Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Menutup rangkaian aktivitas belajar di akhir pekan,
MIN 8 Gunungkidul konsisten membentengi spiritualitas siswanya melalui kegiatan
keagamaan yang terprogram. Pada Jumat, 19 Juni 2026, madrasah menyelenggarakan
kegiatan pembiasaan pagi yang dipadukan dengan kuliah tujuh menit (kultum) di
lingkungan madrasah. Kegiatan rutin ini wajib diikuti oleh seluruh siswa dari
kelas bawah hingga kelas atas guna menanamkan kedisiplinan beribadah sejak
dini, sekaligus menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sejuk, damai, dan
penuh berkah sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
Kegiatan inti pada pagi hari yang syahdu ini diawali
dengan pembacaan syi'ir Alala
secara bersama-sama, sebuah bait nasihat klasik yang sarat akan petuah tentang
adab mencari ilmu dan pembentukan akhlak mulia. Suasana religius semakin terasa
kental saat seluruh siswa melantunkan zikir Asmaul Husna dengan khidmat, yang
kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah sholat dhuha berjamaah.
Menjelang akhir sesi, suasana berganti menjadi ruang serap ilmu saat seluruh
siswa mendengarkan pemaparan kultum yang dipimpin langsung oleh Gunawan,
S.Pd.I. Dalam kultumnya, beliau mengupas tuntas materi penting mengenai arti
dari mujahadah sebagai bentuk perjuangan bersungguh-sungguh
melawan hawa nafsu dalam belajar, serta memberikan edukasi mengenai sejarah dan
esensi penanggalan tahun hijriah sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang
lebih baik.
Seusai memimpin jalannya pembiasaan religi tersebut,
Gunawan, S.Pd.I. memberikan komentar positif mengenai pentingnya konsistensi
dalam menjaga spiritualitas anak didik di madrasah. "Alhamdulillah,
rangkaian pembiasaan pagi hari ini, mulai dari lantunan syi'ir Alala, Asmaul Husna, sholat dhuha, hingga sesi kultum
berjalan dengan sangat tertib dan khusyuk. Sengaja hari ini saya angkat materi
tentang mujahadah dan tahun hijriah agar anak-anak paham bahwa
menuntut ilmu itu butuh perjuangan yang bersungguh-sungguh, sekaligus
mengingatkan mereka untuk selalu melakukan perbaikan diri atau hijrah ke arah
yang lebih positif. Kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan pemahaman keagamaan
yang kokoh dalam kehidupan sehari-hari," tutur Gunawan dengan penuh rasa
syukur. (ans)






.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar