikan. Tradisi berjabat tangan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol permohonan restu dan doa tulus dari para pendidik. Para siswa tampak khusyuk meminta dukungan moral agar segala persiapan yang telah mereka lakukan membuahkan hasil yang maksimal dan diberikan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian.

Jajaran guru menyambut hangat momentum ini dengan memberikan pesan-pesan penyemangat dan untaian doa bagi keberhasilan anak didik mereka. Dengan adanya sinergi antara usaha belajar yang keras dan dukungan spiritual seperti ini, diharapkan para siswa kelas 6 dapat menjalani TKA dengan optimistis. (tna)



Rabu, 15 April 2026

Tembus Peringkat 2, Siswi MIN 8 Gunungkidul Raih Beasiswa 1 Juta Rupiah

 


Semanu ---- Faiza Mufidaturrahmah, siswi kelas 6, berhasil meraih peringkat kedua dalam kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh MTsN 3 Gunungkidul pada Sabtu (11/4/2026). Kompetisi yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, menjadikannya salah satu tolak ukur kemampuan akademik siswa yang cukup kompetitif di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di gedung MTsN 3 Gunungkidul tersebut menguji mata pelajaran TKA untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi TKA utama berikutnya. Berkat ketekunan dan persiapan yang matang, Faiza mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan hasil yang sangat memuaskan hingga berhasil menembus jajaran juara. Atas pencapaian luar biasa ini, Faiza berhak mendapatkan beasiswa pendidikan senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) sebagai bentuk apresiasi atas kecerdasannya.

Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi motivasi bagi Faiza untuk terus berprestasi di masa depan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di MIN 8 Gunungkidul agar lebih giat belajar. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa kualitas pendidikan di madrasah mampu bersaing dan unggul dalam berbagai ajang kompetisi akademik. (tna)

 

Tangis Haru Warnai Muhasabah dan Doa Bersama Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026) saat digelarnya kegiatan motivasi dan doa bersama bagi siswa kelas 6. Sebanyak 42 siswa hadir didampingi orang tua masing-masing, duduk berdampingan untuk mengikuti rangkaian acara yang dirancang guna menguatkan mental spiritual menjelang ujian. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pondok Pesantren Thariqul Mukminin, Budi Santosa, sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan bagi para siswa dan wali murid.

Acara tersebut terbagi dalam tiga sesi utama, yaitu sesi motivasi, muhasabah, dan doa bersama. Pada sesi motivasi, Budi Santosa membakar semangat para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dengan kerja keras. Namun, suasana berubah menjadi sangat emosional saat memasuki sesi muhasabah. Di bawah bimbingan narasumber, para siswa diajak merenungkan kembali pengorbanan orang tua dan guru mereka, yang seketika memecah keheningan dengan isak tangis haru baik dari siswa maupun orang tua yang hadir.

Puncak kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mendalam, memohon kelancaran serta keberkahan bagi masa depan para siswa. Momen paling menyentuh terjadi di akhir sesi, di mana para siswa bersimpuh dan berpelukan erat dengan wali mereka sebagai bentuk bakti dan permohonan restu. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi bersalam-salaman antara siswa dengan para guru, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin kuat di lingkungan MIN 8 Gunungkidul. (tna)





Amanat Upacara di MIN 8 Gunungkidul: Ilmu dan Adab Sebagai Pilar Utama Pelajar

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (13/4/2026) pagi dengan suasana yang khidmat di halaman madrasah. Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi kelas 5, yang sukses menjalankan tugas mereka dengan disiplin, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks pembukaan UUD 1945. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan nilai nasionalisme di lingkungan madrasah.

Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat yang menyentuh hati para peserta didik. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa ilmu dan adab adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan seorang pelajar. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang tinggi tidak akan memiliki makna jika tidak disertai dengan adab dan akhlak yang mulia, baik kepada guru, orang tua, maupun sesama teman.

Lebih lanjut, Hamid Fitrianto berpesan agar para siswa terus bersemangat dalam menuntut ilmu demi masa depan, namun tetap menjaga kerendahan hati. Pembentukan karakter melalui adab yang baik diharapkan menjadi ciri khas siswa madrasah yang unggul dalam prestasi dan santun dalam perilaku. Upacara ditutup dengan doa bersama, memberikan energi positif bagi seluruh warga madrasah untuk memulai kegiatan belajar mengajar di pekan tersebut. (tna)

Pasca Syawalan, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data KKGMI Gunungkidul 7

 


Semanu ---- Sebanyak tujuh guru kelas dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Gunungkidul 7 pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan ini dilaksanakan di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo, Semanu, tepat setelah selesainya rangkaian acara Syawalan. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ibnu Sahari selaku Ketua 2 KKGMI Gunungkidul 7 bersama Wasilah sebagai Bendahara 1, guna menyelaraskan langkah organisasi pasca pergantian pengurus.

Agenda utama dalam rapat tersebut difokuskan pada pemutakhiran pendataan anggota KKGMI di wilayah Gunungkidul 7. Wasilah menekankan pentingnya akurasi data yang mencakup guru ASN, Guru Tidak Tetap (GTT), serta kategori guru yang sudah bersertifikasi maupun non-sertifikasi. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan distribusi informasi dan program pengembangan profesi ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi seluruh tenaga pendidik di wilayah tersebut.

Selain urusan administratif keanggotaan, pertemuan ini juga membahas mengenai laporan keuangan organisasi dan perancangan program kerja untuk periode mendatang. Partisipasi aktif guru-guru MIN 8 Gunungkidul dalam koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. (tna)

 

Syawalan KKGMI Gunungkidul 1: Guru PAI MIN 8 Gunungkidul Perkuat Profesionalisme dan Silaturahmi

 


Wonosari ---- Lima guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari MIN 8 Gunungkidul turut menghadiri acara Syawalan 1447 H yang diselenggarakan oleh KKGMI Gunungkidul 1 pada Selasa (14/4/2026). Bertempat di Aula Lt.3 BMT Dana Insani, Wonosari, kegiatan ini mengusung tema "Refleksi Fitri: Menjalin Silaturahmi, Memperkokoh Profesionalisme Guru PAI Madrasah Ibtidaiyah." Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKGMI, Harsyahzuhari, serta arahan dari Pengawas Madrasah, Salabi, yang menekankan pentingnya sinergi kolektif antar-pendidik agama di wilayah Gunungkidul.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Kasubag TU Kantor Kemenag Gunungkidul, Faqih Shomadi. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan refleksi pasca-Ramadan mengenai pentingnya menjaga konsistensi atau istiqomah dalam beribadah sebagai hasil nyata dari didikan bulan suci. Beliau juga mengartikan silaturahmi bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana memperkuat kolaborasi dan koordinasi demi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis di setiap Madrasah Ibtidaiyah.

Lebih lanjut, Faqih Shomadi menekankan penguatan profesionalisme dengan menuntut guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi sebagai tanggung jawab profesi yang strategis. Beliau menutup materinya dengan ajakan menjaga integritas moral melalui kebersihan hati, saling memaafkan, dan menjauhi perilaku buruk demi keselamatan dunia serta akhirat. Kehadiran lima guru PAI dari MIN 8 Gunungkidul ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan akhlak bagi para siswa di madrasah. (tna)