Kamis, 09 April 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Bedah Strategi Penulisan "Berbobot" di Hari Ketiga Bimtek

 


Wonosari ---- Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan seni menyajikan informasi yang bernilai. Hal itulah yang didalami oleh Dewi Susilowati, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, dalam hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul, Rabu (8/4/2026). Dalam sesi bertajuk "Penyajian Informasi", para peserta diajak memahami bahwa tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang mampu menyesuaikan diri dengan audiensnya. Narasumber Moh. Mursyid menekankan tiga pilar utama dalam berkarya, yakni isi yang akurat, struktur yang rapi melalui metode piramida terbalik, serta pemilihan media publikasi yang tepat.

Selain teknik penulisan konvensional, Bimtek ini juga membekali para peserta dengan kecakapan literasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Dewi Susilowati mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti Claude, ChatGPT, dan Perplexity sebagai alat bantu riset serta pengembangan ide kreatif. Meski menggunakan teknologi modern, sesi ini tetap menekankan pentingnya etika penulisan. Para guru diingatkan untuk selalu menghindari plagiarisme dan fabrikasi data guna menjaga kredibilitas dan integritas sebagai seorang pendidik sekaligus penulis.

"Menulis adalah cara mengabadikan cerita hidup dalam sebuah dokumen yang akan tetap ada melampaui usia kita," ujar Moh. Mursyid di hadapan para peserta. Melalui kegiatan intensif ini, Dewi Susilowati diharapkan dapat membawa semangat "Ayo Membaca, Ayo Berkarya" sekembalinya ke lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Bekal ilmu dari hari ketiga ini menjadi langkah penting bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas publikasi informasi sekolah agar tampil lebih profesional, akurat, dan inspiratif bagi masyarakat luas. (tna)

0 komentar:

Posting Komentar