GUNUNGKIDUL – Kepala MIN 8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I., menghadiri agenda pengumuman dan penganugerahan Lomba Perpustakaan Sekolah/Madrasah Tingkat Kabupaten Gunungkidul pada Jumat, 30 Oktober 2026. Berlokasi di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul, acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dispussip Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, S.Si., M.Si., beserta jajarannya. Dalam perhelatan bergengsi tersebut, Perpustakaan Aksara Mindela MIN 8 Gunungkidul secara resmi diumumkan meraih prestasi puncak sebagai Juara 1 untuk kategori Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Gunungkidul.
Capaian membanggakan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan transformasi dan pembenahan berkelanjutan yang dilakukan oleh tim pengelola Perpustakaan Aksara Mindela bersama seluruh civitas akademika MIN 8 Gunungkidul. Berbagai aspek penilaian komprehensif dari tim asesor—mulai dari kelengkapan administrasi instrumen, digitalisasi katalog, keanekaragaman koleksi bahan pustaka, hingga kenyamanan tata ruang baca berstandar Kategori A—berhasil mengantarkan perpustakaan madrasah ini unggul dibanding kompetitor lainnya. Penyerahan penghargaan dan trofi kejuaraan diserahkan langsung oleh Kepala Dispussip sebagai bentuk apresiasi tinggi atas komitmen pengembangan literasi di lingkungan madrasah.
Seusai
menerima penghargaan resmi di Aula Dispussip, Kepala MIN 8 Gunungkidul, Dra. Sri Hartati, M.S.I., memberikan komentar
penuh rasa syukur, haru, dan apresiasi mendalam. "Alhamdulillah, kami
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas karunia luar biasa ini.
Raihan Juara 1 Lomba Perpustakaan Tingkat MI se-Kabupaten Gunungkidul ini
merupakan buah manis dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi tiada henti dari
tim pengelola Perpustakaan Aksara Mindela, para guru, staf, siswa, serta
bimbingan intensif dari Oneng Windu
Wardana beserta seluruh tim Dispussip Gunungkidul. Gelar ini bukan akhir,
melainkan pemicu semangat bagi kami untuk terus menjaga konsistensi mutu
layanan dan menjadikan perpustakaan madrasah sebagai jantung literasi yang
inspiratif dan berdaya guna bagi seluruh siswa," tutur Sri Hartati dengan senyum bahagia. (ans)









