Semanu (MIN 8 Gunungkidul)
– Semangat sportivitas dan atmosfer kompetitif menyelimuti lapangan MIN 8
Gunungkidul pada Jumat, 22 Mei 2026. Siswa-siswi kelas 6 madrasah tersebut
tengah berjuang menyelesaikan salah satu tahapan krusial dalam rangkaian ujian
akhir, yaitu ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan (PJOK). Pengambilan nilai praktik ini dirancang untuk menguji
performa fisik maksimal siswa, khususnya dalam aspek kelincahan dan koordinasi
gerak tubuh setelah menempuh pembelajaran olahraga selama berada di bangku
madrasah ibtidaiyah.
Kegiatan inti dari ujian
praktik PJOK hari ini adalah pelaksanaan tes lari bolak-balik atau shuttle
run. Dalam ujian ini, setiap siswa ditantang untuk memindahkan atau
mengambil lima buah bola secara bolak-balik satu per satu pada lintasan lurus
sepanjang 10 meter dengan secepat mungkin. Jalannya tes yang menguras energi
dan konsentrasi tinggi ini dipandu serta diawasi secara ketat oleh duet
pendidik madrasah, yaitu Bapak Anas selaku guru utama PJOK bersama Bapak Hamid
yang turut mendampingi guna memastikan akurasi pencatatan waktu dan ketepatan
teknik siswa.
Bapak Hamid memberikan
komentar positif sekaligus apresiasi tinggi atas kegigihan yang ditunjukkan
oleh para siswa di sepanjang jalannya tes. "Ujian shuttle run
memindahkan lima bola dengan jarak 10 meter ini bukan perkara mudah karena
membutuhkan kombinasi kecepatan, kelincahan mengubah arah, serta fokus yang
stabil agar tidak kehilangan momentum. Alhamdulillah, anak-anak kelas 6
menunjukkan daya juang yang sangat luar biasa hari ini, mereka saling mendukung
satu sama lain dengan penuh sportivitas. Kami berharap ketahanan fisik dan
semangat pantang menyerah yang terbentuk di lapangan MIN 8 Gunungkidul ini bisa
terus mereka bawa ke jenjang pendidikan selanjutnya," pungkas beliau.
(ans)






.jpeg)
0 komentar:
Posting Komentar