Kamis, 11 Juni 2026

Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan dan Berkarakter, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

Wonosari – Perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul yang mengampu mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 ini bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Novan Haryansyah, yang menekankan pentingnya transformasi metodologi pembelajaran di madrasah agar lebih kontekstual, menyentuh kalbu, serta tanggap terhadap isu kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan inti dalam bimtek ini diikuti secara intensif oleh empat guru mapel Al-Qur'an Hadits dan Fikih dari MIN 8 Gunungkidul, yaitu Triana Erningsih, S.Pd., Ischak Yama Amalia, S.Pd.I., Hamid Fitrianto, S.Pd.I., dan Ninik Nuryanti, S.Pd.I. Selama jalannya workshop, materi dikupas tuntas oleh narasumber ahli, Karmanto, S.Ag., M.Pd. Beliau memaparkan bagaimana mengintegrasikan panca cinta dan dimensi kurikulum berbasis cinta ke dalam modul ajar, serta menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam agar siswa tidak sekadar menghafal materi keagamaan, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai ketuhanan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar (ekoteologi).

Seusai mengikuti pelatihan, Ischak Yama Amalia, selaku perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul, memberikan komentar positif mengenai kesan dan rencana implementasi hasil bimtek tersebut. "Alhamdulillah, materi yang disampaikan oleh Karmanto sangat mencerahkan dan membuka paradigma baru bagi kami pengampu mapel PAI. Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta ini membuat pembelajaran Fikih dan Al-Qur'an Hadits menjadi jauh lebih bermakna. Kami belajar bagaimana menyusun modul ajar yang menumbuhkan rasa cinta anak kepada sesama makhluk dan alam sekitar sebagai wujud implementasi iman. Kami sudah tidak sabar untuk segera menerapkan metode ini di kelas-kelas MIN 8 Gunungkidul agar suasana belajar menjadi lebih asyik dan menyentuh hati anak-anak," tutur Ischak penuh semangat. (ans)

0 komentar:

Posting Komentar