Wonosari ---- Menulis bukan sekadar merangkai kata,
melainkan seni menyajikan informasi yang bernilai. Hal itulah yang didalami
oleh Dewi Susilowati, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, dalam hari ketiga
Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Perpustakaan Daerah (Perpusda)
Gunungkidul, Rabu (8/4/2026). Dalam sesi bertajuk "Penyajian
Informasi", para peserta diajak memahami bahwa tulisan yang berkualitas
adalah tulisan yang mampu menyesuaikan diri dengan audiensnya. Narasumber Moh.
Mursyid menekankan tiga pilar utama dalam berkarya, yakni isi yang akurat,
struktur yang rapi melalui metode piramida terbalik, serta pemilihan media
publikasi yang tepat.
Selain teknik penulisan
konvensional, Bimtek ini juga membekali para peserta dengan kecakapan literasi
digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Dewi Susilowati mempelajari
pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) seperti Claude, ChatGPT, dan Perplexity sebagai alat bantu
riset serta pengembangan ide kreatif. Meski menggunakan teknologi modern, sesi
ini tetap menekankan pentingnya etika penulisan. Para guru diingatkan untuk
selalu menghindari plagiarisme dan fabrikasi data guna menjaga kredibilitas dan
integritas sebagai seorang pendidik sekaligus penulis.
"Menulis adalah cara
mengabadikan cerita hidup dalam sebuah dokumen yang akan tetap ada melampaui
usia kita," ujar Moh. Mursyid di hadapan para peserta. Melalui kegiatan
intensif ini, Dewi Susilowati diharapkan dapat membawa semangat "Ayo Membaca, Ayo
Berkarya" sekembalinya ke lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Bekal ilmu
dari hari ketiga ini menjadi langkah penting bagi madrasah dalam meningkatkan
kualitas publikasi informasi sekolah agar tampil lebih profesional, akurat, dan
inspiratif bagi masyarakat luas. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar