Semanu ----- Dalam upaya memperkuat pemahaman fikih ibadah
secara praktis, sejumlah guru agama MIN 8 Gunungkidul melaksanakan pendampingan
khusus bagi para siswa sebelum pelaksanaan shalat Dhuhur berjamaah pada Selasa,
(10/2/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh Triana Erningsih, Ninik
Nuryanti, dan Sugeng, yang secara intensif memantau setiap tahapan bersuci
siswa di area tempat wudhu madrasah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa
setiap siswa tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar memahami
syarat sahnya ibadah dimulai dari kesempurnaan wudhu.
Pemantauan dilakukan
secara menyeluruh mulai dari pelafalan niat wudhu, ketepatan gerakan, tertib
atau urutan membasuh anggota tubuh, hingga pembacaan doa setelah wudhu. Para
guru berdiri berdampingan dengan siswa untuk memberikan koreksi langsung jika
terdapat kekeliruan, seperti penggunaan air yang berlebihan atau anggota wudhu
yang tidak terbasuh dengan sempurna. Pendekatan ini bertujuan agar siswa
terbiasa disiplin dan khusyuk dalam menyiapkan diri sebelum menghadap Sang
Pencipta melalui ibadah shalat.
Sugeng, selaku salah satu
guru pendamping, memberikan komentar bahwa pembiasaan ini merupakan bagian dari
pembentukan karakter religius siswa sejak dini. "Wudhu adalah kunci sahnya
shalat, maka kami harus memastikan anak-anak melakukannya dengan benar sesuai
syariat. Kami tidak hanya menilai gerakan fisiknya, tapi juga menanamkan
kesadaran bahwa kebersihan dan ketertiban adalah bagian penting dari
iman," ungkap Sugeng di sela-sela kegiatan tersebut. Kegiatan ini
diharapkan dapat menjadi rutinitas positif yang meningkatkan kualitas
spiritualitas seluruh civitas akademika MIN 8 Gunungkidul. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar