Wonosari ---- Kepala MIN 8 Gunungkidul, Sri Hartati,
beserta dua guru, Ischak Yama Amila dan Hajir Anas Fauzan, menghadiri seminar
motivasi bertajuk "How to be
a Great Teacher" yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) pada Selasa (13/1/2026). Bertempat di Taman Budaya
Gunungkidul, acara ini terlaksana berkat kerja sama strategis antara KNPI,
Kemenag, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Dalam sambutannya, Kasi
Dikmad Supriyanto, yang mewakili Kepala Kemenag, memberikan apresiasi luar
biasa terhadap inisiatif ini sebagai upaya nyata meningkatkan profesionalitas
guru, baik dari sisi pedagogik maupun sosial, guna menjawab berbagai tantangan
pendidikan masa kini.
Seminar ini menekankan
pentingnya guru menjadi sosok yang inspiratif, inovatif, dan mampu
berkolaborasi demi mencetak anak didik yang mandiri serta berkarakter baik.
Perwakilan Dinas Pendidikan dalam sambutannya mengingatkan bahwa mendidik Gen Z
dan Gen Alpha menuntut transformasi besar, terutama karena transfer pengetahuan
saat ini telah banyak diambil alih oleh teknologi AI. Oleh karena itu, guru
didorong untuk lebih jeli dan adaptif dalam menguasai teknologi informasi tanpa
sedikit pun meninggalkan nilai-nilai karakter sebagai fondasi utama pendidikan.
Narasumber utama, Coach
Syafi'i Efendi, memberikan pesan mendalam bahwa menjadi guru bukan sekadar
menjalani profesi melainkan sebuah panggilan jiwa untuk menginspirasi dan
menggerakkan generasi bangsa. Ia mengajak para pendidik untuk menjadi figur
bermartabat yang mampu menjadi teladan sejati, baik bagi peserta didik maupun
masyarakat luas. Dengan semangat transformasi ini, diharapkan guru-guru,
termasuk delegasi dari MIN 8 Gunungkidul, dapat terus berkembang menjadi
pendidik hebat yang relevan dengan perkembangan zaman. (tna)








0 komentar:
Posting Komentar