Kamis, 18 Juni 2026

Kreatif dan Ramah Lingkungan, Kegiatan Kokurikuler Murid Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Membuat Tas Ecoprint

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Sebanyak 32 murid kelas 5 MIN 8 Gunungkidul mengikuti kegiatan kokurikuler pembuatan tas ecoprint yang kreatif dan ramah lingkungan pada Kamis, 18 Juni 2026. Bertempat di lingkungan madrasah, kegiatan seni ini didampingi langsung oleh Wali Kelas 5, Dewi Susilowati, S.Pd. Dalam pelaksanaannya, para siswa diajak memanfaatkan aneka daun dan bunga yang tumbuh di sekitar halaman madrasah untuk menciptakan motif alami yang estetik pada media tas kain. Aktivitas ini dirancang untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sekaligus, mulai dari Seni Rupa, IPAS, hingga Pendidikan Pancasila, di mana siswa belajar mengenal ragam hias serta motif batik Nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini sebenarnya telah dimulai sebelumnya melalui teknik pounding atau dipukul, di mana murid menyusun daun dan bunga sesuai kreativitas masing-masing di atas kain hingga menghasilkan corak yang unik. Memasuki hari terakhir ini, tibalah saatnya tahap pemungkas yang paling ditunggu dan dinantikan oleh seluruh murid, yaitu proses fiksasi. Tahap fiksasi ini merupakan langkah paling penting dalam pembuatan ecoprint karena berfungsi untuk mengunci zat warna alam dari tumbuhan agar menempel kuat pada serat kain dan hasil cetakan tidak mudah luntur saat dicuci nantinya. Melalui seluruh proses ini, murid tidak hanya belajar teknik seni, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kreativitas, peduli lingkungan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

Seusai mendampingi anak didiknya merampungkan karya mereka, Wali Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, memberikan komentar penuh kebanggaan atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa. "Alhamdulillah, kegiatan kokurikuler hari ini berlangsung sangat seru dan penuh semangat, dengan hasil karya tas kain yang betul-betul membanggakan. Saya sangat takjub melihat bagaimana anak-anak kelas 5 begitu teliti saat melakukan tahap fiksasi warna hari ini, setelah sebelumnya mereka berkreasi dengan teknik ketuk. Melalui pembelajaran kontekstual seperti ini, anak-anak bisa belajar mencintai alam secara nyata sekaligus melestarikan budaya batik lewat media alternatif yang ramah lingkungan. Semoga pengalaman ini membekas dan terus menumbuhkan jiwa kreatif serta kepedulian lingkungan dalam diri mereka," tutur Dewi dengan senyum bahagia. (ans)

0 komentar:

Posting Komentar