Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul resmi menjadi tuan rumah
penyelenggaraan pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dalam pembelajaran
pada Jumat (24/4/2026). Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah
Ibtidaiyah (KKMI) Kapanewon Semanu ini menghadirkan Pengawas Madrasah dari
Kantor Kemenag Gunungkidul, Susiyati, sebagai pemateri utama. Pelatihan ini
bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan pendekatan pedagogis yang
mengedepankan empati serta kedalaman pemahaman materi agar tercipta suasana
belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah yang ada di wilayah Kapanewon Semanu. Sebanyak
lima madrasah turut berpartisipasi aktif dalam forum ini, yaitu MIN 8
Gunungkidul, MI Muhammadiyah Semanu, MI YAPPI Peyuyon, MI YAPPI Sendang, dan MI
Muhammadiyah Munggur. Kehadiran para guru dari berbagai institusi ini
diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-madrasah dalam mengadopsi inovasi
kurikulum terbaru yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama dalam
meningkatkan kualitas karakter dan literasi peserta didik.
Suwari, salah satu guru
dari MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya
pelatihan ini di madrasahnya. Menurutnya, konsep kurikulum berbasis cinta
memberikan perspektif baru dalam membangun kedekatan emosional antara guru dan
siswa di kelas. "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami bahwa mengajar
bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati siswa. Dengan
pendekatan deep learning,
kami berharap anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar menghayati
setiap pelajaran yang diberikan," ungkap Suwari di sela-sela kegiatan.
(tna)






0 komentar:
Posting Komentar