Keluarga Besar MIN 8 Gunungkidul

Selamat datang di website resmi MIN 8 Gunungkidul

MIN 8 Gunungkidul Sukses Gelar Review, Revisi, dan Finalisasi KTSP 2021/2022

KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh madrasah dengan memperhatikan kondisi masing-masing madrasah.KTSP MIN 8 Gunungkidul berhasil disusun oleh tim pengembang kurikulum yang diketuai Hamid Fitrianto.

Dua Siswa MIN 8 Gunungkidul Turut Berkompetisi dalam KSM Tingkat Kabupaten

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2021 digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.

Menyongsong Hari Santri, MIN 8 Gunungkidul Ikuti Program Tulis Mushaf Al-Quran

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Kementerian Kabupaten Gunungkidul mengadakan program menulis mushaf Al-quran untuk seluruh satuan kerja di wilayahnya.

MIN 8 Gunungkidul Sukses Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer

Sejumlah 15 peserta didik MIN 8 Gunungkidul mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Kamis, 29 Januari 2026

Eksplorasi Seni Budaya di MIN 8 Gunungkidul: Mengubah Kertas Origami Menjadi Karya Kolase Menawan

 


Semanu ---- Siswa kelas 2B MIN 8 Gunungkidul tampak antusias mengikuti mata pelajaran Seni Budaya pada Kamis (29/1/2026). Di bawah bimbingan guru kelas, Suratmini, para siswa belajar membuat karya seni kolase dengan memanfaatkan bahan buatan berupa kertas origami warna-warni. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah ketelatenan serta imajinasi siswa dalam menyusun komposisi warna yang estetis di atas pola gambar yang telah disediakan.

Proses pembuatan kolase diawali dengan teknik merobek dan memotong kertas origami menjadi bagian-bagian kecil, yang kemudian ditempelkan secara rapi menggunakan lem. Metode ini tidak hanya melatih kreativitas seni, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan motorik halus bagi anak-anak. Ruang kelas pun berubah menjadi bengkel seni yang penuh warna saat masing-masing siswa mulai menata potongan kertas hingga membentuk sebuah karya seni yang utuh dan menarik.

Suratmini selaku guru kelas menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam belajar seni guna menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. "Melalui pembuatan kolase ini, saya ingin anak-anak belajar bahwa dari potongan kertas sederhana, mereka bisa menciptakan sesuatu yang indah. Fokus mereka dalam mencocokkan warna dan kerapian menempel sangat luar biasa, ini membuktikan bahwa pembelajaran praktik jauh lebih efektif untuk meningkatkan konsentrasi mereka," ujar Suratmini di sela-sela kegiatannya mendampingi siswa. (tna)



Langkah Kreatif MIN 8 Gunungkidul Permudah Siswa Kelas 1 Kuasai Bahasa Arab

 


Semanu ---- Suasana ceria menyelimuti kelas 1 MIN 8 Gunungkidul pada Kamis (29/1/2026) saat mata pelajaran Bahasa Arab berlangsung. Guru pengampu, Husni Darmawati, menghadirkan metode pembelajaran aktif untuk materi "Baiti" (Rumahku). Alih-alih hanya menghafal teks, para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam aktivitas fisik yang menyenangkan guna memperkuat daya ingat mereka terhadap kosa kata baru dalam bahasa asing tersebut.

Dalam sesi pembelajaran ini, anak-anak diminta untuk memotong kertas berisi kosa kata bahasa Arab dan menempelkannya pada gambar bagian-bagian rumah yang sesuai. Aktivitas ini melatih ketelitian dan koordinasi motorik siswa, sembari mereka mencocokkan istilah seperti pintu, jendela, hingga ruang tamu dengan visual yang ada. Metode "cut and paste" ini terbukti efektif membuat siswa lebih antusias dan fokus dalam memahami struktur rumah dalam konteks bahasa Arab.

Husni Darmawati menjelaskan bahwa penggunaan media visual dan aktivitas tangan sangat penting untuk anak usia kelas 1 dasar. "Melalui kegiatan memotong dan menempel ini, anak-anak tidak merasa sedang terbebani hafalan yang berat. Mereka belajar sambil bermain, sehingga kosa kata tentang 'Baiti' lebih cepat terserap secara alami. Saya melihat mereka sangat bangga saat berhasil mencocokkan kata dengan gambar yang benar," pungkas Husni. (tna)




Sinergi Kemenag Gunungkidul dan MIN 8 Gunungkidul dalam Optimalisasi Dana Pemeliharaan Madrasah

 


Semanu ----- MIN 8 Gunungkidul menerima kunjungan kerja dari Tim Perencana dan Bendahara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (28/1/2026). Kedatangan tim keuangan tersebut disambut hangat oleh Kepala Madrasah, Sri Hartati, didampingi oleh Suprapto. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pihak madrasah dan kementerian terkait pengelolaan anggaran sarana prasarana demi menunjang kualitas pendidikan.

Agenda utama dalam kunjungan ini adalah melakukan survei lokasi terkait usulan dana pemeliharaan gedung madrasah untuk periode mendatang. Selain memetakan kebutuhan perbaikan fisik, tim dari Kemenag juga meninjau langsung hasil pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) revitalisasi madrasah yang telah selesai dikerjakan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengerjaan proyek revitalisasi sebelumnya telah sesuai dengan spesifikasi dan memberikan dampak nyata bagi kenyamanan lingkungan belajar.

Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh tim keuangan Kemenag Gunungkidul. Beliau berharap hasil survei ini dapat memperlancar pengajuan dana pemeliharaan sehingga fasilitas madrasah tetap terjaga dengan baik. Dengan rampungnya program PHTC dan rencana pemeliharaan yang berkelanjutan, MIN 8 Gunungkidul optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan pendidikan bagi seluruh siswanya. (tna)

Konsultan Tinjau Lokasi Rencana Kanopi di MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul menerima kunjungan penting dari pihak konsultan perencana pada Rabu (28/1/2026). Kedatangan Fery, selaku konsultan ahli, disambut langsung oleh pihak madrasah untuk membahas rencana pembangunan kanopi di area gedung timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menyediakan fasilitas yang lebih representatif dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.

Selama kunjungan tersebut, Fery didampingi oleh Suprapto selaku perwakilan dari MIN 8 Gunungkidul untuk melakukan peninjauan mendalam. Agenda utama pertemuan ini meliputi pengukuran presisi area gedung timur, analisis struktur lokasi, serta penyusunan perkiraan anggaran yang dibutuhkan. Proses observasi lapangan ini sangat krusial agar desain kanopi yang dihasilkan nantinya tidak hanya estetis, tetapi juga kokoh dan sesuai dengan kebutuhan fungsional madrasah.

Suprapto menyampaikan bahwa pembangunan kanopi ini sudah menjadi prioritas untuk melindungi area gedung dari cuaca ekstrem. "Kami berharap dengan adanya perencanaan yang matang dari pihak konsultan, pembangunan kanopi ini dapat terealisasi dengan kualitas terbaik. Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan ekstra bagi siswa dari panas maupun hujan, sehingga aktivitas belajar mengajar di area gedung timur menjadi lebih maksimal," ujar Suprapto. (tna)



Rabu, 28 Januari 2026

Resmi Bersinergi, MIN 8 Gunungkidul dan Perpusda GK Tandatangani MoU Literasi

 


Semanu ---- Langkah nyata dalam meningkatkan budaya baca dilakukan oleh MIN 8 Gunungkidul melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (28/1/2026). Bertempat di lingkungan madrasah, kerja sama ini secara resmi disepakati untuk memperkuat layanan literasi bagi seluruh warga madrasah. Dalam kesempatan tersebut, pihak Perpusda diwakili oleh Fendi Kurniawan selaku Penanggung Jawab Perpustakaan Keliling, sementara MIN 8 Gunungkidul dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Sri Hartati.

Kesepakatan bersama ini mencakup poin-poin krusial terkait teknis layanan perpustakaan keliling yang akan hadir secara rutin setiap dua minggu sekali. Beberapa kesepakatan yang dituangkan antara lain alokasi waktu layanan minimal 45 menit, pendaftaran anggota baru, hingga fasilitas peminjaman buku maksimal dua eksemplar per orang. Pihak madrasah juga berkomitmen menyediakan tempat yang nyaman demi kelancaran operasional mobil perpustakaan saat berkunjung ke madrasah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, melalui perwakilannya berharap kerja sama ini menjadi stimulus bagi siswa untuk lebih akrab dengan buku-buku berkualitas. Senada dengan hal tersebut, Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menegaskan bahwa MoU ini adalah payung hukum sekaligus komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang literat. Dengan adanya kerja sama resmi ini, diharapkan fasilitas bacaan bagi siswa kelas 2, 3, dan 4 yang terjadwal hari ini, serta kelas lainnya di masa mendatang, menjadi lebih terjamin dan berkelanjutan. (tna)

Meniti Jendela Dunia: Kelas Tambahan Membaca bagi Siswa 2B MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Komitmen untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar terus digalakkan di lingkungan MIN 8 Gunungkidul. Pada Rabu (28/1/2026), guru kelas 2B, Suratmini, menggelar program tambahan pelajaran membaca yang dilaksanakan tepat setelah jam pulang sekolah. Kegiatan khusus ini ditujukan bagi sejumlah siswa yang dinilai belum lancar membaca, agar mereka mendapatkan bimbingan intensif dan perhatian lebih mendalam dibandingkan saat jam pelajaran reguler.

Dalam sesi tambahan tersebut, Suratmini menggunakan pendekatan personal dengan metode pendampingan satu per satu (one-on-one). Para siswa diajak mengenali kombinasi huruf, suku kata, hingga membaca kalimat utuh dengan cara yang sabar dan menyenangkan. Suasana kelas yang lebih tenang setelah jam pulang sekolah dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan diri siswa agar tidak merasa takut atau minder saat mengeja kata demi kata.

Program ini merupakan langkah jemput bola untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam mengikuti materi pelajaran lainnya yang berbasis teks. Terkait inisiatif ini, Suratmini memberikan tanggapannya, "Membaca adalah jendela utama bagi anak-anak untuk memahami semua mata pelajaran. Saya meluangkan waktu sejenak sepulang sekolah karena setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Dengan pendampingan khusus ini, saya berharap dalam waktu dekat seluruh siswa kelas 2B sudah memiliki kelancaran membaca yang setara." (tna)

Penuhi Gizi Siswa, MIN 8 Gunungkidul Terima Distribusi Menu Makan Bergizi Gratis

 


Semanu ---- Siswa MIN 8 Gunungkidul kembali menikmati sajian sehat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (28/1/2026). Menu yang disajikan hari ini terdiri dari nasi putih, bakso goreng, tempe kremes, acar kuning, dan jeruk baby sebagai sumber vitamin. Program hasil kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dan SPPG Semanu 1 ini dirancang untuk memastikan setiap siswa mendapatkan asupan gizi seimbang, dengan rincian energi mencapai 704,4 kkal untuk porsi besar dan 523,6 kkal untuk porsi kecil.

Program MBG ini bukan merupakan hal baru bagi lingkungan madrasah, karena telah berjalan secara konsisten sejak bulan Oktober tahun lalu. Setiap harinya, ribuan porsi didistribusikan ke berbagai sekolah di wilayah Semanu, termasuk MIN 8 Gunungkidul, guna mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. Kedisiplinan dalam penyajian menu yang bervariasi setiap harinya menjadi kunci utama dalam menjaga selera makan siswa sekaligus mengedukasi mereka mengenai pola makan sehat. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Fasilitasi Siswa Kelas 2, 3, dan 4 Melalui Layanan Perpustakaan Keliling

 


Semanu ---- Suasana ceria menyelimuti halaman MIN 8 Gunungkidul pada Rabu (28/1/2026) pagi saat mobil layanan perpustakaan keliling dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gunungkidul tiba di madrasah. Sesuai dengan jadwal literasi yang telah ditetapkan, giliran siswa kelas 2, 3, dan 4 yang mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi koleksi buku menarik. Kehadiran mobil perpustakaan ini merupakan bagian dari kerja sama rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali guna mendekatkan akses bacaan berkualitas kepada para peserta didik.

Sistem kunjungan ini telah diatur secara sistematis melalui jadwal bergilir untuk setiap kelas guna memastikan proses membaca berjalan tertib dan efektif. Para siswa tampak antusias memilih berbagai jenis buku, mulai dari ensiklopedia, buku cerita rakyat, hingga buku ilmu pengetahuan umum yang disediakan oleh petugas Perpusda. Program ini menjadi solusi bagi madrasah dalam memperkaya referensi bacaan siswa.

Koordinator Perpustakaan MIN 8 Gunungkidul, Dewi Susilowati, menyambut positif konsistensi layanan perpustakaan keliling ini. Menurutnya, jadwal rutin dua mingguan ini sangat membantu dalam memelihara semangat membaca siswa agar tidak luntur. "Kehadiran Perpusda membawa suasana baru bagi anak-anak karena koleksi bukunya yang selalu diperbarui. Kami berharap dengan adanya jadwal bergantian bagi tiap kelas, setiap siswa memiliki waktu yang cukup dan fokus untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini dalam lingkungan madrasah yang menyenangkan," ungkapnya. (tna)



Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Tempuh Try Out TKAD Mapel IPA

 


Semanu ---- Perjuangan 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul dalam rangkaian Try Out Tes Kompetensi Akademik Daerah (TKAD) berlanjut pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Rabu (28/1/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kapanewon Semanu ini dilaksanakan dalam dua sesi untuk menjamin kelancaran teknis, dengan dipandu oleh proktor Hamid Fitrianto. Jalannya ujian pada sesi pertama diawasi oleh Rumiyatun Rohassanah, disusul sesi kedua oleh Ischak Yama Amalia, yang memastikan seluruh peserta mengikuti prosedur pengerjaan secara jujur dan tertib.

Agustina Kusumawati, selaku guru pengampu mata pelajaran IPA, memberikan catatan positif terhadap pelaksanaan evaluasi ini sebagai tolok ukur penguasaan materi para siswa. "Melalui try out IPA ini, kami dapat melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap konsep alam dan kemampuan analisis mereka dalam menjawab soal-soal penalaran. Saya bangga melihat kegigihan mereka hari ini, hasil dari tes ini akan menjadi bahan evaluasi intensif kami untuk memperbaiki titik-titik lemah siswa sebelum menghadapi ujian daerah yang sesungguhnya," jelas Agustina. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Gelar Seleksi Ekstrakurikuler Hadrah Kelas 3



Semanu ---- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul menggelar seleksi ekstrakurikuler hadrah bagi siswa kelas 3 pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola madrasah ini dimulai tepat pukul 13.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh para siswa yang ingin mengasah bakat di bidang seni musik islami. Proses seleksi ini dipandu langsung oleh Maulana, pelatih hadrah profesional yang ditunjuk madrasah untuk membimbing para siswa dalam menguasai teknik vokal maupun tabuhan rebana.

Dalam sesi seleksi tersebut, Maulana memberikan arahan dasar mengenai ritme dan keselarasan nada kepada para peserta. Satu per satu siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, baik dalam memukul alat hadrah maupun melantunkan selawat. Pihak madrasah berharap, melalui seleksi ini, akan terbentuk tim hadrah yang solid dan regenerasi bibit-bibit berbakat dari jenjang kelas bawah dapat terjaga untuk persiapan berbagai acara resmi maupun perlombaan di masa mendatang.

Koordinator Ekstrakurikuler Hadrah MIN 8 Gunungkidul, Suratmini, memberikan apresiasi tinggi atas jalannya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa antusiasme siswa kelas 3 tahun ini luar biasa. "Kami sengaja memulai seleksi sejak dini di kelas 3 agar anak-anak memiliki waktu latihan yang lebih panjang dan matang. Harapannya, ekstrakurikuler hadrah ini tidak hanya menjadi wadah seni, tetapi juga menjadi sarana menanamkan rasa cinta siswa kepada selawat dan budaya islami sejak masa kanak-kanak," pungkasnya. (tna)





Selasa, 27 Januari 2026

Siswa Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Bangun "Rumah Keberagaman" untuk Kenali Budaya Indonesia

 


Semanu ---- Suasana belajar Pendidikan Pancasila di kelas 5 MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (27/1/2026) berlangsung sangat meriah dan penuh warna. Wali kelas 5, Dewi Susilowati, mengajak para siswa mendalami materi Keberagaman Budaya di Indonesia melalui metode yang inovatif. Pembelajaran diawali dengan menyanyi bersama tentang keberagaman suku di Indonesia menggunakan nada lagu "Naik Becak" untuk memudahkan siswa mengingat informasi, yang kemudian dilanjutkan dengan proyek kreatif membuat miniatur pola rumah keberagaman.

Dalam kegiatan inti, setiap siswa dibagikan pola rumah yang berisi informasi spesifik mengenai kekayaan budaya dari berbagai provinsi, mulai dari suku, rumah adat, tarian, hingga makanan khas daerah. Para siswa dengan antusias menuliskan detail keberagaman tersebut pada pola yang tersedia, lalu merakitnya menjadi bentuk rumah yang utuh. Setelah karya selesai, setiap anak berkesempatan menampilkan "Rumah Keberagaman" miliknya di depan kelas sembari menjelaskan keunikan budaya daerah yang mereka susun kepada teman-teman lainnya.

Metode pembelajaran visual dan kinestetik ini terbukti membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan ceria. Hasil karya yang telah dipresentasikan kemudian dialihfungsikan sebagai hiasan kelas yang dipajang di jendela ruang kelas agar dapat terus dipelajari setiap hari. Mengenai kegiatan ini, Dewi Susilowati menuturkan, "Saya ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga berkesan. Dengan konsep rumah keberagaman ini, anak-anak belajar menghargai perbedaan melalui karya nyata. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga merasakan kebanggaan atas kekayaan budaya bangsa kita sendiri." (tna)

Hadiri Pertemuan KKMI, Kepala MIN 8 Gunungkidul Perkuat Sinergi dan Administrasi Madrasah



Karangmojo ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri Pertemuan Rutin Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan pada Selasa (27/1/2026). Acara yang bertempat di MIN 9 Gunungkidul ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota KKMI se-Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran Sri Hartati dalam forum ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai Bendahara I dalam struktur organisasi KKMI tersebut.

Agenda pertemuan kali ini mencakup dua poin krusial bagi pengembangan madrasah. Pertama, para peserta menerima sosialisasi dari penerbit Tiga Serangkai terkait referensi literasi terbaru. Kedua, sesi utama diisi dengan pembinaan oleh pengawas madrasah yang menekankan pada pentingnya ketertiban administrasi guru serta kesiapan dalam menghadapi tantangan profesi ke depan. Pembinaan ini juga menggarisbawahi tuntutan regulasi yang harus senantiasa diikuti serta pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya menjamin mutu pembelajaran di kelas.

Ditemui usai acara, Sri Hartati memberikan tanggapannya mengenai urgensi pertemuan ini, "Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana sinkronisasi regulasi terbaru dan penguatan administrasi pendidik. Tantangan guru ke depan semakin kompleks, sehingga supervisi akademik dan pemahaman terhadap aturan yang berlaku menjadi kunci utama agar MIN 8 Gunungkidul tetap mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa." (tna)

Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Asah Kemampuan Matematika dalam Try Out TKA Kapanewon Semanu

 


Semanu ---- Sebanyak 42 siswa kelas 6 MIN 8 Gunungkidul mengikuti Try Out Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada mata pelajaran Matematika yang diselenggarakan oleh Kapanewon Semanu, Selasa (27/1/2026). Pelaksanaan ujian ini dibagi menjadi dua sesi guna menjaga kondusivitas, dengan kawalan proktor Hamid Fitrianto. Sesi pertama diawasi oleh Hajir Anas Fauzan, sementara sesi kedua berlangsung di bawah pengawasan Ischak Yama Amalia. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kesiapan akademik siswa serta membiasakan mereka menghadapi pola soal standar ujian akhir yang akan datang.

Ischak Yama Amalia, yang bertindak sebagai pengawas pada sesi kedua, memberikan apresiasi atas antusiasme dan ketenangan para siswa dalam mengerjakan soal-soal hitungan yang cukup menantang. "Anak-anak terlihat sangat fokus dan berusaha maksimal menyelesaikan setiap soal meskipun tingkat kesulitannya beragam. Harapan kami, melalui try out ini, siswa dapat mengenali kekurangan mereka lebih awal sehingga ada waktu untuk penguatan materi, khususnya pada penguasaan konsep-konsep matematika yang krusial," ungkapnya. (tna)

Siswa Kelas 1A MIN 8 Gunungkidul Belajar Calistung dalam Kelompok Kecil"

 


Semanu ---- Guna memperkuat kemampuan dasar literasi dan numerasi siswa, kelas 1A MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan program tambahan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan tepat setelah sesi Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) berakhir pada pukul 11.30 WIB. Program ini dirancang sebagai bentuk pendampingan intensif agar transisi belajar siswa dari jenjang taman kanak-kanak ke madrasah ibtidaiyah berjalan lebih optimal.

Sistem pembelajaran dibuat secara berkelompok untuk memastikan fokus dan efektivitas bimbingan. Dari total 28 siswa di kelas 1A, mereka dibagi ke dalam empat kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 7 anak. Jadwal pelaksanaan diatur secara bergilir setiap hari Senin hingga Kamis, di mana setiap kelompok mendapatkan giliran belajar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pendekatan kelompok kecil ini memungkinkan guru untuk memberikan perhatian lebih personal kepada setiap siswa sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing.

Ayu Nurhidayati, selaku guru pengampu kelas 1A, mengawal langsung jalannya kegiatan ini dengan penuh kesabaran. Beliau menekankan bahwa penguasaan calistung adalah pondasi utama bagi siswa untuk memahami mata pelajaran lainnya di masa depan. "Dengan jumlah siswa yang hanya 7 orang per sesi, saya bisa lebih detail memantau perkembangan setiap anak. Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam kemampuan dasar ini, sehingga mereka lebih percaya diri saat mengikuti pelajaran di kelas," ujar Ayu. (tna)

Siswa Kelas 2B MIN 8 Gunungkidul Belajar Kata Benda dan Sifat ala "Seblak Prasmanan"

 


Semanu ---- Suasana belajar di kelas 2B MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (27/1/2026) mendadak menyerupai kedai makanan. Guru kelas, Suratmini, menghadirkan konsep unik "Seblak Prasmanan" untuk mengajarkan materi pengelompokkan kata benda dan kata sifat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bukannya memilih bahan makanan, para siswa justru diminta memilih dan memilah berbagai kartu kata yang telah disiapkan untuk dimasukkan ke dalam wadah yang tepat.

Dalam kegiatan ini, media pembelajaran yang digunakan berupa gambar dua buah mangkok besar sebagai wadah utama. Satu mangkok dikhususkan untuk menampung tempelan kartu-kartu kata sifat, sementara mangkok lainnya untuk kartu kata benda. Para siswa tampak antusias dan dengan cermat mengambil kartu kata seperti "pedas", "meja", "harum", atau "buku" dan memasukkannya ke dalam mangkok yang sesuai dengan kategorinya.

Metode visual dan kinestetik ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap perbedaan jenis kata secara menyenangkan. Mengenai inovasi tersebut, Suratmini memberikan komentarnya, "Saya ingin menghapus kesan bahwa belajar tata bahasa itu membosankan. Dengan konsep seblak prasmanan ini, anak-anak lebih mudah mengingat materi karena mereka terlibat langsung dalam aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka. Melihat antusiasme mereka hari ini, saya berharap literasi anak-anak akan berkembang lebih pesat." (tna)

Siswa Kelas 3 MIN 8 Gunungkidul Praktik Pacelathon Unggah-Ungguh Matur Nuwun

 


Semanu ---- Siswa kelas 3 MIN 8 Gunungkidul nampak antusias mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa pada Selasa (27/1/2026). Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Husni Darmawati, para siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi langsung melakukan praktik pacelathon (percakapan). Fokus utama pembelajaran kali ini adalah penerapan unggah-ungguh atau tata krama saat menyampaikan ucapan terima kasih (ngaturaken matur nuwun) kepada orang lain, baik kepada teman sebaya maupun kepada orang yang lebih tua.

Kegiatan praktik ini dilakukan secara berpasangan di depan kelas, di mana siswa memeragakan skenario sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa Krama Lugu dan Krama Alus yang tepat, para siswa belajar bagaimana memposisikan diri dan bersikap sopan saat menerima bantuan atau pemberian. Husni Darmawati secara aktif memberikan koreksi langsung terhadap pelafalan dan gestur tubuh siswa agar sesuai dengan etika budaya Jawa yang adiluhung.

Pembelajaran praktis ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang santun dalam berkomunikasi di lingkungan madrasah maupun rumah. Mengenai kegiatan ini, Husni Darmawati memberikan komentarnya, "Praktik pacelathon ini sangat penting agar anak-anak tidak hanya hafal kata-katanya, tapi juga terbiasa mempraktikkan sopan santun sejak dini. Saya sangat bangga melihat keberanian siswa kelas 3 dalam mencoba berbicara bahasa Jawa yang benar, karena ini adalah bagian dari upaya kita melestarikan budaya dan budi pekerti." (tna)



Siswa Kelas 1A MIN 8 Gunungkidul Antusias Simak Kisah "Bebek Buruk Rupa"

 

Semanu ---- Suasana kelas 1A MIN 8 Gunungkidul berlangsung interaktif pada Selasa (27/1/2026) saat para siswa mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menyimak. Guru kelas, Ayu Nurhidayati, menghidupkan suasana dengan menggunakan perangkat speaker mini untuk memperdengarkan dongeng "Bebek Buruk Rupa". Penggunaan media audio ini terbukti efektif menarik perhatian siswa, yang tampak fokus mendengarkan setiap rincian cerita sebelum mereka melanjutkan kegiatan dengan mengerjakan latihan soal untuk menguji pemahaman materi yang baru saja disimak.

Metode pembelajaran ini dirancang untuk mengasah kemampuan literasi dasar serta ketelitian siswa dalam menangkap informasi lisan. Setelah sesi mendengarkan berakhir, Ayu Nurhidayati membimbing siswa menjawab berbagai pertanyaan terkait isi cerita dan pesan moral di dalamnya. Mengenai inovasi ini, Ayu memberikan komentarnya, "Penggunaan speaker mini sangat membantu anak-anak kelas 1 untuk lebih fokus dan berimajinasi. Melalui kisah 'Bebek Buruk Rupa', saya ingin mereka belajar bahwa setiap individu memiliki keunikan tersendiri, sembari tetap melatih ketangkasan mereka dalam menjawab soal-soal latihan secara mandiri." (tna)



Senin, 26 Januari 2026

GTK MIN 8 Gunungkidul Rampungkan Unggah SKP 2025 di SIMPEG 5

 


Semanu ---- Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul melakukan langkah progresif dalam tertib administrasi digital dengan mengunggah dokumen Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun 2025 ke aplikasi SIMPEG 5 pada Senin (26/1/2026). Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian versi terbaru milik Kementerian Agama RI ini menjadi sarana utama bagi para ASN untuk memutakhirkan data kepegawaian secara mandiri dan transparan. Melalui platform ini, seluruh riwayat kinerja dan data pribadi pegawai terintegrasi secara digital, guna mendukung tata kelola birokrasi yang lebih modern dan akuntabel di lingkungan madrasah.

"Dengan mengunggah SKP tepat waktu di aplikasi SIMPEG 5, kami merasa lebih tenang karena data kinerja tahun 2025 sudah terekam dengan aman secara sistem. Digitalisasi ini sangat membantu kami memantau riwayat kepangkatan dan pendidikan dengan lebih efisien sehingga fokus kami dalam mengajar tetap terjaga," tutur Ana Roisah, salah satu guru. (tna)

Perkuat Program Unggulan, MIN 8 Gunungkidul Sambut Ustadzah Nana sebagai Guru Tahfidz Baru

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul resmi memperkenalkan Ustadzah Nana sebagai tenaga pendidik baru dalam program kelas khusus tahfidz mulai Senin (26/1/2026). Kehadiran Ustadzah Nana ini bertujuan untuk menggantikan posisi Ustadz Muna dan bersinergi bersama Ustadzah Umi dalam membimbing siswa-siswi pilihan. Program ini terbagi menjadi dua jenjang, yakni kelas bawah (kelas 1 dan 2) yang dimulai pukul 11.00 WIB, serta kelas atas (kelas 3, 4, dan 5) pada pukul 12.30 WIB. Untuk memastikan pendampingan yang intensif, setiap jenjang tersebut masing-masing terdiri dari dua kelas khusus tahfidz yang difokuskan pada hafalan Al-Qur'an secara berkelanjutan.

Triana Erningsih, selaku Koordinator Tahfidz MIN 8 Gunungkidul, menyambut hangat perubahan formasi tim pengajar ini demi menjaga kualitas hafalan siswa. "Kami sangat senang dengan kehadiran Ustadzah Nana di tim kami. Dengan pembagian waktu dan kelas yang sudah terstruktur, kami berharap transisi pengajar ini tetap menjaga semangat anak-anak dalam menghafal. Target kami adalah mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang mutqin, dan dengan adanya dua guru spesialis tahfidz saat ini, pengawasan serta bimbingan terhadap setiap siswa pilihan akan jauh lebih maksimal," pungkasnya. (tna)

Budaya Shalat Dhuhur Berjamaah di MIN 8 Gunungkidul Terus Berlanjut

 


Semanu ---- Keluarga besar MIN 8 Gunungkidul melaksanakan ibadah shalat dhuhur berjamaah pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ibadah ini bertempat di mushola madrasah yang baru saja selesai direvitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Fasilitas yang lebih segar dan nyaman tersebut kini menjadi pusat kegiatan religius bagi siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 yang melaksanakannya secara bergantian. Bertindak sebagai imam adalah guru laki-laki secara bergilir guna memberikan teladan langsung dalam kepemimpinan ibadah kepada para siswa.

Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan shalat berjamaah minggu ini. Khusus untuk tiga hari ke depan hingga Rabu mendatang, siswa kelas 6 tidak ikut serta dalam shalat dhuhur berjamaah di madrasah. Hal ini dikarenakan adanya agenda Try Out TKA/TKAD yang membuat jadwal kepulangan mereka lebih awal, yakni pukul 10.30 WIB. Meski tanpa kehadiran kakak kelas tertua, pelaksanaan shalat berjamaah bagi kelas 3 hingga 5 tetap berlangsung khidmat dan tertib di bawah bimbingan para guru pendamping.

Sugeng, salah satu guru agama di MIN 8 Gunungkidul, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya revitalisasi mushola melalui program PHTC tersebut. "Wajah baru mushola ini membawa semangat baru bagi anak-anak untuk beribadah. Mengenai ketidakhadiran kelas 6, itu adalah penyesuaian jadwal agar mereka bisa fokus pada persiapan akademik di rumah setelah try out. Kami berharap, kenyamanan fasilitas baru ini dapat semakin meningkatkan kualitas karakter dan kedisiplinan shalat tepat waktu bagi seluruh siswa," pungkasnya. (tna)



MIN 8 Gunungkidul Kejar Target Penuntasan Laporan Kinerja dan Presensi ASN 2025

 


Semanu ----- Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MIN 8 Gunungkidul berkumpul pada Senin (26/1/2026) untuk menindaklanjuti surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama mengenai rekapitulasi presensi dan E-Kinerja tahun 2025. Kegiatan ini difokuskan pada sinkronisasi data kehadiran selama 12 bulan terakhir serta penyusunan laporan kinerja tahunan yang harus disahkan oleh atasan langsung. Seluruh dokumen tersebut nantinya dikumpulkan secara digital melalui tautan Google Drive masing-masing pegawai paling lambat pada Sabtu (31/1/2026).

Rumiyatun Rohassanah, salah satu guru di MIN 8 Gunungkidul, menyampaikan bahwa koordinasi bersama ini sangat membantu guru dalam memenuhi tenggat waktu yang cukup singkat. "Kami berupaya memastikan semua dokumen, mulai dari rekap kehadiran hingga capaian kinerja di aplikasi, sudah valid dan rapi sebelum diunggah. Ketelitian sangat diperlukan agar pelaporan ini mencerminkan dedikasi kami sebagai ASN selama setahun penuh secara akurat," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Langkah responsif ini diambil oleh pihak madrasah agar seluruh ASN di lingkungan MIN 8 Gunungkidul dapat mematuhi instruksi pusat tepat waktu. Dengan sistem pengunggahan mandiri melalui menu Pelaporan di platform yang telah ditentukan, diharapkan tertib administrasi kepegawaian dapat tercapai dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi internal bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di tahun berjalan. (tna)

Siswa Kelas 6 MIN 8 Gunungkidul Laksanakan Try Out TKA Bahasa Indonesia dengan Lancar

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul sukses mengikuti kegiatan Try Out Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Senin (26/1). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 dengan fokus mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai materi yang diujikan. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua sesi untuk memastikan penggunaan sarana komputer dan jaringan internet berjalan optimal. Di bawah pengawasan proktor Hamid Fitrianto, aspek teknis mulai dari aktivasi token hingga sinkronisasi data jawaban peserta terpantau stabil, sehingga para siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang tanpa kendala sistem yang berarti.

​Pelaksanaan Try Out ini merupakan langkah strategis madrasah untuk memetakan kemampuan akademik siswa serta membiasakan mereka dengan format ujian berbasis digital. Dengan pendampingan yang sigap dari tim proktor, simulasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran riil mengenai kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir yang sesungguhnya. Pihak madrasah berharap hasil dari uji coba mata pelajaran Bahasa Indonesia ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga pengajar untuk terus meningkatkan kualitas bimbingan belajar, sehingga nilai akademik siswa MIN 8 Gunungkidul dapat terdongkrak secara maksimal. (tna)

Proktor MIN 8 Gunungkidul Ikuti Penjelasan Teknis Try Out TKA-TKAD di Semanu

 



Semanu ---- Hamid Fitrianto, selaku Proktor dari MIN 8 Gunungkidul, menghadiri undangan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kapanewon Semanu dalam acara Penjelasan Teknis Pelaksanaan Try Out TKA-TKAD pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula KPRI Meter ini menghadirkan Rohmad Jamhari, Guru SD Muhammadiyah Mujahidin sekaligus Proktor TKA-TKAD Kabupaten Gunungkidul, sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, para proktor diberikan pembekalan teknis mendalam guna memastikan kesiapan infrastruktur digital dan sistem ujian yang akan digunakan oleh para siswa nantinya.

Ketua K3S, Azis Risdiyanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh proktor yang hadir. Beliau menegaskan bahwa proktor adalah ujung tombak kesuksesan ujian berbasis komputer, sehingga semangat dan ketelitian dalam menjalankan tugas sangat diperlukan demi kelancaran kegiatan. Senada dengan hal tersebut, Koordinator Seksi Pendidikan Korwil Biddik Kapanewon Semanu, Sumarmi, menyampaikan terima kasih kepada narasumber, jajaran K3S, serta seluruh proktor atas sinergi yang terjalin dengan baik dalam mempersiapkan agenda penting ini.

Penyelenggaraan Try Out ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang simulasi teknis, tetapi juga menjadi instrumen efektif untuk mendongkrak nilai dan prestasi akademik siswa di wilayah Gunungkidul. Dengan persiapan yang matang dari sisi proktor seperti yang dilakukan oleh Hamid Fitrianto, diharapkan kendala teknis dapat diminimalisir sehingga konsentrasi siswa tetap terjaga. Acara ditutup dengan harapan kolektif agar seluruh rangkaian kegiatan Try Out hingga ujian utama nanti dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. (tna)


Jumat, 23 Januari 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Persiapkan Berkas Kenaikan Pangkat Golongan IV A

 


Semanu ---- Di tengah kesibukan rangkaian acara madrasah, Ayu Nurhidayati, guru di MIN 8 Gunungkidul, terpantau sedang fokus mempersiapkan usulan kenaikan pangkat fungsionalnya menuju golongan IV A pada Jumat (23/1/2026). Proses ini merupakan langkah penting dalam pengembangan karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan fungsional dengan sistem angka kredit. Kesibukan ini terlihat dari ketelitian beliau dalam mengunggah dan memverifikasi berbagai dokumen digital yang dipersyaratkan melalui platform kepegawaian guna memastikan seluruh data administratifnya terpenuhi tepat waktu.

Berdasarkan syarat yang harus dipenuhi, Ayu harus melengkapi berbagai dokumen utama seperti SK Kenaikan Pangkat terakhir, SK Jabatan, ijazah, serta transkrip nilai. Selain itu, dokumen evaluasi kinerja seperti SKP satu tahun terakhir yang disesuaikan dengan PAK (Penilaian Angka Kredit) yang diusulkan, serta dokumen PAK konversi tahunan juga menjadi komponen krusial yang dipersiapkan. Upaya pemenuhan jenjang kepangkatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memotivasi guru-guru lain di MIN 8 Gunungkidul untuk terus tertib administrasi dan meningkatkan profesionalitas mereka. (tna)

Lantunan Ayat Suci Siswa Tahfidz Buka Pengajian Isra' Mi'raj MIN 8 Gunungkidul

 


Semanu ---- Acara pengajian Isra' Mi'raj dan parenting di MIN 8 Gunungkidul pada Jumat (23/1/2026) dibuka dengan suasana penuh keberkahan melalui penampilan 12 siswa tahfidz pilihan. Dengan suara yang jernih dan tartil yang terjaga, para duta Al-Qur'an ini melantunkan Surat Al-Fatihah dan Surat At-Tariq di hadapan seluruh wali siswa serta tamu undangan. Kehadiran mereka di tidak hanya menjadi pembuka prosesi acara, tetapi juga memberikan ketenangan spiritual yang mendalam, sekaligus menunjukkan kualitas hafalan siswa yang menjadi salah satu program unggulan di madrasah tersebut.

Triana Erningsih, selaku koordinator program tahfidz, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penampilan para siswa tersebut. "Ke-12 siswa ini telah melalui seleksi dan persiapan khusus agar dapat memberikan performa terbaik sebagai bentuk syiar Al-Qur'an di lingkungan madrasah," jelasnya. Beliau menambahkan bahwa momentum ini bertujuan untuk memotivasi seluruh siswa agar semakin giat menghafal, serta meyakinkan orang tua bahwa pendidikan di MIN 8 Gunungkidul sangat menitikberatkan pada pembentukan karakter generasi Qur'ani yang berakhlak mulia. (tna)

Pesona Budaya, Siswa Kelas Bawah MIN 8 Gunungkidul Unjuk Gigi di Acara Parenting

 


Semanu ---- Acara pengajian Isra' Mi'raj dan parenting di MIN 8 Gunungkidul pada Jumat (23/1/2026) menjadi semakin semarak dengan penampilan gemulai dari siswa kelas 1, 2, dan 3 yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari. Dengan balutan kain jarik dan penuh warna, para siswa cilik ini dengan percaya diri membawakan tiga tarian tradisional secara bergantian, yaitu Tari Mbok Jamu, Tari Bermain, dan Tari Candik Ayu. Penampilan yang ceria namun tetap anggun tersebut berhasil memikat perhatian ratusan wali siswa yang hadir, menciptakan suasana hangat di tengah rangkaian agenda formal madrasah.

Ayu Nurhidayati, selaku koordinator ekstrakurikuler tari, mengungkapkan rasa harunya melihat perkembangan mentalitas para siswa di atas panggung. "Sangat luar biasa melihat keberanian anak-anak kelas 1 hingga 3 ini tampil di depan khalayak ramai, mereka tidak hanya menghafal gerakan, tetapi juga mampu mengekspresikan karakter dari setiap tarian dengan sangat baik," tuturnya. Ia berharap kesempatan tampil ini dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal sejak usia dini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pengembangan bakat minat di MIN 8 Gunungkidul. (tna)

 

Tim Hadrah MIN 8 Gunungkidul Pukau Hadirin dalam Pengajian Isra' Mi'raj

 


Semanu ---- Gema selawat yang merdu membahana di MIN 8 Gunungkidul saat tim hadrah tampil memukau dalam acara pengajian Isra' Mi'raj dan parenting pada Jumat (23/1/2026). Tim yang terdiri dari kolaborasi siswa kelas 2 hingga 6 ini dengan apik membawakan empat lagu pilihan, yaitu Ahmad Ya Habibi, Kisah Sang Rasul, Di Suatu Malam Bulan Rajab, dan Alamate Anak Sholeh. Perpaduan harmonis antara ketukan rebana dan lantunan vokal para siswa tidak hanya menjadi pembuka acara yang semarak, tetapi juga berhasil menciptakan suasana khidmat bagi seluruh tamu undangan dan wali siswa yang hadir.

Suratmini, selaku koordinator ekstrakurikuler hadrah, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas penampilan percaya diri anak didiknya tersebut. "Alhamdulillah, latihan intensif yang mereka lalui membuahkan hasil yang memuaskan. Anak-anak tampil sangat kompak meskipun berasal dari jenjang kelas yang berbeda," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penampilan ini merupakan sarana bagi siswa untuk mensyiarkan nilai-nilai Islami melalui seni, sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik sebagai bagian dari pengembangan karakter religius di madrasah. (tna)

MIN 8 Gunungkidul Gelar Pengajian Isra’ Mi’raj dan Parenting Bersama Wali Siswa

 


Semanu ---- MIN 8 Gunungkidul menyelenggarakan rangkaian acara religius dan edukatif berupa Pengajian Isra’ Mi'raj sekaligus sesi parenting pada Jumat (23/1/2026). Bertempat di lingkungan madrasah, acara ini dihadiri oleh jajaran tamu undangan, pengurus komite, serta seluruh orang tua siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Suasana semakin khidmat dan meriah dengan adanya unjuk bakat dari para siswa, mulai dari lantunan selawat yang syahdu oleh tim hadrah, gerak gemulai siswa ekstrakurikuler tari, hingga hafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh siswa tahfidz yang memukau para hadirin.

Ustadz Sugeng Wibowo, yang juga menjabat sebagai Pengawas Madrasah dari Kantor Kemenag Gunungkidul, hadir sebagai pembicara utama untuk memberikan tausiyah. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pendidikan anak adalah amanah besar dari Allah yang tidak bisa hanya dipikul oleh pihak madrasah sendirian. Diperlukan kolaborasi yang sejalan antara madrasah dan rumah melalui sikap saling mendoakan serta saling menguatkan. Menurut beliau, sinergi yang harmonis antara orang tua dan guru adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual.

Selain membahas pola asuh, Ustadz Sugeng juga membekali jamaah dengan pesan moral mengenai empat ciri ahli surga yang patut diteladani. Keempat ciri tersebut meliputi wajah yang murah senyum, tutur kata dengan kalimat yang baik, tangan yang dermawan kepada sesama, serta hati yang senantiasa berzikir mengingat Allah. Melalui momentum Isra’ Mi'raj ini, MIN 8 Gunungkidul berharap seluruh wali siswa dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan dalam lingkungan keluarga demi mewujudkan visi madrasah yang selaras dengan nilai-nilai islami. (tna)

Siswa Kelas 5 MIN 8 Gunungkidul Percantik Mading Madrasah

 


Semanu ---- Siswa kelas 5 MIN 8 Gunungkidul tampak antusias menghias majalah dinding (mading) yang terletak di hall madrasah pada Kamis (22/1/2026). Hiasan yang ditempelkan merupakan kumpulan hasil karya terbaik siswa yang dikumpulkan selama proses pembelajaran satu semester kemarin, mulai dari poster hingga anyaman kertas. Kegiatan ini dipandu langsung oleh tiga orang guru, yaitu Ana Roisah, Dewi Susilowati, dan Husni Darmawati, yang dengan telaten membimbing para siswa dalam menata tata letak agar mading tampil menarik dan edukatif bagi seluruh warga madrasah.

Husni Darmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menghias dinding, melainkan bentuk apresiasi nyata terhadap kerja keras siswa selama di kelas. "Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk memamerkan karya mereka, sehingga timbul rasa bangga dan percaya diri atas pencapaian yang telah diraih selama satu semester ini," ujarnya. Beliau berharap tampilan baru mading di area hall ini dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan mengekspresikan bakat mereka melalui media visual yang ada di lingkungan madrasah. (tna)

Guru MIN 8 Gunungkidul Ikuti Rapat Pengurus KKGMI 7 Kabupaten Gunungkidul

 


Semanu ---- Dua guru perwakilan MIN 8 Gunungkidul, Agustina Kusumawati dan Rumiyatun Rohassanah, menghadiri rapat koordinasi pengurus KKGMI Kabupaten Gunungkidul 7 yang berlangsung di RM Bu Tiwi Tan Tlogo pada Kamis (22/1/2026). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Rujati selaku ketua KKG ini menjadi ajang konsolidasi bagi guru-guru kelas MI dari enam wilayah kapanewon, yakni Semanu, Ponjong, Rongkop, Tepus, Girisubo, dan Tanjungsari. Rapat fokus membahas persiapan matang untuk agenda Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang dijadwalkan pada Jumat (6/2/2026) mendatang, mencakup pembahasan detail mengenai susunan acara, penentuan lokasi, daftar tamu undangan, hingga koordinasi seragam bagi seluruh peserta.

Mengangkat tema besar "Kolaborasi, Satu Tim, Satu Tujuan", rapat ini bertujuan memastikan seluruh elemen pendidik memiliki visi yang sama dalam mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional di madrasah masing-masing. Rujati menekankan bahwa keberhasilan agenda KSE nanti sangat bergantung pada kekompakan lintas wilayah yang tergabung dalam KKGMI Gunungkidul 7. Melalui koordinasi ini, diharapkan acara pada awal Februari tersebut dapat berjalan lancar sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru yang solid dan harmonis demi peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. (tna)

Tim Hadrah MIN 8 Gunungkidul Gelar Gladhi Bersih Jelang Pengajian

 


Semanu ---- Suasana khidmat menyelimuti MIN 8 Gunungkidul pada Kamis (22/1/2026) saat tim ekstrakurikuler hadrah melaksanakan gladhi bersih dengan penuh konsentrasi. Para siswa yang terdiri dari kelas 2 hingga 6 ini mematangkan persiapan untuk mengisi acara pengajian dan parenting yang akan digelar pada Jumat (23/1/2026). Dalam penampilan besok, tim hadrah dijadwalkan membawakan empat buah lagu pilihan yang memadukan harmoni vokal dan ketukan rebana secara apik guna menyambut kehadiran wali murid dan para tamu undangan.

Suratmini, selaku koordinator ekstrakurikuler hadrah, menyatakan kepuasannya terhadap progres latihan para siswa yang menunjukkan perkembangan signifikan. "Anak-anak dari kelas 2 sampai 6 ini memiliki semangat kebersamaan yang luar biasa dalam memadukan tempo dan suara. Gladhi bersih ini menjadi kunci agar besok mereka tampil lebih tenang dan fokus," jelasnya. Beliau menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat menanamkan rasa cinta selawat sekaligus membangun karakter religius pada diri siswa sejak usia dini. (tna)

Gladhi Bersih Tari MIN 8 Gunungkidul: Sambut Acara Pengajian dan Parenting

 


Semanu --- Siswa kelas 1, 2, dan 3 yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari di MIN 8 Gunungkidul melaksanakan gladhi bersih dengan penuh semangat pada Kamis (22/1/2026). Persiapan intensif ini dilakukan untuk memberikan penampilan terbaik dalam acara pengajian dan parenting yang dijadwalkan berlangsung esok hari, Jumat (23/1/2026). Sebanyak tiga tarian tradisional akan ditampilkan, yakni Tari Mbok Jamu yang lincah, Tari Bermain yang ceria, serta Tari Candik Ayu yang anggun, di mana setiap gerakan telah dipoles agar para siswa tampil percaya diri di depan orang tua dan tamu undangan.

Ayu Nurhidayati, selaku koordinator ekstrakurikuler tari, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para siswa selama masa latihan hingga gladi bersih ini. "Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak kelas bawah ini, meskipun masih kecil, mereka menunjukkan disiplin yang luar biasa dalam menghafal setiap gerakan Tari Mbok Jamu, Bermain, dan Candik Ayu," ungkapnya. Beliau berharap melalui panggung besok, para siswa tidak hanya mengasah bakat seni mereka, tetapi juga melatih keberanian serta mentalitas positif sejak dini di hadapan publik. (tna)





Kamis, 22 Januari 2026

Guru MIN 8 Gunungkidul Persiapkan Administrasi Kenaikan Pangkat

 


Semanu ---- Guru MIN 8 Gunungkidul, Ninik Nuryanti, tengah disibukkan dengan pengurusan administrasi untuk usulan kenaikan pangkat dari penata muda tingkat I (III/b) ke penata (III/c) pada Kamis (22/1/2026). Dalam proses ini, beliau secara intensif mempersiapkan berbagai dokumen persyaratan utama, meliputi SK pangkat terakhir, SKP tahun 2024 dan 2025, serta Penilaian Angka Kredit (PAK). Kesigapan dalam melengkapi berkas ini menjadi prioritas mengingat batas waktu pengajuan administrasi tersebut paling lambat harus sudah masuk pada Jumat (30/1/2026) mendatang.

Ninik Nuryanti mengungkapkan bahwa ketelitian dalam menyusun dokumen administrasi adalah kunci kelancaran proses kenaikan jabatan fungsional guru. "Proses ini bukan sekadar pemenuhan syarat formal, tetapi juga bentuk tertib administrasi atas kinerja yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir. Saya berharap seluruh berkas dapat terverifikasi dengan baik sebelum tenggat waktu berakhir agar proses transisi ke golongan III/c dapat berjalan lancar," ujarnya. Upaya ini mencerminkan komitmen tenaga pendidik di MIN 8 Gunungkidul dalam meningkatkan profesionalisme dan jenjang karier sebagai aparatur negara. (tna)

Kepala MIN 8 Gunungkidul Hadiri Sosialisasi KMA 1503 Tahun 2025

 


Wonosari ----- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati, menghadiri kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi KMA 1503 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Gunungkidul pada Rabu, (21/1/2026). Bertempat di Aula PLHUT Kemenag Gunungkidul, acara ini dihadiri oleh Kepala MI Negeri dan Swasta se-Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program madrasah tahun 2026 dengan kebijakan terbaru dari Kementerian Agama.

Dalam sesi inti, Anita Isdarmini, selaku Katim 1 Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, hadir sebagai narasumber untuk membedah implementasi KMA 1503. Beliau menekankan pentingnya penerapan kurikulum mendalam guna meningkatkan kualitas kognitif siswa. Selain aspek akademik, Anita juga memperkenalkan konsep "kurikulum berbasis cinta", sebuah pendekatan edukasi yang mengedepankan kasih sayang dan empati dalam proses belajar-mengajar di madrasah agar tercipta lingkungan pendidikan yang lebih humanis dan menyenangkan bagi siswa.

Menanggapi materi tersebut, Sri Hartati menyatakan kesiapan MIN 8 Gunungkidul untuk mengintegrasikan nilai-nilai kurikulum berbasis cinta dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan panduan yang jelas dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini ditutup dengan sesi doa bersama, menandai komitmen kolektif para kepala madrasah dalam memajukan pendidikan di wilayah Gunungkidul. (tna)