Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 02 April 2026

Wakili Kepala Madrasah, Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Koordinasi PMBM 2026

Yogyakarta ---- Dewi Susilowati, guru MIN 8 Gunungkidul, hadir mewakili Kepala Madrasah, Sri Hartati, dalam acara Koordinasi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (2/4/2026). Bertempat di MAN 3 Sleman, pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan dan mensinkronkan aturan PMBM agar sesuai dengan regulasi yang berlaku serta terhindar dari penyimpangan. Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa setiap madrasah wajib memahami dan menaati juklak (petunjuk pelaksanaan) yang telah ditetapkan, termasuk larangan memecah kelas dan pembatasan jumlah siswa MI maksimal 28 orang per rombongan belajar.

Koordinasi ini juga membahas berbagai jalur pendaftaran, mulai dari jalur prestasi dengan kuota 15%, jalur afirmasi 15%, hingga jalur bina lingkungan sebesar 5%. Salah satu poin penting yang disoroti adalah kewajiban madrasah untuk tidak menolak pendaftar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta keharusan melakukan verifikasi faktual melalui wawancara bagi pendaftar jalur tahfidz. Selain itu, madrasah diinstruksikan untuk membuka ruang komunikasi yang luas bagi masyarakat serta membebaskan biaya seragam agar tidak memberangkatkan orang tua siswa.

Dewi Susilowati menyampaikan bahwa hasil koordinasi ini akan segera diimplementasikan dalam teknis penerimaan siswa baru di MIN 8 Gunungkidul. Menurutnya, transparansi dan objektivitas menjadi kunci utama dalam proses seleksi tahun ini. "Kegiatan ini sangat penting agar kami di madrasah memiliki persepsi yang sama mengenai aturan PMBM terbaru, terutama terkait sistem konversi penambahan usia berdasarkan prestasi dan zonasi. Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan penerimaan murid baru yang akuntabel dan berkeadilan bagi seluruh calon siswa," ungkapnya. (tna)


Persiapkan Pengawasan TKA 2026, Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Koordinasi Virtual Disdikpora DIY

 


Semanu ---- Dua guru MIN 8 Gunungkidul, Ninik Nuryanti dan Ischak Yama Amalia, mengikuti pertemuan koordinasi persiapan pengawasan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Disdikpora DIY pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini dilaksanakan melalui media Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Dikpora DIY. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan teknis pengawasan demi menjamin kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA bagi siswa kelas 6 di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sesi tersebut, tim teknis provinsi memberikan pengarahan mendalam mengenai prosedur operasional standar (SOP) pengawasan ruang serta tugas pendampingan penyedia. Keterlibatan guru dari MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini merupakan bagian dari tanggung jawab profesional untuk memastikan standar pengujian akademik tetap terjaga. Melalui koordinasi ini, para pengawas diharapkan mampu memitigasi kendala teknis maupun administratif yang mungkin muncul saat pelaksanaan ujian sesungguhnya di lapangan nanti.

Ischak Yama Amalia, salah satu guru yang bertugas, memberikan tanggapannya mengenai pentingnya persiapan matang dalam pengawasan ujian ini. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap regulasi terbaru sangat krusial bagi kenyamanan siswa saat mengerjakan soal. "Kegiatan koordinasi ini sangat membantu kami untuk memahami detail teknis pengawasan TKA 2026 agar lebih siap dan profesional saat mendampingi siswa kelas 6 nanti. Fokus kami adalah menciptakan suasana ujian yang tertib dan adil, sehingga potensi akademik seluruh siswa dapat terukur dengan akurat," pungkasnya. (tna)

GTK MIN 8 Gunungkidul Hadiri Syawalan Korwil Bidik Semanu 1447 H

 


Semanu ---- Keluarga besar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul menghadiri acara Syawalan yang diselenggarakan oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwil Bidik) Kapanewon Semanu pada Selasa (31/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh elemen pendidikan di wilayah Semanu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan dari tingkat TK/RA serta SD/MI se-Kapanewon Semanu guna mempererat ukhuwah Islamiyah pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Buchori Muslim yang menekankan esensi bulan Syawal sebagai momentum peningkatan kualitas diri. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa makna Syawal yang berarti "peningkatan" harus diwujudkan dengan rasa syukur dan konsistensi dalam menjalankan ibadah serta tugas profesi setelah melampaui bulan Ramadan. Pesan tersebut mengajak seluruh pendidik untuk terus meningkatkan etos kerja dan dedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa dengan semangat baru yang lebih religius dan berintegritas.

Sugeng, salah satu guru MIN 8 Gunungkidul yang hadir dalam acara tersebut, memberikan kesan positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia merasa momentum ini sangat berharga untuk melepas lelah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik di Kapanewon Semanu. "Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kami semua bahwa tugas sebagai guru harus terus meningkat kualitasnya sejalan dengan makna bulan Syawal. Semoga semangat kebersamaan ini membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di madrasah dan sekolah-sekolah di sekitar wilayah Semanu," tuturnya. (tna)

Eratkan Silaturahmi, Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul Gelar Safari Syawal 1447 H

Semanu ---- Keluarga besar MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Safari Syawal pada Selasa (31/3/2026) dengan mengunjungi kediaman pengurus komite dan tokoh masyarakat di sekitar madrasah. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan (GTK) berpartisipasi dalam agenda tahunan ini yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksanaannya, para GTK dibagi menjadi tiga kelompok agar jangkauan silaturahmi ke rumah-rumah tokoh masyarakat di wilayah Desa Munggi dan sekitarnya dapat berjalan lebih efektif dan khidmat.

Rombongan madrasah mengunjungi sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komite MIN 8 Gunungkidul, Nur Kholidin, serta Asmantoro yang merupakan anggota komite sekaligus sosok yang dituakan (disepuhkan) oleh keluarga besar madrasah. Selain pengurus komite, silaturahmi juga dilakukan ke kediaman Kepala Dukuh Desa Munggi sebagai bentuk sinergi antara instansi pendidikan dengan pemangku wilayah setempat. Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi kemajuan pendidikan di lingkungan Gunungkidul.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga harmoni antara madrasah dengan lingkungan sosialnya. "Safari Syawal ini bukan sekadar tradisi, tetapi langkah nyata kami untuk terus bersinergi dengan komite dan tokoh masyarakat yang selama ini telah mendukung perkembangan madrasah," tuturnya. Ia berharap melalui silaturahmi ini, semangat kebersamaan seluruh GTK semakin kuat dalam menjalankan tugas kependidikan yang bersih dan berintegritas sesuai dengan komitmen pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama. (tna)




Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat Kerja Kemenag Gunungkidul 2026



Wonosari ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 yang digelar pada Senin, (30/3/2026). Bertempat di Ballroom Kantor Pusat PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG), kegiatan ini mengusung tema "Asta Protas Bergerak, Kemenag Semakin Berdampak". Sri Hartati hadir bersama 104 peserta lainnya, termasuk para Kepala MIN di lingkungan Kabupaten Gunungkidul, untuk menyelaraskan langkah strategis dalam mengimplementasikan delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama guna memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

Dalam rangkaian acara tersebut, Sri Hartati bersama seluruh peserta mengikuti berbagai agenda krusial, mulai dari pembukaan oleh Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotip, hingga sosialisasi pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sri Hartati menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan terkait penguatan tata kelola pendidikan dan pembangunan Zona Integritas (ZI-WBK) di lingkungan madrasah. "Keikutsertaan dalam raker ini sangat penting bagi kami di madrasah untuk memastikan program kerja tahun 2026 sejalan dengan kebijakan pusat, terutama dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan ramah anak di MIN 8 Gunungkidul," ujarnya. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Perkuat Integritas Melalui Sosialisasi Antikorupsi Bersama KPK RI

 


Semanu ---- Seluruh ASN di lingkungan MIN 8 Gunungkidul mengikuti sosialisasi daring mengenai Pengendalian Gratifikasi serta Pencegahan Pungli dan Korupsi pada Senin (30/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB melalui platform Zoom Meeting ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Partisipasi penuh dari para pendidik ini merupakan komitmen nyata madrasah dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) di lingkungan Kemenag.

Acara tersebut menghadirkan narasumber berkompeten dari KPK RI, Dyan Maulidha N., yang memaparkan materi krusial mengenai batasan gratifikasi dan langkah-langkah preventif dalam menjaga integritas di instansi pemerintahan. Melalui paparan ini, para guru diharapkan mampu memahami regulasi terbaru dan mengimplementasikan budaya antikorupsi dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan sehari-hari agar tetap transparan dan akuntabel.

Rumiyatun Rohassanah, salah satu guru MIN 8 Gunungkidul, memberikan tanggapan positif atas berlangsungnya kegiatan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat penting sebagai pengingat bagi para ASN untuk tetap teguh pada etika profesi. "Sosialisasi ini sangat mencerahkan bagi kami sebagai tenaga pendidik agar lebih waspada terhadap praktik pungli dan gratifikasi sekecil apa pun, sehingga kami dapat menjaga amanah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bersih dan berintegritas," ungkapnya. (tna)

Kado Istimewa di Raker Kemenag: MIN 8 Gunungkidul Raih Penghargaan Prestasi Tertinggi

 

Wonosari ---- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat kabupaten. Madrasah ini berhasil meraih penghargaan sebagai "Madrasah Capaian Prestasi Tertinggi II Kategori Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tahun 2025". Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip, dalam rangkaian acara Rapat Kerja (Raker) Kemenag Gunungkidul yang berlangsung pada Senin (30/3/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika MIN 8 Gunungkidul dalam meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi siswa sepanjang tahun 2025. Penyerahan piagam dilakukan secara formal di hadapan para pejabat dan kepala madrasah se-Kabupaten Gunungkidul. Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut sebagai perwakilan dari lembaga yang dipimpinnya.

Menanggapi pencapaian ini, Sri Hartati menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh tim yang telah bekerja bahu-membahu. "Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan sinergi antara guru, siswa, serta dukungan penuh dari orang tua wali murid. Semoga apresiasi dari Kemenag Gunungkidul ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan prestasi, demi mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah di masa depan," pungkasnya. (tna)