Semanu ---- Suasana upacara bendera di MIN 8 Gunungkidul
pada Senin pagi (12/1/2026) tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya dipimpin
oleh guru madrasah, kali ini pihak sekolah menghadirkan personel dari Koramil
Semanu, Masida, untuk bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran unsur TNI
ini bertujuan untuk memberikan motivasi baru serta memperkuat kedisiplinan
siswa di lingkungan madrasah. Bertugas sebagai pelaksana upacara adalah
siswa-siswi kelas 5 yang menjalankan perannya dengan khidmat dan tertib di
hadapan seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Masida
menekankan pesan penting mengenai bahaya perundungan atau bullying di lingkungan
pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa madrasah harus menjadi tempat yang aman
dan nyaman bagi setiap siswa untuk menuntut ilmu tanpa adanya rasa takut. Siswa
diajak untuk saling menghargai, menjaga lisan, dan menjauhi perilaku yang dapat
menyakiti fisik maupun mental teman sejawat. Penekanan ini diambil sebagai
langkah preventif agar nilai-nilai persaudaraan dan karakter luhur tetap
terjaga di antara para siswa MIN 8 Gunungkidul.
Kegiatan upacara ini
menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menjalin sinergi dengan instansi
lintas sektoral dalam membentuk karakter siswa. Melalui arahan langsung dari
pihak Koramil, diharapkan pesan anti-perundungan tersebut memiliki dampak
psikologis yang kuat bagi anak-anak. Pihak madrasah berharap kolaborasi seperti
ini dapat terus berlanjut guna menciptakan generasi muda yang tidak hanya
cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi dan disiplin yang
kuat dalam kehidupan sehari-hari. (tna)









0 komentar:
Posting Komentar