Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Jumat, 17 April 2026

Harmoni Latihan Upacara Hari Kartini di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Menjelang peringatan Hari Kartini yang akan jatuh pada Selasa, (21/4/2026), MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan upacara bendera secara intensif pada Jumat (17/4/2026). Ada pemandangan menarik dalam latihan kali ini, di mana seluruh petugas upacara terdiri dari siswi perempuan kelas 5 untuk merepresentasikan semangat perjuangan R.A. Kartini. Di bawah komando Aqila Sava sebagai pemimpin upacara, para siswi nampak serius berlatih baris-berbaris dan tata cara protokoler di halaman madrasah agar pelaksanaan pada hari puncak nanti berjalan dengan khidmat dan lancar.

Peran siswa laki-laki pun tetap vital dalam formasi ini, di mana mereka bertugas sebagai tim paduan suara yang mengiringi jalannya upacara dengan lagu-lagu nasional. Latihan ini dibimbing langsung oleh Dewi Susilowati selaku wali kelas 5 yang bertindak sebagai pelatih. Dewi memastikan setiap detail gerakan dan vokal terpantau dengan baik agar terdapat harmonisasi antara petugas upacara dan tim pengiring. Keterlibatan aktif seluruh siswa kelas 5 ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta pemahaman yang lebih dalam mengenai makna emansipasi dan patriotisme sejak dini.

Wali kelas 5, Dewi Susilowati, menyampaikan apresiasinya atas semangat yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama proses latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak, terutama para siswi yang mengambil peran penuh sebagai petugas. Ini adalah momentum bagi mereka untuk belajar kepemimpinan dan kemandirian sebagaimana teladan Ibu Kartini," ujar Dewi. Beliau juga menambahkan bahwa pembagian peran ini dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus menunjukkan bahwa setiap siswa, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan besar di madrasah. (tna)

Persiapan Menuju TKA 2026: MIN 8 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi dan Verifikasi Kesiapan Madrasah

 


 Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, menghadiri undangan kegiatan Sosialisasi TKA/TKAD dan Verifikasi Kesiapan Sekolah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kapanewon Semanu pada Jumat, (17/4/2026). Bertempat di Aula KPRI Meter, pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis menjelang ujian akademik mendatang. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya kesiapan administrasi madrasah, mulai dari penyusunan denah tempat duduk yang sesuai standar hingga penyiapan dokumen tata tertib bagi seluruh peserta ujian.

Pembahasan utama dalam sosialisasi ini menitikberatkan pada regulasi ketat bagi pengawas dan teknisi guna menjamin kelancaran ujian. Para pengawas diwajibkan hadir 45 menit sebelum pelaksanaan dan mengikuti koordinasi via Zoom mulai pukul 06.30 WIB melalui tautan yang dikirim ke email masing-masing. Selain bertugas mengondisikan peserta didik dan menyampaikan token ujian, pengawas dilarang ikut campur dalam menangani kendala teknis atau eror perangkat agar tetap fokus pada pengawasan. Sementara itu, teknisi madrasah bertanggung jawab penuh dalam menyiapkan seluruh perangkat ujian dan memastikan distribusi kartu login dilakukan secara tepat kepada peserta yang telah memiliki kartu peserta resmi.

Pelaksanaan TKA di MIN 8 Gunungkidul sendiri telah dijadwalkan masuk ke dalam gelombang 4, yakni pada hari Rabu (29/4/2026) dan Kamis (30/4/2026). Dengan adanya sosialisasi ini, madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh prosedur dengan presisi, termasuk penempelan kartu panitia di meja siswa dan pengelolaan administrasi ujian oleh pengawas. Persiapan matang ini menjadi langkah krusial bagi MIN 8 Gunungkidul untuk menyukseskan agenda TKA dan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dalam kondisi yang kondusif serta terstandarisasi. (tna)

Kamis, 16 April 2026

Transformasi Digital: Guru MIN 8 Gunungkidul Gali Potensi AI dalam Layanan Perpustakaan

 


Semanu ---- Guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, Dewi Susilowati, salah satu tenaga pendidik dari MIN 8 Gunungkidul, mengikuti seminar daring bertajuk "Pemanfaatan AI untuk Layanan Perpustakaan" pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini dibuka secara resmi oleh Siti Indarwati selaku Ketua IPI. Seminar ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah, baik anggota IPI, pustakawan, maupun guru melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Dispussip GK.

Dalam seminar tersebut, Endah Choiriyah selaku pustakawan FKH UGM hadir sebagai narasumber utama dengan dipandu oleh moderator Wisnu Giri Antoro. Materi yang disampaikan menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) hadir bukan untuk mengganti peran manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan. Ibu Dewi dan peserta lainnya dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan Chat GPT dan OpenAI untuk pembuatan flyer informasi serta penataan ruang perpustakaan. Selain itu, diperkenalkan pula aplikasi Gamma AI dan Canva AI untuk pembuatan presentasi pembelajaran, serta Perplexity untuk riset khusus dan pengolahan dokumen secara efektif.

Tidak hanya sekadar teori, Dewi Susilowati juga terlibat aktif dalam sesi praktik langsung mengenai penggunaan prompt AI yang tepat. Para peserta diajarkan teknik mengubah gambar menjadi suara, mengonversi gambar menjadi video, hingga merangkum isi buku menjadi tulisan abstrak yang padat. Keikutsertaan guru MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pengelolaan perpustakaan sekolah maupun metode pengajaran di kelas, sehingga mampu menciptakan ekosistem madrasah yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. (tna)

Demi Upacara yang Khidmat, Siswa MIN 8 Gunungkidul Giat Berlatih di Bawah Terik Matahari

 


Semanu ---- Guna memastikan pelaksanaan upacara bendera hari Senin berjalan dengan khidmat dan tertib, para siswa kelas 5 MIN 8 Gunungkidul melaksanakan latihan intensif pada Jumat (10/4/2026). Bertempat di halaman madrasah, latihan ini difokuskan pada penguasaan tata upacara serta kekompakan gerakan antarpetugas. Luthfian Abbad Fallah, yang terpilih sebagai pemimpin upacara, tampak serius mengomandoi barisan dan memantapkan intonasi suara agar siap menjalankan tugas utama di hadapan seluruh peserta upacara nantinya.

Proses latihan ini didampingi langsung oleh dua guru pembimbing, yaitu Dewi Susilowati dan Ischak Yama Amalia. Keduanya secara teliti memberikan instruksi mulai dari tata cara langkah tegap pasukan pengibar bendera, pembacaan teks pembukaan UUD 1945, hingga kesiapan protokol. Arahan teknis diberikan secara berulang agar setiap petugas memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing, sehingga meminimalisir kesalahan saat hari pelaksanaan.

Ischak Yama Amalia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa meski cuaca cukup terik saat latihan berlangsung. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak kelas 5. Meskipun ini menjadi tanggung jawab yang cukup besar bagi mereka, Luthfian dan kawan-kawan menunjukkan progres yang signifikan dalam kedisiplinan dan kerapihan. Kami berharap latihan ini dapat melatih rasa percaya diri dan jiwa nasionalisme mereka sejak dini," pungkasnya. (tna)

Momen Haru di MIN 8 Gunungkidul: Siswa Kelas 6 Ikrarkan Janji Bakti di Hadapan Orang Tua

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti serangkaian acara muhasabah dan doa bersama di MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026). Di bawah bimbingan narasumber Bapak Budi Santosa dari Pondok Pesantren Thoriqul Mukminin, seluruh siswa kelas 6 mengikuti prosesi pengambilan janji sebagai bentuk penguatan karakter menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA). Prosesi ini menjadi puncak refleksi diri bagi para siswa untuk menyelaraskan kesiapan mental dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.

Secara teknis, prosesi janji ini berlangsung sangat menyentuh hati. Para siswa diminta berdiri tegak di sebelah kanan orang tua masing-masing, kemudian dengan sikap sempurna meletakkan tangan kanan di dada kiri sebagai simbol kesungguhan. Secara serentak dan lantang, mereka mengucapkan janji untuk senantiasa mematuhi perintah Allah SWT, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, berbakti kepada orang tua, serta menghormati guru. Suara lantang para siswa yang menggema di ruangan membuat banyak orang tua tak kuasa menahan air mata haru menyaksikan tekad putra-putri mereka.

Ikrar janji ini diharapkan menjadi bekal moral yang kuat bagi siswa dalam menghadapi rangkaian ujian yang akan dimulai pada Rabu (29/4/2026) mendatang. Dengan menekankan bakti kepada orang tua dan hormat kepada guru, madrasah ingin menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan akademik harus dibarengi dengan rida dari orang-orang terdekat. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa diberikan kemudahan, kejujuran, dan hasil terbaik dalam menempuh TKA serta jenjang pendidikan selanjutnya. (tna)

 

Matangkan Persiapan Akhir, MIN 8 Gunungkidul Gelar Sosialisasi Agenda Kelas 6

 


Semanu --- Usai mengikuti sesi motivasi yang menyentuh hati, sebanyak 42 wali siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mengikuti sosialisasi intensif terkait rangkaian agenda akhir tahun pelajaran pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memaparkan jadwal krusial yang akan dihadapi siswa dalam waktu dekat, dimulai dari Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu (29/4/2026) dan Kamis (30/4/2026), disusul Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) pada Selasa (5/5/2026). Selain itu, pihak madrasah juga menginformasikan pelaksanaan Asesmen Madrasah yang akan dimulai pada Rabu (6/5/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian ujian praktik sebagai syarat penentu kompetensi dan kelulusan siswa.

Dalam sesi teknis, kedua wali kelas 6, Agustina Kusumawati dan Rumiyatun Rohassanah, memimpin rapat koordinasi untuk menyelaraskan persepsi antara pihak madrasah dan orang tua. Selain membahas detail pelaksanaan ujian, dipaparkan pula jadwal penting mengenai pengumuman hasil TKA serta prosedur pengumuman kelulusan siswa. Kolaborasi ini dinilai sangat penting agar para wali siswa dapat memberikan pendampingan yang maksimal di rumah, mengingat padatnya jadwal akademik yang harus ditempuh anak-anak dalam satu bulan ke depan.

Sebagai penutup rangkaian sosialisasi, madrasah bersama wali siswa mulai mendiskusikan rencana acara pelepasan siswa kelas 6. Pembahasan awal ini mencakup konsep acara dan teknis pelaksanaan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan belajar siswa selama enam tahun di MIN 8 Gunungkidul. Dengan adanya komunikasi yang transparan ini, diharapkan seluruh agenda, mulai dari ujian hingga prosesi perpisahan nanti, dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar madrasah. (tna)

Satu Jabat Tangan Seribu Doa: Bekal Non-Teknis Siswa MIN 8 Gunungkidul Hadapi TKA

 


Semanu ---- Suasana khidmat menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026) saat seluruh siswa kelas 6 berkumpul untuk mengikuti acara motivasi dan doa bersama. Kegiatan ini menghadirkan Budi Santosa dari Pondok Pesantren Thoriqul Mukminin sebagai pemandu utama. Dalam sesi tersebut, para siswa diberikan bekal spiritual dan penguatan mental agar lebih percaya diri serta tenang dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Rabu (29/4/2026) mendatang.

Setelah rangkaian motivasi berakhir, acara dilanjutkan dengan momen emosional saat seluruh siswa berbaris untuk bersalaman dengan para guru dan tenaga kependidikan. Tradisi berjabat tangan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol permohonan restu dan doa tulus dari para pendidik. Para siswa tampak khusyuk meminta dukungan moral agar segala persiapan yang telah mereka lakukan membuahkan hasil yang maksimal dan diberikan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian.

Jajaran guru menyambut hangat momentum ini dengan memberikan pesan-pesan penyemangat dan untaian doa bagi keberhasilan anak didik mereka. Dengan adanya sinergi antara usaha belajar yang keras dan dukungan spiritual seperti ini, diharapkan para siswa kelas 6 dapat menjalani TKA dengan optimistis. (tna)



Rabu, 15 April 2026

Tembus Peringkat 2, Siswi MIN 8 Gunungkidul Raih Beasiswa 1 Juta Rupiah

 


Semanu ---- Faiza Mufidaturrahmah, siswi kelas 6, berhasil meraih peringkat kedua dalam kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh MTsN 3 Gunungkidul pada Sabtu (11/4/2026). Kompetisi yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, menjadikannya salah satu tolak ukur kemampuan akademik siswa yang cukup kompetitif di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di gedung MTsN 3 Gunungkidul tersebut menguji mata pelajaran TKA untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi TKA utama berikutnya. Berkat ketekunan dan persiapan yang matang, Faiza mampu mengerjakan soal-soal tersebut dengan hasil yang sangat memuaskan hingga berhasil menembus jajaran juara. Atas pencapaian luar biasa ini, Faiza berhak mendapatkan beasiswa pendidikan senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) sebagai bentuk apresiasi atas kecerdasannya.

Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi motivasi bagi Faiza untuk terus berprestasi di masa depan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di MIN 8 Gunungkidul agar lebih giat belajar. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa kualitas pendidikan di madrasah mampu bersaing dan unggul dalam berbagai ajang kompetisi akademik. (tna)

 

Tangis Haru Warnai Muhasabah dan Doa Bersama Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (14/4/2026) saat digelarnya kegiatan motivasi dan doa bersama bagi siswa kelas 6. Sebanyak 42 siswa hadir didampingi orang tua masing-masing, duduk berdampingan untuk mengikuti rangkaian acara yang dirancang guna menguatkan mental spiritual menjelang ujian. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pondok Pesantren Thariqul Mukminin, Budi Santosa, sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan bagi para siswa dan wali murid.

Acara tersebut terbagi dalam tiga sesi utama, yaitu sesi motivasi, muhasabah, dan doa bersama. Pada sesi motivasi, Budi Santosa membakar semangat para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dengan kerja keras. Namun, suasana berubah menjadi sangat emosional saat memasuki sesi muhasabah. Di bawah bimbingan narasumber, para siswa diajak merenungkan kembali pengorbanan orang tua dan guru mereka, yang seketika memecah keheningan dengan isak tangis haru baik dari siswa maupun orang tua yang hadir.

Puncak kegiatan ditutup dengan doa bersama yang mendalam, memohon kelancaran serta keberkahan bagi masa depan para siswa. Momen paling menyentuh terjadi di akhir sesi, di mana para siswa bersimpuh dan berpelukan erat dengan wali mereka sebagai bentuk bakti dan permohonan restu. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi bersalam-salaman antara siswa dengan para guru, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin kuat di lingkungan MIN 8 Gunungkidul. (tna)





Amanat Upacara di MIN 8 Gunungkidul: Ilmu dan Adab Sebagai Pilar Utama Pelajar

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (13/4/2026) pagi dengan suasana yang khidmat di halaman madrasah. Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi kelas 5, yang sukses menjalankan tugas mereka dengan disiplin, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks pembukaan UUD 1945. Upacara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan nilai nasionalisme di lingkungan madrasah.

Guru MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat yang menyentuh hati para peserta didik. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa ilmu dan adab adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan seorang pelajar. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang tinggi tidak akan memiliki makna jika tidak disertai dengan adab dan akhlak yang mulia, baik kepada guru, orang tua, maupun sesama teman.

Lebih lanjut, Hamid Fitrianto berpesan agar para siswa terus bersemangat dalam menuntut ilmu demi masa depan, namun tetap menjaga kerendahan hati. Pembentukan karakter melalui adab yang baik diharapkan menjadi ciri khas siswa madrasah yang unggul dalam prestasi dan santun dalam perilaku. Upacara ditutup dengan doa bersama, memberikan energi positif bagi seluruh warga madrasah untuk memulai kegiatan belajar mengajar di pekan tersebut. (tna)

Pasca Syawalan, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data KKGMI Gunungkidul 7

 


Semanu ---- Sebanyak tujuh guru kelas dari MIN 8 Gunungkidul mengikuti rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Gunungkidul 7 pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan ini dilaksanakan di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo, Semanu, tepat setelah selesainya rangkaian acara Syawalan. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ibnu Sahari selaku Ketua 2 KKGMI Gunungkidul 7 bersama Wasilah sebagai Bendahara 1, guna menyelaraskan langkah organisasi pasca pergantian pengurus.

Agenda utama dalam rapat tersebut difokuskan pada pemutakhiran pendataan anggota KKGMI di wilayah Gunungkidul 7. Wasilah menekankan pentingnya akurasi data yang mencakup guru ASN, Guru Tidak Tetap (GTT), serta kategori guru yang sudah bersertifikasi maupun non-sertifikasi. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan distribusi informasi dan program pengembangan profesi ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi seluruh tenaga pendidik di wilayah tersebut.

Selain urusan administratif keanggotaan, pertemuan ini juga membahas mengenai laporan keuangan organisasi dan perancangan program kerja untuk periode mendatang. Partisipasi aktif guru-guru MIN 8 Gunungkidul dalam koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. (tna)

 

Syawalan KKGMI Gunungkidul 1: Guru PAI MIN 8 Gunungkidul Perkuat Profesionalisme dan Silaturahmi

 


Wonosari ---- Lima guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari MIN 8 Gunungkidul turut menghadiri acara Syawalan 1447 H yang diselenggarakan oleh KKGMI Gunungkidul 1 pada Selasa (14/4/2026). Bertempat di Aula Lt.3 BMT Dana Insani, Wonosari, kegiatan ini mengusung tema "Refleksi Fitri: Menjalin Silaturahmi, Memperkokoh Profesionalisme Guru PAI Madrasah Ibtidaiyah." Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKGMI, Harsyahzuhari, serta arahan dari Pengawas Madrasah, Salabi, yang menekankan pentingnya sinergi kolektif antar-pendidik agama di wilayah Gunungkidul.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Kasubag TU Kantor Kemenag Gunungkidul, Faqih Shomadi. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan refleksi pasca-Ramadan mengenai pentingnya menjaga konsistensi atau istiqomah dalam beribadah sebagai hasil nyata dari didikan bulan suci. Beliau juga mengartikan silaturahmi bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana memperkuat kolaborasi dan koordinasi demi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis di setiap Madrasah Ibtidaiyah.

Lebih lanjut, Faqih Shomadi menekankan penguatan profesionalisme dengan menuntut guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi sebagai tanggung jawab profesi yang strategis. Beliau menutup materinya dengan ajakan menjaga integritas moral melalui kebersihan hati, saling memaafkan, dan menjauhi perilaku buruk demi keselamatan dunia serta akhirat. Kehadiran lima guru PAI dari MIN 8 Gunungkidul ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan akhlak bagi para siswa di madrasah. (tna)

Guru Bahasa Arab MIN 8 Gunungkidul Hadiri Halalbihalal KKGMI Gunungkidul 11

 


Wonosari ---- Guru Bahasa Arab MIN 8 Gunungkidul, Husni Darmawati, menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh KKGMI Gunungkidul 11 (Bahasa Arab) pada Selasa (14/4/2026). Bertempat di Aula PLHUT Wonosari, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mengusung tema "Melebur Dosa demi Masa Depan Bangsa, Mewujudkan Masyarakat Berakhlak Mulia". Momentum Syawalan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar-guru Bahasa Arab madrasah ibtidaiyah di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Selain sebagai sarana saling memaafkan, pertemuan ini juga diisi dengan agenda perkenalan pengurus serta anggota baru KKGMI Gunungkidul 11. Kehadiran wajah-wajah baru diharapkan dapat membawa energi positif dan inovasi dalam pengajaran bahasa Arab di tingkat madrasah. Dalam sesi ini, Husni Darmawati beserta rekan-rekan sejawatnya saling berbagi pengalaman untuk memperkuat sinergi dan solidaritas sesama pendidik demi kemajuan organisasi profesi tersebut di masa mendatang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program kerja strategis yang akan dijalankan oleh KKGMI Gunungkidul 11 selama satu periode ke depan. Diskusi tersebut difokuskan pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang kreatif serta peningkatan kualitas kompetensi guru agar selaras dengan perkembangan zaman. Dengan tersusunnya program kerja ini, diharapkan wadah KKGMI 11 dapat menjadi motor penggerak dalam melahirkan generasi siswa yang unggul secara akademis dan memiliki akhlak mulia melalui pendidikan bahasa Al-Qur'an. (tna)

 

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Sertijab Pengurus KKGMI Gunungkidul 2 dan Simak Arahan Kasi Dikmad

 


Playen ---- Dua guru kelas dari MIN 8 Gunungkidul, Suwari dan Ayu Nur Hidayati, menghadiri acara Halalbihalal sekaligus Serah Terima Jabatan Pengurus KKGMI Gunungkidul 2 yang berlangsung di Rumah Makan Sere Ratu, Playen pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk mempererat tali silaturahmi pasca-Lebaran sekaligus menyaksikan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi profesi tersebut. Kehadiran anggota dari MIN 8 Gunungkidul ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung penguatan kapasitas guru melalui wadah Kelompok Kerja Guru (KKG).

Acara tersebut menghadirkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, sebagai narasumber utama. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa guru masa kini harus mampu mengikuti arus zaman dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), di mana guru dituntut untuk mengajar dengan hati dan pendekatan kasih sayang. Supriyanto menegaskan bahwa adaptasi terhadap pola pendekatan baru ini sangat krusial agar proses pembelajaran tetap relevan dan menyentuh sisi kemanusiaan siswa.

Selain membahas pendekatan kurikulum, Supriyanto juga memaparkan peran strategis KKG sebagai wadah peningkatan kualitas pendidik. Beliau berharap melalui forum KKGMI Gunungkidul 2 ini, para guru dapat saling berbagi praktik baik dan terus mengasah kompetensi mereka agar semakin profesional dalam menjalankan tugas. Dengan adanya semangat baru dari pengurus yang baru dilantik, diharapkan seluruh anggota KKG mampu bertransformasi menjadi tenaga pendidik yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Halalbihalal KKGMI Gunungkidul 7

 


Semanu ---- Sebanyak tujuh guru kelas dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Gunungkidul 7 pada Jumat (10/4/2026). Bertempat di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo, Semanu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi pendidik dari 12 madrasah negeri dan swasta yang tersebar di lima kapanewon, yakni Semanu, Rongkop, Girisubo, Tepus, dan Tanjungsari. Selain para guru, acara ini juga dihadiri oleh Pengawas Pembina, Purwata, serta para kepala madrasah dari wilayah terkait.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, menyampaikan materi inspiratif mengenai kriteria orang yang dicintai Allah SWT dalam konteks profesi keguruan. Beliau menekankan bahwa guru yang dicintai Allah adalah mereka yang gemar berinfak, yang dalam dunia pendidikan diwujudkan melalui integritas tinggi dan totalitas dalam mengajar. Selain itu, guru diharapkan mampu menahan amarah dan hawa nafsu, serta memiliki kesabaran ekstra dalam memahami tabiat dan karakter unik setiap peserta didik di kelas.

Menutup tausiyahnya, Supriyanto mengingatkan pentingnya budaya saling memberi dan meminta maaf guna mempererat ukhuwah antar sesama pendidik. Melalui momentum Halalbihalal ini, diharapkan seluruh anggota KKGMI Gunungkidul 7 dapat memperbarui semangat kerja dan meningkatkan kualitas pengajaran demi kemajuan madrasah di wilayah Gunungkidul. Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan ramah tamah serta foto bersama seluruh peserta yang hadir. (tna)

Kamis, 09 April 2026

Mantapkan Kebijakan Institusi, MIN 8 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi Pasca-Rapimleng

 


Semanu ----- Jajaran pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul menggelar rapat koordinasi internal pada Kamis (9/4/2026) siang di ruang guru. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sri Hartati, ini dilaksanakan tepat setelah jam pembelajaran usai untuk memastikan seluruh agenda madrasah berjalan selaras dengan kebijakan pusat. Agenda utama rapat ini adalah penyampaian hasil Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) Kantor Kementerian Agama Gunungkidul yang sebelumnya dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) dan dihadiri oleh perwakilan madrasah, Suprapto.

Dalam pemaparannya, Sri Hartati menekankan poin-poin krusial dari kebijakan Kemenag yang menuntut setiap Satuan Kerja (Satker) untuk senantiasa menjaga lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk mulai menerapkan prinsip tersebut secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, ditegaskan pula bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku bagi sektor pendidikan, sehingga kehadiran dan dedikasi guru secara fisik di madrasah tetap menjadi prioritas utama demi kualitas layanan pendidikan yang optimal.

Rapat koordinasi ini juga menghasilkan kesepakatan penting terkait pengaturan seragam kerja guru dari hari Senin hingga Jumat guna memperkuat identitas dan kedisiplinan pegawai. Tak hanya aspek administratif, pembinaan karakter siswa pun menjadi sorotan utama; para guru diminta untuk lebih ketat memantau kegiatan shalat Dhuhur berjamaah secara menyeluruh. Pemantauan ini mencakup pendampingan dari mulai tata cara wudhu yang benar hingga pelaksanaan doa dan dzikir bersama setelah shalat selesai, sebagai upaya madrasah dalam mencetak generasi yang tertib dalam beribadah. (tna)

Literasi di Halaman Madrasah: Keseruan Kelas 1, 4, dan 5 MIN 8 Gunungkidul Memilih Buku

 

Semanu ---- Siswa-siswi MIN 8 Gunungkidul kembali menyambut antusias kedatangan mobil perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (8/4/2026). Layanan literasi jemput bola ini merupakan agenda rutin yang hadir setiap dua minggu sekali untuk memberikan akses bacaan yang lebih luas bagi para siswa. Pada kunjungan minggu ini, giliran siswa dari kelas 1, 4, dan 5 yang mendapatkan kesempatan untuk meminjam serta mengeksplorasi berbagai koleksi buku menarik, mulai dari buku cerita, pengetahuan umum, hingga buku penunjang pelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para siswa tampak tertib mengantre untuk memilih buku favorit mereka di rak-rak mobil perpustakaan. Herni Uswatun Hasanah, selaku guru MIN 8 Gunungkidul yang bertugas sebagai Koordinator Perpustakaan, terjun langsung mendampingi dan membantu mendata setiap buku yang dipinjam oleh siswa. Kehadiran perpustakaan keliling ini dinilai sangat efektif dalam menyegarkan suasana belajar, karena siswa dapat menikmati pengalaman membaca yang berbeda di luar ruang kelas dengan pilihan buku yang selalu diperbarui setiap kunjungannya.

Herni Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa kerja sama rutin ini sangat membantu madrasah dalam membangun budaya literasi sejak dini. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran perpustakaan keliling ini karena anak-anak selalu menanti-nantikan jadwal kunjungannya. Dengan adanya pergantian kelas yang meminjam buku secara bergiliran, kami bisa memantau perkembangan minat baca siswa dengan lebih tertib. Harapannya, akses buku yang mudah ini dapat memotivasi siswa untuk lebih mencintai dunia literasi dan meningkatkan pengetahuan mereka di luar materi madrasah," pungkas Herni di sela-sela kegiatannya mendata peminjaman buku. (tna)

Mantapkan Integritas, Dua Guru CPNS MIN 8 Gunungkidul Ikuti Evaluasi Masa Percobaan

 


Wonosari ---- Dua orang guru CPNS dari MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati dan Hajir Anas Fauzan, mengikuti agenda Evaluasi Masa Percobaan CPNS Formasi Tahun 2024 yang bertempat di Gedung PLHUT Gunungkidul pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh total 90 peserta CPNS se-Kabupaten Gunungkidul dan diawali dengan prosesi khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Kasubbag TU, Faqih Shomadi, menekankan bahwa integritas dan keprofesionalitasan para CPNS perlu terus diuji sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah sebagai aparatur sipil negara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip, menjelaskan bahwa tujuan utama evaluasi ini adalah untuk menilai kemampuan serta kinerja ASN, sekaligus memastikan setiap individu memiliki moralitas, kejujuran, dan tanggung jawab yang tinggi. Hal ini selaras dengan upaya pembangunan Zona Integritas (ZI) di wilayah Kankemenag Gunungkidul guna mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Melalui komitmen menolak segala bentuk gratifikasi, para CPNS diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah instansi melalui pelayanan yang bersih dan transparan.

Pada sesi teknis, Katim Kepegawaian Kanwil Kemenag DIY, Husni Thamrin, memaparkan enam poin krusial dalam mekanisme evaluasi dan validasi, meliputi kesesuaian peta jabatan, kinerja, kedisiplinan, kesehatan, kelulusan Latsar, hingga verifikasi dokumen. Setelah pemaparan materi, Dewi Susilowati dan Hajir Anas Fauzan bersama peserta lainnya menjalani verifikasi wawancara langsung dengan tim verifikator dari Kepegawaian Kanwil DIY. Proses evaluasi ini menjadi tahapan penting bagi para guru MIN 8 Gunungkidul tersebut untuk memastikan kesiapan mereka menjadi ASN yang profesional dan berdedikasi penuh bagi dunia pendidikan. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Bedah Strategi Penulisan "Berbobot" di Hari Ketiga Bimtek

 


Wonosari ---- Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan seni menyajikan informasi yang bernilai. Hal itulah yang didalami oleh Dewi Susilowati, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, dalam hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul, Rabu (8/4/2026). Dalam sesi bertajuk "Penyajian Informasi", para peserta diajak memahami bahwa tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang mampu menyesuaikan diri dengan audiensnya. Narasumber Moh. Mursyid menekankan tiga pilar utama dalam berkarya, yakni isi yang akurat, struktur yang rapi melalui metode piramida terbalik, serta pemilihan media publikasi yang tepat.

Selain teknik penulisan konvensional, Bimtek ini juga membekali para peserta dengan kecakapan literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Dewi Susilowati mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti Claude, ChatGPT, dan Perplexity sebagai alat bantu riset serta pengembangan ide kreatif. Meski menggunakan teknologi modern, sesi ini tetap menekankan pentingnya etika penulisan. Para guru diingatkan untuk selalu menghindari plagiarisme dan fabrikasi data guna menjaga kredibilitas dan integritas sebagai seorang pendidik sekaligus penulis.

"Menulis adalah cara mengabadikan cerita hidup dalam sebuah dokumen yang akan tetap ada melampaui usia kita," ujar Moh. Mursyid di hadapan para peserta. Melalui kegiatan intensif ini, Dewi Susilowati diharapkan dapat membawa semangat "Ayo Membaca, Ayo Berkarya" sekembalinya ke lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Bekal ilmu dari hari ketiga ini menjadi langkah penting bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas publikasi informasi sekolah agar tampil lebih profesional, akurat, dan inspiratif bagi masyarakat luas. (tna)

Bukan Sekadar Membaca: Cara Guru MIN 8 Gunungkidul Saring Informasi Akurat

 


Wonosari ---- Memasuki hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul pada Selasa (7/4/2026), Dewi Susilowati, guru dari MIN 8 Gunungkidul, tampak fokus memperdalam teknik pengelolaan data digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi banjir informasi di era digital. Dewi bersama para peserta lainnya dibekali strategi khusus agar mampu menavigasi sumber belajar daring secara lebih profesional dan terarah.

Dalam rangkaian sesi tersebut, tiga pakar hadir memberikan materi kunci untuk mempertajam kemampuan literasi para guru. Dwi Nur Rohman menekankan pentingnya menentukan topik dan kredibilitas sumber agar pencarian bahan ajar lebih efektif, sementara Yudan Hermawan mengingatkan pendidik untuk menjadi filter utama dalam memilah informasi di tengah derasnya arus konten digital. Melengkapi teori tersebut, Albertus Pramukti melatih para peserta melalui praktik model OCIE untuk menyatukan berbagai sumber informasi menjadi sebuah argumen yang kuat dan sistematis.

Bagi Dewi Susilowati, bekal yang didapatkan dari Perpusda ini sangat krusial untuk menyusun konten edukatif yang akurat dan relevan bagi siswa di madrasah. Literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca, melainkan kecakapan dalam memvalidasi kebenaran sebuah data sebelum disebarluaskan. Setelah pendalaman materi ini, Bimtek akan dilanjutkan dengan agenda praktik langsung agar keterampilan literasi informasi tersebut dapat segera diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Silaturahmi Syawalan Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

 


Gunungkidul ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri acara Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di Taman Budaya Gunungkidul pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja sekaligus momen Syawalan untuk mempererat tali persaudaraan antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran pendidikan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran jajaran pimpinan madrasah dalam acara ini menegaskan sinergitas yang kuat antara instansi di bawah naungan Kementerian Agama dengan Pemerintah Provinsi DIY.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh keakraban tersebut, Sri Hartati berkesempatan berjabat tangan langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X. Partisipasi aktif Kepala MIN 8 Gunungkidul ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pengembangan institusi pendidikan di madrasah agar selaras dengan visi pembangunan karakter dan budaya di Yogyakarta. (tna)

 

Pelaksanaan Try Out TKAD IPA di MIN 8 Gunungkidul Berjalan Lancar dalam Dua Sesi

 


Semanu ---- Memasuki hari ketiga rangkaian evaluasi, sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul melaksanakan try out Tes Kompetensi Akademik Daerah (TKAD) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul ini menjadi ajang penting bagi siswa untuk mengasah kemampuan analisis sains mereka. Pelaksanaan ujian tetap konsisten menggunakan perangkat laptop sebagai sarana pengerjaan soal berbasis digital, yang menuntut ketelitian tinggi dari setiap peserta.

Teknis pelaksanaan di madrasah diatur menjadi dua sesi guna memastikan ketersediaan perangkat dan stabilitas jaringan. Setiap sesi dibagi ke dalam dua ruang ujian agar suasana tetap kondusif dan tertib. Ruang 1 berada di bawah pengawasan Ischak Yama Amalia, sedangkan Ruang 2 diawasi oleh Ninik Nuryanti. Untuk mendukung kelancaran operasional sistem, Hamid Fitrianto bertindak sebagai proktor yang sigap memantau jalannya sinkronisasi soal dan memastikan tidak ada kendala teknis pada laptop yang digunakan siswa.

Ischak Yama Amalia, selaku pengawas di Ruang 1, memberikan tanggapan positif mengenai antusiasme dan kesiapan mental para siswa dalam menghadapi soal-soal IPA yang bervariasi. Menurutnya, simulasi seperti ini sangat krusial untuk melatih daya nalar siswa terhadap fenomena alam dan materi sains lainnya. "Anak-anak menunjukkan progres yang baik dalam penguasaan perangkat digital maupun pemahaman materi. Melalui try out ini, kami berharap mereka bisa lebih percaya diri dan mampu memetakan bagian mana yang perlu diperdalam lagi sebelum menghadapi ujian akhir yang sesungguhnya," tutur Ischak. (tna)

Uji Kemampuan Literasi, Siswa MIN 8 Gunungkidul Jalani Try Out TKA Bahasa Indonesia

 


Semanu ---- Melanjutkan rangkaian evaluasi akademik, sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mengikuti try out Tes Kompetensi Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana kesiapan siswa dalam penguasaan materi literasi dan kebahasaan. Seperti hari sebelumnya, ujian dilaksanakan secara digital menggunakan perangkat laptop guna memastikan efisiensi dan akurasi hasil penilaian.

Pelaksanaan ujian diatur secara sistematis ke dalam dua sesi untuk menjaga konsentrasi dan kenyamanan siswa di dalam kelas. Setiap sesi didistribusikan ke dalam dua ruangan berbeda dengan pengawasan ketat dari tenaga pendidik. Ischak Yama Amalia bertugas mengawal jalannya ujian di Ruang 1, sementara Ninik Nuryanti mengawasi jalannya ujian di Ruang 2. Keamanan teknis selama pengerjaan soal sepenuhnya dikelola oleh Hamid Fitrianto selaku proktor, yang memastikan seluruh perangkat laptop dan jaringan internet berfungsi secara optimal.

Ninik Nuryanti, selaku pengawas ruang, memberikan apresiasi terhadap ketekunan para siswa dalam membedah soal-soal bacaan yang cukup panjang. Ia mencatat bahwa penggunaan laptop sangat membantu siswa dalam manajemen waktu pengerjaan. "Anak-anak terlihat lebih fokus dan teliti dalam membaca teks di layar. Kami berharap melalui simulasi ini, mereka semakin terbiasa mengelola waktu pengerjaan soal Bahasa Indonesia yang membutuhkan analisis mendalam, sehingga saat ujian utama nanti mereka tidak lagi merasa canggung atau terburu-buru," ungkap Ninik setelah pemantauan ujian. (tna)

Lancar! Dua Sesi Try Out TKA Matematika di MIN 8 Gunungkidul Berakhir Sukses

 


Semanu ---- Sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mengikuti uji coba atau try out Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Matematika pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul ini dilaksanakan menggunakan perangkat laptop guna membiasakan siswa pada format ujian digital. Untuk menjaga kondusivitas dan efektivitas ruang gerak, pelaksanaan dibagi ke dalam dua sesi, di mana setiap sesinya menempati dua ruangan yang berbeda.

Jalannya ujian berlangsung dengan pengawasan ketat dan terintegrasi secara daring. Ruang 1 dipandu oleh pengawas Ischak Yama Amalia, sementara Ruang 2 diawasi oleh Ninik Nuryanti. Hal yang menarik dalam pelaksanaan kali ini adalah penggunaan aplikasi Zoom Meeting pada ponsel setiap pengawas yang terhubung langsung dengan panitia pusat. Sistem pemantauan khusus ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama, sehingga hanya jenjang Madrasah Ibtidaiyah saja yang tergabung dalam koordinasi pemantauan visual tersebut untuk memastikan integritas ujian.

Hamid Fitrianto, yang bertugas sebagai proktor dalam kegiatan ini, memastikan seluruh kesiapan teknis berjalan tanpa kendala berarti. Ia memberikan apresiasi atas kelancaran koneksi dan kesiapan mental para siswa dalam menghadapi soal-soal numerik. "Alhamdulillah, sinkronisasi data dan koneksi laptop siswa stabil sejak sesi pertama hingga berakhir. Penggunaan Zoom sebagai media pemantauan pusat juga sangat efektif karena membuat suasana ujian menjadi lebih disiplin dan transparan, meskipun dilakukan di tingkat satuan pendidikan masing-masing," ujar Hamid saat ditemui di lokasi ujian. (tna)

Selasa, 07 April 2026

Kepala MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pleno Pra Raker Bidang Penmad Kanwil Kemenag DIY

 


Yogyakarta ---- Pelaksanaan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY memasuki hari kedua pada Selasa (7/4/2026) di MAN 1 Yogyakarta. Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, bersama seluruh peserta dari berbagai unsur madrasah kembali berkumpul untuk mengikuti agenda utama berupa presentasi hasil diskusi dari tujuh komisi yang telah dibentuk sebelumnya. Setiap kelompok memaparkan draf program kerja strategis, mulai dari kebijakan digitalisasi melalui platform Jogja Madrasah Digital (JMD), penguatan kesiswaan, hingga langkah percepatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah.

Kegiatan presentasi ini berlangsung dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanggapan guna menyempurnakan setiap poin rancangan kebijakan. Melalui paparan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara kebijakan Kantor Wilayah dengan implementasi teknis di satuan kerja, sehingga seluruh program yang dicanangkan untuk tahun mendatang dapat terlaksana secara terukur dan berdampak positif bagi kemajuan madrasah di DIY. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pra Raker Bidang Penmad di MAN 1 Yogyakarta

 


Yogyakarta ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) Bidang Pendidikan Madrasah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Yogyakarta ini dimulai pada Senin (6/4/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Selasa esok. Acara ini merupakan langkah strategis Kanwil Kemenag DIY dalam mematangkan perencanaan program kerja pendidikan madrasah untuk periode mendatang.

Agenda utama pada hari pertama difokuskan pada pengelompokan peserta ke dalam tujuh komisi kerja yang berbeda. Pembagian ini mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari Penyelelesain Buku Saku Madrasah Unggul, Digitalisasi Madrasah, Kesiswaan, hingga Pembangunan Zona Integritas (ZI) dan Kontrak Prestasi. Setiap komisi bertugas merumuskan draf program kerja, langkah-langkah percepatan, serta evaluasi kebijakan yang akan menjadi landasan operasional madrasah di lingkungan DIY.

Sri Hartati tergabung dalam Komisi 7 bersama jajaran kepala madrasah dan kepala tata usaha lainnya. Dalam komisi ini, beliau bersama tim merancang poin-poin penting yang akan dipresentasikan secara pleno pada hari kedua, Selasa (7/4/2026). Melalui partisipasi aktif dalam Pra Raker ini, MIN 8 Gunungkidul berkomitmen untuk menyelaraskan visi dan misi madrasah dengan kebijakan wilayah demi mewujudkan madrasah yang lebih unggul, digital, dan berprestasi. (tna)

Persiapkan Syawalan, KKGMI Gunungkidul 11 Gelar Rapat Koordinasi



Wonosari ---- Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Gunungkidul 11, yang merupakan wadah gabungan seluruh guru Bahasa Arab jenjang MI se-Kabupaten Gunungkidul, menggelar rapat koordinasi pada Selasa (7/4/2026). Bertempat di Rumah Makan Sekarkusuma, Wonosari, rapat ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti guna membahas agenda organisasi terdekat. Husni Darmawati, guru Bahasa Arab dari MIN 8 Gunungkidul, hadir dalam kapasitasnya sebagai bendahara organisasi untuk memastikan kesiapan pendanaan kegiatan yang akan datang.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KKGMI Kabupaten Gunungkidul 11, Muhammad Fadholi, yang berasal dari MIN 1 Gunungkidul. Fokus utama pembahasan kali ini adalah pemantapan rencana kegiatan Syawalan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) mendatang. Dalam arahannya, Muhammad Fadholi menekankan bahwa momentum Syawalan harus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi ruang diskusi untuk meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Arab di lingkungan madrasah ibtidaiyah se-Gunungkidul.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mempertimbangkan teknis pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan khidmat dan bermanfaat bagi seluruh anggota. Dengan adanya koordinasi yang matang ini, KKGMI Kabupaten Gunungkidul 11 berharap sinergi antar-guru Bahasa Arab semakin kuat, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan keagamaan di wilayah Gunungkidul. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Serahkan Formulir Pendaftaran Siswa Baru di TK Masyitoh Munggi

 


Semanu ----- Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, Tim Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) dari MIN 8 Gunungkidul melaksanakan kunjungan sosialisasi ke TK Masyitoh Munggi pada Selasa (7/4/2026). Kedatangan tim yang terdiri dari Sugeng, Hajir Anas Fauzan, dan Suprapto ini disambut hangat oleh Kepala TK Masyitoh Munggi, Sutari. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi sarana komunikasi efektif untuk memperkenalkan program-program unggulan serta lingkungan belajar yang ada di MIN 8 Gunungkidul.

Dalam kunjungan tersebut, tim PMBM menyerahkan secara beberapa lembar formulir pendaftaran kepada pihak TK. Formulir ini nantinya akan dibagikan kepada para wali siswa yang berminat melanjutkan pendidikan putra-putrinya ke MIN 8 Gunungkidul. Sugeng, selaku perwakilan tim, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memudahkan akses informasi bagi orang tua siswa mengenai persyaratan dan prosedur pendaftaran di MIN 8 Gunungkidul secara lebih awal dan terarah.

Kepala TK Masyitoh Munggi, Sutari, mengapresiasi inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh tim MIN 8 Gunungkidul. Menurutnya, koordinasi antarlembaga pendidikan ini sangat membantu para wali murid dalam menentukan pilihan sekolah dasar yang tepat bagi anak-anak mereka. (tna)

Amanat Pembina Upacara di MIN 8 Gunungkidul: Jaga Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadhan

 


Semanu ---- Segenap siswa dan guru MIN 8 Gunungkidul kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi (6/4/2026) di halaman madrasah. Upacara kali ini berlangsung khidmat dengan petugas upacara yang berasal dari siswa-siswi kelas 5. Para petugas tampak sigap dan percaya diri dalam menjalankan tanggung jawabnya, mulai dari pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan doa, yang disaksikan langsung oleh seluruh peserta upacara dengan tertib di bawah cuaca pagi yang cerah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Husni Darmawati memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para petugas kelas 5 yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting mengenai keberlanjutan karakter positif pasca-Ramadhan. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik yang telah dipupuk selama bulan suci lalu, seperti kedisiplinan waktu, kejujuran, dan semangat berbagi, tidak boleh luntur begitu saja seiring bergantinya bulan, melainkan harus tetap dijalankan dan menjadi bagian dari kepribadian siswa sehari-hari.

Menutup arahannya, Husni mengajak seluruh siswa untuk menjadikan madrasah sebagai wadah dalam mengasah kebiasaan baik tersebut secara konsisten. Dengan menjaga semangat ibadah dan perilaku terpuji hingga saat ini, diharapkan siswa MIN 8 Gunungkidul mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta unggul dalam prestasi. Upacara kemudian diakhiri dengan barisan yang dibubarkan secara teratur untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. (tna)

Tingkatkan Kapasitas Literasi, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek di Perpusda

 


Wonosari ---- Perwakilan guru dari MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Angkatan I yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (6/4/2026) hingga Rabu (8/4/2026) di Perpusda Gunungkidul ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dispussip, Oneng Windu Wardana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya tenaga pendidik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan guna mencetak generasi yang cerdas informasi di tengah tantangan era digital.

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi mendalam dari dua narasumber ahli. Ida Fajar Priyanto memaparkan konsep dasar literasi informasi sebagai kunci pembelajaran yang bertujuan membentuk penilaian kritis dan kebijaksanaan dalam mengelola informasi. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Thoriq Tri Prabowo yang memberikan pelatihan praktis mengenai teknik penelusuran informasi tingkat lanjut (Advanced Search). Para guru dibekali kemampuan menggunakan Operator Boolean serta strategi memilah kredibilitas domain situs guna membentengi siswa dari maraknya hoaks dan konten buatan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi kegiatan ini, Dewi Susilowati menyatakan bahwa pelatihan ini sangat krusial bagi peran guru sebagai pemandu informasi (information guide) bagi para siswa. Melalui pemahaman teknik penelusuran yang akurat dan konsep literasi yang kuat, diharapkan strategi literasi yang tepat dapat segera diimplementasikan di lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Program ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan serta usia perkembangan siswa agar mereka mampu memanfaatkan informasi secara efektif dan efisien. (tna)

Kamis, 02 April 2026

Wakili Kepala Madrasah, Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Koordinasi PMBM 2026

Yogyakarta ---- Dewi Susilowati, guru MIN 8 Gunungkidul, hadir mewakili Kepala Madrasah, Sri Hartati, dalam acara Koordinasi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (2/4/2026). Bertempat di MAN 3 Sleman, pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan dan mensinkronkan aturan PMBM agar sesuai dengan regulasi yang berlaku serta terhindar dari penyimpangan. Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa setiap madrasah wajib memahami dan menaati juklak (petunjuk pelaksanaan) yang telah ditetapkan, termasuk larangan memecah kelas dan pembatasan jumlah siswa MI maksimal 28 orang per rombongan belajar.

Koordinasi ini juga membahas berbagai jalur pendaftaran, mulai dari jalur prestasi dengan kuota 15%, jalur afirmasi 15%, hingga jalur bina lingkungan sebesar 5%. Salah satu poin penting yang disoroti adalah kewajiban madrasah untuk tidak menolak pendaftar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta keharusan melakukan verifikasi faktual melalui wawancara bagi pendaftar jalur tahfidz. Selain itu, madrasah diinstruksikan untuk membuka ruang komunikasi yang luas bagi masyarakat serta membebaskan biaya seragam agar tidak memberangkatkan orang tua siswa.

Dewi Susilowati menyampaikan bahwa hasil koordinasi ini akan segera diimplementasikan dalam teknis penerimaan siswa baru di MIN 8 Gunungkidul. Menurutnya, transparansi dan objektivitas menjadi kunci utama dalam proses seleksi tahun ini. "Kegiatan ini sangat penting agar kami di madrasah memiliki persepsi yang sama mengenai aturan PMBM terbaru, terutama terkait sistem konversi penambahan usia berdasarkan prestasi dan zonasi. Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan penerimaan murid baru yang akuntabel dan berkeadilan bagi seluruh calon siswa," ungkapnya. (tna)


Persiapkan Pengawasan TKA 2026, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Koordinasi Virtual Disdikpora DIY

 


Semanu ---- Dua guru MIN 8 Gunungkidul, Ninik Nuryanti dan Ischak Yama Amalia, mengikuti pertemuan koordinasi persiapan pengawasan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Disdikpora DIY pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini dilaksanakan melalui media Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Dikpora DIY. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan teknis pengawasan demi menjamin kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA bagi siswa kelas 6 di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sesi tersebut, tim teknis provinsi memberikan pengarahan mendalam mengenai prosedur operasional standar (SOP) pengawasan ruang serta tugas pendampingan penyedia. Keterlibatan guru dari MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini merupakan bagian dari tanggung jawab profesional untuk memastikan standar pengujian akademik tetap terjaga. Melalui koordinasi ini, para pengawas diharapkan mampu memitigasi kendala teknis maupun administratif yang mungkin muncul saat pelaksanaan ujian sesungguhnya di lapangan nanti.

Ischak Yama Amalia, salah satu guru yang bertugas, memberikan tanggapannya mengenai pentingnya persiapan matang dalam pengawasan ujian ini. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap regulasi terbaru sangat krusial bagi kenyamanan siswa saat mengerjakan soal. "Kegiatan koordinasi ini sangat membantu kami untuk memahami detail teknis pengawasan TKA 2026 agar lebih siap dan profesional saat mendampingi siswa kelas 6 nanti. Fokus kami adalah menciptakan suasana ujian yang tertib dan adil, sehingga potensi akademik seluruh siswa dapat terukur dengan akurat," pungkasnya. (tna)

GTK MIN 8 Gunungkidul Hadiri Syawalan Korwil Bidik Semanu 1447 H

 


Semanu ---- Keluarga besar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul menghadiri acara Syawalan yang diselenggarakan oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwil Bidik) Kapanewon Semanu pada Selasa (31/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh elemen pendidikan di wilayah Semanu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan dari tingkat TK/RA serta SD/MI se-Kapanewon Semanu guna mempererat ukhuwah Islamiyah pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Buchori Muslim yang menekankan esensi bulan Syawal sebagai momentum peningkatan kualitas diri. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa makna Syawal yang berarti "peningkatan" harus diwujudkan dengan rasa syukur dan konsistensi dalam menjalankan ibadah serta tugas profesi setelah melampaui bulan Ramadan. Pesan tersebut mengajak seluruh pendidik untuk terus meningkatkan etos kerja dan dedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa dengan semangat baru yang lebih religius dan berintegritas.

Sugeng, salah satu guru MIN 8 Gunungkidul yang hadir dalam acara tersebut, memberikan kesan positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia merasa momentum ini sangat berharga untuk melepas lelah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik di Kapanewon Semanu. "Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kami semua bahwa tugas sebagai guru harus terus meningkat kualitasnya sejalan dengan makna bulan Syawal. Semoga semangat kebersamaan ini membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di madrasah dan sekolah-sekolah di sekitar wilayah Semanu," tuturnya. (tna)