Semanu (MIN 8 Gunungkidul) – Di tengah
gempuran digitalisasi, MIN 8 Gunungkidul tetap menerapkan kebijakan yang
proporsional demi kebaikan tumbuh kembang anak didiknya. Pada Rabu, 3 Juni
2026, siswa-siswi kelas 1, 2, dan 3 secara serentak melaksanakan hari pertama
Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026. Berbeda dengan kakak
kelas mereka di kelas 4 dan 5 yang sudah beralih menggunakan Handphone
melalui aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD), pelaksanaan ujian untuk jenjang
kelas bawah ini sengaja tetap mempertahankan metode konvensional dengan
menggunakan lembar kertas soal dan jawaban.
Kegiatan inti pada hari pertama
ujian ini menguji pemahaman keagamaan siswa melalui dua mata pelajaran (mapel)
utama, yaitu Al-Qur'an Hadits pada sesi pertama dan Fikih pada sesi kedua.
Langkah madrasah yang tetap mempertahankan ujian berbasis kertas untuk kelas
bawah ini didasari oleh berbagai faktor pertimbangan yang matang, mulai dari
kesiapan motorik anak dalam menulis dan membaca, hingga upaya meminimalisasi
ketergantungan gawai (gadget) pada anak usia dini. Suasana ruang ujian
pun berlangsung sangat tertib dan tenang, di mana jalannya mapel pertama di
ruang kelas 3 dipimpin dan diawasi langsung oleh Ibu Ayu.
Ibu Ayu, selaku pengawas ujian
kelas 3, memberikan pandangan positifnya mengenai kebijakan madrasah yang
membedakan media ujian antara kelas bawah dan kelas atas tersebut. "Bagi
anak-anak kelas 1, 2, dan 3, ujian menggunakan kertas jauh lebih efektif karena
keterbacaan soal menjadi lebih jelas dan mereka bisa melatih fokus tanpa
distraksi layar HP. Kebijakan ini sangat bijak mengingat banyak faktor
pertimbangan psikologis dan teknis untuk anak usia transisi ini. Khusus di
kelas 3 yang saya awasi tadi pada mapel Al-Qur'an Hadits, anak-anak terlihat
sangat antusias, mandiri, dan teliti saat menggoreskan pensil mereka di lembar
jawaban. Semoga esai dan jawaban mereka membuahkan hasil yang terbaik,"
tutur Ibu Ayu penuh dengan senyuman ramah. (ans)






.jpeg)
.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar