Wonosari (Kwarcab Gunungkidul) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka
Mahir Tingkat Dasar (KMD), dinamika pelatihan bagi para calon pembina semakin
intensif dan interaktif pada Jumat, 24 Juli 2026. Bertempat di Gedung Kwartir
Cabang (Kwarcab) Gunungkidul, guru perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul, Kak Ana
Roisah, S.Pd.I., dipercaya untuk maju ke depan kelas dan mempresentasikan
materi mengenai "Postur Pramuka Siaga" di hadapan puluhan peserta KMD
dari berbagai madrasah. Sesi ini menjadi ajang penting untuk mendalami
karakteristik, jiwa perkembangan, serta pendekatan pendampingan yang tepat bagi
peserta didik usia Siaga (7–10 tahun).
Dalam pemaparannya yang lugas dan komunikatif, Kak Ana
Roisah berhasil menarik perhatian seluruh peserta dan tim pelatih Pusdiklatcab.
Beliau mengupas tuntas profil serta postur ideal seorang Pramuka Siaga yang
harus dibentuk melalui kegiatan kepramukaan yang ceria, penuh kiasan dasar, dan
sarat nilai karakter. Kak Ana juga menekankan pentingnya peran Pembina Siaga
yang bersikap sebagai "Ayahanda" (Yanda) atau "Ibunda"
(Bunda) yang penuh kasih sayang, kesabaran, serta mampu menciptakan suasana
belajar sambil bermain yang aman dan menyenangkan sesuai dengan pola pikir anak
usia sekolah dasar kelas rendah.
Seusai menyampaikan presentasi dan menerima masukan
positif dari para peserta pelatihan lainnya, Kak Ana Roisah, S.Pd.I. memberikan
komentar mengenai pengalaman dan kesannya di hari kedua KMD ini.
"Alhamdulillah, berkesempatan berdiri di depan para calon pembina hebat
untuk mempresentasikan materi Postur Pramuka Siaga menjadi pengalaman yang
sangat berharga bagi saya. Melalui sesi diskusi ini, pemahaman kami tentang
cara mendampingi anak-anak usia Siaga menjadi jauh lebih mendalam. Pramuka
Siaga memerlukan pendekatan yang unik—harus penuh kasih sayang, kreatif, dan
tidak boleh disamakan dengan jenjang Penggalang. Insya Allah, ilmu dan masukan
yang didapat hari ini akan langsung kami terapkan untuk memajukan kegiatan perindukan
Siaga di MIN 8 Gunungkidul agar semakin gembira dan berkarakter," tutur
Kak Ana dengan penuh rasa syukur. (ans)







0 komentar:
Posting Komentar