YOGYAKARTA
– Perjalanan estafet literasi digital guru madrasah terus berlanjut. Dua utusan
terbaik dari MIN 8 Gunungkidul, Bapak Anas dan Ibu Dewi, kembali mengikuti
rangkaian hari kedua Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru
MIN se-DIY pada Rabu, 20 Mei 2026. Setelah pada hari sebelumnya membuka
cakrawala di kampus UNY, kali ini kegiatan dipusatkan di MIN 1 Yogyakarta.
Kehadiran para peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh Madrasah
Ibtidaiyah Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta ini menandai komitmen bersama
dalam menyongsong transformasi pendidikan berbasis teknologi digital modern.
Pada sesi
hari kedua ini, duet narasumber Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, S.Si., M.Sc.
dan Bapak Agus Setyawan, S.Pd.Si. kembali mengupas tuntas materi yang lebih
mendalam, yaitu pemahaman konsep dasar kecerdasan artifisial (Artificial
Intelligence). Tidak sekadar teori, para guru juga ditantang untuk langsung
merancang unit aktivitas pembelajaran nyata yang mengintegrasikan kecerdasan
artifisial ke dalam kurikulum madrasah. Fokus utama dari lokakarya hari ini
adalah bagaimana mengemas dan menerapkan KKA tersebut di dalam ruang kelas
secara menyenangkan, interaktif, dan mudah dicerna oleh siswa usia sekolah
dasar.
Ditemui usai
praktik merancang modul pembelajaran, Bapak Anas membagikan kesan mendalamnya
mengenai jalannya pelatihan di hari kedua ini. "Jika kemarin kami baru
menyentuh logika koding dasar, hari ini kami diajak menyelami bagaimana
memanfatkan kecerdasan artifisial untuk menghidupkan suasana kelas. Kami
diajarkan metode agar materi teknologi yang terkesan rumit ini bisa
bertransformasi menjadi game edukatif dan media visual yang interaktif
bagi siswa kelas 5 atau jenjang lainnya. Saya pribadi sudah tidak sabar untuk
mengaplikasikannya di MIN 8 Gunungkidul agar pembelajaran, termasuk di bidang
olahraga dan umum, bisa berjalan lebih modern dan memicu kreativitas
anak," pungkas beliau dengan antusias. (ans)






.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar