Semanu
(MIN 8 Gunungkidul) – Lapangan MIN 8 Gunungkidul dipenuhi
keseruan pada Senin, 18 Mei 2026, saat siswa kelas 3 mengikuti pembelajaran
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Pada pertemuan kali ini,
materi pokok yang diajarkan adalah permainan kelompok melalui olahraga
tradisional asal Jawa Barat, yaitu boy-boyan. Menariknya, permainan ini tidak
lagi menggunakan alat konvensional, melainkan telah dimodifikasi sedemikian
rupa oleh pihak madrasah agar lebih aman dan sesuai dengan sarana olahraga yang
tersedia.
Pembelajaran
inovatif ini dipimpin langsung oleh guru PJOK, Bapak Anas. Dalam modifikasi
ini, pecahan genteng yang biasa digunakan sebagai target susunan digantikan
dengan marker (kerucut penanda lapangan), sementara bola yang digunakan
adalah bola voli. Langkah modifikasi ini diambil untuk meminimalkan risiko
cedera pada siswa kelas 3, sekaligus memberikan tantangan baru dalam menyusun
dan merubuhkan marker menggunakan bola yang berukuran lebih besar namun
tetap aman saat mengenai tubuh siswa.
Bapak Anas
menyampaikan bahwa modifikasi dalam pembelajaran PJOK sangat penting untuk
menjaga antusiasme dan keselamatan anak didik. "Tujuan utama kami adalah
melatih motorik kasar, kelincahan, dan kerja sama tim anak-anak. Dengan
memodifikasi pecahan genteng menjadi marker dan memakai bola voli,
permainan boy-boyan ini menjadi jauh lebih aman tanpa mengurangi esensi
kelincahan dan kegembiraannya. Anak-anak kelas 3 tampak sangat kompak menyusun
strategi, dan melalui modifikasi ini mereka bisa berolahraga dengan ceria
sekaligus tetap mengenal kekayaan permainan tradisional kita," jelas
beliau setelah kegiatan selesai. (ans)







0 komentar:
Posting Komentar