Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 05 Oktober 2026

Tingkatkan Profesionalisme dan Mutu Pendidik, Lima Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Asesmen Kompetensi AKGTK Kemenag

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam upaya memetakan serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama, lima guru MIN 8 Gunungkidul mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) pada Senin, 5 Oktober 2026. Lima utusan guru madrasah yang berpartisipasi dalam ujian pemetaan kompetensi ini meliputi  Suwari, S.Pd.I.,  Herni Uswatun Hasanah, S.Pd.,  Ana Roisah, S.Pd.I.,  Ayu Nurhidayati, M.S.I., dan  Rumiyatun Rohhasanah, S.Pd.I. Pelaksanaan asesmen tersebut diikuti oleh para pendidik dengan penuh kesiapan dan kesungguhan demi mendukung penguatan mutu pendidikan Islam di Kabupaten Gunungkidul.

Pelaksanaan AKGTK Kementerian Agama ini dirancang untuk mengukur kompetensi pedagogik dan profesional para guru secara terstandar dan berkesinambungan. Sepanjang sesi asesmen berbasis komputer yang berlangsung dengan tertib dan lancar, kelima guru MIN 8 Gunungkidul tersebut secara cermat menyelesaikan soal-soal uji yang mencakup pemahaman kurikulum, metodologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, hingga penguasaan materi keilmuan masing-masing. Keikutsertaan aktif para pendidik ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan MIN 8 Gunungkidul dalam menjaga standar mutu pengajaran di ruang-ruang kelas.

Seusai menyelesaikan seluruh tahapan ujian asesmen kompetensi tersebut, perwakilan peserta AKGTK sekaligus guru senior MIN 8 Gunungkidul,  Suwari, S.Pd.I., memberikan komentar penuh optimisme dan rasa syukur. "Alhamdulillah, kami berlima dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ujian AKGTK Kemenag hari ini dengan lancar tanpa kendala teknis. Pelaksanaan asesmen ini sangat penting bagi kami para guru untuk mengukur, merefleksikan, serta mengevaluasi sejauh mana kompetensi pedagogik dan profesional yang telah kami terapkan selama ini. Kami berharap hasil dari AKGTK ini tidak hanya menjadi bahan pemetaan bagi Kementerian Agama, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi kami di MIN 8 Gunungkidul untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh siswa-siswi kami," tutur  Suwari dengan mantap. (ans)

 

Peringati Hari Batik Nasional, Murid Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul Berkreasi Ciptakan Karya 2 Dimensi Teknik Cap Stempel

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, murid-murid Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul menggelar kegiatan pembelajaran seni budaya yang kreatif dan edukatif pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bertempat di dalam ruang kelas 2B, para murid diajak praktik membuat karya seni rupa dua dimensi menggunakan teknik cetak tinggi atau cap stempel bermotif batik. Suasana kelas tampak semarak dan penuh antusiasme ketika anak-anak mulai mengoleskan pewarna serta mencetakkan berbagai pola batik sederhana di atas lembaran kertas kerja masing-masing.

Melalui kegiatan ini, para murid mengenalkan warisan budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini. Menggunakan bahan stempel buatan yang dirancang aman dan mudah digenggam, para murid dilatih ketelitian, kerapian, serta keselarasan warna saat menyusun pola batik yang berulang. Pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung ini tak hanya mengasah motorik halus dan imajinasi estetika murid, tetapi juga menanamkan rasa bangga serta kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya adiluhung Indonesia sejak dari bangku madrasah.

Seusai mendampingi seluruh proses berkreasi para muridnya, Wali Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul,  Suratmini, S.Pd.I., memberikan komentar penuh rasa bangga dan apresiasi atas karya anak didiknya. "Alhamdulillah, kegiatan memperingati Hari Batik Nasional di kelas 2B hari ini berlangsung sangat meriah dan penuh dengan keceriaan. Anak-anak sangat senang saat mempraktikkan teknik cap stempel untuk menghasilkan pola-pola batik dua dimensi yang cantik dan berwarna-warni. Melalui praktik sederhana ini, kami ingin mengenalkan keindahan batik sekaligus melatih kreativitas serta kemandirian murid. Semoga pengalaman berkesan ini makin menumbuhkan rasa cinta dan bangga anak-anak terhadap budaya asli Indonesia," tutur  Suratmini dengan senyum penuh kehangatan. (ans)