Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 07 Agustus 2025

MIN 8 Gunungkidul Sambut Kurikulum Berbasis Cinta, Hadiri Sosialisasi di Yogyakarta

 


Yogyakarta ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta pada hari Selasa, (5/8/2025). Acara yang berlangsung di Gedung Erlangga, Yogyakarta, ini dihadiri oleh seluruh kepala madrasah negeri se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sosialisasi ini diisi oleh Anita Isdarmini, Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY. Ia memaparkan bahwa pendidikan memiliki peran lebih dari sekadar mentransfer ilmu. Pendidikan juga berfungsi untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai moral.

Dalam konteks ini, Kurikulum Berbasis Cinta diperkenalkan sebagai strategi untuk mencetak generasi yang cerdas dan berintegritas. Kurikulum ini bertujuan menanamkan nilai kasih sayang, harmoni, dan peradaban yang berlandaskan sikap saling mencintai, sehingga para siswa siap menghadapi tantangan masa depan.

Kehadiran Sri Hartati dalam acara ini menegaskan komitmen MIN 8 Gunungkidul untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sejalan dengan visi dan misi yang diusung oleh Kemenag DIY. (tna)



Ekstrakurikuler Tari di MIN 8 Gunungkidul, Upaya Lestarikan Budaya Sejak Dini

 


Semanu ---- Semangat melestarikan budaya lokal sejak dini terlihat di MIN 8 Gunungkidul. Setiap hari Rabu, madrasah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler tari yang diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 3. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.00 WIB ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan mengenal kekayaan seni tari tradisional.

Pada hari Rabu (6/8/2025), suasana di MIN 8 Gunungkidul sangat meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap instruksi dari pelatih, Reyshita. Reyshita membagi peserta dalam dua kelompok sesuai tingkat kelas. Untuk siswa kelas 1, materi tari yang diajarkan adalah tari bermain. Sementara itu, siswa kelas 2 dan 3 berlatih tari Midhat Midhut. Tari Midhat Midhut merupakan tarian tradisional yang gerakannya lebih kompleks dan memiliki nilai-nilai budaya yang mendalam. Dengan mempelajari tarian ini, siswa diajak untuk lebih mendalami seni tari Jawa, khususnya yang berasal dari daerah Yogyakarta.

Menurut Ayu Nurhidayati selaku koordinator ekstrakurikuler tari, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menanamkan kecintaan pada seni tari, tetapi juga untuk membentuk karakter anak-anak. "Melalui tari, anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan percaya diri," tutur Ayu. "Kami berharap, ekstrakurikuler ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk terus mencintai dan melestarikan budaya bangsa."

Ekstrakurikuler tari di MIN 8 Gunungkidul ini menunjukkan komitmen madrasah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan minat dan bakat siswa, serta pelestarian warisan budaya. (tna)




Rabu, 06 Agustus 2025

MIN 8 Gunungkidul Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Tiga Agenda Penting

 


Semanu ---- Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MIN 8 Gunungkidul berkumpul dalam rapat koordinasi yang diadakan di ruang guru pada Rabu (6/8/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sri Hartati. Fokus rapat membahas persiapan tiga agenda penting yang akan segera dilaksanakan.

Agenda utama yang dibahas meliputi persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, peringatan Hari Pramuka, dan kelanjutan program tahfidz di madrasah. Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, disepakati bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti upacara bersama di Lapangan Triwana Sakti, Semanu.

Sementara itu, rangkaian acara Hari Pramuka direncanakan lebih komprehensif, dimulai dari kegiatan bakti sosial, upacara peringatan Hari Pramuka, dan diakhiri dengan tradisi bumbung pramuka yang bertujuan mengumpulkan donasi untuk kegiatan kepramukaan di masa mendatang.

Sedangkan untuk program tahfidz telah terseleksi siswa-siswi pilihan untuk masuk dalam kelas khusus yang dibimbing oleh guru dari luar. Untuk siswa kelas bawah akan dikelompokkan dalam 2 kelas. Sementara untuk kelas atas akan dikelompokkan dalam 3 kelas.

Hasil dari rapat ini akan segera ditindaklanjuti dengan harapan semua program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga madrasah. (tna)

Implementasi Kurikulum Merdeka di MIN 8 Gunungkidul Diperkuat dengan Kehadiran Guru Bahasa Inggris

 


Semanu ---- Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris, MIN 8 Gunungkidul mendapatkan bantuan tenaga pengajar dari MTsN 3 Gunungkidul. Guru yang ditugaskan adalah Martini, seorang pengajar berpengalaman di bidangnya.

Martini akan mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 di MIN 8 Gunungkidul. Mata pelajaran ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.

Pembelajaran Bahasa Inggris dilaksanakan setiap hari Rabu. Ada dua kelas (rombel) kelas 3 yang diampu, dengan total empat jam pelajaran dalam seminggu. Contohnya, pada hari Rabu ini (6/8/2025), Martini sudah mulai memberikan materi kepada siswa-siswi.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, membekali mereka dengan kemampuan berbahasa Inggris sejak dini, dan mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Tanamkan Nilai Kebaikan Lewat Hadits Keutamaan Memberi

 


Semanu ---- Rabu (6/8/2025), suasana pagi di halaman MIN 8 Gunungkidul tampak berbeda. Setelah melaksanakan rangkaian pembiasaan pagi seperti salat Duha, pembacaan Asmaul Husna, dan kajian kitab Syi'ir Alala, seluruh siswa masih berkumpul untuk mendengarkan hafalan hadits.

Pagi ini, materi yang disampaikan adalah hadits mengenai keutamaan memberi. Gunawan, salah satu guru di MIN 8 Gunungkidul, memimpin langsung sesi hafalan tersebut. Beliau menjelaskan pentingnya berbagi kepada sesama.

Dalam penjelasannya, Gunawan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya, "Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah." Beliau menekankan bahwa hadits ini mengajarkan tentang kemuliaan menjadi pemberi. Sesi ini juga menjadi pengingat bagi para siswa untuk tidak meminta-minta, apalagi dengan cara memaksa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program madrasah untuk menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, agar siswa tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki akhlak mulia. (tna)