Kamis, 23 Juli 2026

Wujudkan Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter, MIN 8 Gunungkidul Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka menyongsong dan memantapkan arah pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027, MIN 8 Gunungkidul menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu, 22 Juli 2026. Bertempat di ruang aula madrasah, kegiatan strategis ini diikuti secara intensif oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul. Melalui workshop ini, madrasah berkomitmen untuk menyusun dan menyelaraskan dokumen kurikulum operasional yang tidak hanya menekankan pada capaian akademik semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan kasih sayang, penguatan karakter, serta pengasuhan yang humanis dalam setiap proses pembelajaran.

Kegiatan workshop kurikulum ini terasa semakin komprehensif dengan hadirnya para pemangku kepentingan kunci di lingkungan madrasah. Hadir memberikan arahan dan pendampingan yaitu   H. Purwata, S.Ag., M.S.I. selaku Pengawas Madrasah,  Nur Kholidin, S.Pd.I selaku Ketua Komite Madrasah, serta  Umi Hajar sebagai perwakilan dari orang tua murid. Kehadiran lintas unsur ini menjadi wadah diskusi yang hangat untuk membedah muatan kurikulum MIN 8 Gunungkidul, memadukan sinergi antara pihak madrasah dan orang tua, serta memastikan bahwa nilai-nilai pengasuhan berbasis cinta dapat terintegrasi dengan baik di dalam kelas maupun di lingkungan keluarga.

Seusai mendampingi seluruh jalannya diskusi, Kepala MIN 8 Gunungkidul,  Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar penuh harapan mengenai filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang tengah diusung. "Alhamdulillah, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk Tahun Ajaran 2026/2027 hari ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan ide-ide yang sangat luar biasa berkat masukan dari   H. Purwata, S.Ag., M.S.I.,  Nur Cholidin, serta  Umi Hajar. Kami percaya bahwa pendidikan yang berhasil selalu berawal dari hati yang penuh kasih sayang. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami ingin memastikan bahwa MIN 8 Gunungkidul menjadi tempat belajar yang ramah, aman, dan mendidik anak-anak dengan pendekatan empati, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bahagia selama menuntut ilmu," tutur  Sri Hartati dengan penuh ketulusan. (ans)


0 komentar:

Posting Komentar