Semanu ----- Jajaran pendidik dan tenaga kependidikan MIN
8 Gunungkidul menggelar rapat koordinasi internal pada Kamis (9/4/2026) siang
di ruang guru. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sri
Hartati, ini dilaksanakan tepat setelah jam pembelajaran usai untuk memastikan
seluruh agenda madrasah berjalan selaras dengan kebijakan pusat. Agenda utama
rapat ini adalah penyampaian hasil Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) Kantor
Kementerian Agama Gunungkidul yang sebelumnya dilaksanakan pada Senin (6/4/2026)
dan dihadiri oleh perwakilan madrasah, Suprapto.
Dalam pemaparannya, Sri
Hartati menekankan poin-poin krusial dari kebijakan Kemenag yang menuntut
setiap Satuan Kerja (Satker) untuk senantiasa menjaga lingkungan yang aman,
sehat, resik, dan indah. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk mulai
menerapkan prinsip tersebut secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, ditegaskan pula bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku bagi sektor
pendidikan, sehingga kehadiran dan dedikasi guru secara fisik di madrasah tetap
menjadi prioritas utama demi kualitas layanan pendidikan yang optimal.
Rapat koordinasi ini juga
menghasilkan kesepakatan penting terkait pengaturan seragam kerja guru dari
hari Senin hingga Jumat guna memperkuat identitas dan kedisiplinan pegawai. Tak
hanya aspek administratif, pembinaan karakter siswa pun menjadi sorotan utama;
para guru diminta untuk lebih ketat memantau kegiatan shalat Dhuhur berjamaah
secara menyeluruh. Pemantauan ini mencakup pendampingan dari mulai tata cara
wudhu yang benar hingga pelaksanaan doa dan dzikir bersama setelah shalat
selesai, sebagai upaya madrasah dalam mencetak generasi yang tertib dalam
beribadah. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar