Rabu, 10 Juni 2026

Tingkatkan Kompetensi Digital, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul Ikuti Bimtek Aplikasi Sipanjatpadi DIY

 

Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Dalam rangka memperkuat profesionalisme dan tertib administrasi di era digital, guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Penmad DIY pada Selasa, 9 Juni 2026 di Rumah Makan Layah Kembar. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh 21 anggota KKG dari berbagai wilayah. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, H. Supriyanto, S.Ag., M.S.I., yang memberikan sambutan kunci mengenai pentingnya penguatan kompetensi guru serta pemenuhan kewajiban sebagai pendidik yang profesional dan akuntabel.

Kegiatan inti dalam bimtek ini berfokus pada pengenalan dan pendalaman sistem digital terbaru Penmad DIY, yaitu aplikasi Sipanjatpadi. Sajian materi dibagi ke dalam dua sesi krusial guna menunjang performa administratif guru olahraga. Sesi pertama diisi oleh Kasi Penmad, H. Supriyanto, yang mengupas tuntas mengenai Regulasi Penggunaan Aplikasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari sudut pandang hukum dan aturan yang berlaku. Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh Irwan Triyanto, S.Pd.I., yang memaparkan materi teknis terkait Pemanfaatan Aplikasi TPG untuk Peningkatan Kinerja Guru, di mana aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah sistem pelaporan kinerja secara transparan dan berkala.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian materi, Guru PJOK MIN 8 Gunungkidul, Hajir Anas Fauzan, S.Pd., memberikan komentar positif dan kesiapannya dalam mengimplementasikan sistem baru tersebut. "Alhamdulillah, bimbingan teknis mengenai aplikasi Sipanjatpadi ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami, khususnya para guru olahraga. Penjelasan dari Kasi Penmad dan Irwan sangat aplikatif, sehingga kami 21 anggota KKG PJOK yang hadir bisa langsung memahami cara kerja sistem pelaporan yang baru ini. Bagi saya pribadi, integrasi teknologi ini bukan sekadar kewajiban administratif untuk TPG, melainkan motivasi nyata untuk terus meningkatkan kinerja mengajar di MIN 8 Gunungkidul agar semakin rapi, disiplin, dan profesional," tutur Hajir Anas Fauzan penuh semangat. (ans)

 

0 komentar:

Posting Komentar