Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Senin, 01 September 2025

Rapimleng Kemenag Gunungkidul: Kepala MIN 8 Gunungkidul Ikuti Secara Daring

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, turut berpartisipasi dalam Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin, (1/9/2025). Acara penting ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik dan virtual, bertempat di ruang rapat Kantor Kemenag Gunungkidul Unit 2. Sri Hartati sendiri mengikuti rapat ini secara daring dari madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Mukotip, dalam arahannya menekankan pentingnya respons spiritual dalam menghadapi situasi terkini. Beliau berpesan agar seluruh jajaran Kemenag, sebagai insan yang beriman, perlu meningkatkan pendekatan spiritual, seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan bersholawat. Selain itu, Mukotip juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap santun dan ramah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk para wali murid.

Selain itu, Faqih Shomadi, selaku Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), juga menyampaikan imbauan penting terkait penggunaan media sosial. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk berhati-hati di media sosial dan menghindari berkomentar atau mengunggah informasi yang tidak jelas. Pesan utama Faqih adalah untuk menciptakan situasi yang aman dan damai dengan selalu menggunakan kata-kata yang layak dan bijak dalam setiap interaksi daring.

Rapimleng ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan unit kerja di bawah naungan Kemenag Gunungkidul untuk menyatukan visi dan misi, serta memperkuat koordinasi dalam menjalankan program-program keagamaan dan pendidikan. (tna)

Seleksi dan Latihan Perdana Tim Sepak Bola MIN 8 Gunungkidul dalam Rangka Persiapan KOSMA

 


Semanu ---- Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, memulai seleksi dan latihan perdana tim sepak bola/mini soccer pada Jumat, (29/8/2025). Sesi ini diadakan di lapangan sepak bola belakang MIN 8 Gunungkidul sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kompetisi Olahraga Siswa Madrasah (KOSMA).

Sebanyak delapan siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti latihan ini. Latihan dimulai dengan fokus pada passing dan kontrol bola yang merupakan fondasi penting dalam permainan. Melalui berbagai latihan terstruktur, para siswa dilatih untuk mengoper bola dengan akurat dan mengendalikannya dengan baik.

Sesi latihan diakhiri dengan mini game 4 vs 4. Permainan ini dirancang untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi pertandingan sesungguhnya. Selain itu, mini game ini juga bertujuan untuk melatih pengambilan keputusan, pergerakan tanpa bola, dan kerja sama tim di antara para siswa.

Dari delapan siswa yang mengikuti seleksi, tiga di antaranya berhasil terpilih untuk melaju ke tingkat Kapanewon Semanu. Ketiga siswa yang akan mewakili MIN 8 Gunungkidul adalah Bagus Dwi Nur Aziz, Davin Irsyahadad, dan Muhammad Akmal Maulana. Mereka akan menjalani seleksi lanjutan di tingkat kapanewon untuk memperebutkan tempat di tim yang akan berlaga di tingkat kabupaten Gunungkidul. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Gelar Latihan Bola Voli Persiapan Kosma

 


Semanu ---- Tim bola voli MIN 8 Gunungkidul menggelar latihan intensif di lapangan madrasah pada hari Jumat (29/8/2025) sore, sebagai persiapan menghadapi ajang Kompetisi Olahraga dan Seni Madrasah (Kosma) tingkat Kapanewon Semanu. Latihan ini dipimpin langsung oleh Suratmini dan Sugeng.

Para siswa yang akan mewakili MIN 8 Gunungkidul dalam ajang ini adalah Ananda Faka Adiputra, Arsyila Khalida Humaira, Nadiya Khaila Putri, Galang Nazhirul Asrofi, Yusuf Abu Barkah, dan Nadia Elysia Yusra. Mereka adalah siswa-siswi yang dipilih dari sekolah untuk mengikuti seleksi.

Berbeda dengan kompetisi tim biasa, para siswa ini tidak akan berlaga sebagai tim MIN 8 Gunungkidul. Mereka akan menjalani seleksi individu untuk kemudian digabungkan dengan pemain-pemain terbaik dari madrasah ibtidaiyah lain di Kapanewon Semanu membentuk satu tim perwakilan kapanewon.

"Latihan ini fokus pada peningkatan teknik dasar karena nantinya mereka akan diseleksi secara individu," ujar Suratmini. Ia menambahkan, "Potensi anak-anak ini sangat baik. Kami berharap mereka bisa lolos seleksi dan memberikan kontribusi maksimal untuk tim Kapanewon Semanu. Ini adalah pengalaman berharga bagi mereka untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari madrasah lain." (tna)

MIN 8 Gunungkidul Terapkan Metode Pembelajaran 'Gallery Learning' untuk Materi Al-Qur'an Hadis

 


Semanu ---- Pembelajaran Al-Qur'an Hadis di kelas V MIN 8 Gunungkidul hari Jumat, (29/8/2025) terasa berbeda. Guru mata pelajaran, Ischak Yama Amalia, memperkenalkan metode 'Gallery Learning' untuk mendalami materi hukum bacaan mim sukun.

Metode ini mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan kolaboratif. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat "galeri" pembelajaran tentang mim sukun.

Setiap kelompok ditugaskan untuk mengolah materi yang telah dipelajari, seperti ikhfa' syafawi, idgham mutamatsilain, dan izhar syafawi. Hasilnya, mereka menyajikan rangkuman dalam bentuk visual yang kreatif, seperti poster, peta konsep, atau bagan.

Setelah selesai, setiap kelompok memamerkan hasil karyanya di depan kelas. Metode "Gallery Learning" ini membuat proses belajar menjadi lebih dinamis. Ischak Yama Amalia menjelaskan bahwa tujuan utama metode ini adalah melatih kerja sama, menumbuhkan sikap tidak membeda-bedakan teman, dan meningkatkan kemampuan diskusi serta berpendapat pada siswa. "Penerapan metode ini tidak hanya fokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang kolaboratif dan saling menghargai," tambahnya.

Dengan pendekatan yang inovatif ini, pembelajaran Al-Qur'an Hadis di MIN 8 Gunungkidul tidak hanya menjadi kegiatan rutin tetapi juga pengalaman yang bermakna dan menyenangkan bagi para siswa. (tna)



Siswa MIN 8 Gunungkidul Belajar Ekosistem dengan Teknologi Augmented Reality

 


Semanu ---- Inovasi dalam pembelajaran kembali hadir di MIN 8 Gunungkidul. Siswa kelas V kini bisa mempelajari materi ekosistem dengan cara yang lebih interaktif dan menarik, yaitu menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) melalui aplikasi Assemblr Edu pada hari Jumat (29/8/2025).

Pembelajaran inovatif ini merupakan bagian dari kegiatan aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atas nama Dewi Susilowati. Ia memperkenalkan metode baru yang membuat siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan ekosistem 3D yang muncul di layar gawai mereka.

Dengan memindai QR code yang tertera pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), siswa dapat melihat ekosistem hutan dan laut secara virtual. Mereka diajak untuk mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik serta memahami interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Menurut salah satu siswanya, Sabrina, metode ini membuat belajar jadi lebih seru. "Belajarnya seperti melihat ekosistem langsung di depan mata. Saya bisa tahu siapa yang jadi produsen, konsumen, dan hewan pemangsa di rantai makanan," ujarnya dengan antusias.

Dewi Susilowati menjelaskan bahwa penggunaan AR membantu siswa memahami konsep ekosistem secara lebih nyata. "Siswa bisa melihat hubungan antar makhluk hidup dan lingkungannya secara interaktif. Dengan AR, pembelajaran jadi lebih hidup dan memudahkan mereka memahami rantai dan jaring-jaring makanan," jelasnya.

Selain AR, pembelajaran juga dikombinasikan dengan pengamatan langsung ekosistem akuarium di kelas, memberikan pengalaman kontekstual yang lebih mendalam.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati selaku mentor, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami mendorong guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Teknologi seperti AR tidak hanya membuat siswa lebih antusias dan menambah motivasi, tetapi juga menyiapkan mereka menghadapi tantangan abad 21,” ungkapnya. (tna)