Semanu ---- Suasana kelas 5 MIN 8 Gunungkidul tampak
berbeda pada Kamis (5/2/2026). Di bawah bimbingan guru kelas, Dewi Susilowati,
para siswa belajar mengenai materi makanan sehat melalui metode visual yang
interaktif. Alih-alih hanya mencatat teori, siswa diajak untuk memotong
berbagai gambar sumber makanan dan mengelompokkannya ke dalam ilustrasi
"Toples Zat Makanan" pada buku tugas mereka. Aktivitas ini dirancang agar
siswa mampu membedakan kandungan karbohidrat, protein, hingga vitamin dengan
cara yang lebih menyenangkan.
Dalam praktik tersebut,
setiap siswa tampak teliti menempelkan potongan gambar kentang dan nasi ke
dalam toples karbohidrat, serta gambar tempe, daging, dan ikan ke dalam toples
protein. Tak hanya itu, mereka juga melengkapi data dengan membuat tabel
jenis-jenis vitamin beserta fungsi dan sumbernya. Metode pembelajaran berbasis
proyek sederhana ini terbukti efektif meningkatkan fokus siswa, karena mereka
terlibat langsung dalam memetakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Dewi Susilowati
menyatakan bahwa inovasi dalam penyampaian materi IPAS sangat penting agar
siswa tidak merasa jenuh. "Melalui kegiatan memotong dan menempel ini,
anak-anak lebih mudah mengingat jenis gizi karena mereka melakukan klasifikasi
secara mandiri. Saya melihat antusiasme mereka meningkat tajam saat menyusun
'toples' masing-masing. Harapan saya, pemahaman ini tidak hanya berhenti di
buku tugas, tetapi juga membuat mereka lebih selektif dan bijak dalam memilih
jajanan atau makanan sehat setiap harinya," tutur Dewi dengan bangga.
(tna)






.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar