Wonosari ---- Memasuki hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek)
Literasi Informasi yang diselenggarakan di Perpustakaan Daerah (Perpusda)
Gunungkidul pada Selasa (7/4/2026), Dewi Susilowati, guru dari MIN 8
Gunungkidul, tampak fokus memperdalam teknik pengelolaan data digital. Kegiatan
ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi
banjir informasi di era digital. Dewi bersama para peserta lainnya dibekali
strategi khusus agar mampu menavigasi sumber belajar daring secara lebih
profesional dan terarah.
Dalam rangkaian sesi
tersebut, tiga pakar hadir memberikan materi kunci untuk mempertajam kemampuan
literasi para guru. Dwi Nur Rohman menekankan pentingnya menentukan topik dan
kredibilitas sumber agar pencarian bahan ajar lebih efektif, sementara Yudan
Hermawan mengingatkan pendidik untuk menjadi filter utama dalam memilah
informasi di tengah derasnya arus konten digital. Melengkapi teori tersebut,
Albertus Pramukti melatih para peserta melalui praktik model OCIE untuk
menyatukan berbagai sumber informasi menjadi sebuah argumen yang kuat dan
sistematis.
Bagi Dewi Susilowati,
bekal yang didapatkan dari Perpusda ini sangat krusial untuk menyusun konten
edukatif yang akurat dan relevan bagi siswa di madrasah. Literasi informasi
bukan lagi sekadar kemampuan membaca, melainkan kecakapan dalam memvalidasi
kebenaran sebuah data sebelum disebarluaskan. Setelah pendalaman materi ini,
Bimtek akan dilanjutkan dengan agenda praktik langsung agar keterampilan
literasi informasi tersebut dapat segera diterapkan secara nyata dalam proses
pembelajaran di kelas. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar