GUNUNGKIDUL – Guna
memastikan pelaksanaan ibadah qurban berjalan sesuai dengan syariat Islam dan
standar kesehatan, dua guru perwakilan MIN 8 Gunungkidul mengikuti pelatihan penyembelihan
hewan qurban pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan
produktif ini diselenggarakan di aula BMT Dana Insani Wonosari. Pelatihan ini
menjadi sangat krusial mengingat keterampilan menyembelih yang benar tidak
hanya menjamin keabsahan ibadah secara fikih, tetapi juga berpengaruh pada
kualitas daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat dan warga madrasah.
Kegiatan inti dari pelatihan
ini berfokus pada pembekalan materi teoritis dan pengenalan teknik praktis
seputar manajemen pra-penyembelihan, teknik merobohkan hewan yang aman dan
berprikemanusiaan, hingga teknik menyembelih cepat sekali sayatan. Seluruh
materi tersebut dikupas tuntas oleh narasumber ahli, Bapak Iman Hidayat, yang
membagikan standar operasional penyembelihan yang halal dan higienis. Dalam
kesempatan ini, MIN 8 Gunungkidul mendelegasikan dua guru seniornya, yaitu
Bapak Sugeng dan Bapak Hamid, untuk menyerap ilmu tersebut agar nantinya dapat
diimplementasikan langsung di madrasah.
Bapak Hamid, selaku salah satu
peserta pelatihan dari MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan rasa syukur dan
apresiasinya atas ilmu praktis yang didapatkan dari agenda ini. "Pelatihan
bersama Bapak Iman Hidayat ini membuka mata kami bahwa menyembelih hewan qurban
tidak boleh asal potong. Ada adab, doa, dan teknik khusus yang harus dijaga
agar hewan tidak stres dan dagingnya tetap halal serta thoyyib. Insyaallah,
ilmu yang saya dan Pak Sugeng dapatkan hari ini akan langsung kami praktikkan
pada agenda penyembelihan di MIN 8 Gunungkidul esok hari, sekaligus menjadi
bahan edukasi bagi rekan-rekan guru lainnya," ungkap beliau dengan penuh
optimisme. (ans)







0 komentar:
Posting Komentar