Semanu ---- Jajaran guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti
kegiatan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran
Mendalam dengan metode yang sangat interaktif pada Jumat (24/4/2026). Dalam
sesi teknis, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja berdasarkan
jenjang kelas dan rumpun mata pelajaran yang mereka ampu. Kolaborasi ini
melibatkan pertukaran ide antara guru MIN 8 Gunungkidul dengan pendidik dari
empat madrasah lain di wilayah Kapanewon Semanu, menciptakan ruang diskusi yang
dinamis untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih humanis.
Fokus utama dari kerja
kelompok ini adalah praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kasih sayang dan kedalaman materi. Setiap
kelompok ditantang untuk merancang skenario kelas yang mampu menyentuh aspek
emosional siswa sekaligus memastikan pemahaman konsep secara tuntas. Setelah
penyusunan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rancangan RPP
mereka di depan peserta lain dan pengawas madrasah, Susiyati, untuk mendapatkan
masukan serta evaluasi demi kesempurnaan implementasi di lapangan.
Suratmini, guru kelas 2
MIN 8 Gunungkidul, menyatakan bahwa metode kerja berkelompok sesuai jenjang ini
sangat efektif dalam membedah kendala spesifik di kelas rendah. Menurutnya,
praktik langsung membuat RPP membantu guru memvisualisasikan bagaimana
"cinta" diaplikasikan dalam langkah-langkah pembelajaran yang nyata.
"Melalui diskusi antarguru kelas ini, kami mendapatkan banyak inspirasi
baru untuk membuat suasana kelas 2 menjadi lebih hangat dan menyenangkan.
Dengan RPP yang kami susun bersama, saya yakin materi yang sulit sekalipun akan
lebih mudah diterima oleh anak-anak karena disampaikan dengan pendekatan hati,"
pungkas Suratmini. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar