Semanu ---- Suasana belajar di kelas 2B MIN 8 Gunungkidul
pada Selasa (27/1/2026) mendadak menyerupai kedai makanan. Guru kelas, Suratmini,
menghadirkan konsep unik "Seblak Prasmanan" untuk mengajarkan materi
pengelompokkan kata benda dan kata sifat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Bukannya memilih bahan makanan, para siswa justru diminta memilih dan memilah
berbagai kartu kata yang telah disiapkan untuk dimasukkan ke dalam wadah yang
tepat.
Dalam kegiatan ini, media
pembelajaran yang digunakan berupa gambar dua buah mangkok besar sebagai wadah
utama. Satu mangkok dikhususkan untuk menampung tempelan kartu-kartu kata
sifat, sementara mangkok lainnya untuk kartu kata benda. Para siswa tampak
antusias dan dengan cermat mengambil kartu kata seperti "pedas",
"meja", "harum", atau "buku" dan memasukkannya ke
dalam mangkok yang sesuai dengan kategorinya.
Metode visual dan
kinestetik ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap perbedaan
jenis kata secara menyenangkan. Mengenai inovasi tersebut, Suratmini memberikan
komentarnya, "Saya ingin menghapus kesan bahwa belajar tata bahasa itu
membosankan. Dengan konsep seblak prasmanan ini, anak-anak lebih mudah mengingat
materi karena mereka terlibat langsung dalam aktivitas yang dekat dengan
keseharian mereka. Melihat antusiasme mereka hari ini, saya berharap literasi
anak-anak akan berkembang lebih pesat." (tna)







0 komentar:
Posting Komentar