Semanu ---- Suasana ruang kelas 2B MIN 8 Gunungkidul
tampak berbeda pada Selasa (03/02/2026). Di bawah bimbingan wali kelas,
Suratmini, para siswa antusias mengikuti pembelajaran Matematika materi
pengukuran berat benda dengan satuan tidak baku. Alih-alih menggunakan
timbangan digital, Suratmini mengajak siswa berkreasi menggunakan alat
sederhana yang mudah ditemui sehari-hari, yakni gantungan baju, kantong
plastik, dan kelereng sebagai satuan beratnya.
Dalam kegiatan ini, siswa
dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mempraktikkan langsung cara
menimbang. Setiap kelompok diminta memasukkan benda-benda di sekitar mereka ke
dalam kantong plastik yang dikaitkan pada ujung gantungan baju, lalu
menyeimbangkannya dengan sejumlah kelereng. Melalui metode praktikum ini, para
siswa dapat memahami konsep "lebih berat", "lebih ringan",
dan "sama dengan" secara konkret dan menyenangkan, sehingga teori
matematika yang biasanya dianggap sulit menjadi lebih mudah dicerna.
Suratmini menyampaikan
bahwa penggunaan alat peraga edukatif (APE) sederhana ini bertujuan untuk
merangsang kognitif sekaligus kerja sama antarsiswa. "Kami ingin
menunjukkan bahwa belajar matematika tidak harus selalu dengan alat yang mahal.
Dengan gantungan baju ini, anak-anak bisa melihat langsung prinsip
keseimbangan. Saya sangat bangga melihat mereka aktif berdiskusi dalam kelompok
dan berani mencoba mengukur berbagai benda," pungkasnya. Pembelajaran
kreatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar siswa sejak dini
terhadap materi-materi eksakta. (tna)







.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar