Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 12 Februari 2026

Ceria Bersama Yakult: Siswa MIN 8 Gunungkidul Belajar Jaga Pencernaan Lewat Animasi

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul mendapatkan kunjungan edukatif dari tim PT Yakult Indonesia Persada pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Salam Sehat Yakult Family" ini dimulai tepat pukul 09:30 WIB dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sejak dini. Kehadiran tim Yakult disambut dengan antusias oleh seluruh warga madrasah sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan di lingkungan madrasah.

Rangkaian acara diawali dengan mengumpulkan seluruh siswa di halaman madrasah untuk melakukan senam Yakult bersama yang dipandu oleh tim instruktur. Setelah tubuh terasa bugar, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi yang menarik melalui pemutaran film animasi tentang sistem pencernaan manusia. Melalui visualisasi tersebut, anak-anak diberikan penjelasan mengenai cara kerja bakteri baik dalam tubuh dan bagaimana produk Yakult mendukung keseimbangan ekosistem di dalam usus.

Sebagai penutup kegiatan, keceriaan siswa semakin bertambah saat memasuki sesi "Minum Yakult Bersama". Setiap peserta mendapatkan satu botol Yakult secara gratis untuk dinikmati bersama-sama di lokasi acara. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MIN 8 Gunungkidul tidak hanya mendapatkan asupan probiotik yang bermanfaat, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (tna)




Tim Pelaksana PHTC Tinjau Masa Pemeliharaan Revitalisasi di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ----- MIN 8 Gunungkidul menerima kunjungan dari Tim Pelaksana Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah pada Kamis (12/2/2026). Kedatangan tim ini disambut langsung oleh Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, didampingi oleh salah satu guru, Rumiyatun Rohassanah. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan madrasah yang saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan setelah proses revitalisasi selesai dilakukan.

Dalam proses monitoring tersebut, tim menemukan beberapa poin kerusakan yang memerlukan penanganan segera. Di antaranya adalah adanya kaca jendela yang pecah, cat tembok yang mulai mengelupas di beberapa titik, serta wastafel yang mengalami kebocoran. Selain itu, tim juga mencatat bahwa drill drainase belum terpasang secara sempurna, yang mana hal ini menjadi perhatian penting guna memastikan sistem pembuangan air di lingkungan madrasah berfungsi dengan baik terutama saat musim hujan.

Menanggapi temuan tersebut, Tim Pelaksana PHTC menyatakan akan segera melakukan tindak lanjut perbaikan dalam waktu dekat. Sri Hartati selaku Kepala Madrasah menyambut baik respons cepat dari tim pelaksana agar fasilitas pendidikan yang telah direvitalisasi dapat kembali dalam kondisi prima. Diharapkan dengan adanya perbaikan segera, kenyamanan dan keamanan seluruh warga MIN 8 Gunungkidul dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dapat terjaga secara maksimal. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Pertemuan Rutin KKMI di MIN 10 Gunungkidul

 


Saptosari ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri pertemuan rutin Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan pada Rabu (11/2/2026). Bertempat di MIN 10 Gunungkidul, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi strategis antar-kepala madrasah. Pertemuan dibuka dengan khidmat melalui pembacaan ummul kitab, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta doa tahlil bersama.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sri Hartati bersama para kepala madrasah lainnya membahas berbagai agenda penting terkait kalender pendidikan, termasuk persiapan Asesmen Madrasah (AM) dan jadwal Try Out TKA/TKAD DIY yang direncanakan pada akhir Februari hingga Maret mendatang. Selain itu, dibahas pula mengenai penyeragaman materi kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebesar 80% untuk seluruh wilayah Gunungkidul guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang merata di setiap madrasah.

Acara juga diisi dengan sosialisasi pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) oleh perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Gunungkidul. Sosialisasi ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pembina Pramuka di MI melalui pelatihan 70 JPL yang dijadwalkan pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Kehadiran Sri Hartati dalam kegiatan ini menegaskan komitmen MIN 8 Gunungkidul untuk terus bersinergi dalam memajukan mutu pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Gunungkidul. (tna)

Rabu, 11 Februari 2026

Bawa Pulang Jendela Dunia: Serunya Aksi Literasi Siswa MIN 8 Gunungkidul Bersama Perpusda

 


Semanu ----- Halaman MIN 8 Gunungkidul tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu, (11/2/2026), dengan hadirnya layanan perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran mobil perpustakaan ini merupakan bagian dari upaya jemput bola untuk meningkatkan minat baca siswa di lingkungan madrasah. Pada kesempatan kali ini, jadwal kunjungan dan peminjaman buku dikhususkan bagi siswa-siswi kelas 1, 5, dan 6 yang tampak antusias menyerbu berbagai koleksi buku cerita, pengetahuan umum, hingga literatur agama yang disediakan.

Sistem peminjaman buku dalam kegiatan ini dibuat cukup fleksibel namun tetap tertib untuk memudahkan para siswa. Setiap siswa diperbolehkan memilih dan meminjam satu judul buku untuk dibawa pulang guna dibaca lebih lanjut di rumah. Jangka waktu peminjaman yang diberikan adalah selama dua minggu, dengan proses administrasi yang dipandu langsung oleh petugas perpusda dan didampingi oleh pihak madrasah. Hal ini diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan bagi siswa di luar jam pelajaran.

Koordinator Perpustakaan MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menyambut baik rutinnya kunjungan perpustakaan keliling ini sebagai bentuk penyegaran koleksi bacaan bagi anak didik. Dalam komentarnya, Dewi menekankan pentingnya variasi bahan bacaan untuk menjaga semangat literasi. "Kami sangat berterima kasih kepada Perpusda Gunungkidul. Anak-anak jadi lebih bersemangat dalam membaca. Kami ingin menanamkan bahwa membaca adalah petualangan yang menyenangkan, dan membawa buku ke rumah adalah cara efektif agar mereka lebih akrab dengan dunia literasi," ujar Dewi di sela-sela kegiatan. (tna)

Update Kesiapan Madrasah: Agenda Proktor MIN 8 Gunungkidul di Korwil Biddik Semanu

 


Semanu ----- Proktor MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, menghadiri kegiatan Sosialisasi TKA/TKAD dan Verifikasi Kesiapan Sekolah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kapanewon Semanu pada Rabu, (11/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula KPRI Meter ini dimulai pukul 12.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh proktor SD serta MI di bawah naungan Korwil Biddik Kapanewon Semanu. Kegiatan ini menjadi langkah awal krusial dalam memastikan kesiapan teknis satuan pendidikan menghadapi asesmen mendatang.

Dalam agenda tersebut, Hamid Fitrianto membawa berbagai perlengkapan pendukung seperti laptop dan koneksi internet untuk keperluan teknis verifikasi. Selain itu, diserahkan pula dokumen administratif berupa dua lembar surat kesiapan satuan pendidikan yang telah ditandatangani Kepala Madrasah dengan materai 10.000, serta berita acara verifikasi. Kehadiran proktor dalam sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan infrastruktur digital dan data peserta ujian di MIN 8 Gunungkidul telah siap sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh panitia.

Ketua K3S, Asih Rochana, menekankan pentingnya koordinasi antara proktor dan pihak Korwil Biddik untuk meminimalisir kendala teknis saat pelaksanaan ujian nanti. Partisipasi aktif Hamid Fitrianto dalam forum ini menegaskan komitmen MIN 8 Gunungkidul dalam menyukseskan pelaksanaan TKA/TKAD tahun ajaran 2025/2026 melalui persiapan matang sejak dini. Dengan selesainya tahap verifikasi kesiapan ini, diharapkan seluruh proses ujian dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti. (tna)

 

 

Guru MIN 8 Gunungkidul Kawal Ketertiban Wudhu Siswa Jelang Shalat Dhuhur

 


Semanu ----- Dalam upaya memperkuat pemahaman fikih ibadah secara praktis, sejumlah guru agama MIN 8 Gunungkidul melaksanakan pendampingan khusus bagi para siswa sebelum pelaksanaan shalat Dhuhur berjamaah pada Selasa, (10/2/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh Triana Erningsih, Ninik Nuryanti, dan Sugeng, yang secara intensif memantau setiap tahapan bersuci siswa di area tempat wudhu madrasah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar memahami syarat sahnya ibadah dimulai dari kesempurnaan wudhu.

Pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pelafalan niat wudhu, ketepatan gerakan, tertib atau urutan membasuh anggota tubuh, hingga pembacaan doa setelah wudhu. Para guru berdiri berdampingan dengan siswa untuk memberikan koreksi langsung jika terdapat kekeliruan, seperti penggunaan air yang berlebihan atau anggota wudhu yang tidak terbasuh dengan sempurna. Pendekatan ini bertujuan agar siswa terbiasa disiplin dan khusyuk dalam menyiapkan diri sebelum menghadap Sang Pencipta melalui ibadah shalat.

Sugeng, selaku salah satu guru pendamping, memberikan komentar bahwa pembiasaan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter religius siswa sejak dini. "Wudhu adalah kunci sahnya shalat, maka kami harus memastikan anak-anak melakukannya dengan benar sesuai syariat. Kami tidak hanya menilai gerakan fisiknya, tapi juga menanamkan kesadaran bahwa kebersihan dan ketertiban adalah bagian penting dari iman," ungkap Sugeng di sela-sela kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rutinitas positif yang meningkatkan kualitas spiritualitas seluruh civitas akademika MIN 8 Gunungkidul. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Review Kisi-Kisi Ujian Madrasah DIY

 


Sleman ---- Guru mata pelajaran Akidah Akhlak dari MIN 8 Gunungkidul, Hamid Fitrianto, menghadiri kegiatan Review Kisi-Kisi Ujian Madrasah Jenjang MI Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) DIY. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (10/2/2026), bertempat di MIN 2 Sleman dengan agenda utama melakukan validasi terhadap instrumen ujian yang akan digunakan pada akhir tahun ajaran. Kehadiran Hamid Fitrianto merupakan bagian dari penugasan resmi untuk berkontribusi dalam tim ahli di tingkat provinsi.

Dalam pertemuan tersebut, Hamid Fitrianto bergabung dalam Tim Reviewer mata pelajaran Akidah Akhlak bersama pendidik dari madrasah lain di bawah koordinasi Agus Sehono. Seluruh peserta diwajibkan membawa perlengkapan pendukung seperti laptop untuk menelaah secara mendalam setiap butir kisi-kisi agar sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku. Proses review ini sangat penting guna memastikan bahwa soal ujian yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas dan akurasi yang tinggi bagi seluruh siswa madrasah.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua K2MI DIY, Kasmad Rifangi, ini diharapkan dapat menghasilkan panduan ujian yang kredibel untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah se-DI Yogyakarta. Partisipasi aktif MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. (tna)

Selasa, 10 Februari 2026

GTK MIN 8 Gunungkidul Ikuti RAT Virtual Koperasi Tunas Harapan

 


Semanu ---- Keluarga besar GTK MIN 8 Gunungkidul turut berpartisipasi aktif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tunas Harapan yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (9/2/2026). Kegiatan yang dimulai tepat pukul 12.00 WIB ini menjadi ajang penting bagi para pegawai negeri di lingkungan Kemenag Gunungkidul untuk meninjau kembali kinerja organisasi selama setahun terakhir. Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Koperasi yang membangkitkan jiwa korsa antaranggota.

Rangkaian acara diisi dengan sambutan inspiratif dari Purwata selaku Ketua Koperasi, Mukotip selaku Dewan Penasehat, serta Supartono dari Dinas Koperasi dan UKM yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini memberikan arahan strategis bagi koperasi agar tetap adaptif dan inovatif dalam melayani kebutuhan anggotanya di masa depan.

Memasuki sesi inti, rapat yang dipandu oleh Kepala KUA Girisubo fokus pada pemaparan laporan pengurus dan pengawas yang disampaikan secara transparan. Dialog interaktif pun terjadi saat para anggota memberikan tanggapan dan masukan konstruktif untuk rencana kerja tahun mendatang. Dengan berakhirnya RAT ini, Koperasi Tunas Harapan diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsi kesejahteraan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi seluruh GTK dan pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Gunungkidul. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Rapat Tahunan Koperasi Konsumen Tunas Harapan

 


Wonosari ----- Koperasi Konsumen Tunas Harapan Pegawai Negeri Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Senin (10/2/2026). Bertempat di Gedung PLHUT (Pusat Layanan Haji dan Umrah), acara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Salah satu peserta yang hadir secara luring adalah Hajir Anas Fauzan, guru dari MIN 8 Gunungkidul, yang bergabung bersama anggota lainnya untuk mengikuti rangkaian agenda tahunan tersebut dalam semangat kebersamaan.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Koperasi guna membangkitkan jiwa persatuan. Dalam sesi sambutan, Purwata selaku Ketua Koperasi, Mukotip selaku Dewan Penasehat, serta Supartono dari Dinas Koperasi dan UKM memberikan arahan strategis bagi kemajuan lembaga. Suasana semakin semarak saat sesi pengundian hadiah ibadah yang berhasil dimenangkan oleh Rohadi dari MIN 2 Gunungkidul yang disambut dengan sukacita oleh seluruh hadirin.

Memasuki agenda inti, rapat dipimpin oleh Kepala KUA Girisubo didampingi Laily sebagai sekretaris. Agenda meliputi pemaparan laporan pengurus oleh Purwata serta laporan pengawas oleh Harsono, yang kemudian ditanggapi secara aktif oleh para anggota sebagai bentuk transparansi dan demokrasi. Melalui pelaksanaan RAT di PLHUT ini, Koperasi Tunas Harapan diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggotanya di lingkungan Kemenag Gunungkidul. (tna)

Senin, 09 Februari 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Uji Coba CAT Kecakapan IT PPPK

 


Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Husni Darmawati, mengikuti kegiatan Uji Coba CAT Kecakapan Teknologi Informasi (TI) bagi ASN PPPK yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin (9/2/2026). Bertempat di Laboratorium Komputer MAN 1 Gunungkidul, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program peningkatan kecakapan IT bagi PPPK di lingkungan Kanwil Kemenag DIY Tahun Anggaran 2026. Husni Darmawati hadir sebagai bagian dari peserta tahap 1 yang dijadwalkan mengikuti simulasi sistem Computer Assisted Test (CAT).

Kegiatan uji coba ini dilaksanakan dalam tiga gelombang (batch) untuk memastikan kesiapan teknis sebelum ujian utama berlangsung. Seluruh peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan guna mengikuti prosedur persiapan yang telah diatur oleh panitia. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk membiasakan diri dengan perangkat laboratorium komputer MAN 1 Gunungkidul serta alur pengerjaan soal berbasis CAT, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis pada hari pelaksanaan ujian sesungguhnya.

Ujian Kecakapan TI ini menjadi sangat krusial karena menetapkan standar kelulusan minimal atau KKM sebesar 70, dengan skor minimal 315. Setelah mengikuti uji coba hari ini, Husni Darmawati dijadwalkan akan mengikuti ujian utama pada Kamis, (12/2/2026) mendatang. Sebagai bagian dari persyaratan administrasi, para peserta juga diwajibkan membuat video kesediaan mengikuti CAT sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak kementerian. (tna)

Rapat Koordinasi MIN 8 Gunungkidul: Fokus Disiplin dan Sosialisasi PMBM

 


Semanu ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, memimpin rapat koordinasi intensif yang dihadiri oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada Senin (9/2/2026). Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kedisiplinan pegawai sebagai fondasi utama pelayanan pendidikan. Selain fokus pada kinerja GTK, rapat ini juga menyepakati pembagian jadwal pendampingan shalat Dhuhur berjamaah bagi siswa. Langkah ini diambil untuk memastikan pembiasaan karakter religius siswa tetap terkawal dengan baik di bawah pengawasan langsung para guru.

Agenda utama rapat kemudian berlanjut pada persiapan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran mendatang. Sri Hartati secara resmi membentuk panitia PMBM MIN 8 Gunungkidul yang bertugas mengelola seluruh tahapan seleksi. Pada tahun ini, madrasah membuka beberapa jalur masuk, dimulai dari Jalur Pendaftaran Tahfidz Terpadu (JPTT) bagi siswa berprestasi di bidang hafalan Al-Qur'an, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran Gelombang 1 dan Gelombang 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebagai langkah awal promosi, tim panitia yang telah dibentuk akan segera melakukan sosialisasi masif ke berbagai TK dan RA di lingkungan sekitar MIN 8 Gunungkidul. Strategi jemput bola ini bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan program madrasah kepada calon orang tua murid secara langsung. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, MIN 8 Gunungkidul optimistis dapat menjaring bibit-bibit unggul melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel. (tna)

Tingkatkan Mutu, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimbingan Akreditasi Perpustakaan

 


Wonosari ----- Guru MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan SD/MI yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul pada Senin (9/2/2026). Bertempat di aula perpustakaan daerah, acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dispussip, Oneng Windu Wardana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya meningkatkan kualitas perpustakaan agar lebih diminati siswa serta relevan dengan perkembangan zaman demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 25 sekolah dasar dan madrasah di wilayah Gunungkidul, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua orang utusan. Selama acara berlangsung, para peserta mendapatkan materi intensif dari para pustakawan ahli dan asesor. Fokus utama pertemuan ini adalah pengenalan instrumen akreditasi terbaru tahun 2026 serta penggunaan aplikasi Sipapi untuk teknis pengajuan akreditasi secara digital.

Melalui sosialisasi ini, Dewi Susilowati dan peserta lainnya dibekali pemahaman mengenai transformasi paradigma perpustakaan dari sekadar "gedung buku" menjadi pusat pengetahuan yang inklusif. Dengan standar nasional perpustakaan (SNP) yang baru berdasarkan Perpusnas No. 4 Tahun 2024, diharapkan MIN 8 Gunungkidul dapat segera melengkapi bukti fisik yang diperlukan. Hal ini bertujuan agar perpustakaan madrasah mampu memberikan layanan modern dan menjadi tempat belajar mandiri yang nyaman bagi seluruh siswa. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Pembukaan KSE KKG MI Kabupaten Gunungkidul 7

 


Wonosari ----- Sebanyak enam orang guru MIN 8 Gunungkidul menghadiri pembukaan kegiatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang diselenggarakan oleh KKGMI Kabupaten Gunungkidul 7 di Lembah Desa, Pulutan pada Jumat (6/2/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Kasi Dikmad Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, yang memberikan pembinaan khusus mengenai struktur baru organisasi guru. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 ini, KKGMI Kabupaten Gunungkidul resmi dibagi menjadi 12 kelompok KKG untuk mengoptimalkan koordinasi dan pengembangan kualitas pendidik di seluruh wilayah.

Dalam pembinaan tersebut, Supriyanto juga menekankan bahwa setiap guru wajib bergabung dalam kelompok KKG guna menunjang profesionalitas mereka. Terkait kurikulum kegiatan, beliau menjelaskan skema proporsional di mana 70% materi kegiatan KKG akan seragam di seluruh kelompok, sementara 30% sisanya diberikan kebebasan untuk disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing KKG. Kebijakan ini diambil agar terdapat standar kompetensi yang merata namun tetap memberi ruang bagi inovasi di setiap wilayah.

Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti sesi sambutan dari Ketua KKGMI 7, Rujati. Selain menyambut para peserta, beliau menyampaikan pesan perpisahan sehubungan dengan adanya reorganisasi kepengurusan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada minggu depan. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa tugas kepengurusan lama sekaligus harapan baru bagi struktur KKGMI yang lebih segar dalam mendukung pengembangan kompetensi guru, termasuk melalui kegiatan outbound KSE yang dipandu oleh Zulfa Outbound pada hari tersebut. (tna)

Outbound KKGMI 7: Guru MIN 8 Gunungkidul Sambut KSE, Lepas Kapanewon Ponjong

 


Wonosari ---- Sebanyak enam orang guru dari MIN 8 Gunungkidul berpartisipasi dalam kegiatan penguatan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Gunungkidul 7. Acara yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) ini bertempat di kawasan wisata Lembah Desa, Pulutan. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru kelas MI dari berbagai wilayah, meliputi Kapanewon Semanu, Tepus, Rongkop, Girisubo, dan Tanjungsari, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial serta kesejahteraan emosional para pendidik.

Pelaksanaan KSE kali ini dikemas secara menarik dalam bentuk kegiatan outbound yang dipandu langsung oleh tim Zulfa Outbound. Melalui berbagai permainan dan tantangan kerja sama tim, para guru diajak untuk melepaskan penat sekaligus mengasah empati, manajemen diri, dan keterampilan berelasi. Suasana ceria namun khidmat menyelimuti setiap sesi, memberikan ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kekompakan antarinstansi madrasah di wilayah Gunungkidul bagian timur dan selatan.

Momentum ini juga menjadi momen emosional karena sekaligus menjadi acara perpisahan bagi guru-guru dari Kapanewon Ponjong. Terhitung mulai tahun 2026, wilayah Ponjong secara resmi terlepas dari KKGMI Kabupaten Gunungkidul 7 dan akan bergabung dengan KKGMI Kabupaten Gunungkidul 6 bersama Kapanewon Karangmojo. Meski terjadi reorganisasi wilayah kerja, diharapkan jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama ini tetap terjaga demi kemajuan pendidikan madrasah yang lebih baik di masa depan. (tna)

Persiapan PMBM 2026: MIN 8 Gunungkidul Ikuti Zoom Meeting Sosialisasi

 


Semanu ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, bersama dua orang guru yang merupakan panitia pendaftaran, Ana Roisah dan Ayu Nurhidayati, mengikuti kegiatan sosialisasi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag DIY ini dimulai pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh seluruh kepala madrasah dari jenjang RA hingga MA di lingkungan DIY. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan penerimaan siswa baru agar berjalan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Dalam pertemuan daring tersebut, dipaparkan bahwa PMBM tahun ini mengedepankan asas objektivitas, transparansi, akuntabilitas, berkeadilan, dan kompetitif. Pendaftaran dapat dilaksanakan secara daring maupun luring, dengan pembagian jalur yang terdiri dari Jalur Reguler, Jalur Prestasi (maksimal 15%), dan Jalur Afirmasi (maksimal 15%) bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak berkebutuhan khusus. Khusus untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), ditekankan bahwa persyaratan usia utama adalah 7 tahun atau paling rendah 6 tahun pada 1 Juli berjalan, serta dilarang keras melakukan seleksi melalui tes akademik atau baca tulis hitung (calistung).

Menindaklanjuti arahan dari Kabid Penmad DIY, Sidik Pramono, tim panitia PMBM MIN 8 Gunungkidul menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan proses seleksi yang akuntabel. Sri Hartati menegaskan bahwa madrasah akan segera menyusun petunjuk teknis internal dan menyediakan sarana prasarana aplikasi pendukung sesuai kebutuhan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh tahapan penerimaan murid baru di MIN 8 Gunungkidul nantinya dapat terinformasikan secara terbuka kepada masyarakat, baik melalui papan pengumuman maupun media sosial resmi madrasah. (tna)

Lima Kunci Persiapan Hati Menuju Bulan Suci dalam Amanat Upacara di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Suasana khidmat menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin, (9/2/2026) pagi. Upacara kali ini dipimpin oleh Luthfian Abbad Falah sebagai pemimpin upacara, dengan petugas upacara yang berasal dari siswa-siswi kelas 5 yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Salah satu guru, Ninik Nuryanti, bertindak langsung sebagai pembina upacara yang diikuti oleh seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa dengan tertib.

Dalam amanatnya, Ninik Nuryanti menekankan pentingnya manajemen hati dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang sudah di depan mata. Beliau menyampaikan bahwa persiapan fisik saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan keikhlasan penuh dalam menerima kehadiran bulan mulia tersebut. Para siswa diajak untuk mulai membersihkan diri dengan cara saling memaafkan antar sesama agar ibadah yang dijalankan nantinya terasa lebih ringan dan bermakna.

Lebih lanjut, pembina upacara menjabarkan tiga poin utama lainnya guna menjaga kesucian hati, yakni menjauhi sifat sombong dan membuang jauh rasa iri dengki terhadap orang lain. Sebagai penutup amanat, beliau berpesan agar seluruh warga madrasah meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan hati yang bersih dan penuh kepedulian, diharapkan seluruh keluarga besar MIN 8 Gunungkidul dapat meraih keberkahan maksimal selama bulan Ramadan mendatang. (tna)




Kamis, 05 Februari 2026

Kuku Bersih Belajar Nyaman: Potret Kedisiplinan Siswa Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Kebersihan diri menjadi salah satu fokus utama dalam pembentukan karakter siswa di MIN 8 Gunungkidul. Pada Kamis (5/2/2026), wali kelas 2B, Suratmini, menyelenggarakan pemeriksaan kuku rutin bagi seluruh siswanya. Kegiatan yang dilakukan di depan kelas ini menyasar setiap jemari siswa guna memastikan tidak ada kuman yang bersarang pada kuku yang panjang atau kotor. Pemeriksaan ini merupakan agenda mingguan yang konsisten dilaksanakan untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para peserta didik.

Dalam aksi tersebut, Suratmini menunjukkan kepeduliannya dengan tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga memberikan bantuan langsung. Bagi siswa yang kedapatan memiliki kuku panjang, wali kelas dengan telaten membantu memotongnya menggunakan alat pemotong kuku yang telah disiapkan. Pendekatan persuasif ini diambil agar siswa merasa diperhatikan sekaligus mendapatkan edukasi langsung mengenai standar kebersihan yang harus dijaga setiap pekannya.

Suratmini menekankan bahwa pembiasaan ini sangat penting untuk mendukung kesehatan siswa selama di madrasah. "Pemeriksaan kuku seminggu sekali ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya kami untuk mencegah penyakit dan mengajarkan disiplin kebersihan diri. Saya sengaja membantu memotong kuku mereka yang panjang agar mereka paham bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Saya harap anak-anak bisa lebih mandiri dan peduli terhadap kesehatan tubuhnya sendiri di masa depan," pungkas Suratmini setelah kegiatan berakhir. (tna)

Toples Zat Makanan: Cara Unik Siswa MIN 8 Gunungkidul Bedah Rahasia Gizi Sehat

 


Semanu ---- Suasana kelas 5 MIN 8 Gunungkidul tampak berbeda pada Kamis (5/2/2026). Di bawah bimbingan guru kelas, Dewi Susilowati, para siswa belajar mengenai materi makanan sehat melalui metode visual yang interaktif. Alih-alih hanya mencatat teori, siswa diajak untuk memotong berbagai gambar sumber makanan dan mengelompokkannya ke dalam ilustrasi "Toples Zat Makanan" pada buku tugas mereka. Aktivitas ini dirancang agar siswa mampu membedakan kandungan karbohidrat, protein, hingga vitamin dengan cara yang lebih menyenangkan.

Dalam praktik tersebut, setiap siswa tampak teliti menempelkan potongan gambar kentang dan nasi ke dalam toples karbohidrat, serta gambar tempe, daging, dan ikan ke dalam toples protein. Tak hanya itu, mereka juga melengkapi data dengan membuat tabel jenis-jenis vitamin beserta fungsi dan sumbernya. Metode pembelajaran berbasis proyek sederhana ini terbukti efektif meningkatkan fokus siswa, karena mereka terlibat langsung dalam memetakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Dewi Susilowati menyatakan bahwa inovasi dalam penyampaian materi IPAS sangat penting agar siswa tidak merasa jenuh. "Melalui kegiatan memotong dan menempel ini, anak-anak lebih mudah mengingat jenis gizi karena mereka melakukan klasifikasi secara mandiri. Saya melihat antusiasme mereka meningkat tajam saat menyusun 'toples' masing-masing. Harapan saya, pemahaman ini tidak hanya berhenti di buku tugas, tetapi juga membuat mereka lebih selektif dan bijak dalam memilih jajanan atau makanan sehat setiap harinya," tutur Dewi dengan bangga. (tna)

Begini Keseruan Siswa MIN 8 Gunungkidul Saat Belajar Tata Cara Wudhu

 


Semanu ---- Siswa kelas 1 MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan praktik wudhu sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran Fiqih pada Kamis (5/2/2026). Bertempat di area tempat wudhu madrasah, para siswa tampak antusias mengamati dan mempraktikkan langsung tata cara bersuci yang benar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam secara praktis sejak dini, melampaui sekadar teori yang dipelajari di dalam kelas.

Pembelajaran praktik ini dibimbing langsung oleh guru Fiqih, Triana Erningsih. Dalam sesi tersebut, satu per satu siswa diajak untuk mempraktikkan urutan wudhu, mulai dari membasuh telapak tangan hingga membasuh kaki. Triana dengan sabar mengoreksi gerakan siswa yang belum sempurna serta menekankan pentingnya penggunaan air secara hemat namun tetap memenuhi syarat sahnya wudhu.

Triana Erningsih memberikan apresiasi tinggi atas semangat para siswanya dalam mengikuti praktik ini. "Praktik wudhu ini sangat krusial karena merupakan fondasi utama sebelum melaksanakan salat. Saya sangat bangga melihat anak-anak kelas satu begitu bersemangat. Mereka tidak hanya sekadar bermain air, tetapi benar-benar berusaha mengikuti urutan dengan tertib. Harapan saya, kebiasaan berwudhu yang benar ini terbawa hingga ke rumah dan menjadi disiplin harian mereka," ungkap Triana di sela-sela kegiatan. (tna)

 

Rabu, 04 Februari 2026

Siswa Kelas 3B MIN 8 Gunungkidul Sulap Sedotan Jadi Karya Seni

 


Semanu ---- Siswa kelas 3B MIN 8 Gunungkidul mengisi kegiatan pembelajaran Seni Budaya pada Selasa (3/2/2026) dengan praktik membuat karya keterampilan tangan yang unik. Di bawah bimbingan guru kelas, Mustautim, para siswa diajak untuk memanfaatkan sedotan plastik warna-warni sebagai bahan utama pembuatan berbagai bentuk kerajinan. Aktivitas ini terpantau berlangsung meriah dan penuh antusias di ruang kelas, di mana setiap siswa berusaha menunjukkan kreativitas terbaiknya dalam merangkai bahan sederhana menjadi barang yang memiliki nilai estetika.

Hasil karya yang diciptakan para siswa pun sangat beragam, mulai dari miniatur rumah, hiasan dinding, hingga pajangan edukatif seperti urutan Rukun Islam dan Budayakan 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun). Penggunaan sedotan sebagai media belajar ini bertujuan untuk melatih motorik halus siswa serta menanamkan kesadaran akan pentingnya mendaur ulang benda-benda di sekitar menjadi karya yang bermanfaat. Dengan ketelatenan, siswa berhasil mengubah sedotan biasa menjadi struktur bangunan dan bingkai kata-kata mutiara yang menarik perhatian.

Mustautim, selaku guru kelas 3B, memberikan apresiasi tinggi atas hasil kerja keras anak didiknya tersebut. Dalam komentarnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi imajinasi mereka secara bebas. "Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak. Melalui pembuatan karya dari sedotan ini, mereka belajar bahwa kreativitas tidak harus mahal, dan yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa berinovasi serta teliti dalam menyelesaikan sebuah proyek dari awal hingga akhir," pungkasnya. (tna)

Dua Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Reorganisasi KKGMI Gunungkidul 2

 


Playen ---- Dua guru MIN 8 Gunungkidul, Ayu Nurhidayati dan Suwari, turut hadir dalam kegiatan Reorganisasi Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Gunungkidul 2 yang diselenggarakan pada Rabu (4/2/2026). Acara yang berlangsung di Uthy Bakery and Resto, Bogor 2, Playen ini menjadi momentum penting untuk penyegaran kepengurusan sekaligus penguatan program kerja periode 2026-2028. Kehadiran dua guru ini menunjukkan komitmen MIN 8 Gunungkidul dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah di wilayah Gunungkidul.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diawali dengan registrasi peserta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Dalam sambutannya, Ketua KKGMI Gunungkidul 2, Muh. Widodo, menekankan bahwa reorganisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan program kerja ke depan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembinaan dari Pengawas Pembina, Purwata, yang menyoroti pentingnya profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan era transformasi digital dan kebijakan terbaru Kementerian Agama.

Ayu Nurhidayati dan Suwari bersama anggota KKGMI 2 lainnya mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias, mulai dari sesi inti reorganisasi hingga penyampaian usulan program kerja. Sekretaris KKGMI Gunungkidul 2, Sri Oryza, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat membawa semangat sinergi yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MIN 8 Gunungkidul dapat membawa pulang ilmu dan semangat baru untuk diimplementasikan dalam pengembangan profesi di lingkungan madrasah mereka. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat Kerja KKMI DIY di Kulon Progo

 


Kulon Progo ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) DIY pada Rabu (4/2/2026). Acara yang berlangsung di MIN 1 Kulon Progo ini dihadiri oleh para Ketua KKMI Kabupaten/Kota serta Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri se-DIY. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam pengelolaan madrasah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam rapat tersebut, pembahasan utama difokuskan pada persiapan teknis terkait akademik siswa kelas VI, khususnya mengenai pelaksanaan Try Out Tes Kompetensi Akadaemik dan Tes Kompetensi Akademik Daerah (TKA/TKAD) serta persiapan Asesmen Akhir Jenjang Madrasah. Sri Hartati bersama kepala madrasah lainnya melakukan koordinasi mendalam agar pelaksanaan evaluasi belajar tersebut dapat berjalan serentak dan memiliki standar kualitas yang merata di seluruh wilayah DIY. Fokus ini bertujuan untuk memastikan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir dengan hasil yang optimal.

Selain agenda akademik, rapat ini juga membahas langkah strategis mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2026/2027 melalui pembahasan instrumen PMBM. Para peserta rapat merumuskan penyusunan program kerja KKMI DIY tahun 2026 agar lebih terarah dan inovatif. Kehadiran Kepala MIN 8 Gunungkidul dalam forum ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan kualitas pendidikan dan manajemen di lingkungan madrasah yang dipimpinnya. (tna)



Empat Kata Ajaib dalam Lipatan Boba: Kelas Kreatif di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Siswa kelas 1A MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang unik dan kreatif pada Rabu (4/2/2026). Di bawah bimbingan wali kelas Ayu Nurhidayati, para siswa belajar memahami materi "4 Kata Ajaib" (maaf, tolong, terima kasih, dan permisi). Tidak sekadar menghafal, siswa diajak menuliskan contoh kalimat dari kata-kata tersebut ke dalam media kreatif berupa replika minuman boba dari kertas yang dapat dilipat-lipat. Media visual ini dirancang untuk menarik minat siswa agar lebih bersemangat dalam mempraktikkan etika berbicara dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam prosesnya, setiap siswa mewarnai dan merangkai kertas boba mereka sendiri, sehingga aspek kognitif dan motorik halus mereka terasah secara bersamaan. Penggunaan media boba kertas ini terbukti efektif membuat suasana kelas menjadi ceria dan interaktif, sebagaimana terlihat dari antusiasme para siswa saat menunjukkan karya mereka. Dengan menuliskan kalimat santun pada media yang mereka buat sendiri, diharapkan nilai-nilai karakter dan sopan santun dapat tertanam lebih kuat dalam ingatan serta perilaku siswa sejak dini.

Wali kelas 1A, Ayu Nurhidayati, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil karya anak didiknya. "Pembelajaran dengan media konkret seperti boba kertas ini bertujuan agar anak-anak tidak bosan dan lebih mudah menyerap materi yang sifatnya aplikatif. Saya sangat senang melihat mereka bangga dengan karya sendiri sambil belajar cara berkomunikasi yang baik. Melalui '4 Kata Ajaib' ini, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter santun dan rendah hati," ujar Ayu. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapimleng dan Penandatanganan MoU Optimalisasi Gedung PLHUT

 


Wonosari ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri Rapat Pimpinan Lengkap (Rapimleng) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul pada Senin (2/2/2026). Bertempat di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Wonosari, acara ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kankemenag Gunungkidul dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah terkait penggunaan gedung PLHUT. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan fasilitas ruang podcast untuk pelayanan berbasis teknologi, memanfaatkan aula gedung guna meningkatkan kinerja kelembagaan, serta memperluas jejaring kemitraan strategis antarpihak.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kankemenag Gunungkidul, Mukotip, beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Taufik Ahmad Soleh, serta Branch Manager BSI KCP Wonosari, Mohammad Budiono. Dalam arahannya saat Rapimleng, Mukotip menekankan tiga poin krusial kepada seluruh unit dan satuan kerja, yakni memastikan program berjalan melalui kolaborasi lintas sektor, mendukung penuh pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta menjalankan tugas pokok dan fungsi secara maksimal dalam melayani masyarakat.

Melalui momentum ini, seluruh pimpinan satuan kerja termasuk MIN 8 Gunungkidul didorong untuk menjadi kreator yang mumpuni dan inovatif di tengah efisiensi anggaran. Mukotip berpesan agar keterbatasan yang ada tidak menyurutkan semangat dalam menciptakan program-program unggulan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Kehadiran Sri Hartati dalam forum ini mempertegas komitmen MIN 8 Gunungkidul untuk bersinergi dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (tna)

Selasa, 03 Februari 2026

Pastikan Kualitas Gizi, Guru MIN 8 Gunungkidul Lakukan Uji Organoleptik Menu MBG

 


Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, melaksanakan pemantauan langsung terhadap kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (03/02/2026). Bertempat di lingkungan madrasah, beliau mengisi formulir Checklist Uji Organoleptik untuk memastikan setiap komponen makanan yang disajikan kepada siswa memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Pemeriksaan ini dilakukan pada pukul 08.00 WIB, sesaat setelah menu makanan tiba di lokasi pada pukul 07.51 WIB untuk menjamin kesegaran hidangan sebelum dikonsumsi oleh para siswa.

Menu yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari Onigiri, Tamagoyaki, Edamame, Wortel dan Brokoli rebus, serta buah Apel Fuji. Dalam lembar penilaiannya, Hajir Anas Fauzan memberikan skor sempurna (skor 5 atau "Sangat Baik") untuk seluruh aspek, mulai dari rasa, warna, aroma, hingga tekstur setiap jenis makanan. Program ini sendiri menyasar ribuan penerima manfaat, termasuk 1.717 siswa serta 168 guru dan karyawan di wilayah Semanu, termasuk lingkungan MIN 8 Gunungkidul.

Di sela-sela kegiatannya menikmati hidangan tersebut, Hajir Anas Fauzan memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi kualitas gizi yang diberikan. "Program MBG ini luar biasa karena tidak hanya memberikan rasa yang enak, tapi komposisi gizinya sangat lengkap dan seimbang. Dari hasil uji organoleptik yang saya lakukan, semua menu dalam kondisi aman dan sangat layak konsumsi," ungkap Anas. (tna)

Bukan Timbangan Biasa, Begini Cara Kreatif Siswa MIN 8 Gunungkidul Ukur Berat Benda

 


Semanu ---- Suasana ruang kelas 2B MIN 8 Gunungkidul tampak berbeda pada Selasa (03/02/2026). Di bawah bimbingan wali kelas, Suratmini, para siswa antusias mengikuti pembelajaran Matematika materi pengukuran berat benda dengan satuan tidak baku. Alih-alih menggunakan timbangan digital, Suratmini mengajak siswa berkreasi menggunakan alat sederhana yang mudah ditemui sehari-hari, yakni gantungan baju, kantong plastik, dan kelereng sebagai satuan beratnya.

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mempraktikkan langsung cara menimbang. Setiap kelompok diminta memasukkan benda-benda di sekitar mereka ke dalam kantong plastik yang dikaitkan pada ujung gantungan baju, lalu menyeimbangkannya dengan sejumlah kelereng. Melalui metode praktikum ini, para siswa dapat memahami konsep "lebih berat", "lebih ringan", dan "sama dengan" secara konkret dan menyenangkan, sehingga teori matematika yang biasanya dianggap sulit menjadi lebih mudah dicerna.

Suratmini menyampaikan bahwa penggunaan alat peraga edukatif (APE) sederhana ini bertujuan untuk merangsang kognitif sekaligus kerja sama antarsiswa. "Kami ingin menunjukkan bahwa belajar matematika tidak harus selalu dengan alat yang mahal. Dengan gantungan baju ini, anak-anak bisa melihat langsung prinsip keseimbangan. Saya sangat bangga melihat mereka aktif berdiskusi dalam kelompok dan berani mencoba mengukur berbagai benda," pungkasnya. Pembelajaran kreatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar siswa sejak dini terhadap materi-materi eksakta. (tna)



Guru MIN 8 Gunungkidul Hadiri Rapat Persiapan Syawalan di Korwil Semanu

 


Semanu ---- Perwakilan guru dari MIN 8 Gunungkidul, Sugeng, menghadiri rapat koordinasi penting di Kantor Korwil Biddik Kapanewon Semanu pada Jumat (30/01/2026). Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan panitia dan persiapan teknis menyambut perayaan Syawalan mendatang. Rapat dipimpin langsung oleh jajaran pengurus Korwil yang menetapkan Azis Ramidi sebagai Ketua Panitia, serta didampingi oleh M. Taufik dan Anita di bagian kesekretariatan untuk memastikan seluruh administrasi kegiatan berjalan lancar.

Dalam pembentukan struktur kepanitiaan tersebut, Sugeng dipercaya untuk memperkuat Seksi Tempat bersama rekan-rekan lainnya seperti Eko, Jumali, Sugiyarto, dan Hanan. Tim ini bertanggung jawab penuh dalam menyeleksi dan mempersiapkan lokasi yang representatif bagi para pendidik di wilayah Semanu. Selain itu, rapat juga menetapkan penanggung jawab di bidang lain, yakni Agus Susana pada Seksi Acara, serta tim konsumsi dan publikasi yang dikoordinasikan oleh Siti Aminah dan Deny guna menyukseskan agenda tahunan tersebut. (tna)

Senin, 02 Februari 2026

Belajar Pendidikan Pancasila, Kelas 1A MIN 8 Gunungkidul Rakit Bendera Sendiri

 


Semanu ---- Suasana ceria menyelimuti ruang kelas 1A MIN 8 Gunungkidul pada Jumat (30/1/2026) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Di bawah bimbingan guru kelas, Ayu Nurhidayati, para siswa diajak untuk mengenal identitas bangsa melalui kegiatan praktik langsung membuat bendera merah putih. Menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas, lidi, dan sedotan, anak-anak tampak antusias merangkai simbol negara tersebut dengan tangan-tangan mungil mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari materi "Mengenal Indonesia" yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Selain melatih keterampilan motorik halus saat menempel dan merakit bendera, siswa juga diberikan pemahaman mengenai makna warna merah yang berarti berani dan putih yang berarti suci. Pembelajaran berbasis proyek ini terbukti efektif membuat para siswa lebih mudah menyerap nilai-nilai kebangsaan dibandingkan metode ceramah konvensional.

Ayu Nurhidayati mengungkapkan bahwa metode praktik ini sengaja dipilih untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa kelas bawah. "Melalui kreasi bendera ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama negaranya, tapi juga memiliki ikatan emosional dengan simbol negaranya. Melihat mereka bangga mengibarkan bendera buatan sendiri adalah kepuasan tersendiri bagi saya," ujarnya. Dengan semangat kebersamaan, seluruh siswa mengakhiri kelas dengan membawa pulang hasil karya mereka sebagai wujud kebanggaan sebagai anak Indonesia. (tna)