Wonosari --- Hamid Fitrianto, guru MIN 8 Gunungkidul,
menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Rekognisi
Pembelajaran Lampau (RPL) yang digelar di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah
Terpadu (PLHUT) Gunungkidul pada Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan tindak
lanjut atas permohonan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam
rangka memperluas jejaring kemitraan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Gunungkidul. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotip,
mendorong para guru untuk memanfaatkan peluang ini dengan menempuh pendidikan
S2 di UMY guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik di
lingkungan madrasah.
Wakil Rektor UMY, Zuly
Qodir, menjelaskan bahwa program RPL ini memberikan kesempatan besar bagi
masyarakat yang memiliki pengalaman kerja dan keterampilan tertentu untuk
diakui sebagai Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan skema ini, pengalaman
relevan yang dimiliki oleh para ASN Kemenag akan dikonversi menjadi kredit
akademik, sehingga mengurangi jumlah mata kuliah yang harus diambil. Hal ini
secara otomatis akan mempercepat masa studi dan memberikan efisiensi yang
signifikan bagi para guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi tanpa meninggalkan tugas utamanya.
Selain mempercepat
kelulusan, program RPL ini menawarkan berbagai keuntungan seperti penghematan
biaya pendidikan, fleksibilitas waktu, serta fokus pembelajaran yang lebih
aplikatif sesuai pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi
seluruh ASN Kankemenag Gunungkidul untuk meneguhkan komitmen pembangunan Zona
Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK). Dengan menjunjung tinggi
semangat anti-gratifikasi dan moto layanan "SUMRINGAH" (Senyum,
Moderat, Religius, Integritas, Ngayomi, Akuntabel, Harmonis), kerja sama ini
diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas sekaligus
berintegritas di wilayah Gunungkidul. (tna)







0 komentar:
Posting Komentar