Wonosari
– Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan
karakter mulia terus digencarkan oleh pendidik MIN 8 Gunungkidul. Pada Rabu, 10
Juni 2026, guru pengampu mata pelajaran (mapel) Akidah Akhlak dan Sejarah
Kebudayaan Islam (SKI), Sugeng, S.Pd.I., menghadiri agenda Bimbingan Teknis
(Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis
Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan strategis yang mempertemukan
para pendidik madrasah ini diselenggarakan secara khidmat di Aula BMT Amal
Rizki, Wonosari.
Kegiatan inti dalam bimtek tersebut berfokus pada
pembekalan teknis mengenai penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan
nilai-nilai spiritual keagamaan dengan kelestarian alam lingkungan
(ekoteologi). Materi pelatihan dikupas secara mendalam oleh narasumber ahli,
Wagiran, S.Ag., M.S.I. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa melalui
pendekatan Pembelajaran Mendalam, guru diharapkan tidak hanya mentransfer
pengetahuan sejarah dan teori moral, melainkan mampu menumbuhkan rasa cinta
yang tulus dalam diri siswa terhadap sang Pencipta, sesama manusia, serta
lingkungan sekitar sebagai wujud implementasi keimanan.
Seusai menyerap seluruh rangkaian materi, Sugeng, S.Pd.I.
memberikan komentar positif dan menyatakan kesiapannya dalam
mengimplementasikan model pembelajaran baru ini di MIN 8 Gunungkidul.
"Alhamdulillah, bimbingan teknis bersama Bapak Wagiran di Aula BMT Amal
Rizki ini memberikan inspirasi dan suntikan ilmu yang luar biasa. Bagi saya
yang mengampu Akidah Akhlak dan SKI, perpaduan Kurikulum Berbasis Cinta dan
pendekatan Deep Learning ini sangat relevan. Kami diajarkan cara
menyentuh hati siswa agar keteladanan kisah Islam masa lalu dan materi akhlak
bisa mewujud nyata dalam tindakan sehari-hari, termasuk bagaimana mereka
mencintai dan menjaga alam ini. Saya berkomitmen untuk segera menerapkan metode
ini di kelas agar pembelajaran terasa lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan bagi
anak-anak," tutur Sugeng dengan penuh optimisme. (ans)







0 komentar:
Posting Komentar