Semanu ---- Suasana belajar Pendidikan Pancasila di kelas
5 MIN 8 Gunungkidul pada Selasa (27/1/2026) berlangsung sangat meriah dan penuh
warna. Wali kelas 5, Dewi Susilowati, mengajak para siswa mendalami materi
Keberagaman Budaya di Indonesia melalui metode yang inovatif. Pembelajaran
diawali dengan menyanyi bersama tentang keberagaman suku di Indonesia
menggunakan nada lagu "Naik Becak" untuk memudahkan siswa mengingat
informasi, yang kemudian dilanjutkan dengan proyek kreatif membuat miniatur
pola rumah keberagaman.
Dalam kegiatan inti,
setiap siswa dibagikan pola rumah yang berisi informasi spesifik mengenai
kekayaan budaya dari berbagai provinsi, mulai dari suku, rumah adat, tarian,
hingga makanan khas daerah. Para siswa dengan antusias menuliskan detail
keberagaman tersebut pada pola yang tersedia, lalu merakitnya menjadi bentuk
rumah yang utuh. Setelah karya selesai, setiap anak berkesempatan menampilkan
"Rumah Keberagaman" miliknya di depan kelas sembari menjelaskan
keunikan budaya daerah yang mereka susun kepada teman-teman lainnya.
Metode pembelajaran
visual dan kinestetik ini terbukti membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif,
dan ceria. Hasil karya yang telah dipresentasikan kemudian dialihfungsikan
sebagai hiasan kelas yang dipajang di jendela ruang kelas agar dapat terus
dipelajari setiap hari. Mengenai kegiatan ini, Dewi Susilowati menuturkan, "Saya
ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga
berkesan. Dengan konsep rumah keberagaman ini, anak-anak belajar menghargai
perbedaan melalui karya nyata. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga
merasakan kebanggaan atas kekayaan budaya bangsa kita sendiri." (tna)







0 komentar:
Posting Komentar