Semanu Gunungkidul – Dalam
rangka menyambut tahun ajaran baru dengan kesiapan akademis yang matang, guru
MIN 8 Gunungkidul menghadiri agenda Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah
(KKGMI) Kabupaten Gunungkidul (Kab Gk) 7. Kegiatan yang diselenggarakan pada
Jumat, 26 Juni 2026 ini bertempat di Rumah Makan Bu Tiwi Tan Tlogo, Semanu,
Gunungkidul. Pertemuan ini diikuti oleh ratusan guru kelas Madrasah Ibtidaiyah
(MI) dari lima kapanewon (kecamatan), yaitu Kapanewon Semanu, Tepus, Rongkop,
Girisubo, dan Tanjungsari, yang berkomitmen penuh untuk menyelaraskan persepsi
demi kemajuan mutu pendidikan madrasah di wilayah selatan.
Kegiatan inti dalam forum
KKGMI Kab Gk 7 ini diisi dengan workshop strategis mengenai
"Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta
menggunakan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)".
Hadir sebagai narasumber utama adalah Susiyati, M.S.I., yang mengupas tuntas
metode integrasi antara nilai-nilai keimanan, kelestarian lingkungan, dan
pendekatan pengajaran yang menyentuh hati. Dalam paparannya, beliau menekankan
bahwa pendidik saat ini harus mampu menciptakan suasana kelas yang humanis, di
mana siswa diajak berpikir kritis melalui pendekatan deep learning agar
tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus mencintai sesama makhluk hidup.
Seusai menyerap seluruh materi
lokakarya, Agustina
Kusumawati, S. Pd., selaku salah satu guru perwakilan dari MIN 8
Gunungkidul, memberikan komentar positif mengenai kesan mendalam atas
pelaksanaan kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, kegiatan KKGMI hari ini
bersama Ibu Susiyati sangat mencerahkan dan memberikan energi baru bagi kami
para guru kelas. Materi mengenai kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi ini
sangat relevan untuk diterapkan di MIN 8 Gunungkidul, agar anak-anak tidak
hanya mengejar nilai kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual terhadap
kelestarian alam sekitar. Bertemu dan berdiskusi langsung dengan rekan-rekan
guru dari lima kapanewon membuat ruang sharing ini semakin kaya. Kami
siap mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis deep learning
ini di kelas pada tahun ajaran baru nanti," tutur Agustina dengan penuh
semangat. (ans)







0 komentar:
Posting Komentar