Selasa, 23 Juni 2026

Integrasikan Nilai Lingkungan dan Kasih Sayang, Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Workshop Pembelajaran Mendalam di Sego Abang Resto

 

GUNUNGKIDUL – Perwakilan pendidik MIN 8 Gunungkidul, Ayu Nurhidayati, S. Pd. I., M.S.I dan Suwari, S.Pd.I., menghadiri agenda penting berupa Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 ini diselenggarakan di Sego Abang Resto dengan suasana yang hangat dan interaktif. Workshop ini dikuti oleh perwakilan guru guna menyelaraskan perangkat ajar madrasah agar mampu menjawab tantangan zaman melalui metode yang menyentuh aspek spiritual sekaligus kepedulian lingkungan.

Kegiatan inti dalam workshop ini berfokus pada pembekalan teknis penyusunan modul ajar yang humanis dan berwawasan lingkungan. Hadir sebagai narasumber utama adalah Sri Rahmiyati, S.Pd., M.Pd., yang mengupas tuntas cara mengintegrasikan konsep ekoteologi—yakni hubungan keimanan dengan kelestarian alam—ke dalam rancangan pembelajaran operasional. Beliau menekankan bahwa melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning, guru diharapkan dapat merancang proses belajar yang tidak sekadar transfer ilmu, melainkan mampu memantik pemikiran kritis siswa untuk mencintai sesama makhluk dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Seusai menyerap seluruh pemaparan materi, perwakilan guru MIN 8 Gunungkidul, Suwari, S.Pd.I., memberikan komentar positif mengenai kesan dan rencana aksi setelah workshop ini. "Alhamdulillah, workshop hari ini bersama Sri Rahmiyati memberikan pencerahan yang sangat berharga bagi kami. Perpaduan antara keindahan alam di Sego Abang Resto dengan materi Kurikulum Berbasis Cinta ini membuat proses diskusi penyusunan perangkat ajar terasa lebih mengalir dan bermakna. Bagi kami di MIN 8 Gunungkidul, perangkat pembelajaran berbasis ekoteologi ini akan menjadi panduan strategis untuk mendidik siswa agar cerdas secara akademis sekaligus memiliki kepekaan emosional dan spiritual terhadap bumi yang mereka pijak. Kami siap menerapkan hasil workshop ini pada tahun ajaran baru mendatang," tutur Suwari dengan penuh komitmen. (ans)

0 komentar:

Posting Komentar